The INDIGO

The INDIGO
Nasehat Bu Fuji untuk Riswan


__ADS_3

"ini....kalian serius ....satu Minggu lagi?" tanya Riswan menatap tak percaya pada kartu undangan tersebut


"iya ,kenapa kamu kaget banget begitu sih?" tanya Gibran


"wah gak bener nih ,kemarin kalian tunangan gak bilang-bilang sekarang nikah juga aku gak tahu,curang ya kalian " gumam Riswan tanpa menghiraukan pertanyaan Gibran pada nya


Gibran pun nampak mengerutkan kening nya melihat reaksi dari Riswan.


"mah...aku pulang dulu ya ,nanti aku balik lagi " ucap Riswan pada Nuri


"eeehhh.....mau kemana kamu,kok pulang?" tanya Dewi


"ada masalah urgent nek ,aku pulang dulu ya, assalamualaikum....eh bentar " Riswan tak jadi melangkah dan malah beralih pada Gibran


"buat aku ya ,nanti kamu minta buatkan lagi pada Aranta ,by assalamualaikum....." Riswan pun pergi dengan membawa kue yang ada pada Gibran beserta piring nya


"lah ....hey....kue aku ...." seru Gibran


"waalaikum salam...." sahut yang lain seraya menggelengkan kepala


"dasar ...ada apa dengan anak itu?" lirih Nuri


"palingan juga nanti dia minta nikah juga " sahut Rifki terkekeh


"hah....kok bisa ?" tanya Dewi


"Haris yang bilang katanya Riswan merengek minta tunangan setelah tahu mereka sudah bertunangan,dan sekarang pasti anak itu juga akan minta di nikah kan juga " jawab Rifki lagi


"masa sih?" tanya Nuri


"yee.....gak percaya dia" ucap Seno


Ketika yang lain pada menertawakan kelakuan Riswan ,Gibran justru malah terdiam,Nuri yang melihat nya pun lantas bertanya.


"kamu kenapa nak?" tanya nya


"kue aku ma...baru saja aku makan satu potong ,udah diambil sama Riswan " lirih nya


"ya ampun mama kira kenapa " decak Nuri


"kan masih ada di dapur , sebentar aku ambilkan " ucap Aranta lalu beranjak menuju ke dapur


Tak lama Aranta kembali dengan membawa kue buatan nya yang sudah di potong-potong.


"kenapa kamu bawa semuanya ?" tanya Gibran


"kenapa, jangan bilang kamu gak mau berbagi sama yang lain? ternyata aku baru tahu ya kamu tuh pelit" ucap Aranta meletakan piring


"eh ...enggak kok ,aku gak pelit ,hanya saja...."


"iya aku ngerti ,nanti aku buat kan lagi yang lebih spesial buat mu ,dan hanya kamu yang boleh menikmati nya " ucap Aranta seraya tersenyum namun justru membuat Seno,papa nya berdehem keras


"ekhem....cie....yang udah gak sabar " ledek nya


Rupanya ucapan Aranta tadi membuat nya salah faham,ia fikir kata menikmati adalah kata lain yang berhubungan dengan hubungan suami istri,namun apa yang di fikiran Aranta justru lain,makanya saat ini Aranta pun merasa bingung dengan ucapan papa nya.


"hahahahaha........"


"ehehehehe........"


Tiba-tiba Wowo dan Wewe pun tertawa


Membuat Aranta ,Gibran ,Nuri ,dan Rifki menoleh pada kedua hantu itu.


"kenapa ,apa ada yang lucu?" tanya Gibran membatin


"calon mertua mu menyalah arti kan ucapan Aranta " sahut Wowo


"maksud nya ?" giliran Nuri yang bertanya dalam hati


"ehehehehe....bukan apa-apa,jangan dengarkan makhluk berbulu ini ,ayo sebaik nya kita pergi " Wewe tak ingin menjelaskan nya dan malah mengajak Wowo pergi


"dasar aneh " dengus Nuri pelan


Sementara itu Riswan pun segera memasuki rumah nya ketika ia sudah sampai ,bahkan ia sampai mengebut karena ingin cepat-cepat sampai di rumah nya.


"assalamualaikum....." teriak Riswan lalu berlari menuju kamar papa nya

__ADS_1


Bu Fuji yang tengah hamil itu pun sangat di manja oleh Haris,tak boleh keluar kamar sama sekali dan harus beristirahat total,meskipun Bu Fuji merasa jengah juga ,sebab ia sudah bosan setiap hari hanya tiduran,makan pun di tempat tidur,tapi ia selalu menuruti apa kata suami nya itu.


Berbicara pada mama mertua nya pun dirasa percuma ,karena mereka sefrekuensi,malah mama mertua nya lebih over lagi.


tok tok tok


Riswan mengetuk pintu kamar orang tua nya


ckleek'


"loh kamu bukan nya baru pergi ke rumah Gibran,kenapa sudah berada di sini lagi?" tanya Haris saat melihat Riswan berdiri di depan nya


Perasaan nya sudah gak enak


"pa...kenapa papa gak pernah bilang kalau Gibran da Aranta mau menikah?"tanya nya


"heeeeehhh.....masuk dulu deh kita bicara di dalam" ajak Haris membawa anak nya memasuki kamar nya


Bruukk


Riswan pun melempar tubuh nya ke tempat tidur tepat di samping Bu Fuji yang tengah duduk bersandar.


"kenapa?" tanya Bu Fuji


"aku ingin nikah" cetus Riswan tanpa basa-basi


"nah kan" batin Haris


Bu Fuji pun mengerutkan kening dan melirik pada Haris


"memang nya kamu sudah siap untuk menikah?" tanya Bu Fuji pelan


"menikah itu tidak mudah loh ,harus menyiapkan mental dan juga fisik,tak hanya mengandalkan cinta,kamu harus bisa menafkahi istri mu ,apalagi jika kamu sudah punya anak otomatis tanggung jawab mu semakin besar,mama gak mau hanya karena nafsu hidup mu berantakan,kamu lihat mama baik-baik,dulu mama juga menikah muda sama saat di usia mu saat ini,saat itu yang ada di fikiran mama hanya cinta dan membayangkan akan bahagia karena kita saling mencintai ,namun ternyata angan tak seindah harapan,pernikahan mama hancur karena kita belum sama-sama dewasa dalam bersikap,suami mama dulu tidak bekerja hingga mengharuskan mama yang bekerja membanting tulang,tak mudah ada di posisi mama waktu itu,suami yang hanya mengandalkan uang dari hasil kerja mama, belum lagi biaya pengobatan mertua mama yang juga mama yang nanggung,bukan mama tak ikhlas,tapi terkadang mama merasa hidup itu tak adil,apalagi suami mama ternyata orang nya pengaduan,mertua sering memarahi mama dan menyalahkan ,padahal mama sudah cape bekerja pulang-pulang kena marah ,saat itu mama masih menjadi guru honorer dan harus mencari penghasilan lain ,kebayang gak gimana capek ma mama dulu,dari situlah kami mulai sering cek cok ,hingga mama sudah tak tahan dan menggugat cerai suami mama,mama tidak mau hal itu terjadi juga pada mu , sebelum memutuskan untuk menikah ,kamu harus lebih dulu menyiapkan mental juga fisik,dan yang paling penting adalah tanggung jawab,kamu harus bisa menafkahi istri mu,kamu mengerti kan" tutur Bu Fuji pajang lebar menasehati


"mama tidak mau kalau kelak Merlin juga akan meninggalkan mu kalau kamu tak bisa menafkahi nya " tambah nya lagi


"baiklah mulai sekarang aku akan berusaha untuk bisa menjadi orang yang mampu dan bertanggung jawab,pa....papa bisa kan bantu aku ?" tanya Riswan menatap papa nya


"bantu apa?" tanya nya


"carikan aku pekerjaan " jawab Riswan


"yakin lah ,akan aku tunjukan jika aku bisa bertanggung jawab "sahut Riswan lagi


"baiklah ,besok kamu ikut papa ke kantor " ucap Haris


Berkat kerja keras nya kini Haris memiliki beberapa restoran dan kafe ,ia juga memiliki sebuah kantor yang mana di dalam nya terdapat usaha jual beli barang elektronik.


Di tempat lain


Ari dan Yoga yang sudah lelah berkeliling kebun binatang pun tengah menikmati jajanan kaki lima, awal nya Yoga tak mengijinkan Ari jajan di tempat seperti itu,namun Ari tetap merengek karena memang Ari sangat menyukai makanan itu.


"hmm.... enak banget kamu coba deh" ucap Ari seraya menyodorkan satu sendok bakso tahu


"enggak kamu saja , aku kan sedang diet" tolak Yoga


"diet apa puasa,dari pagi aku tuh gak lihat kamu makan apa-apa,nanti kamu pingsan gimana,nih ya diet itu bukan berarti gak makan apapun, makan tetep makan tapi porsi nya di kurangi, perbanyak makan sayur ,buah dan susu ,itu yang aku tahu ,kurangin makanan berkalori tinggi juga karbohidrat nya yang tinggi,tapi bukan gak boleh makan yang berkalori dan berkarbo juga, artinya di kurangi,kamu ngerti ,sekarang ayo aaaa.....makan dikit gak bakal buat kamu tambah gemuk,lagian ini ada sayuran nya juga " ucap Ari


Mau tidak mau Yoga akhirnya mau memakan bakso tahu tersebut.


"gimana enak kan?" tanya Ari


"iya enak " sahut Yoga dengan mulut penuh


"ih kamu tuh mulut penuh jangan nyahut dulu,muncrat ke aku kan" canda Ari ,karena memang ada sedikit yang mengenai wajah nya


"hehehe....maaf " ucap Yoga seraya mengusap noda kecil di pipi Ari


Deg


"duh.....,kok aku deg-degan ya " batin Ari ,bahkan saat ini ia menatap tak berkedip pada Yoga


"hello....kamu baik-baik saja ,kenapa melihat ku seperti itu ?" tanya Yoga melambaikan tangan nya di depan wajah Ari


"euuh....ti...tidak apa-apa" jawab Ari gugup


"seperti nya mau hujan, kita pulang saja yuk " ajak Yoga

__ADS_1


"iya ayok" sahut Ari


"ya ampun ....aku kenapa ya...masa hanya di sentuh di pipi saja udah deg-degan kaya gini ,mana aku malah gugup lagi "batin nya lagi


Gadis itu berjalan perlahan di samping Yoga,namun dari arah depan tiba-tiba segerombolan orang berjalan tergesa hingga tak sengaja menabrak pundak Ari ,Ari yang terkejut pun hampir saja terjatuh,untung lah ada Yoga yang gerak cepat menarik Ari dan mendekap nya , sambil terus berjalan Yoga menatap lurus ke depan ,sementara Ari mendongak menatap Yoga .


Sesampai nya di dekat mobil Yoga pun melepaskan dekapan nya ,lalu bertanya


"kamu gak kenapa-kenapa kan ,gak ada yang terluka dan sakit?" tanya Yoga


"eh...tidak ...makasih " sahut Ari canggung


"maaf ya ,tadi itu aku tidak bermaksud apa-apa,aku hanya mencoba melindungi mu dari mereka, tadi juga kamu hampir saja terjatuh " ucap Yoga merasa tak enak


"i..iya...tidak apa-apa" sahut Ari


"ya udah yuk masuk " Yoga pun membuka kan pintu mobil ,dan Ari langsung memasuki mobil nya.


"cieee.....uhuuyy.....so sweet nya....." ledek Lasmi dari bangku belakang


"Tante apa sih" keluh Ari


"siapa?" tanya Yoga yang baru memasuki mobil


"em...bukan siapa-siapa " sahut Ari


"tadi kalau gak salah denger kamu bilang Tante ,Tante siapa?" tanya Yoga lagi


"hm...tadi aku mau nanya mama kamu ,iya ,mama kamu Tante Nur" sahut Ari ngasal


"oh mama....bilang dong dari tadi ,mama baik-baik saja kok ,oh iya kamu belum tahu rumah baru ku kan?" tanya Yoga


"belum " jawab Ari


"kamu keberatan gak kalau aku ajak ke rumah ku ,kamu tenang saja ada mama kok di rumah " ucap Yoga


"hm...boleh deh"


Akhirnya saat itu juga Ari ikut bersama Yoga ke rumah baru nya.


**


Setelah kepulangan Riswan ,Nuri segera meminta Aranta untuk mencoba gaun pengantin yang akan di kenakan di acara resepsi nanti , berbeda dengan kebaya untuk akad akan di coba nanti malam di rumah Aranta.


Aranta mengganti pakaian di kamar Ari dengan dibantu Nuri dan Thalia.


Beberapa saat kemudian Aranta pun keluar ,Gibran ,Rifki ,dan Seno yang menunggu di depan kamar Ari pun menjadi terpana dengan penampilan Aranta ,padahal Aranta tak di poles make up ,namun kecantikan nya sudah terpancar alami,membuat nya begitu bercahaya ketika mengenakan gaun pengantin itu.


Gibran bahkan sampai memuji kecantikan Aranta meski dalam hati.


Tanpa berucap pun yang lain bisa tahu jika saat ini Gibran tengah terpesona melihat Aranta.


Mereka saling lirik ,sebab Gibran menatap tak berkedip dengan tatapan tak biasa.


"ekhem....jangan dilihat terlalu lama ,belum muhrim "seru Rifki membuyarkan perhatian Gibran


"astaghfirullah....." Gibran sampai beristighfar ketika menyadari apa yang ia lakukan


"Masya Allah.....kamu cantik banget sayang ,lihat Gibran saja sampai menatap mu seperti itu" ucap Nuri ,Aranta pun jadi malu di buat nya ,ia yang sedari tadi merasa gugup pun menjadi tambah gugup.


"baiklah,karena gaun untuk resepsi sudah clear,jadi besok kalian berdua harus melakukan foto prewedding” ucap Thalia


"prewedding....?" tanya Aranta


"iya ,gak kemana-mana kok hanya di belakang rumah ini,semuanya sudah diatur ,orang gak akan nyangka kalau latar tempat pengambilan prewed nya di halaman belakang" sahut Nuri


"ya sudah kita ikut saja " ucap Gibran


"jadi apa sekarang aku sudah boleh ganti pakaian?" tanya Aranta tiba-tiba


"iya boleh " sahut Nuri


Aranta pun kembali masuk ke kamar Ari di temani Nuri juga Thalia.


Saat setelah berganti pakaian,pandangan Aranta tiba-tiba tertuju ke luar jendela.


"Tante....mama...itu....siapa?" tanya nya

__ADS_1


"mana? "


***


__ADS_2