The INDIGO

The INDIGO
Rumah Merlin


__ADS_3

Di saat kami hendak memasuki ruangan kelas tiba-tiba Aranta mengaduh


"aduh....."


Terlihat gulungan kertas menggelinding ke arah sepatu ku ,reflek aku mengambil nya ,setelah ku buka gulungan nya ternyata kertas nya di isi batu ukuran sedang ,mungkin untuk pemberat ,juga sebuah tulisan


jangan sok cantik


tulisan itu mungkin ditujukan untuk Aranta ,lantas aku mengedarkan pandangan ku, namun tak ku temukan pelaku nya ,mungkin dia sudah pergi sesudah melempar nya


"ehehehehe.....dia bersembunyi di balik tembok itu ehehehehe......." tunjuk nek Wewe


Aku hanya menghela nafas ,dan menggeleng pelan ,entah siapa pun pelaku nya dia sungguh ke kanak-kanak kan .


"ada apa" tanya Riswan


"gak ada" sahut ku


"ini siapa sih yang nimpuk aku ?" sungut Aranta kesal seraya memegangi kening nya yang sedikit berwarna merah .


"emang sesakit itu ,tuh jidat mu sampai merah gitu?" tanya Riswan


"menurut mu?" ucap Aranta jutek seraya mengambil alih kertas yang di tangan ku


"jangan sok cantik....huh siapa juga yang sok cantik"


"ini pasti ulah si senior menyebalkan itu " ucap Aranta


"tak baik asal tuduh ,siapa tahu bukan dia pelaku nya " ucap ku


"emang siapa lagi yang bisa ngelakuin ini ke aku ?" tanya nya pelan


aku mengedikan bahu seraya berucap


"hati orang siapa yang tahu ,ya udah kita sebaik nya masuk jangan menghalangi jalan "aku pun berjalan mendahului Riswan dan Aranta .


"iiih..... BeTe banget , siapa sih yang udah nimpuk aku dasar gila ?" umpat Aranta seraya membuang kertas itu pada tempat sampah


Aku hanya menghela nafas mendengar gerutuan nya.


"Bran,kantin yuk" ajak Riswan


"enggak ah ,masih pagi juga,lagian belum kenyang juga tuh perut ... " tolak ku


"ya udah ,aku sendiri saja deh " ucap nya seraya beranjak


"eh Risris kamu mau ke kantin ya,bareng deh aku juga mau ke kantin ada perlu " seru Aranta


"shyuut....jangan panggil aku dengan nama itu ya, itu hanya panggilan dari Ari saja jangan sampai yang lain tahu " seru Riswan panik karena tak ingin orang-orang tahu nama kesayangan Ari


"hehe...maaf,tapi lucu kok " ucap Aranta cekikikan


"lucu apanya ....malu tahu " ucap Riswan lagi


"eh emang ada perlu apa ?" tanya nya kepo


"ada deh ,mau tau aja " ucap nya , kedua nya pun pergi meninggalkan kelas


Aku pun membuka ponsel hanya untuk mengecek pesan masuk tiba-tiba saja ada sosok yang tiba-tiba duduk di kursi Riswan.


Aroma melati menusuk di hidung ,aku pun melirik nya sekilas


"masih pagi mbak .....mau ikut belajar juga?" tanya ku dalam hati


"hihihihi......tidak ,hanya mau kenalan saja ,aku selalu memperhatikan mu , tapi nenek jelek itu suka melarang ku mendekati mu" ucap nya


"nenek jelek ?" dahi ku berkerut


"ehehehehe.........seenak nya aja kamu bilang aku nenek jelek,wajah mu malah lebih hancur dari ku kok , bisul segede gede kelereng ,belum lagi luka borok ,bercampur belatung ,hiiiy.....ehehehehe......"seru nek Wewe tiba-tiba muncul


"baru aja di omongin udah nongol aja,dasar nenek kang bully,aku udah mode cantik juga " ucap hantu wanita bergaun Hitam lalu menghilang


"ehehehehe.......takut nih yeee..... ehehehehe...." ucap nek Wewe terkekeh


"Nan , nanti pulang sekolah bisa ikut aku gak ?" suara seseorang membuat ku menoleh ,ternyata Merlin teman sekelas ku menghampiri

__ADS_1


"gak bisa ,aku sibuk " sahut ku


"iiih....ini darurat banget Adnan ,please ya mau ya " ucap nya memelas


"darurat apa sih ,bicara yang jelas " ucap ku lagi


"jadi gini ,Tante aku kemarin habis pulang dari luar kota , tapi semalam tiba-tiba ia bertingkah aneh ,aku yakin Tante aku itu ketempelan ,jadi kamu mau kan bantu " tutur nya


"Ya Allah kenapa gak bilang dari tadi sih ,maaf tapi aku gak bisa " tolak ku lagi


"loh ....kok gitu , ayo dong Nan ....tolongin ...." ia menangkup kan tangan di depan d*da


"begini aja ,ini ada no ponsel paranormal ,kamu hubungi saja dia ,namanya Oma Laras " ucap ku seraya menuliskan no ponsel nya Oma Laras


"Laras yang ini?"ragu Merlin menunjukan sebuah foto di layar ponsel nya


"iya "


"emang kamu hubungan nya apa sama paranormal ini,kok kamu panggil Oma " tanya nya


"emang perlu aku jelasin ?" tanya ku


"eh enggak sih ,tapi tadi pagi mama aku udah menghubungi paranormal ini ,katanya beliau gak bisa karena berada di luar negeri" sahut nya


"ah ....iya Oma Laras kan di Jepang " gumam ku


"ya udah ,kamu share lock aja tempat nya ,nanti aku datang " ucap ku


"gak perlu... kamu ikut langsung aja sama aku biar cepet ,entar malah nyasar lagi " ucap nya lagi


"ya sudah deh " sahut ku lagi


"Alhamdulillah....makasih ya Adnan...kamu memang baik " ucap nya lagi


"hm..." sahut ku cuek , tak lama kemudian bel berbunyi ,semua murid pun masuk dan duduk di bangku masing-masing, Riswan dan Aranta pun juga masuk bertepatan dengan guru yang datang .


**


Bel sekolah kembali berbunyi sebagai tanda jika jam istirahat telah tiba ,semua murid bersorak dan langsung berhamburan ke luar setelah guru keluar lebih dulu.


"kantin mulu,tadi pagi kan udah " ucap ku


"hehe....tadi pagi aku cuman bayar utang sama bibi Sumi " cengir nya


"kamu ngutang di kantin?" tanya ku menyipitkan mata


"hehehe....kemarin aku lupa gak bawa uang " cengir nya lagi


"kenapa gak bilang aku sih , malu-maluin aja tahu gak " seru ku berdecak kesal


"kamu nya yang tak pernah mau diajak ngantin, suka nya pergi ke toilet mulu "


"jangan bilang kamu mau ke toilet lagi " tuduh nya


"enggak ,aku mau ke kantin sekarang ,ayok " ajak ku seraya beranjak dari tempat duduk ku


Di kantin


Aku yang tengah menikmati bakso dibuat tersedak karena tiba-tiba nek Wewe nongol seraya tertawa


"ehehehehe........."


Uhhukk.... uhhukk......


"ehehehehe....makanya kalau makan tuh hati-hati, pelan-pelan cu..... ehehehehe...."


"aku kaget kenapa nenek tiba-tiba muncul " ucap ku setelah batuk ku reda


"nenek.....nenek siapa ?" tanya Riswan


"eh.....bukan siapa-siapa" jawab mu cepat


Aku kembali melanjutkan makan ku ,namun mataku tak sengaja melihat Aranta yang juga tengah melihat ku ,namun ia buru-buru menundukan kepala nya saat mata nya bertemu dengan ku.


"oh iya Wan, nanti pulang sekolah kamu ikut ya" ucap ku

__ADS_1


"kemana ?" tanya nya sambil menyedot minuman


"ke rumah nya Merlin" sahut ku cepat


"ngapain?" dahi nya berkerut


"kamu ikut saja lah ,gak enak aku kalau berdua dengan nya " ucap ku


"aku ikut dong" suara Aranta menyela lalu duduk di kursi samping Riswan ,entah ia bisa melihat nek Wewe atau tidak ,yang jelas sesekali ia melihat ke samping ku


"kamu tuh kenapa jadi suka ngintilin kita sih " decak Riswan


"suka-suka dong ,kan aku juga tinggal sama Adnan sekarang "


"sampai kapan ?" tanya ku


"sampai keadaan aman ,kamu tenang aja aku gak mau ngerepotin keluarga mu lebih lama lagi ,setelah aku mendapatkan tempat baru aku pasti akan pergi" ucap nya


"hm...." respon ku lalu aku melanjutkan kembali makan bakso yang tinggal bakso nya saja ,karena mie nya sudah duluan ku makan ,entah lah jika makan bakso aku lebih suka memakan mie nya terlebih dahulu


Setelah itu kami pun segera kembali ke kelas,namun tiba-tiba saja Aranta berseru


"Adnan .....awas...."


Bruukk


"aw....." rintih nya seraya memegangi pundak nya yang terkena lemparan bola


"astaghfirullaah......kamu tak apa-apa" tanya ku


"gak apa-apa,cuma sakit sedikit kok" jawab nya


"woy kak , kakak sengaja ya " seru Riswan pada kak Troy dan kawan-kawan nya


"sorry ....tapi gue sengaja " ucap nya seraya mengambil bola di lantai


dengan santai nya ia berjalan memutari ku


"ck..ck...ck....loe beruntung kali ini karena cewek ini lindungi loe tadi " ucap nya


"guys....kita cabut" ucap nya kemudian


"dasar...."


"udah ,biarin aja ,mungkin mereka sengaja cari ribut agar ada alasan bikin kita bermasalah dengan nya ,sudah biarkan saja ,entar juga capek sendiri " ucap ku menahan Riswan yang hendak mengejar mereka


"Adnan benar Riswan ,mereka pasti ingin Adnan di keluarkan dari sekolah ini ,seperti yang sudah mereka lakukan pada yang lain" ucap Aranta


"dari mana kamu tahu?" tanya ku


"ada lah ,ya sudah kamu juga jangan terpancing emosi dengan mereka , salah-salah malah kita yang kena getah nya " ucap Aranta pada Riswan pula


**


Sepulang sekolah aku ,Riswan dan Aranta pergi ke rumah nya Merlin ,Merlin pun tak keberatan jika mobil nya penuh dengan kami,sedangkan supir yang mengantarku tadi diminta menjemput di alamat Merlin nanti.


Tak berselang lama kami pun sampai di sebuah rumah klasik yang lumayan besar namun suasana nya agak mencekam ,mungkin karena rumah ini di kelilingi pohon mangga yang lumayan besar dan tinggi hingga menghalangi cahaya matahari masuk ke pekarangan rumah nya ,namun mungkin bukan itu alasan nya karena aku ternyata melihat seekor ular besar berada di atap rumah nya .



"astaghfirullaahal'aziim......" lirih ku


"ada apa ?" tanya Merlin


"tak ada apa-apa" sahut ku ,aku melirik sekilas pada Aranta yang terlihat tegang ,ya aku yakin pasti dia juga bisa melihat nya .


Tak hanya itu saja ,bahkan ada sosok yang mengintip di jendela lantai dua.



"ayo masuk" ajak Merlin


"assalamualaikum...." ucap ku saat memasuki rumah nya yang terasa pengap dan panas


"astaghfirullaahal'aziim......."

__ADS_1


***


__ADS_2