
Balik lagi ke POV Gibran alias Adnan
Pagi ini aku berangkat ke sekolah tanpa Riswan karena anak itu katanya hendak berangkat langsung dari rumah nya ,aku masih heran dengan nya padahal masalah Wisnu sudah selesai aku juga sudah menjelaskan nya tapi kenapa dia masih saja seperti menjaga jarak dari ku .
"ehehehehe.......sudah jangan fikirkan Riswan ,dia sebenarnya sedang menata hati nya ,di mulut dia bisa mengatakan kalau dia baik-baik saja tapi hati nya berdusta ehehehehe....." ucap nek Wewe duduk di samping ku ,saat ini aku tengah di dalam mobil hendak ke sekolah
"maksud nya ?" batin ku
"ehehehehe.....sudah tak usah di fikirkan , nanti juga dia balik lagi kalau hati nya sudah membaik ehehehehe....." ucap nek Wewe lagi
"ah nenek malah bikin aku bingung tahu gak " batin ku lagi
Aku pun segera turun dari mobil ,dan segera masuk melewati gerbang .
"eh ...itu Adnan ku kira dia gak masuk lagi ,kenapa mereka datang tak sama-sama,biasanya dimana ada Riswan di sana ada Adnan , tapi kok sekarang mereka datang sendiri-sendiri " bisik-bisik teman ku
"mereka marahan kali"
"marahan kenapa ?"
"meneketehe ...."
"iiih....kamu tuh diajak ngomong bener-bener juga "
Aku menghela nafas mendengar kasak-kusuk itu ,namun aku tetap berjalan dengan santai menuju ruang kelas ku .
"selamat pagiiiiiii........." sapa para makhluk astral penunggu gedung sekolah ini di depan kelas
"selamat pagi juga ......" sapa ku balik dalam hati
Pada saat aku memasuki ruang kelas ,yang pertama aku lihat itu bangku Aranta ,aku menggeleng pelan lalu mengalihkan pandangan ku ke bangku ku , sudah ada Riswan di sana sedang membaca buku .
"pagi..." sapa ku
"pagi juga " sahut nya
"baca apa sih ,serius bener kaya nya " tanya ku basa-basi
"biasalah...." Riswan menujukan buku komik yang ia selipkan di buku paket seraya meringis
"hm....kebiasaan " gumam ku sambil menggelengkan kepala
"Bran...katanya Aranta dan keluarga nya hari ini sudah boleh pulang ?" tanya nya tiba-tiba
"iya " jawab ku singkat
"mereka tinggal dimana?" tanya nya lagi
"papa bilang untuk sementara mereka akan tinggal di rumah sebelum mendapatkan tempat tinggal " jawab ku apa ada nya
"jadi makin rame dong rumah" ucap nya
"ya.... kamu juga nanti malam nginep kan ?" tanya ku
"seperti nya enggak dulu deh ,soal nya aku lagi ada misi sama papa nanti malam "tolak nya beralasan
"misi....?" kening ku berkerut
"misi apa?" tanya ku kemudian
"untuk membongkar kebobrokan Tante Selina biar nenek tidak terus memaksa papa menikah dengan nya " jawab Riswan seraya menutup buku
"kebobrokan apa ?"
"jadi gini ,kemarin waktu aku, papa ,dan Bu Fuji kembali dari Bandung ,kami mampir dulu di restoran dan kamu tahu gak ternyata di sana aku melihat Tante Selina bersama laki-laki ,mereka nampak mesra ,ternyata Tante Selina itu tetangga an sama Bu Fuji ,kata Bu Fuji sih Tante Selina itu sudah bersuami tapi suami nya bukan laki-laki yang kita lihat di resto itu ,dan kamu tahu lagi gak?"
"enggak " jawab ku cepat
"ye....mana bisa tahu orang aku juga belum bilang " seru nya menggebrak meja ,membuat semua teman ku melihat pada kami
"sorry... sorry....kelepasan " ucap Riswan nyengir
"huuuuuuu....." sontak semua teman-teman ku menyoraki nya
"tadi kamu mau bilang apa ?" tanya ku lagi
"yang mana ?" tanya nya
"itu....yang tadi kami bilang tentang calon mama sambung mu " ucap ku sedikit menggoda nya
"yeee.... amit-amit deh punya mama tiri seperti nya ,kalau seperti mama Uli sih tentu mau "
"uhhukk... uhhukk...." aku tersedak ludah ku sendiri mendengar ucapan nya , dia bilang apa tadi ....mau mama sambung seperti mama
"kalau ngomong itu jangan sembarangan ,aku gak mau punya papa tiri ,papa ku cuma satu papa Rifki ,jangan mengada-ada kamu" tiba-tiba saja aku merasa kesal dengan ucapan nya
__ADS_1
"maaf....becanda juga,...kamu tuh baperan amat kalau nyangkut mama Uli" ucap nya
"becanda nya gak lucu " aku berdecak kesal lalu beranjak niat ku untuk pergi ke mushola sekolah , hendak mengambil air wudhu agar fikiran ku sedikit tenang, aku memang paling sensitif jika berhubungan dengan kedua orang tua ku .
"yah..... ngambek dia" gumam Riswan saat aku beranjak
"astaghfirullaah......" lirih ku beristighfar
"Bran, maaf deh...janji deh aku gak bakal bicara seperti itu lagi" ucap nya seraya mengangkat tangan dan menujukan dua jari tengah dan telunjuk membentuk huruf V
"heeeeehhh....baiklah aku maafin, tapi ingat aku paling tak suka kalau mama atau papa dijadikan bahan candaan " ucap ku dingin
"iya ...iya ....maaf " ucap nya lagi
"eh mau kemana?" tanya nya lagi saat aku berbalik
"ke mushola,kenapa mau ngikut? " sahut ku lalu bertanya
"oh...enggak deh"
"ya udah " aku pun bergegas sebelum keburu bel masuk .
Saat berjalan di koridor aku mendengar beberapa siswi membicarakan tentang ditangkap nya Wisnu oleh polisi , banyak yang tak percaya dengan berita nya , karena mereka meyakini jika Wisnu merupakan murid baik dan teladan bagi mereka ,mustahil seorang Wisnu bisa ditangkap polisi .Bukan hanya mereka sih , sebenarnya aku juga masih tak menyangka jika Wisnu terlibat dengan kelompok sesat itu , tapi mau gimana lagi emang seperti itu kenyataan nya .
"eh itu Adnan kita tanya dia yuk ,katanya dia juga berada di tempat saat Wisnu di tangkap polisi" ucap salah satu siswi saat aku melintas di antara mereka ,aku tak menghentikan langkah ku dan terus berjalan tanpa menghiraukan mereka ,namun mereka mengejar
"Adnan....Adnan ...tunggu ..." pekik nya
"iya ,...ada apa?" tanya ku
"memang nya bener ya kalau Wisnu terlibat dengan penculikan Aranta ,terus untuk apa Wisnu melakukan hal itu pada Aranta ,terus sekarang Aranta nya gimana,kenapa beberapa hari ini tak masuk sekolah ,kamu sama Aranta memang nya ada hubungan apa?" tanya nya membuat ku pusing ,pusing karena pernyataannya sudah seperti gerbong kereta api ,sambung menyambung
"Aranta baik-baik saja , masalah benar apa tidak nya aku rasa aku tak perlu mengatakan nya, karena kita sendiri juga tahu kan gimana sikap Wisnu selama ini,jadi apa pun yang terjadi kita tak usah harus sampai menyimpulkan apa pun apalagi sampai menggunjing nya ,ya sudah aku duluan " aku pun segera beranjak menuju mushola
Sesampai nya di mushola aku pun lantas berjalan ke arah toilet lebih tepat nya ke tempat berwudhu.
"bismillah....." mulai ku basuhi telapak tangan hingga selesai
"Alhamdulillah...." lirih ku setelah membaca doa setelah berwudhu ,tak berselang lama suara bel terdengar ,tanda jam pelajaran pun dimulai.
**
Teeeeeettttt.......
"yuk " ajak ku pada Riswan
"hari ini gak mampir ya,aku mau nyiapin misi buat eksekusi nanti malam ,habis ini aku juga mau langsung ke resto " ucap Riswan
paman Haris memang memiliki sebuah restoran dan beberapa kafe di berbagai kota .
"oh ya udah " sahut ku
"salamin saja buat Aranta ya " ucap nya lagi
"iya nanti aku sampaikan" sahut ku lagi
Lalu kami pun berjalan menuju kendaraan masing-masing ,aku seperti biasa di jemput mang Ujang , Alhamdulillah keadaan nya sudah baik-baik saja pasca kejadian beberapa waktu lalu.
Hingga akhirnya mobil melaju menjauh Riswan pun sudah hilang setelah berbelok ke jalan yang menuju rumah nya .
Cling'
suara ponsel ku berbunyi ,ada notifikasi masuk ,aku pun membuka gawai ku dan melihat sebuah pesan WA dari mama ,mama mengatakan jika Aranta sudah kembali ke rumah bersama keluarga nya , aku pun memasukan kembali ponsel ku ke saku celana tanpa membalas pesan nya ,lalu menyandarkan punggung ku seraya memejam kan mata ,aku menggeleng dan kembali membuka mata ,kenapa malah wajah Aranta yang terlihat ,aku pun beristighfar
"astaghfirullaahal'aziim......"
"ada apa den?" tanya mang Ujang
"enggak kok mang ,hanya lelah saja " sahut ku
"oh " nampak mang Ujang menganggukkan kepalanya
Namun tiba-tiba saja mang Ujang menghentikan laju mobil
"ada apa mang ?" tanya ku
"itu den ,di depan ada keributan , seperti nya mereka mau berantem ,apa kita putar balik saja ambil jalan lain?" tanya mang Ujang
"gak usah ,mamang tunggu saja, aku mengenal salah satu nya "
"den, mau kemana ?" tanya mang Ujang saat melihat membuka pintu hendak keluar
"mau ke sana mang , seperti nya teman ku dalam masalah " jawab ku
"tapi den..."
__ADS_1
"sudah mamang tenang saja "
"ehehehehe.....semangat cu...... ehehehehe...."
"apa sih nek " lirih ku dalam hati
bruugh' suara pintu mobil ku tutup
Aku bergegas menghampiri keributan itu , nampak nya dua orang itu hendak menyakiti kak Troy
plak'
aku menendang pisau lipat yang hendak di hunuskan orang itu pada kak Troy hingga pisau lipat itu terjatuh
"s*alan.......siapa kamu berani ikut campur?..."
"berani nya main keroyokan " ucap ku datar
"wah nantangin nih bocah ,To kamu urus anak itu ,biar aku urus yang ini " ucap nya pada rekan nya yang tengah memegangi kak Troy .
Tanpa mendengar sahutan rekan nya orang itu langsung menyerang ku
tinju yang ia layangkan berhasil ku tangkap dan dengan mudah aku menarik dan membalikan tubuh nya
"aaakkkhhh....." pekik nya
namun dia nampak masih belum terima jika serangan nya berhasil ku hindari ,dia menggunakan kaki nya untuk menyerang ku namun nek Wewe malah memegangi kaki nya.
"kenapa kaki ku kaya ada yang narik " gumam nya
"ehehehehe.....lepaskan dia cu....biar nenek kasih sedikit hadiah ehehehehe......"
aku menuruti ucapan nek Wewe dan melepaskan cekalan tangan ku .
Brukkk
"aaaakkkhhhh........" nek Wewe menyeret orang itu hingga beberapa meter dari ku
terlihat rekan nya yang lain tercengang melihat rekan nya terseret sesuatu yang tak ia lihat.
"hah....kenapa bisa begitu?" tanya nya , namun dia segera sadar dari keterkejutan dan malah menyerang ku ,aku pun dengan senang hati meladeni nya
bak buk bak buk bak
"akkkkhhh......"
lagi-lagi nek Wewe membantu ku ,bukan hanya menarik nya ,tetapi nek Wewe juga membuat orang itu bertengger di dahan pohon yang lumayan tinggi
"huaaaaa...........ibu.....aku tobat bu.....gak lagi-lagi berbuat jahat tolooooong......" teriak nya di atas sana
"maaf ya om ,aku tak bisa membantu om turun ,aku juga takut ketinggian ,udah om di situ saja nanti juga ada orang yang nolongin om " teriak ku
Sedangkan yang tadi di seret nek Wewe juga gemetaran menatap ku
"si...siapa ...kamu sebenarnya.....?" tanya nya
"aku hanya anak sekolahan ,ah iya om ada sedikit hadiah dari ku karena om sudah mengganggu teman saya " dengan santai nya aku berjalan menghampiri orang itu dan
tak'
aku menjentikkan jari ku di depan wajah nya
"aaaaakkkkkhhhh setaaaaannnnnn......." teriak nya karena melihat nek Wewe juga penampakan lain yang dari tadi sudah ada di tempat ini ,dia langsung tergeletak tak sadarkan diri .
"ehehehehe......laga nya saja sok jagoan giliran lihat hantu saja langsung tepar ehehehehe...."
"kak Troy tidak apa-apa?" tanya ku menghampirinya
"ti ...tidak apa-apa" jawab kak Troy sedikit terbata
"syukurlah kalau begitu aku duluan , assalammualaikum...." ucap ku tak ingin terlalu banyak berbicara
"waalaikum salam" jawab ku sendiri dalam hati sebab kak Troy tak menjawab salam ku .
Setelah itu aku pun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju rumah .
Sesampai nya di depan rumah aku melihat mobil papa sudah terparkir ,dengan menarik nafas dalam-dalam aku pun melangkahkan kaki ku ke dalam ,kenapa aku malah merasa gugup begini,beberapa kali aku menghirup udara dan menghembuskan nya perlahan .
"assalamualaikum....."ucap ku
"waalaikum salam......."
Deg...
***
__ADS_1