The INDIGO

The INDIGO
Resepsi bagian 2


__ADS_3

Rifki dan Seno segera menghampiri Riswan dan Haris yang tengah menyambut para tamu.


"selamat siang,maaf karena baru sempat menemui kalian " ucap Rifki setelah berada bersama mereka


"selamat siang juga pak Rifki,tidak apa-apa kami mengerti pasti pak Rifki tengah sibuk " ujar salah tamu yang merupakan rekan kerja nya


"kami tak menyangka ya ternyata putra pak Rifki sudah menikah saja,tadi nya saya sempat berfikir untuk mengenalkan putri saya,tapi ternyata saya kalah cepat ya " ucap rekan nya yang lain


"hahaha...iya mungkin belum jodoh nya" sahut Haris menimpali


"nah iya betul tapi lebih tepat nya bukan jodoh nya "sambung rekan nya yang tadi


"hahaha....iya iya ....ya sudah ayo silahkan,maaf jika jamuan kami kurang berkenan " ucap Rifki kamudian


Para tamu itu pun segera masuk dan mencari tempat yang nyaman untuk mereka.


Beberapa saat kemudian acara pun di mulai,Aranta dan Gibran pun diminta memasuki ruangan,semua orang nampak berdecak kagum melihat pasangan suami istri baru tersebut.


Jeny, anak angkat mbak Nana merasa iri dan sakit hati melihat nya,ia yang menyukai Gibran merasa tak rela jika sekarang laki-laki pujaan hati nya telah dimiliki wanita lain ,bahkan didepan mata nya ia melihat mereka nampak serasi duduk di pelaminan.


Namun ia tak dapat melakukan apa-apa selain mengikhlaskan laki-laki yang sudah lama ia sukai.


Ia pun beranjak menuju panggung ,dimana musik pop klasik tengah mengalun merdu mengiringi para tamu yang silih berganti menyalami Aranta dan Gibran.


Jeny membisikkan sesuatu pada MC,lalu ia pun naik ke panggung tersebut.


Sang MC mengatakan jika Jeny akan membawakan sebuah lagu,semua tamu termasuk Aranta dan Gibran pun menoleh ke arah panggung.


ku tak bahagia...


melihat kau bahagia dengan nya...


aku terluka...


tak bisa dapatkan kau sepenuh nya...


aku terluka...


melihat kau bermesraan dengan nya...


ku tak bahagia...


melihat kau bahagia....


Harusnya aku yang di sana...


dampingi mu dan bukan dia...


harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia..


harusnya kau tahu bahwa...


cinta ku lebih darinya...


harusnya yang kau pilih bukan dia...


Sebuah lagu selesai dinyanyikan Jeny , tepukan tangan terpaksa dari para tamu pun terdengar menggema di ruangan itu.


"terima kasih sudah mendengar kan nyanyian ku ,meski aku sadari jika aku tak pandai bernyanyi,suara ku juga sangat fales tapi lagu itu sedikit mewakili perasaan ku saat ini ,mohon maaf jika suara saya menyakiti telinga kalian " setelah mengatakan itu Jeny pun turun dari panggung lalu berlari ke arah toilet.


Banyak yang tak mengerti dengan apa yang diucapkan Jeny barusan,namun ada juga yang ingin tertawa ,namun mereka lebih memilih acuh dan mengabaikan nya begitu saja ,namun berbeda dengan Aranta,ia seolah tahu dan mengerti dengan apa yang dirasakan Jeny.


"sepertinya dia terluka melihat kita ?" lirih Aranta


"kenapa begitu ?" tanya Gibran


"dia menyukai mu ,apa kamu tak merasa?" cetus Aranta


"enggak, aku tak pernah peduli bagaimana perasaan wanita lain terhadap ku,karena yang aku pedulikan hanya perasaan mu,aku tahu kamu menyukai ku sejak pertama kamu melihat ku ,aku pun sama ,tapi aku tak mungkin menunjukan nya pada mu "tutur Gibran membuat Aranta terkejut


"benarkah ,tapi ....kenapa ?" tanya Aranta

__ADS_1


"aku hanya ingin tahu saja sampai mana kamu akan bertahan dengan perasaan mu meski aku bersikap cuek pada mu ,tapi aku tak pernah menyangka jika kamu malah pergi meninggalkan ku ,kau tahu ... hati ku selalu merasa gelisah saat kau tak ada ,beberapa prasangka buruk pun melintas terus di benak ku,aku takut kamu sudah menemukan pria lain ,dan melupakan perasaan mu pada ku,aku selalu menunggu kabar dari mu lewat Ari,tapi setelah kamu tak pernah mengirimi Ari kabar ,bukan hanya Ari yang uring-uringan tapi juga aku " penuturan Gibran benar-benar membuat Aranta tak menyangka sama sekali ,ia fikir Gibran tak pernah menyukai nya dulu,ia fikir cinta nya tak bisa ia raih, namun ternyata kejujuran Gibran membuat nya terharu ,ia pun sontak meneteskan air mata nya


"kenapa nangis ?" tanya Gibran seraya mengusap pipi Aranta


"tidak apa-apa,terima kasih karena ternyata cinta ku tak bertepuk sebelah tangan" lirih Aranta


"tentu saja tidak " sahut Gibran lalu mengecup kening Aranta


Momen seperti itu pun tentu saja jadi tontonan banyak orang ,mereka sampai ikut baper melihat nya.


"ternyata anak mu bisa so sweet juga ya " lirih Seno di samping Rifki


"anak itu memang tak bisa di tebak sikap nya,seperti punya kepribadian ganda, di luar nampak acuh,dan dingin,di rumah sangat manja apalagi pada mama nya,membuat ku iri,dia juga sangat jahil jika bertemu hantu dan bersama Aranta dia bisa jadi seromantis itu " tutur Rifki


"hm......unik ,anak mu benar-benar unik " kekeh Seno seraya merangkul sahabat nya yang kini menjadi besan nya


Disisi lain ada Ari yang juga nampak bahagia melihat kakak nya akhir nya bisa menikah dengan wanita yang sangat ia sayangi,baginya Aranta sudah melebihi kakak kandung nya sendiri.


"akhirnya kalian menikah juga,terima kasih sudah menepati janji mu kak " lirih Ari dalam hati nya


Ia masih mengingat dan akan terus mengingat janji Aranta sebelum pergi ke Aceh waktu itu.


"jangan sedih ,nanti kakak akan kembali dan menikahi kakak mu "


Padahal saat itu Aranta hanya asal bicara,sebab Ari terus saja menahan kepergian nya,tapi kini ucapan Aranta menjadi kenyataan.


Namun tiba-tiba senyum gadis cantik itu sirna ,berubah menjadi murung


"seandainya kamu di sini Yoga,..." Ari menghela nafas nya


"Ya Tuhan....kenapa takdir cinta ku seperti ini,di saat aku menyadari nya,Kau malah membuat nya menjauh dari ku,......"


"kamu yang sabar sayang , Allah sedang menguji kalian,jika kalian memang berjodoh insyaallah, Allah akan memberi jalan dan kalian akan kembali bersama,tapi jika bukan jodoh nya maka kamu harus berbesar hati jangan terlalu terpuruk,menangis boleh tapi jangan keterusan ,nanti cantik nya nenek hilang" ucap Dewi mengusap bahu Ari


"nenek....." lirih Ari


"kamu lihat kakak mu ,mereka sudah saling menyukai dari dulu,tapi tidak ada yang mau jujur satu sama lain hingga jarak dan waktu memisahkan mereka membuat rasa cinta pada diri mereka bukan nya hilang malah semakin besar,dan pada akhirnya mereka bisa bersama, mudah-mudahan kamu dan Yoga juga begitu ya sayang,kamu berdoa saja pada Allah semoga apa yang kamu ingin kan dapat dikabul oleh Allah" ucap Dewi lagi


"Amiin...terima kasih nek " Ari pun memeluk nenek nya


"semoga kebahagiaan selalu menyertai mu nak " lirih Dewi dalam hati nya


Acara pun berlangsung sangat meriah,beberapa artis ibu kota pun turut hadir menjadi pengisi acara.


Seorang wanita yang usia nya sudah lebih setengah abad datang dengan dandanan nya yang mentereng namun terlihat elegan.


Kedatangan wanita tersebut menjadi sorotan pada tamu yang lain, mereka ada yang mengenali nya ada juga yang tak tahu pun berbisik-bisik.


Wanita itu berjalan dengan anggun menuju tempat dimana Nuri dan Rifki berada saat ini ,yaitu di depan bersama Aranta dan Gibran.


Melihat siapa yang datang, Thalia yang tengah menyuapkan sepotong cake pun spontan menjatuhkan cake tersebut dengan mulut menganga.


"oh Tuhan....paranormal Laras ....." lirih nya ,sedangkan Nuri sudah tersenyum sedari tadi


"maaf saya datang terlambat " ucap Laras


"ah Bu Laras ,iya tak apa ,bagaimana kabar ibu ?" tanya Nuri memeluk wanita itu


"kabar baik saya sibuk sekali hingga baru bisa datang " lirih Laras tak enak


"iya Bu Laras tak apa ,kami semua mengerti kok " sahut Nuri lagi


Laras pun beralih pada Dewi


"hey...bagaimana kabar mu,aku dengar kau sekarang sudah sering sakit lutut ya,kasihan sekali " ledek Laras pada Dewi


"iya ,mungkin faktor u " sahut Dewi tak menyangkal sama sekali ,ia justru malah terkekeh


"kamu sendiri gimana kabar nya , boro-boro dateng ke rumah ,ngasih kabar saja gak pernah ,keterlaluan ,apa kau sudah tak menganggap ku sahabat hah " seru Dewi berlagak kesal


"hehehe....aku juga baik ,iya maaf kamu tahu sendiri kan aku itu sibuk banget " ujar Laras

__ADS_1


"iya iya....yang sudah jadi paranormal kondang ,tiap hari nongol terus di tv " seloroh Dewi


"jadi....beneran ini Laras yang paranormal itu?" tanya Desi terkagum-kagum


"ah iya ,salam kenal" ucap Laras


"kok kakak gak pernah bilang sih kenal sama paranormal sehebat ini" keluh Desi pada Nuri


"ah tidak kok ,saya tak sehebat itu,jangan terlalu berlebihan " sanggah Laras


"maaf boleh saya minta foto bareng " pinta Thalia membuat mereka mengalihkan perhatian


"oh tentu boleh " sahut nya


Lalu mereka pun bergantian berfoto ,sampai melupakan pasangan suami istri baru yang menjadi icon di acara itu.


Sampai akhirnya Mahendra datang sebagai tamu,ia mengepalkan tangan melihat pasangan suami istri yang terlihat bahagia di pelaminan.


"kurang ajar bagaimana bisa rencana ku gagal,aku tak terima ini semua " geram nya pelan


"sudahlah pah....jangan memaksakan kehendak,lihat saja pengantin wanita nya sangat cantik sangat cocok dengan pengantin laki-laki nya" lirih putri nya yang rupanya juga mengisi acara sebagai co host,ia di hubungi secara mendadak untuk menggantikan co host yang tak bisa datang.


"memang nya kamu tak tertarik dengan nya ?" tanya Mahendra


"melihat ketampanan nya wanita mana yang tak tertarik sih pah,kalaupun aku suka pada nya gak mungkin dia suka pada ku,jadi sudah lah ,lagipula aku sendiri sudah punya kekasih " lirih nya lagi


"siapa , anak orang kaya bukan,jika bukan papa gak akan setuju " sergah Mahendra


"dia memang bukan anak orang kaya ,tapi karena perjuangan nya selama ini,hidup nya cukup terjamin" ucap putri nya lagi


Mahendra memicingkan mata


"papa tahu Bima Arya ?"tanya putri nya


"yang produser itu?"


"iya ,rencana nya mas Bima mau datang untuk melamar Minggu depan,papa harus setuju jika tidak aku tak mau lagi bicara dengan papa,dan berhenti berambisi mendapatkan kekayaan orang lain,setelah menikah nanti aku akan memberikan semua uang hasil kerja ku untuk papa gunakan sebagai modal usaha,dan aku sudah membicarakan nya dengan mas Bima dan dia setuju "


"baiklah ...sepertinya papa memang tak cocok untuk memerankan peran antagonis" lirih Mahendra membuat putri nya tersenyum


"ya sudah aku kembali ke sana ya ,tak enak terlalu lama " putri nya itu pun kembali ke panggung bersama rekan MC nya


"untung saja otak anak nya tidak miring seperti bapak nya ,jika tidak pasti lebih kacau " cetus bang Popo tiba-tiba


"ehehehehe....iya kamu benar Po" sahut Wewe


"baiklah karena mereka sedang berdansa , bagaimana kalau kita juga ikut dansa ,tuh ajak hantu yang duduk dipojokan itu " timpal Wowo menujuk sosok hantu wanita yang duduk di salah satu pojok ruangan


"hahaha....ya ampun Adnan lihatlah mereka !" seru Aranta pada Gibran saat melihat Wowo and the geng tengah berdansa


"hm...biarkan saja mereka ,ayo peluk aku lebih erat lagi " ucap Gibran seraya mengeratkan pelukan nya ,saat ini kedua nya tengah berdansa


"aku malu " lirih Aranta


"tak usah malu ,karena hari ini hanya milik kita" sahut Gibran


"iya yang lain ngontrak " cetus Riswan yang berada di dekat Gibran


Riswan pun tengah berdansa dengan Merlin.


Ari yang melihat hal itu pun kembali murung ,karena teringat kembali pada Yoga.


"sedang apa dia saat ini,seandainya saja dia ada di sini dan keadaan nya tak seperti sekarang, huuuuuffftt.......besok dia pergi,apa aku bisa melewati hari ku tanpa nya?..."


"Tuhan....jika Yoga adalah jodoh pilihan mu maka dekatkan lah hati kami,tapi jika bukan,besarkan lah hati ku,Engkau yang paling tahu apa yang terbaik untuk ku ..."


Dengan cepat Ari mengusap air mata nya dan tersenyum saat Gibran menoleh pada nya.


"aku pun inging berdansa seperti mereka ,tapi kaki ku sama sekali tak bisa bergerak,tapi kalau pun kaki ku bisa jalan percuma gak ada yang bisa aku ajak dansa,Yoga....cepat lah pulih,....."


***

__ADS_1


Maaf baru up , baru punya kuota🤭🤭🤭


maklum author kismin🤣🤣🤣


__ADS_2