
Lewat tengah malam sosok genderuwo memindahkan Gio dan Barra ke kamar mereka setelah keduanya tertidur.
Kedua pocong yang menggantikan Gio dan Barra sementara pun segera pergi meninggalkan kamar itu.
"akhirnya kita keluar juga " gumam salah satu pocong
"iya...udah hampir dua jam kita di sini ,padahal aku ada janji sama neng Kunti ,duh telat gak ya " sahut pocong satu nya
Kedua sosok pocong itu pun akhirnya menghilang ke arah yang berbeda.
Keesokan harinya
Gibran dan Riswan yang selesai menunaikan ibadah shalat subuh nya keluar dari kamar. Pandangan keduanya terarah pada Coky dan Rico yang tengah mengetuk-ngetuk pintu kamar yang ditempati Gio dan yang yang lain
"kenapa ?" tanya Gibran
"tak tahu ini pintunya susah di buka" sahut Coky
"si Davin dan Dika tadi teriak " sambung Rico
"teriak maksudnya?" tanya Riswan
"ya pokok nya teriak ,gak tahu gw juga ,makanya kita mau ngecek ke dalem ,tapi ini pintunya gak bisa dibuka " sahut Rico lagi
"dikunci kali dari dalam " seru Aranta tiba-tiba
tok tok tok
"Gio.... Barra....Davin...Dika ...buka pintu nya " seru Gibran seraya mengetuk pintunya
ckleek' pintu pun dibuka dari dalam
nampak Davin dan Dika keluar bersamaan dengan buru-buru
"ada apa ,kenapa ekspresi kalian seperti itu?" tanya Luna
"i...itu...itu...." ucap Dika tak kunjung bicara
"itu apa" timpal Maya
"itu si Gio sama si Barra...." tunjuk Davin
"apa an sih kalian,gak jelas banget awas gw mau lihat " seru Lisa mendorong Dika
"eeehh....jangan ....loe pasti shock deh ngelihat nya " pekik Dika melarang Lisa untuk melihat ke dalam kamar itu
"memang nya kenapa ...ada apa dengan mereka?"tanya Bella yang ikut penasaran
"mereka ...." belum sempat Davin menjelaskan ,Gibran dan Riswan menerobos masuk diikuti Aranta juga Merlin
Begitu ke empat nya masuk ke dalam kamar sontak ke dua gadis itu berteriak
"aaaaaaakkkkhhh......." kedua nya berbalik badan dan berlari keluar kamar
"astaghfirullaah........" lirih Gibran dan Riswan
mendengar teriakan Aranta dan Merlin semua teman yang lain pun turut memasuki kamar itu karena merasa penasaran
"astaga ....apa yang mereka lakukan ?" pekik Maya dan langsung keluar bersama para gadis lain nya
"gak nyangka gw , cowok sekelas Gio dan Barra ternyata ......hiiiyy....berarti cap playboy mereka itu hanya topeng belaka " ucap Ana
"untung gw gak kena rayuan nya " celetuk Lisa hingga yang lain pun melihat pada nya
"kenapa kalian pada melihat ku begitu?" tanya nya
"gak apa-apa" sahut Luna dan yang lain ,mereka sama-sama memalingkan wajah
__ADS_1
di sini Luna lah yang paling shock atas apa yang ia ketahui tentang Gio baru saja.
kembali ke para cowok
Riswan segera menutupi tubuh kedua nya yang b*gil ,entah bagaimana cerita nya hingga kedua nya bisa menjadi polos begitu ,padahal sebelum nya para kuntilanak sudah mengembalikan semua pakaian nya tanpa ada yang terlewat satu helai pun ,tapi kini keadaan kedua nya kembali polos ,beruntung posisi mereka tidur itu Barra dan Gio menghadap tembok jadi hanya bagian belakangnya saja yang Aranta dan Merlin lihat ,coba kalau mereka posisinya terlentang atau menghadap pintu ,maka otomatis mata suci kedua gadis itu akan semakin ternodai karena tak sengaja melihat belalai tak bergading milik Gio dan Barra.Riswan lantas membangunkan Gio dan Barra.
"woy....bangun kalian berdua" Riswan mengguncang tubuh kedua nya ,namun kedua nya tak juga membuka mata nya
"mereka tidur apa pingsan sih kenapa gak bangun-bangun" ucap Davin
"sepertinya ada yang gak beres dengan mereka berdua " gumam Gibran
"maksud loe?" tanya Coky
"bisa ambilkan air putih " pinta Gibran tanpa menyahut pertanyaan Coky
"buat apa an?" tanya Rico yang juga sama bingung nya dengan Coky
"cepat bawa saja ,jangan banyak tanya " seru Riswan yang mulai mengerti apa maksud Gibran
" sana cepet bawa " seru Coky
"lah kok gw ,ku aja sana" sahut Rico
"kalian berdua....cepetan bawa air putih nya " seru Riswan menatap tajam kedua nya
"ya udah iya gw ambilin" dengan perasaan dongkol Coky dan Rico pun akhirnya pergi mengambilkan air putih di dapur
"Bran .... sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka ?" tanya Riswan ,Gibran nampak memejamkan mata nya ,Davin dan Dika pun turut menyimak
"astaghfirullaah halazim......" lirih Gibran setelah melihat apa yang terjadi dengan kedua nya ,sontak saja Gibran menoleh pada Wewe yang sedari tadi berdiri di pojokan dekat lemari
"kenapa nenek lakuin ini ke mereka?" tanya Gibran membatin
"ehehehehe.....bukan nenek cu....tapi para kuntilanak itu yang melakukan nya ,nenek hanya mencoba melindungi Aranta saja ehehehehe......" sahut Wewe
"maksud nenek ?" tanya Gibran lagi ,namun Wewe enggan menjawab nya dan malah meminta Gibran untuk berkonsentrasi kembali untuk melihat detail kejadian nya,Gibran pun kembali memejamkan mata nya ,dan alangkah terkejutnya nya ia setelah mengetahui maksud dari Wewe yang ingin melindungi Aranta
"kenapa Bran ?" tanya Riswan lagi
"mereka memang pantas mendapatkan nya ,keterlaluan ...." geram Gibran menahan amarah yang bergejolak di hati nya ,bagaimana tak emosi jika gadis yang ia sayangi dan cintai yang ia jaga kehormatan nya malah menjadi incaran orang-orang tak berhati seperti Gio dan Barra.
"lu kenapa sih ,ada apa memang nya ?" tanya Coky
"aku memang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi ,tapi bisa kah kamu membantu menyadarkan kembali mereka , aku merasa mereka sangat membutuhkan pertolongan mu" ucap Riswan seraya menepuk pundak Gibran
Sebenarnya Gibran enggan membantu mereka atas apa yang sudah mereka rencana kan untuk Aranta namun rasa kemanusiaan nya berkata ia harus menolong nya ,Gibran pun akhirnya mengalah pada ego nya
"mana air putih nya " tanya Gibran dan Rico segera menyerahkan air putih dalam gelas besar
"emang nya mau di apain?" bisik Rico pada Riswan
"udah lihatin aja jangan banyak tanya " sahut Riswan
"isshh....rese luh "seru Rico seraya mendorong bahu Riswan
Mereka pun akhirnya hanya memperhatikan apa yang Gibran lakukan ,meski dalam hati mereka bertanya-tanya.
Gibran melantunkan beberapa ayat-ayat suci Al-Qur'an lalu di tiup kan pada air itu ,perlahan Gibran mendekat ,awal nya ia hendak meminta yang lain membantu meminumkan nya pada Gio dan Barra akan tetapi saat teringat akan niat busuk keduanya pada Aranta yang tak lain adalah tunangan nya Gibran pun akhirnya menyiramkan air itu pada wajah kedua nya dengan kasar ,namun hal itu tak sertamerta membuat keduanya terbangun hingga Gibran merasa gemas sendiri sebab jiwa kedua nya masih nyangkut bersama para kuntilanak yang semalam mengerjai mereka ,dengan doa dan ayat yang ia bacakan Gibran memijit jempol kaki mereka berdua secara bersamaan dengan sekuat tenaga hingga dalam hitungan detik baik Gio maupun Barra akhirnya terbangun mereka menjerit keras saat tekanan dari jemari Gibran menyakiti jempol kaki mereka .
"aaaakkkhhhh....... ampuuuunn....." jerit kedua nya
mereka mengedarkan pandangan mereka ke segala arah lalu pandangan mereka terhenti pada teman-teman yang lain nya termasuk Gibran yang berdiri bersedekap d*da dengan tatapan dingin dan tajam.
"huuuuuffftt....untung cuman mimpi " gumam Gio merasa lega begitupun dengan Barra
"emang nya lu kenapa ?" tanya Coky
"tadi gue mimpi gue di kejar kuntilanak ,sampe di perkaos gw ,hiiiy....gila serem banget ,mana pada bau ****** ,pas gue mau lari salah satu dari Kunti itu malah gigit jempol kaki gw " tutur Gio
__ADS_1
"kok mimpi lu sama kaya mimpi gue ?" tanya Barra ,kedua nya belum sadar dengan keadaan nya yang polos
"masa sih ,eh tapi kok dingin ya " Gio pun akhir nya menundukkan kepalanya ,awal nya ia tak begitu terkejut saat melihat dirinya tak mengenakan baju ,akan tetapi setelah ia mengangkat sedikit selimut yang menutupi setengah tubuh nya ia terkejut bukan main .
"astaga ....mana baju gue ,...lu juga ...kenapa kita sama-sama b*gil ?" pekik Gio ,hak serupa pun terjadi pada Barra,ia juga sangat terkejut .
"masa kalian gak inget ,kita malah penasaran kenapa kalian bisa b*gil terus posisi nya kaya gitu ,jijay ...geli gw lihat nya ,atau kalian itu gay ?" tanya Davin sedikit geli melihat kedua nya
"enak saja ,kita bukan gay " seru kedua nya berbarengan
"lah terus kemana baju kalian ,dan apa yang kalian lakukan semalam ,gw kok jadi horor satu kamar bareng kalian " Coky bergidik ngeri
"lah mana kita tahu " sahut Gio sewot
"sekali lagi kalian bilang kita gay....awas kalian " ancam Barra
"memang nya kalian benar-benar tak mengingat apa yang kalian lakukan semalam ,dan apa yang kalian rencanakan saat pertunjukan wayang kulit semalam ?" tanya Gibran dingin masih dengan tatapan tajam nya
Kedua nya nampak terdiam sebab tengah mengingat-ingat nya ,namun kemudian mereka saling pandang saat suatu ingatan melintas di benak mereka .
"jadi semalam itu bukan mimpi" batin Gio dan Barra bersamaan
"apa kalian sudah ingat?" tanya Gibran lagi
"apa yang kalian alami semalam itu memang pantas kalian dapat kan ,malah menurut ku hukuman seperti itu masih kurang ,kali ini aku mencoba memaafkan kalian ,tapi jika sekali lagi kalian berniat mengganggu Aranta ku ,kalian lihat sendiri apa yang akan aku lakukan pada kalian ,dan ku pastikan kalian akan menyesal karena telah mengusik ku " ucap Gibran tegas
"sekarang pakai kembali pakaian kalian ,segera bersihkan diri kalian ,karena sebentar lagi kita akan pergi ke sekolah dasar " Gibran pun berlalu begitu saja meninggalkan tanda tanya bagi semuanya yang mendengar penuturan nya .
"memangnya apa yang kalian lakukan semalam ,dan apa maksud nya mengganggu Aranta ?" tanya Riswan memicingkan mata menatap kedua nya
"bukan apa-apa" sahut Gio dan Barra berbarengan
Sementara itu Gibran yang sudah di selimuti amarah pun mencoba meredakan nya dengan terus beristighfar dan segera mengambil air wudhu. Mungkin setelah ini ia akan lebih berhati-hati.
Gibran keluar dari kamar mandi dan memperhatikan Aranta yang sudah siap dan rapi dengan jas mahasiswi nya,jilbab putih yang menutupi kepala nya menambah cantik penampilan Aranta .
"Masha Allah.....begitu indah nya ciptaan Mu " lirih Gibran dalam hati nya
"semoga kecantikan wajah mu sama cantik nya dengan hati mu " gumam Gibran lagi
"Adnan....kenapa kamu melihat ku seperti itu ,aku jadi malu" ucap Ana tiba-tiba ,ia yang berada di depan Aranta pun jadi tersipu ,ia sangka ia lah yang ditatap Gibran .
"hah....siapa yang memperhatikan mu " Gibran melengos begitu saja lalu menarik lengan Aranta yang terhalang jas biru nya
"ikut aku " ucap Gibran membawa Aranta keluar, Ana yang merasa sebal pun akhirnya mengikuti mereka ,gadis itu berdiam diri di balik pintu ,saat itu Bella dan Lisa mendekat
"loe sedang apa?" tanya Lisa
"shyuuut jangan berisik" seru Ana
Bella dan Lisa saling pandang ,Bella mengangkat bahu dan hendak keluar ,namun ia urungkan karena melihat Gibran dan Aranta .
"ada apa ?" tanya Aranta saat mereka sudah berada di luar
"mulai detik ini kamu jangan pernah jauh dari ku ,aku tak mau kamu kenapa-kenapa"ucap Gibran hingga membuat kening gadis di hadapan nya mengerutkan kening
"kamu kenapa ,kenapa tiba-tiba bicara seperti itu ?" tanya nya
"pokok nya kamu jangan jauh-jauh dariku , kamu mengerti " ucap Gibran lagi
"i..iya....lagian kamu tak usah khawatir aku kan bisa bela diri ,aku...."
"sehebat apa pun ilmu bela diri mu ,tak akan bisa mengalahkan kekuatan laki-laki ,pokok nya kamu harus tetap waspada dan jangan pernah jauh dari jangkauan ku ,ok" pinta nya lagi
"baik lah "
"dia kenapa sih ?" batin Aranta
"ehehehehe.....Gibran tidak kenapa-kenapa cu... Gibran hanya mulai bucin dan takut kehilangan mu ehehehehe....." ujar Wewe hingga membuat Aranta tersipu sementara Gibran menjadi kikuk sendiri
__ADS_1
***