
Selama di perjalanan Gibran tak banyak berbicara ,Nuri yang sedari tadi mengajak nya mengobrol pun hanya menyahut sekedar nya saja.
"nyetir jangan sambil melamun nak ,bahaya" tegur Nuri
"enggak kok ma,aku gak melamun " sahut Gibran tersenyum tipis
"terus kamu kenapa,kok aneh gitu , tadi senyum-senyum sendiri sekarang diem aja ,kamu gak apa-apa kan?" tanya Nuri lagi
"enggak kok ma" sahut Gibran lagi
"we...kamu tahu Gibran kenapa?" tanya Nuri membatin
"ehehehehe......anak mu itu loh sedang menerka-nerka siapa gadis cantik yang sering di ceritakan anak-anak panti pada nya " sahut Wewe
"nek, bisa gak sih gak lemes mulut nya " tegur Gibran
"ehehehehe.....mama mu kan bertanya ,ya nenek jawab lah cu.... ehehehehe....."
Gibran hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban Wewe gombel itu
"gadis cantik ? maksud nya ?" tanya Nuri yang rupanya juga tak mengetahui perihal itu
"mama memang nya tak tahu,jika di panti sering kedatangan seorang gadis ,anak-anak memanggil nya kakak cantik ,persis seperti Ari yang manggil Aranta dulu" tanya Gibran
"mama juga gak tahu nak,memang sih mbak Nana pernah mengatakan kalau ada seorang gadis yang sering mendonasikan uang juga berbagai peralatan sekolah, makanan,hingga pakaian buat anak-anak panti ,tapi mama tak pernah tahu siapa nama nya,sebab mbak Nana juga tak tahu nama jelas nya , gadis itu hanya mencantumkan inisial nama doble A " tutur Nuri
"jadi menurut mu kemungkinan gadis itu adalah Aranta ?" tanya Nuri
"ehm...iya ..." jawab Gibran
"oh iya bukan nya Aranta juga mau pergi ke panti,kalau benar gadis itu Aranta ,sudah pasti Aranta pergi ke panti kita kan " ucap Nuri yang baru ingat tujuan Aranta tadi
"ya ....kita buktikan setelah sampai di panti" sahut Gibran
Gibran pun memacu mobil nya dengan kecepatan sedang , sementara itu Ari yang hari ini tengah mengikuti ulangan harian di kelas nya pun mendadak tiba-tiba merasa pusing dan mual,hingga ia tidak dapat konsentrasi dalam mengerjakan soal-soal nya .
"hmmmppp...." Ari menahan mual
Salah satu teman sekelas nya tak sengaja melihat gelagat aneh dari Ari,ia yang tadinya berniat mencari contekan pun menjadi gagal fokus karena melihat Ari yang nampak membekap mulut nya seraya menunduk.
tiba-tiba ia berucap
"Bu ....maaf seperti nya Ari sakit " ucap nya seraya mengacungkan tangan nya
Guru mata pelajaran nya pun menoleh
"Ari ,...kamu kenapa .... sakit?"tanya guru bernama Eka
"gak apa-apa kok Bu ,hanya sedikit pusing saja " sahut Ari dengan wajah nya yang sudah pucat
"gak apa-apa bagaimana ,wajah kamu pucat begitu kok,sudah lah sebaiknya kamu pergi ke ruangan UKS, istirahat di sana ,biar kamu di periksa dokter Wina" ujar Bu Eka
"tapi Bu ,saya belum selesai" tolak Ari beralasan ,masih ada tiga soal lagi yang belum selesai ia kerjakan.
"tapi apa kamu masih bisa mengerjakan nya dengan keadaan seperti itu?" tanya Bu Eka lagi
"Insyaallah bisa Bu" jawab Ari
"baiklah ,kalau begitu kerjakan semampu nya saja ,kalau sudah tak kuat biar kamu stop saja ,nanti bisa kamu lanjutkan lagi di ruangan saya "
"baik Bu "
Meskipun dengan kepala pusing dan menahan mual ,Ari tetap berusaha mengerjakan soal-soal itu.
Hingga akhirnya bel istirahat pun berbunyi,Ari yang biasa nya dapat menyelesaikan nya lebih awal pun jadi paling akhir selesai nya ,namun ia sama sekali tak merasa minder sebab ia yakin meskipun dalam keadaan sakit ,jawaban nya pasti benar.
"baiklah ,kumpulkan kertas jawaban kalian " salah satu siswa pun bergegas mengambil satu demi satu lembaran jawaban teman satu kelas nya
"Ari ,sekarang kamu istirahat lah di UKS,jika keadaan mu belum baikan lebih baik kau pulang saja biar saya yang membuatkan izin" ucap Bu Eka perhatian
"iya Bu" sahut Aranta
Setelah guru nya keluar ,Ari segera mengemasi alat tulis nya ke dalam tas nya ,lalu ia beranjak menuju ruang UKS,namun baru saja ia hendak melangkah , tiba-tiba celetukan seseorang membuat nya mematung.
__ADS_1
"jangan-jangan loe hamidun ya,gw perhatiin dari tadi loe kaya nahan mual gitu" rupanya yang ber celetuk itu yang tadi memberitahukan keadaan nya pada guru
"hah ....masa sih ,dia hamil " seru yang lain nya
"eh kamu jangan gosip ya" seru Ari tak terima
"lah ,gosip apa nya ,jujur aja kali , gak apa-apa kok ,gw gak kaget kok kalau loe beneran hamil ,loe kan player yang sok kecantikan ,eh emang cantik sih ,tapi sayang cantik nya itu loe manfaatin buat hal yang negatif" ucap nya sengaja ingin mempermalukan Ari
"astaghfirullah....." Ari hanya bisa beristighfar mengahadapi nya ,sebab saat ini ia sudah tak bisa lagi berkata-kata karena rasa pusing di kepala nya yang semakin dominan
Kepala nya pun mulai kunang-kunang dan akhirnya
Bruukk
Ari jatuh tak sadarkan diri
"lah dia malah pingsan tuh "
Kebetulan pada saat itu Yoga baru saja tiba dan melihat dengan mata kepala nya sendiri saat Ari terjatuh.
"astaga .... Ari...." seru Yoga panik
Pria berbadan gempal itu pun segera berlari dan mengangkat tubuh langsing Ari
"kalian bukan nya tolongin malah liatin " gerutu Yoga pada teman-teman sekelas nya Ari
Yoga pun dengan segera membawa Ari ke ruang UKS,kebetulan di sekolah itu sudah ada dokter UKS yang memang selalu standby di ruangan itu.
Semua orang memperhatikan dan bertanya-tanya akan apa yang terjadi ,kenapa Yoga menggendong Ari yang tak sadarkan diri.
"Bu dokter ,tolong teman saya" teriak Yoga yang mencemaskan kondisi Ari ,lalu membaringkan nya di tempat tidur
"loh dia kenapa?" tanya dokter bernama Wina segera menghampiri
"teman saya pingsan dokter " sahut Yoga lalu memberi ruang untuk dokter Wina agar bisa memeriksa Ari
Sedangkan di luar sana sudah banyak teman-teman nya yang lain yang nampak penasaran dengan apa yang terjadi pada Ari ,mereka nampak nya ingin tahu apa penyebab pingsan nya Ari ,sebab isu tentang hamil nya Ari sudah menyebar luas,padahal belum ada waktu satu jam berita itu tapi sudah viral saja.
"bagaiaman Bu dokter,kenapa dengan teman saya?" tanya Yoga setelah dokter Wina selesai meriksa Ari
"jadi tidak ada yang fatal bagi teman saya Bu dokter ?" tanya Yoga kembali memastikan
"iya ,biarkan dia istirahat dulu ,nanti kalau dia sudah sadar kamu kasih dia minum teh manis hangat dan usahakan untuk memberinya makan sesuatu " ucap dokter Wina lagi
"Alhamdulillah kalau begitu,ya sudah saya pamit dulu ambilkan teh manis hangat dan makanan ya Bu dokter ,aku titip Ari di sini" sahut Yoga lalu beranjak ke kantin untuk membelikan makanan dan minuman untuk Ari jika ia bangun nanti
Setelah keluar dari ruangan UKS kening Yoga berkerut saat melihat betapa banyak nya teman-teman nya di depan ruangan UKS.
"kalian sedang apa rame-rame berada di sini,pada demo kah?" tanya Yoga
"kami tuh penasaran , sebenarnya si Ari tuh kenapa ,kok bisa pingsan begitu ,apa benar kalau Ari hamil?" tanya teman nya yang memiliki tingkat ke kepoan yang tinggi
"APA....siapa yang menyebarkan gosip seperti itu ,Ari tidak hamil ,dia hanya belum sarapan saja dari pagi" seru Yoga terpancing emosi
"kata teman satu kelas nya ,katanya saat di kelas Ari sudah mual-mual terus " jawab nya
"memang nya kalau mual itu hanya tanda-tanda orang hamil saja? enggak kan?" skak Yoga
"iya juga ya ,aku juga waktu itu mual-mual karena masuk angin " batin teman nya itu seraya menggigit jari kuku nya.
"kalian dengar ya ,Ari tidak hamil ,dia hanya tak sempat sarapan tadi pagi ,jadi jika ada yang berpikir dan bicara macam-macam tentang Ari ,biar aku robek mulut kalian " ucap Yoga sedikit mengancam
Dari jauh nampak seseorang tengah memperhatikan,dengan memakai pakaian seperti tukang kebun sambil berjongkok seakan memotong rumput.
Orang itu nampak tersenyum melihat aksi Yoga yang membela Ari,tadi ia cukup terkejut saat melihat Ari di gendong dengan keadaan pingsan , akan tetapi melihat kekhawatiran dari Yoga terhadap Ari,pria itu pun diam di tempat nya,dan hanya memperhatikan.
"semoga saja pria itu benar-benar tulus melindungi nona Ari " batin pria itu bergumam
Saat Yoga berjalan ke arah nya ,pria tersebut kembali melakukan aktivitas nya memotong rumput.
Sementara itu gosip mengenai Ari yang hamil pun sudah sampai ke telinga Zeky,ia merasa tidak percaya sebab selama ia mengenal Ari ,meski belum lama, ia tahu bagaimana Ari selama ini bersikap,jangan kan diapa-apain hanya di pegang tangan nya saja Ari tak mau ,Zeky pun tak mempercayai nya begitu saja ,ia pun bergegas pergi ke ruang UKS.
Yoga memesan air teh manis hangat juga bubur ayam di kantin ,tak lupa Yoga juga membeli beberapa cemilan.
__ADS_1
Setelah itu Yoga pun kembali ke ruang UKS.
Sesampainya di ruang UKS Yoga langsung meletakan makanan nya di meja ,Ari pun belum sadarkan diri membuat Yoga semakin mencemaskan keadaan Ari.
"Ari....ayo dong bangun ,jangan bikin aku khawatir " lirih Yoga meraih tangan Ari lalu menggenggam nya
Sosok Lasmi pun hanya bisa berdiri sambil memperhatikan Ari ,kuntilanak itu pun sama mencemaskan Ari ,tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"awas ya kalian semua,akan aku buat kalian perhitungan " gumam Lasmi pada semua teman-teman Ari yang saat ini masih berfikiran buruk dan bahkan menghujat nya.
Tiba-tiba Yoga terkesiap saat merasakan tangan Ari yang ia genggam itu bergerak.
"Bu dokter, Ari sadar " seru Yoga
Dokter Wina pun segera memeriksa Ari,tak lama Ari pun mengerjapkan mata nya.
"euuhh....sshhh...." Ari melenguh seraya menyentuh pelipis nya
"Ari ...." ucap Yoga lirih
Ari pun menoleh pada Yoga
"aku....dimana.....kamu siapa ?" tanya Ari bingung
"jangan becanda deh ,lagi sakit juga " seru Yoga
"hehehe....maaf....habis nya kamu wajah nya kaya gitu" sahut Ari cengengesan
dokter Wina pun hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Ari.
"aku tuh khawatir banget tahu pas lihat kamu pingsan,kamu kenapa bisa pingsan begitu ,belum sarapan ?" tebak Yoga
"hm...iya ,aku lupa,tadi aku bangun kesiangan ,jadi tak sempat sarapan " sahut Ari meringis
"bukan nya kamu suka bawa bekal dari rumah kalau kamu tak sempat sarapan ?" tanya Yoga
"em...itu...tadi aku kasih ke bapak-bapak di depan gerbang sekolah ,kasihan dia sepertinya sangat kelaparan " jawab Ari ,yang memang tadi pagi ia memberikan bekal makanan nya pada si bapak yang ia temui di depan sekolahan nya ,bapak itu nampak mencari sesuatu di tempat sampah,tak hanya makanan bahkan Ari memberikan semua uang jajan nya ,hingga Ari tak bisa jajan di kantin.
"Masya Allah.....baik banget kamu,kamu rela gak jajan hanya demi menolong orang lain ,sampai pingsan lagi" ucap Yoga entah ia harus merasa bangga atau gemas pada Ari ,sebab menurut nya Ari terlalu baik sampai tak mementingkan diri nya sendiri.
"ya habis nya aku kasihan " sahut Ari lagi
dokter Wina pun merasa tersentuh mendengar penjelasan Ari,dalam hati ia berucap
"subhanallah...ternyata masih ada anak muda berjiwa mulia seperti nya " lirih nya dalam hati
Ia merasa tertampar dan malu dengan apa yang dilakukan oleh Ari ,sebab ia juga melihat bapak-bapak itu tadi pagi hanya saja ,ia bersikap acuh dan mengabaikan nya.
"keadaan mu masih cukup lemas ,saya sarankan kamu mengisi perut mu dulu agar tenaga mu juga kembali pulih,tapi sebelum itu ,ini minum lah dulu obat ini" ucap dokter Wina seraya memberikan satu obat untuk lambung
"terima kasih dokter " Ari pun lalu meminum obatnya
Setelah itu Yoga pun memberikan makanan yang ia beli tadi di kantin
"diam ,biar aku yang suapin kamu " ucap Yoga
"aku bisa kok sendiri ,aku makan sendiri saja " tolak Ari
"enggak pokok nya kamu makan aku yang suapin ,titik ...jangan banyak protes " ujar Yoga yang tak ingin dibantah
"ya udah iya " sahut Ari pasrah
Akhirnya Ari pun makan dengan di suapi oleh Yoga,sedangkan di ambang pintu nampak Zeky tengah menatap nya dengan mengepalkan tangan.
Sementara itu Gibran dan Nuri yang sudah sampai di panti pun mencari sosok gadis yang mereka yakini adalah Aranta ,namun setelah beberapa lama mereka berada di panti ,tak ada satu gadis pun yang datang.
"apa dugaan ku salah " batin Gibran ,entah kenapa ia merasa kecewa ,ia sangat berharap jika gadis yang dimaksudkan memang benar-benar Aranta ,tapi harapan nya harus sirna sebab sampai saat ini belum ada gadis mana pun yang datang ke panti tersebut.
Hingga salah satu anak di panti berseru saat melihat sebuah mobil taksi berhenti.
"KAKAK CANTIIIIKKKK.........."
Gibran terkesiap saat melihat siapa gadis cantik yang mereka maksud
__ADS_1
"jadi.......
***