The INDIGO

The INDIGO
Hukuman dari Rifki


__ADS_3

Baik Bu Nur Aini , Seno,dan Thalia mereka merasa bingung sebab Gibran tiba-tiba saja mengatakan jika apa yang menimpa Ari dan Yoga bukan lah kecelakaan semata.


"aku tak bisa menjelaskan nya ,tapi yang pasti pelaku nya harus mendapatkan balasan yang setimpal " ujar Gibran dengan tangan yang masih ia kepalkan, terlihat jelas kemarahan di wajah nya ,Aranta pun meraih tangan nya lalu menggenggam nya,ia berharap dengan cara itu Gibran akan sedikit tenang.


Dan benar saja , setelah tangan nya di genggam dan mendapat usapan di bahu nya ,Gibran pun bisa sedikit tenang.


"astaghfirullah......." lirih nya


Lama nya proses operasi membuat mereka semua merasa was-was ,apalagi Dewi ,ia tak henti-hentinya menangis sambil memeluk Nuri yang juga terus terisak.


Mereka pun berdoa di dalam hati untuk kemudahan dan keselamatan Ari juga Yoga.


Detik demi detik terlewatkan begitu saja, tak ada yang berucap sepatah kata pun ,hati dan fikiran mereka tengah terfokus pada Ari dan Yoga di dalam ruang operasi.


Hingga Rifki merasakan ponsel nya berdering ,ia pun cepat mengangkat nya,sebab yang menghubungi nya merupakan seorang anak buah nya.


"iya ,bagaimana ,apa kalian sudah menangkap nya?" tanya Rifki yang ternyata diam-diam memerintahkan anak buah nya untuk mengamankan Zeky sebelum para polisi menangkap nya


"sudah pak,saat ini dia sudah berada di markas kami,lalu apa yang harus kami lakukan padanya?" tanya orang suruhan nya di telepon


"biarkan saja dulu, kurung dia sampai batas waktu yang saya tentukan,jangan beri dia makan ataupun minum ,tapi usahakan agar jangan sampai dia mati "ucap Rifki tegas


"baik pak"


telpon pun terputus


Rifki rupanya tak sadar akan ucapan nya barusan dan membuat yang lain nya bertanya-tanya,namun tidak bagi Gibran.


"siapa yang bicara dengan mu mas,lalu apa maksud mu kurung dan jangan di kasih makan ,mas tidak melakukan yang aneh-aneh kan?" tanya Nuri dengan masih terisak


"aku hanya ingin menghukum orang yang sudah menyebab kan putri kita masuk rumah sakit dan kritis"sahut Rifki yang memilih untuk tak menyembunyikan apa yang ia lakukan


"memang nya siapa orang nya?" tanya Bu Nur Aini


"Zeky....nama nya Zeky " sahut Gibran


"Zeky....?" tanya Nuri yang merasa tak asing dengan nama itu


"lalu apa yang akan kamu lakukan pada nya ,bagaimana kalau kamu berada dalam masalah jika menangkap nya?" tanya Seno yang baru mengetahui sisi lain dari sahabat nya itu ,karena setahu nya Rifki merupakan seseorang yang tak pernah kasar terhadap siapa pun.


"untuk itu ...kalian tenang saja ,aku sudah memperhitungkan semua nya,akan aku pastikan dia akan menderita dan menyesali perbuatannya setelah itu baru aku serahkan dia ke kantor polisi" sahut Rifki


Nampak nya Seno sangat terkejut dengan perubahan sahabat nya itu,melihat dari raut wajah nya ia tak pernah melihat Rifki semarah dan sebengis itu,bahkan tak hanya Seno saja Nuri dan Dewi pun sama terkejut nya.


"sejak kapan suami ku jadi seperti ini" batin Nuri


Beberapa saat kemudian pintu ruangan pun terbuka,dokter segera memberi tahukan keadaan Yoga dan Ari.


"jadi bagaimana keadaan anak-anak kami dok ?" tanya Nuri


"untuk putri anda Alhamdulillah sudah bisa melewati masa kritis nya setelah ia mendapat transfusi darah ,namun mungkin untuk sementara ia tak bisa berjalan ,sebab benturan keras di kepala nya mengakibat kan saraf yang terhubung pada otot kaki tak bisa berfungsi dengan baik ..." belum selesai dokter berbicara Nuri sudah kembali menyela


"putri ku lumpuh dok?" tanya Nuri nampak shock


"tidak Bu,tapi hanya sementara,putri ibu masih bisa berjalan ,asalkan rutin cek dan terapi" tutur dokter itu menjelaskan ,Nuri nampak terdiam ,dalam hati ia bersyukur karena putri nya tidak lumpuh seperti yang ada di benak nya,Rifki pun nampak memeluk Nuri dari samping sambil terus mengusap bahu nya.


"lalu bagaimana dengan anak saya dok?" tanya Bu Nur Aini lirih


Sebelum menjawab dokter itu menghela nafas seakan berat untuk menjelaskan.


"dok,...kenapa diam ,bagaimana kondisi anak saya ,dia tidak apa-apa kan ,tidak terjadi sesuatu yang fatal kan?" tanya Bu Nur Aini sudah merasa tak enak,bahkan ia sudah berlinang air mata

__ADS_1


"mohon maaf Bu...putra anda kami nyatakan koma,sebab benturan itu menyebab kan pendarahan di otak nya,tapi kami tim dokter akan selalu memantau dan berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhan putra anda,anda berdoa saja semoga ada keajaiban agar putra anda segera sadar dari koma nya " tutur dokter


brukk


Bu Nur Aini terduduk lemas sambil menangis setelah mendengar penjelasan dari dokter,hati nya benar-benar merasa hancur,baginya Yoga tak hanya seorang anak sambung ,namun lebih dari itu ,Yoga sudah seperti teman ,sahabat ,dan segala nya bagi nya.


Nuri pun mendekat dan mencoba menenangkan nya dengan pelukan,karena ia juga sama merasakan terpukul atas apa yang menimpa Yoga.


"kenapa harus terjadi seperti ini,...belum juga aku bisa lupa dengan rasa sakit ditinggal papa nya ,sekarang Yoga malah seperti ini,aku tak ingin kehilangan nya huuuhhuuu....." tangis Bu Nur Aini terdengar pilu


"sabar mbak ,aku yakin Yoga kuat,dia pasti bisa berjuang untuk tetap bisa bersama kita" ucap Nuri juga turut menangis


Dokter pun undur diri lalu tak lama kemudian pintu kembali terbuka,nampak Ari yang terbaring tak berdaya pada blankar dengan perban di kepala serta selang oksigen di hidung nya dibawa keluar dari ruangan operasi,sontak saja Nuri dan yang lain mendekat.


"Ari sayang ....kamu kuat nak " lirih Nuri seraya mengecup kepala nya , blankar kembali di dorong oleh para perawat menuju ruangan rawat inap.


Tak lama kemudian blankar lain juga keluar, di atas nya terbaring Yoga yang keadaan nya lebih parah dari Ari .


Bu Nur Aini menangis pilu melihat nya ,ia bahkan sampai tak bisa berkata-kata melihat kondisi anak sambung nya itu,hanya air mata yang dapat melukiskan betapa ia hancur melihat nya.


Dengan langkah tertatih karena lutut nya terasa lemas,ia mencoba mengimbangi langkah para perawat yang mendorong blankar nya.


Kini Yoga dan Ari sudah berada di ruangan mereka masing-masing.


Rifki pamit untuk mengerjakan sesuatu,begitu yang ia katakan pada yang lain ,namun Nuri dan Dewi curiga jika Rifki akan melakukan sesuatu pada Zeky pun bertanya


"lebih baik mas serahkan saja dia ke polisi ,aku gak mau mas terlibat masalah,sudah cukup aku merasa sedih dengan keadaan Ari saat ini" lirih Nuri


"kamu tenang saja sayang,aku masih bisa mengontrol emosi ku,aku hanya ingin memberi dia sedikit pelajaran sebelum dia mendekam di penjara,dan akan aku pastikan hukuman nya akan berat " ucap Rifki


"kalau gitu aku ikut " seru Seno,ia juga mengkhawatirkan sahabat nya itu


"ya sudah kita berdua pergi dulu , assalamualaikum....." ucap Rifki pamit lalu mencium kening istrinya


Mereka pun pergi.


Di ruangan Yoga ,Bu Nur Aini menatap sendu pada Yoga yang terbaring menutup mata,terdapat banyak selang dan kabel yang menempel di tubuh nya.


"kenapa takdir begitu kejam,mama sudah tak punya siapa-siapa selain kamu,kamu anak mama yang paling mama sayangi,mama tak bisa membayangkan jika kamu juga pergi meninggalkan mama,Ya Allah....sembuhkan lah anak ku....pa...jangan jemput Yoga dulu,aku masih ingin melihat nya bahagia bersama gadis yang ia cintai" lirih nya ,saking terpukul nya ia pun sampai berbicara ngelantur.


Sementara itu Lasmi dan para hantu yang lain juga sama sedih nya ,mereka memperhatikan Ari yang terbaring dengan perban di kepala nya.


"apa kamu harus pergi sekarang ,di saat kondisi Ari seperti ini?" tanya Nuri ,Thalia yang berada di samping Nuri pun menatap bingung,sementara Dewi hanya bisa menunduk,meski tak bisa melihat sosok astral ,namun ia selalu merasa takut jika melihat menantu nya berbicara sendiri.


"dia bicara pada siapa?" tanya Thalia di dalam hati


"sebenarnya aku berat meninggalkan kalian ,apalagi di saat kondisi Ari yang terluka ,tapi aku tak bisa melawan takdir... maaf seperti nya waktu ku sudah tak banyak,katakan pada Ari jika sudah bangun,kalau aku akan melihat nya dari sana,katakan juga untuk selalu tersenyum apa pun keadaan nya" lirih Lasmi ,bahkan cahaya putih mulai berpendar pada tubuh nya kemudian hantu wanita itu menoleh pada Gibran


"Gibran ,Tante mau pergi ,apa kamu gak mau meluk Tante sebentar saja sebagai tanda perpisahan,Tante mau jadi hantu kedua yang kamu peluk selain nek Wewe" ucap nya dengan tatapan memohon


"baiklah ,sini" ucap Gibran merentangkan kedua tangan nya,sungguh ia pun merasa berat untuk berpisah dengan kuntilanak itu


Bruukk'


"Tante akan merindukan pelukan mu,terima kasih sudah mengizinkan Tante memeluk mu ,jaga Aranta dan Ari dengan baik,Tante pergi " ucap Lasmi masih dalam pelukan Gibran ,lalu lenyap seiring lenyap nya cahaya putih yang menyelimuti nya


"semoga arwah mu tenang di sana " lirih Nuri


Sementara itu


Rifki dan Seno sudah sampai di sebuah rumah yang jauh dari pusat kota.

__ADS_1


Kedua nya memasuki rumah tersebut dengan di dampingi salah satu anak buah nya, Seno merasa merinding saat memasuki rumah tersebut ,aura dingin dan lembab membuat nya terus mengusap tengkuk nya.


Terang saja,karena di rumah tersebut terdapat beberapa sosok tak kasat mata,Rifki yang dapat melihat nya pun hanya bersikap cuek ,karena tujuan nya datang untuk memberi Zeky pelajaran.


"di sini kamar nya pak" ucap anak buah nya yang bernama Ringgo


"buka" pinta Rifki


Ringgo pun segera membuka pintu tersebut, Seno langsung terperangah saat pintu terbuka,sebab ia mengenali pemuda itu yang tak lain adalah Zeky.


"Zeky....."pekik Seno


Rifki menoleh namun Seno dengan cepat berlari ke arah Zeky


"kau mengenal nya ?" tanya Rifki


"iya ,dia keponakan nya Rudi " sahut Seno


"keponakan Rudi? tanya Rifki lagi


"iya ,tadinya aku berfikir bukan Zeky keponakan Rudi ,tapi ternyata dunia memang sempit,kok ya bisa-bisa nya kamu melakukan itu pada Yoga dan Ari hah...." seru Seno beralih menatap Zeky yang terikat di kursi dengan mulut di lakban


Zeky pun nampak terkejut melihat Rifki juga Seno,meskipun ia jarang bertemu Seno namun pertemuan nya yang beberapa kali membuat nya mengenal sosok Seno.


"kamu terkejut melihat kita ...harus nya kamu bersyukur karena bukan polisi yang menangkap mu ,kau tahu saat ini kamu sudah jadi buron atas apa yang kamu lakukan pada putri ku,tapi bukan berarti aku akan berbelas kasih pada mu ,karena di sini kamu akan merasakan apa yang aku rasakan saat melihat putri ku terluka dan kritis " tutur Rifki dengan sorot mata tajam


"apa....Ari kritis ...." batin Zeky


Bahkan Seno pun sampai bergidik ngeri melihat nya


"Ringgo ,siap kan apa yang ku minta tadi " seru Rifki , Ringgo pun segera melaksanakan perintah majikan nya


"apa yang akan kamu lakukan?" tanya Seno was-was


"apa lagi kalau bukan menyiksa nya " ucap Rifki


"g*la,dia udah kaya mafia yang ada di novel-novel" batin Seno


Zeky nampak ketakutan saat melihat Ringgo menyiapkan alat kejut listrik yang terhubung langsung pada colokan listrik di dinding.


"hmmmppphhh.... hmmmppphhh...."


"buka penutup mulut nya" perintah Rifki pada Ringgo


Ringgo pun segera menarik lakban, Zeky langsung berteriak minta ampun


"ampun....ampuni saku om....ampun....aku tidak sengaja ....aku tidak sengaja ...."


"tidak sengaja kata mu,kamu tahu saat ini putri ku tengah berjuang antara hidup dan mati ,itu semua karena kamu ,enak saja bilang tak sengaja, Ringgo ...." seru Rifki lalu memerintahkan Ringgo untuk melakukan apa yang ia minta ,Ringgo pun mengerti dan segera menempel kan alat kejut itu pada Zeky. Rifki tak mau mengotori tangan nya untuk menyiksa Zeky ,makanya ia hanya memerintah Ringgo,dan hanya akan jadi penonton.


seeeeettttt......


"aaakkkhhh......" pekik Zeky kala benda itu menyentuh tubuh nya


"cukup,jangan terlalu lama ,nanti dia bisa mati " ucap Rifki , Ringgo pun segera mematikan alat nya


"huuuuh...huuh....ma...maaf om ...aku benar-benar tidak....sengaja....aku ...hanya berniat ...mencelakai pria gendut itu ...tapi ....aku tak menyangka ...jika Ari ...juga ikut terluka " lirih nya terbata


"tak semudah itu aku memaafkan mu" cetus Rifki


"Ringgo....berikan dia minum dan makan ,pastikan dia memakan makanan nya ,akan ku hubungi lagi nanti " ucap Rifki lalu meninggalkan tempat itu

__ADS_1


Rupanya Rifki tak setega itu jika sampai tak memberi Zeky makan dan minum,apalagi Zeky juga merupakan keponakan Rudi , sahabat nya juga.


***


__ADS_2