The INDIGO

The INDIGO
Mencoba mengikhlaskan


__ADS_3

MASIH AUTHOR POV


Tak lama berselang dokter pun datang dan memeriksa keadaan Aranta ,beruntung dokter yang di panggil perempuan ,juga mukena yang masih dikenakan Aranta tak ada yang melepas nya karena mereka cukup tahu jika Aranta tak ingin aurat nya terlihat,mereka juga baru kali ini melihat wajah Aranta secara langsung ,sebab biasa nya mereka hanya melihat Aranta sekilas itupun tertutup cadar ,hanya ibu pemilik kontrakan saja yang tahu bagaimana wajah Aranta .


"ternyata gadis itu sangat cantik ya ,mirip artis terkenal itu loh yang lagi di beritakan balikan sama pacar nya " bisik salah satu tetangga kontrakan Aranta


"iya kamu benar ,pantas saja dia menutupi wajah nya , rupanya dia sangat cantik ,mungkin dia tidak mau kecantikan nya dinikmati semua orang ,beruntung banget ya pria yang nanti jadi suami nya ,di saat banyak sekali gadis yang menunjukan wajah cantik nya agar dilirik semua orang bahkan sampai menggunakan filter pada kamera nya ,tapi dia malah menyembunyikan kecantikan nya " puji salah satu nya


"kalian bisa diam tidak " tegur ibu pemilik kontrakan


"maaf Bu " sahut kedua nya ,kedua ibu-ibu paruh baya itu pun menunduk


didalam ruangan kamar itu hanya ada ibu pemilik kontrakan dan dua warga beserta dokter yang memeriksa ,sisa nya berada di luar


"jadi bagaimana keadaan nya dok, kira-kira apa penyebab nya pingsan ?" tanya ibu pemilik kontrakan


"sepertinya pasien belum memakan sesuatu,ditambah kondisi nya yang mungkin tertekan membuat nafsu makan nya berkurang ,yang akhirnya kesehatan nya terganggu " ucap dokter itu ,dokter bisa melihat kesedihan di wajah Aranta ,juga jejak air mata yang sudah kering ditambah kelopak mata nya yang sembab ,dokter langsung bisa menyimpulkan kondisi Aranta


"hah tertekan ,maksud nya gimana dok ,perasaan pas tadi kita menemukan nya ia tergeletak begitu saja ,gak ada apa pun yang menimpa nya kenapa dokter mengatakan tertekan ?" celetuk ibu-ibu yang berbadan agak sedikit gemuk ,


dokter yang mendengar celetukan itu pun merasa bingung sendiri .


"hey dodol Garut maksud nya tertekan itu tuh jiwa nya ,dia mungkin punya masalah yang cukup berat , dan tak bisa menyelesaikan masalah nya itu ,makanya ia sampai pingsan ,bukan nya tertimpa sesuatu" seru ibu-ibu yang satu nya lagi


"oh gitu ya hehehehe.....baru faham aku " cengir nya


"huuu....dasar Oneng "


"sudah-sudah kalian ini malah ribut ,terus ini bagaimana dok ,kapan dia sadar ?" tanya ibu pemilik kontrakan


"sebentar lagi pasti sadar kok ,ini ada vitamin ,nanti bantu pasien untuk minum ya ,saya permisi " dokter itu pun segera beranjak setelah memberikan satu lembar vitamin ,beruntung dokter itu selalu membawa stok vitamin,karena Aranta hanya pingsan biasa sebab kondisi perut nya yang kosong jadi tak harus memberikan obat-obat lain ,dan jika ada pasien yang memang membutuhkan obat lain maka dokter pun akan memberikan resep nya untuk selanjutnya di tebus ke apotik.


Benar apa kata dokter itu ,setelah dokter pergi Aranta pun akhirnya tersadar


"kau sudah sadar ?" tanya ibu pemilik kontrakan yang hanya tinggal ia seorang ,sebab kedua tetangga nya diminta pulang ,karena keberadaan mereka hanya bikin ribut .


"kenapa ....ibu bisa berada di sini?" tanya tanya bingung ,Aranta sedikit meringis merasakan pusing di kepala nya


"kamu pingsan, apa kamu ada masalah ?" tanya ibu itu ,Aranta menggeleng


"ya sudah jika tak ingin cerita ,ini makan lah ,dokter bilang kamu belum makan ,sejak kapan?" tanya ibu itu lagi


"hm....sepertinya aku melupakan makan siang dan malam ku " sahut Aranta apa adanya


"ya sudah kalau gitu cepat makan makanan nya , setelah itu minum vitamin ini "


"maaf jadi merepotkan ibu" ucap Aranta tak enak hati


"enggak kok ,ibu gak repot , justru ibu merasa harus bertanggung jawab bukan hanya karena kamu tinggal sendiri tapi karena kamu juga tinggal di kontrakan ini ,semua yang menyewa rumah di sini menjadi tanggung jawab ku " tutur ibu pemilik kontrakan

__ADS_1


"Alhamdulillah ternyata aku masih dikelilingi orang-orang berhati baik ,terima kasih Bu " ucap Aranta penuh ketulusan


"iya ,ayok cepat makan dan habis kan ya " Aranta pun mengangguk dan segera memakan makanan yang sudah di siapa kan ibu itu


"Alhamdulillah....terima kasih Bu" mungkin karena Aranta yang memang tengah lapar makanan nya pun habis dalam waktu cepat,lalu Aranta pun meminum vitamin sesuai yang di minta ibu kontrakan nya


"kalau begitu ibu pamit ya ,sudah malam ,tak apa kan ditinggal sendiri ?" tanya ibu itu


"iya Bu ,tak apa-apa, terima kasih sekali lagi ,ah iya Bu besok aku harus pulang kampung dulu,tapi aku akan secepat nya kembali ,ibu jangan kasih rumah ini pada orang lain ya" pinta Aranta


"iya kamu tenang saja ,lagipula kan masih ada uang mu yang sudah masuk untuk tiga bulan ke depan " sahut ini itu lagi


"Alhamdulillah kalau begitu " gumam Aranta


"ya sudah ibu pamit ya , assalamualaikum"


"waalaikum salam" sahut Aranta ,ia kemudian mengunci kembali pintu setelah ibu pemilik kontrakan itu sudah pergi


Kembali keheningan tercipta saat keadaan rumah hanya tinggal ia seorang,suasana hati nya yang sempat membaik saat keberadaan ibu pemilik kontrakan ,kini kembali kalut ,apalagi saat Aranta teringat ucapan papa nya di telpon .


"Ya Allah....aku pasrahkan hidup ku pada Mu,siapa pun calon imam ku ,aku berharap ia yang terbaik untuk ku dan agama ku " lirih Aranta lalu membuka mukena yang masih ia kenakan


Aranta pasrah dengan apa yang akan terjadi pada nya nanti ,ia akan mencoba menerima setiap takdir nya dengan ikhlas.


"ya...mungkin ini yang terbaik ,daripada aku terus tersiksa dengan rasa ini,rasa yang tak akan pernah terbalaskan ,semoga kamu mendapatkan kebahagiaan mu Adnan" Aranta lantas merebahkan tubuh nya di tempat tidur yang hanya pas untuk diri nya


Saat Aranta sudah terlelap sosok pocong mengintip di balik gorden yang sedikit tersingkap



"suka-suka dong " sahut pocong pengintip tersebut, sebut saja pocong A sedangkan pocong yang mengganggu pocong B


"awas lu gue juga mau lihat " pocong B yang lebih tinggi dari pocong A yang ngintip mendorong pocong itu hingga terjatuh menimpa pot


"aduh ....sompret lu....sesama pocong jangan main kasar woy " pocong A nampak tak terima kemudian bangkit dan hendak menyerang balik pocong B yang kini menggantikan nya mengintip


brukkk


"wah ngajak gelud nih pocong ,ayo sini kalau berani " tantang pocong B


Tak terelakan lagi pergulatan antara sesama pocong pun terjadi hingga menjadi tontonan bagi seluruh hantu yang berada di sana juga hantu yang tak sengaja lewat pun ikut menonton ,mereka turut menyoraki pocong-pocong yang sedang bergulat itu ,bahkan para hantu sampai bertaruh dengan meletakan berbagai makhluk menjijikan seperti belatung ,kecoa ,dan cacing sebagai bahan taruhan .


**


Keesokan harinya Aranta terbangun dengan mata yang masih sembab ,kemudian ia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan berwudhu ,suara adzan subuh pun terdengar saling bersahutan .


Selesai mengerjakan shalat Aranta segera merapikan beberapa pakaian nya ,tak banyak yang ia bawa ,sebab ia akan kembali begitu acara pertunangan nya selesai di gelar ,kegiatan Aranta merapikan pakaian terhenti saat melihat jemari nya .


"huuuuuffftt.....sebentar lagi akan ada cincin yang melingkar di jari manis ku ,entah siapa pria itu ,semoga saja ini yang terbaik " gumam Aranta

__ADS_1


Aranta pun kembali mengemas pakaian nya ,setelah itu ia merapikan kamar dan seluruh isi rumah ,karena ia merasa tak enak jika pemilik kontrakan nanti membereskan rumah nya.Setiap rumah kontrakan memiliki satu kamar ,satu ruang tamu sekaligus ruang tengah, satu dapur ,dan satu kamar mandi.


"akhirnya selesai juga " Aranta pun lantas berjalan menuju pintu sambil membawa koper yang berukuran sedang .


"selamat tinggal rumah kontrakan ,tunggu aku datang kembali " gumam Aranta seraya memperhatikan seluruh isi rumah nya sebelum kemudian ia menutup pintu nya ,tak lupa Aranta mengunci nya,saat Aranta berbalik


"astaghfirullaah......ibu...bikin kaget saja " Aranta terkejut melihat ibu pemilik kontrakan sudah berdiri di belakang nya


"maaf sudah buat kamu terkejut ,kamu sudah mau berangkat?" tanya nya


"iya Bu ,ini aku titip kuncinya, janji ya Bu jangan di kasih ke orang lain dulu " ucap Aranta


"iya kamu tenang saja,kamu belum sarapan ?" tanya ibu itu sangat perhatian


"nanti saja Bu di jalan ,waktu nya sudah mepet " sahut Aranta


"ya sudah sana berangkat tuh taksi nya udah nunggu kamu " ucap ibu itu lagi


"oh iya ,kalau gitu aku pamit Bu, assalamualaikum" Aranta memang sudah memesan taksi online jadi ia tak merasa bingung saat ibu itu memberi tahu nya


"waalaikum salam , hati-hati di jalan "


Aranta pun akhirnya meninggalkan kontrakan yang sudah ia tempati setahun yang lalu itu .


Saat taksi yang membawa Aranta berhenti di lampu merah ,sebuah mobil ambulan melaju dengan cepat dengan suara sirine yang menjadi ciri khas ,diikuti satu mobil yang nampak tak asing bagi nya .


"itu....seperti mobil Tante Nuri ,kenapa mobil itu mengikuti ambulan nya ,apa jangan-jangan telah terjadi sesuatu ,Ya Allah....siapa yang sakit " perasaan Aranta tiba-tiba saja tak enak ,ia pun akhirnya meminta supir taksi itu untuk mengikuti mobil yang ia yakini mobil Nuri .


Sesampainya di rumah sakit Aranta meminta pada supir taksi itu untuk menunggu ,sebab ia hanya ingin memastikan saja siapa yang dibawa masuk ke rumah sakit .


"duh ....kemana ya ...ah iya UGD " Aranta pun dengan cepat menuju ruang UGD yang tak jauh dari pintu masuk hanya satu kali belokan saja dari koridor rumah sakit .


"tuh kan bener itu Tante Nuri dan yang lain nya, siapa yang sakit ya " Aranta diam memperhatikan dari balik pilar tembok , Aranta mengabsen satu persatu dari mereka .


"semua nya ada kecuali nenek ,apa jangan-jangan nenek yang sakit ,Ya Allah sembuhkan nenek atau siapa pun yang berada di ruangan UGD itu " lirih nya namun tiba-tiba Aranta tersentak saat Ari melihat ke arah nya dan memanggilnya


"kak Ara ....."


cepat-cepat Aranta pergi menuju parkiran dan segera masuk ke dalam taksi ,setelah masuk ke dalam taksi tersebut ia tak langsung meminta supir melajukan mobil nya ,karena ia melihat Ari juga tengah mencari nya


"maafkan kakak dek,bukan nya kakak tak ingin menemui mu ,tapi hati kakak akan semakin sakit jika kita bertemu,sungguh kakak belum siap ,tapi nanti kapan pun itu jika kakak sudah berhasil menghapus nama kakak mu di hati kakak ,kakak janji akan menemui mu " batin Aranta lirih yang duduk merapatkan punggung nya ke sandaran kursi,ia lantas memakai cadar nya ,setelah ia melihat Ari kembali masuk Aranta pun meminta supir untuk segera menjalankan taksi nya menuju bandara .


"jalan pak "


"baik non" sahut supir nya


Tak butuh waktu lama untuk sampai di bandara ,semalam Aranta sudah memesan tiket lewat online yang jadwal keberangkatan nya pukul sepuluh pagi,ia pun segera masuk ke dalam bandara karena sudah waktu nya ia berangkat ,beruntung ia datang tepat waktu sebelum pesawat nya benar-benar lepas landas .


"selamat tinggal Jakarta ,aku akan kembali dengan status baru ku sebagai tunangan orang yang belum aku tahu siapa pria nya " Aranta tersenyum miris

__ADS_1


***


Untuk beberapa episode ke depan , POV nya punya author dulu ya ,....✌️


__ADS_2