
Jantung ku terasa berhenti berdetak saat melihat benda panjang berkilauan memantulkan cahaya dari api obor yang bergerak tertiup angin .
Itu....sebuah pedang ,aku membelalakkan mata
Tidak...... Aranta .....apa aku sudah terlambat ,aku melihat Aranta tergelatak di atas tempat tidur kecil dengan mata terpejam ,aku tak bisa melihat jelas karena terhalang orang-orang bertudung itu ,nafasku tercekat membayangkan yang di mimpi ku , saat aku hendak berlari ke arah Aranta tiba-tiba saja terdengar erangan dan teriakan dari depan sana.
"aaaakkkhhhh......."
Aku terkesiap aku fikir Aranta yang berteriak barusan tapi ternyata aku salah .
"ada apa ini ?" tanya papa was-was
"apa kita keluar sekarang,kasihan Aranta berjuang sendiri" ucap Riswan
"iya ayok" aku mengangguk
"kalian berdua yakin ,apa tidak menunggu polisi saja ,kamu bilang kan tadi sudah hubungi polisi?" ucap papa
"kelamaan pa, keburu Aranta kenapa-napa" seru ku lalu berdiri dan melompati semak belukar tempat kami bersembunyi
"Gibran ...." seru papa dan Riswan,aku tak menghiraukan mereka , langkah ku sudah pasti dan aku tak ingin mundur .
Aranta nampak berdiri di atas blankar dengan menunduk dan mata terpejam namun kedua tangan nya mencengkram dua orang yang menggunakan tudung di masing-masing tangan nya hingga terangkat keatas .
"nek Wewe" gumam ku ,
"ehehehehe...... akhirnya kamu datang juga cu....pegel nenek di dalam tubuh nya terus ,dari tadi mereka mencoba mengeluarkan nenek ehehehehe......" ucap nek Wewe yang merasuki Aranta
"heh....siapa kamu,apa yang kamu lakukan di sini?" hardik seorang wanita dengan menggunakan jubah hitam dan bertudung ,perlahan ia membuka tudung nya dan terlihat lah wajah nya ,
"lepaskan Aranta " seru ku
"oh....jadi kamu datang ke sini hanya untuk menolong cucu ku yang cantik ini, apa kau kekasih nya ,hahaha....tak salah jika kau menyukai nya ,cucu ku ini sangat cantik dan spesial jadi tak heran kalau banyak yang mengingin kan nya ,tapi seperti nya kau pun juga sama istimewa nya bukan hanya istimewa tapi lebih istimewa ,begini saja ,aku akan lepaskan cucu ku tapi aku ingin kau yang menggantikan posisi nya ,karena aku yakin meskipun kau tak sedarah dengan ku darah ,jantung dan hati mu bisa membangkitkan raja kami yang agung ,hahaha...." ucap wanita tua yang tak lain adalah Oma nya Aranta
"langkahi dulu mayat ku" seru papa di belakang ku
"oh...jadi kau datang tak sendiri"
"cepat lepaskan Aranta " teriak Riswan
"hahahaha.......apa kalian yakin ingin membawa cucu ku ini ,apa kalian ingin bernasib sama seperti mereka " tunjuk nya pada sebuah pohon besar di tengah rimbun nya rumpun bambu
"Ya Allah....." lirih ku
"Seno....apa yang kau lakukan pada nya ,mereka anak dan menantu mu?" teriak papa saat melihat kedua orangtua Aranta tergantung terbalik dengan sudah berlumuran darah
"hahaha.....mereka tak akan seperti itu jika mereka tak menghalangi ku " ucap nya lagi
"sekarang lebih baik kalian pergi ,jika tidak kalian akan bernasib sama dengan mereka " hardik Oma nya Aranta lagi
"ehehehehe....cu....cepat tangkap Aranta ,nenek akan keluar dan membuka portal agar Wowo dan yang lain bisa memasuki area ini ehehehehe......"
jadi begitu , baiklah aku berlari mendekat pada Aranta ,dan benar saja setelah itu nek Wewe keluar dan Aranta pun terkulai lemas di dekapan ku
"Aranta..." lirih ku
"oh jadi setan itu merupakan pelihara an mu,pantas saja " geram Oma nya Aranta
"cepat bawa cucu ku , dan habisi mereka " teriak Oma nya Aranta pada yang lain
Ku dekap erat Aranta dan ku bawa dalam gendongan ku ,sementara kaki ku, ku gunakan untuk menyerang orang-orang yang berusaha mendapatkan Aranta ,sedikit berat dan menyusahkan sebenarnya tapi apa boleh buat ,aku tak mungkin menaruh Aranta begitu saja , bisa-bisa mereka bisa membawa Aranta dengan mudah .
Papa dan Riswan juga terlihat bertarung kedua nya sama-sama terpojok ,bagaimana tidak jumlah mereka tak sebanding dengan kami , aku pun sebenarnya sudah merasa kebas di tangan ku namun aku tak mungkin menyerah ,dan tak akan menyerah .
duk
__ADS_1
duk
bruukk
semua tendangan ku mengenai sasaran , hingga mereka terjatuh , namun mereka pun juga tak ingin menyerah sebelum mendapatkan apa yang mereka ingin kan , mereka kembali bangkit dan menyerang ku ,aku pun mulai kewalahan hingga akhirnya aku hanya bisa menghindari serangan mereka .
"ughh...." terdengar suara lenguhan dari Aranta ,aku pun melihat pada nya , Alhamdulillah dia sudah mulai sadar
"Ad....nan...." lirih nya
"ya ,...ini aku ,kamu diam lah pegangan yang kuat " pinta ku Aranta pun menuruti ucapan nya dan mengalungkan tangannya di leherku
Dengan sisa tenaga ku ,aku terus mengelak tanpa menyerang balik ,hingga dimana ada peluang aku pun menendang mereka dengan tendangan berputar
duk
duk
duk
tiga orang langsung terkapar , karena saat ini Aranta sudah sadar menjadikan ku lebih mudah menggendong nya ,berbeda pada saat ia belum tersadar ,gerakan ku terasa lebih ringan dari sebelum nya.
Papa dan Riswan kini berada dekat dengan ku ,hingga kami membuat formasi saling membelakangi
"Adnan turun kan aku ,aku sudah lebih baik " ucap nya
"kamu yakin ?" tanya ku
Aranta mengangguk
"baiklah " aku pun menurunkan Aranta dan kembali memasang kuda-kuda
"gak nyangka kecil-kecilan berat juga ya" lirih ku seraya mengebas-ngebaskan lengan ku
"maaf ya ,dan terima kasih " ucap Aranta
"ehm....baik lah " Aranta mengangguk lalu mengambil posisi sama dengan kami.
"apa kamu yakin sudah tidak apa-apa?" tanya papa
"yakin Om" jawab Aranta
"ok...kalau gitu .... let's get to party " teriak Riswan
Seakan di beri sinyal orang-orang bertudung itu pun segera menyerang kami ,kami yang sudah siap pun kembali melawan mereka .
Kami berempat bahu membahu melindungi satu sama lain ,saat aku lengah Aranta menyerang ,begitupun sebaliknya ,papa dan Riswan pun sama , mereka nampak kompak .
Aku tak pernah menyangka jika Aranta juga jago berkelahi , dia juga lebih tangkas dari yang ku duga .
"wow ....om tak percaya dengan apa yang om lihat " ucap papa saat punggung mereka saling menempel
"terima kasih pujian nya om ,om juga keren " puji Aranta balik
"hiiyaaaaaaattttt........"
bruk bruk bruk
Aranta bertumpu pada punggung ku saat aku menunduk hendak menghindari serangan , hal yang tak ku duga Aranta meloncati ku dan menendang mereka sambil bersalto, lincah juga dia ,aku menatap kagum pada nya ,namun bukan saat nya aku terpesona dengan gerakan lincah nya berkelahi karena aku pun juga harus bertarung,aku juga tak mau kalah dari nya .
Dengan nafas tersengal aku menatap mereka semua yang sudah tumbang dan terkapar di tanah ,Oma nya Aranta nampak marah melihat pasukannya bisa kami kalah kan .
"kurang ajar .....ternyata kalian tidak bisa dianggap remeh , Aranta....lihat lah kesana kamu tahu kan siapa mereka " ucap Oma nya Aranta menujuk pada kedua orangtuanya yang tergantung
"papa....mama.....Oma jahat ...kenapa Oma lakuin ini pada kami....apa salah kami , Oma jahat ..." teriak Aranta histeris ,dia pun berlari ke arah kedua orangtuanya dengan sudah berlinang air mata
__ADS_1
"salah mu karena kamu terlahir dari keturunan ku, hahahaha....."
"Oma sakit ..." teriak Aranta ,kemudian dia berusaha menaiki pohon itu untuk menggapai simpul tali nya ,aku pun segera beranjak mendekat pada nya ,namun sebelum itu aku melihat Oma nya hendak melempar sebuah pedang ke arah Aranta
"bersiaplah ,wahai raja penguasa ,terimalah persembahan dari ku " ucap nya seraya membaca mantra
"TIDAKKK ... ARANTAA...... AWASSSSS........!!!!"
"ARANTAAA.....
"GIBRAN.........
aku berlari ke arah Aranta namun saat aku sudah berada di depan nya tiba-tiba Aranta membalik kan posisi nya hingga dia yang tertusuk pedang nya
cleebbb.....
DORRR....
"ARANTA ....."
tepat setelah Oma nya Aranta melempar pedang itu ,suara letusan terdengar
"aku tepat waktu kan " ucap kak Wowo seraya memegang gagang pedang
"tepat apa nya ,Aranta tetap kena tusuk " pekik ku
Aku menangkap tubuh Aranta yang perlahan mulai lemas
"Aranta ....Aranta .... kamu harus bertahan ,kamu tahan sedikit " aku merebahkan Aranta di tanah ,dengan pelan aku mencabut pedang itu
"aaakkkhhh......" rintih nya
"Aranta...Ya Tuhan ....,cepat bawa Aranta ke rumah sakit ,biar mereka papa yang urus" teriak papa
"angkat tangan " seru salah satu polisi pada Oma nya Aranta yang sudah terkapar
"pak ...bapak kurang fokus seperti nya ,lihat lah nenek tua itu sudah terkapar kena tembak ,mana mungkin bisa kabur " celetuk Riswan
"duh iya juga ya ...." gumam polisi itu menggaruk belakang kepala nya , tak ingin membuang waktu aku pun secepat nya membawa Aranta keluar dari hutan bambu ini
"Ad....nan......" suara Aranta lirih
"iya ,....jangan banyak bicara ,diam dan tetap buka mata mu " ucap ku
"a..ku ...hanya ingin katakan ... bakar semua peralatan milik Oma , hancurkan semua nya termasuk bandul kalung Oma yang berbentuk kepala iblis ...satu lagi ...terima kasih atas semua nya.....aku....a...aku......." Aranta pun kehilangan kesadaran, tentu saja aku panik bukan main
"Aranta..... Aranta....bangun.....Aranta bangun....." aku mengguncang tubuh Aranta namun Aranta memang benar-benar sudah tak sadarkan diri ,aku pun segera membawa Aranta pergi ,namun sebelum itu aku memberi tahu papa untuk segera menghancurkan peralatan milik Oma nya Aranta termasuk kalung yang Aranta maksud
Dengan setengah berlari aku terus menapaki jalanan basah dan lembab ,di samping ku Tante Lasmi turut mengikuti, benar kata Oma nya Aranta jika Aranta terlahir spesial karena banyak dari para makhluk ghaib yang menginginkan Aranta ,ada nya Tante Lasmi membantu ku menghalau makhluk-makhluk gaib mendekat dan mencoba menguasai raga Aranta.
Seperti halnya saat ini ,sosok wanita dengan organ dalam menggantung tanpa tubuh menatap menyeringai melihat Aranta di gendongan ku ,sosok itu pun melayang memutari ku
"jangan pernah mencoba mendekat atau kamu menyesal" seru Tante Lasmi
"hahahaha.....dasar kuntilanak ,siapa cepat dia dapat ,aku sudah sangat lama menantikan tubuh baru , gara-gara warga membakar tubuh ku ,aku jadi tak memiliki tubuh lagi ,lihat saja setelah aku mendapatkan tubuh baru aku akan membalas perbuatan mereka hahaha....." sosok kepala perempuan itu terbahak
"siapa juga yang ingin berlomba dengan mu dasar hantu jeroan , mereka ini teman ku ,maka tidak akan aku biarkan hantu manapun mengganggu " Tante Lasmi pun menarik rambut hantu kepala itu dan menendang nya jauh entah kemana
"beres kan , udah ayok ,kasihan Aranta kalau terlalu lama " ucap Tante Lasmi
"Ya Allah....Tante ...tubuh Aranta dingin " pekik ku panik
"Aranta .....Ya Tuhan ...Aranta ...." lirih ku lalu aku kembali melangkahkan kaki ku
Aku mempercepat langkah ku ,ku abaikan penglihatan ku tentang sosok kuyang tadi ,ya ...tadi itu merupakan kuyang , rupanya wanita itu dulu nya berasal dari Kalimantan ,ia datang ke daerah ini karena suatu pekerjaan ,namun warga mengetahui kebenaran jika wanita itu merupakan kuyang yang kerap kali mengincar bayi dan darah wanita yang baru melahirkan ,makanya warga marah dan membakar tubuh nya hingga saat ini kepala itu hanya melayang-layang mencari tubuh pengganti .
__ADS_1
***