
"kenapa?" tanya ku ,padahal aku sudah tahu kalau Riswan melihat penampakan ,bukan hanya satu atau dua tapi banyak , mereka berjajar rapi di koridor sekolah berbaur dengan para siswa-siswi ,bahkan mereka pun tertabrak oleh para siswa dan menembus begitu saja ,mereka seakan sengaja hendak menyambut ku .
"Bran....ini ...gimana ini?" tanya nya berbisik
"gak apa-apa, mereka baik-baik kok ,udah santai saja" ucap ku pelan
"gimana mau santai mereka banyak begitu " keluh nya menundukan kepala
"nanti juga terbiasa ,ayok cepetan " ajak ku
"pagi semua..." seru ku dalam hati pada para hantu itu
"pagi ........ Adnaaaannn.........." sahut mereka kompak
"hah mereka pada nyapa" Riswan terkesiap
Dengan terburu-buru Riswan berjalan ,hingga aku memperingatkan nya karena tingkah nya itu jadi pusat perhatian
"jalan nya biasa , gak usah kaya gitu,anggap mereka gak ada " bisik ku
"takut aku tuh " jawab nya
"itu si Riswan kenapa ya ,kaya ketakutan begitu?" bisik-bisik siswi lain
"gak tahu ,kenapa ya ?"
Aku yang masih bisa mendengar bisik-bisik itu pun bersikap biasa saja dan berjalan santai menatap punggung Riswan yang sudah lebih dulu berjalan
"astaga Riswan.... Riswan...." aku menggeleng pelan
Setelah sampai di kelas aku dan Riswan pun segera menuju bangku kami .
"Adnan....ini....dari Tante Nuri ,buat Riswan juga " ucap Aranta memberikan kotak bekal tak lupa dengan senyum nya namun ku tanggapi dengan biasa saja
"oh ... iya makasih " ucap ku yang memang sudah tahu ,karena tadi di mobil mama sudah memberi tahu ku lewat pesan jika mama menitipkan bekal makanan lewat Aranta
"makasih " ucap Riswan tak kalah dingin ,kening Aranta berkerut melihat sikap Riswan yang tak biasa ,kalau aku sih memang dari awal juga biasa aja .
Aku menggeleng pelan melihat tingkah Riswan ,ok kalau dia tak mau hubungan persaudaraan kita retak tapi tak harus bersikap seperti itu juga dong ,kan kasihan juga Aranta
Namun meski Aranta bingung dengan sikap Riswan ,Aranta masih bisa bersikap seperti biasa .
"kamu udah baikan ,maaf ya aku gak ikut Adnan ke rumah sakit kemarin, aku ketiduran soal nya " ucap nya
"ya tak apa" sahut Riswan singkat
"kamu kenapa sih ? apa jangan-jangan gara-gara kepentok kamu jadi aneh begini,kalau Adnan sih udah biasa dingin kaya es balok juga ,tapi kalau kamu kok aneh ya ,kenapa sih ?" tanya nya menatap Riswan lalu beralih pada ku ,aku pun mengedikan bahu
"gak ada apa-apa ,mungkin dia lelah " gurau ku
kening Aranta yang terbalut plaster pun kembali berkerut
"ya udah " dia beranjak
"Anta....." seru Merlin memanggil Aranta,Aranta pun menengok
"aku?" tanya Aranta menunjuk diri nya
"ya iya lah ,emang siapa ?" ucap Merlin seraya berjalan mendekati Aranta
"kok Anta manggil nya?" tanya Aranta
"gak apa-apa,aku pengen aja manggil kamu dengan nama Anta,gak masalah kan?" tanya nya
"masalah lah ,aku gak mau di panggil Anta " ucap Aranta
"kenapa , keren tahu "
"pokok nya aku gak mau ,dan jangan panggil aku dengan nama itu,ngerti " ucap Aranta tegas
"emang kenapa ?" tanya Merlin lagi
"pokok nya jangan ya jangan "ucap Aranta lagi
__ADS_1
"ya udah maaf deh ,gitu aja marah , kamu mau kemana?" tanya nya
"toilet ,perut aku tiba-tiba mules " sahut nya
"ya udah bareng yuk ,aku juga mau pipis nih ,masih pagi udah beser aja aku tuh "ajak Merlin
"ya udah ayok"
Mereka pun akhirnya pergi ke toilet , ngomong-ngomong toilet aku jadi keinget hantu Jejen , sedang apa ya dia , mau nyamperin ke toilet masih pagi ,nanti aja deh pas jam istirahat ' fikir ku
"kenapa diem?" tanya Riswan
"enggak kok ,ah iya nanti jam istirahat kamu ikut aku ke toilet ya,aku mau kenalin kamu sama teman ku " ajak ku ,Riswan menyipitkan mata menatap ku
"jangan katakan jika teman mu itu hantu penunggu toilet ?" tanya nya
"ya ....begitulah " aku nyengir karena memang iya ,dan Riswan langsung menjawab
"ogah ...."
Aku pun menahan tawa melihat reaksi Riswan ,namun tiba-tiba dari arah pintu Merlin berseru memanggil ku
"Adnan......"
Semua murid menengok pada nya
"Adnan ....Adnan ....tolong .....buruan ....itu Aranta .....Aranta ...."
"Aranta kenapa ?" tanya ku ,hingga Riswan pun menatap Merlin ,namun Merlin yang di tatap seperti itu malah jadi tersipu dan mengedip-ngedip kan mata nya
"yeee......malah ngedip-ngedip gak jelas ,kenapa dengan Aranta ?" tanya ku menyentak nya
"eh iya ,lupa ,duh ....itu ...anu ...gawat Adnan...Aranta dia di keroyok kak Shania dan teman-teman nya,mereka membawa Aranta ke gudang " ucap nya
"APA" seru ku dan Riswan berbarengan
"ehehehehe......cepat tolong Aranta , anak-anak nakal itu mengerjai Aranta ehehehehe....."
"nenek?" gumam Merlin menggaruk pelipis nya
"iya nenek gayung " ucap Riswan yang lalu mengejar ku yang masih berada di ambang pintu karena kebetulan Bu Fuji sudah datang meski bel masuk belum berbunyi.
"eh ....mau kemana kamu teh ,kok buru-buru banget?" tanya Bu Fuji
"itu bu aku mau lihat Aranta ,kata Merlin Aranta di bully sama kakak kelas " jawab ku
"hah,di bully...ya ampun ya udah atuh hayu ibu teh juga pengen tahu , anak-anak mana lagi yang suka ngebully"
Akhirnya aku ,Bu Fuji ,Riswan ,Merlin ,dan beberapa teman ku yang lain turut menuju gudang yang di katakan Merlin tadi .Bahkan bukan hanya Bu Fuji ,beberapa guru lain pun turut serta setelah tak sengaja berpapasan di koridor sekolah ,setelah tahu tujuan kami guru-guru itu pun ikut .
Dan benar saja sesampai nya di gudang aku mendengar suara seseorang tengah membentak , bahkan suara benda jatuh pun terdengar nyaring sampai keluar ,meski pintu gudang tertutup.
Ada rasa khawatir menyelinap di hati ku saat mendengar suara benda jatuh itu ,hingga tangan ku terulur hendak membuka pintu ,namun pintu seperti nya di kunci dari dalam , hingga aku terpaksa mendobrak nya dibantu satu guru laki-laki beserta Riswan dan Rangga
"dobrak aja " ucap Riswan
"ya sudah ayo bapak bantu"
BRRAAAKK
"astaga.....apa yang kalian lakukan di sini , ini kenapa Aranta diiket begini" teriak Bu Fuji segera membuka ikatan di tangan dan kaki Aranta , baju seragam nya kotor rambut nya pun yang tadi di ikat sebagian sudah berantakan, ia di dudukan di kursi,sedangkan kak Shania tengah memegangi penyapu ,dan teman-teman nya yang lain hanya bersedekap dada, sepertinya mereka terlalu fokus pada apa yang mereka lakukan hingga tak mendengar keributan kami di luar gudang .
Mereka semua terperanjat dan terlihat tegang setelah kepergok
"kalian ini lulus dari sekolah apa mau jadi preman,ada apa dengan kalian,sekarang juga ikut saya keruangan saya " ucap Bu Sulis yang merupakan guru BK ,beruntung Bu Sulis ikut dengan kami, jadi kami tak perlu repot memberi laporan nanti.
"tapi Bu" kak Shania menyanggah
"gak ada tapi-tapian atau orang tua kalian datang menjemput" ancam Bu Sulis
"ayok semuanya ke ruangan saya " ucap Bu Sulis lagi
"lah saya kan gak ikut-ikutan mereka Bu" celetuk Rangga
__ADS_1
"siapa yang ngajak kamu " seru Bu Sulis menatap nya
"hehehehe.....maaf Bu"
"Aranta ....kamu tidak apa-apa?" tanya Bu Fuji ,setelah Bu Sulis membawa kak Shania dan yang lain ,Aranta menggeleng
"ya ampun seragam kamu kotor " ucap Merlin seraya menepuk-nepuk rok Aranta
"kamu tidak di apa-apain kan sama mereka?" tanya Merlin
"gak kok hanya di iket doang" jawab nya
"tapi kenapa ini teh baju kamu kotor seperti ini?" tanya Bu Fuji ikut membersihkan baju seragam Aranta
"tadi gak sengaja jatuh saat di bawa ke sini" sahut nya
"oh gitu ...ya udah mending sekarang teh ya kamu itu pergi ke UKS saja , istirahat di sana " ucap Bu Fuji
"tak usah bu ,gak enak jam pelajaran pertama udah absen, lagipula aku gak apa-apa kok" tolak Aranta
"ya udah atuh kalau gitu mah ,tapi beneran kamu teh gak apa-apa?" tanya Bu Fuji lagi
"iya ibu tenang aja" sahut nya lagi
Aku mengerutkan kening,kenapa Aranta tak melawan seperti biasa nya , kenapa ia terkesan lemah saat menerima perlakuan kak Shania dan teman-teman nya
"pasti bingung ya, nanti deh aku ceritain" bisik Aranta pada ku ,lalu Aranta pun berlalu bersama Bu Fuji dan yang lain,sedangkan aku masih terdiam hingga Riswan dan Rangga yang sudah melangkah pun berbalik
"kenapa malah diem,ayok tuh yang lain udah pada pergi" seru Riswan
"oh...iya..." sahutku lalu segera beranjak ,namun baru saja aku melangkah suara seperti benda terjatuh membuat ku menoleh
Bruukk
"astaghfirullah halazim......." Riswan sampai melonjak kaget dan berlari meninggalkan ku dan Rangga ,setelah melihat sosok hantu dengan anggota tubuh yang tak lengkap ,tangan sebelah kanan nya terputus dan tangan sebelah nya lagi memegangi tangan yang terputus itu .
"tuh anak kenapa sih?" gumam Rangga aku hanya mengedikan bahu seraya berjalan mendahului nya
"lah kok di tinggal ,Adnan ...tunggu lah" seru nya
**
Jam pelajaran sudah habis ,kini waktunya kita pulang
"Adnan....duh maaf ya kemarin aku tak menjenguk kalian di rumah sakit ,emang kejadian nya bagaimana sih kok kalian bisa kecelakaan begitu?"tanya Wisnu saat aku hendak masuk ke mobil ,kali ini papa yang jemput ,ada Ari juga yang ternyata sudah duduk manis di kursi belakang.
"iya tak apa , kita gak kenapa-kenapa kok hanya saja Aranta dan Riswan mereka sedikit shock" jawab ku
"syukur deh kalau kalian tak apa , kapan kita ke basecamp udah lama kita gak kumpul lagi banyak tugas juga nih siapa tahu kamu bisa bantu ?" tanya nya mengajak ke basecamp ,kebiasaan kami jika ingin mengerjakan tugas sekolah pasti ke basecamp ,kita saling membantu meski kita berbeda kelas yang mungkin berbeda juga dalam segi pelajaran dan soal-soal nya ,namun disitulah letak keuntungan nya buat ku ,aku yang tentunya masih kelas sepuluh bisa tahu dan mengerti pelajaran kelas sebelas
"hm....aku pulang dulu lah , nanti jam dua siangan aku ke basecamp ,aku juga lagi ada tugas kimia yang aku tak ngerti kali aja kamu bisa bantu juga " ucap ku
"ok , ajak Riswan dan Aranta juga sekalian "
"siiiip ...ya udah aku pulang duluan ya assalamualaikum"
"wa'alaikum salam...." sahut nya
Mobil pun melaju dengan papa yang dibalik kemudi ada Ari yang duduk di samping papa ,karena tadi ia berpindah tempat duduk saat aku hendak masuk ,dan Aranta berada di tengah-tengah ku dan Riswan ,kenapa posisi duduk nya begini sih ,aku pun duduk merapat ke pintu mobil ,Aranta yang mengerti juga menjaga jarak duduk nya agar tak menempel pada ku ,Riswan juga melakukan hal yang sama
"apa kalian tak merasa aneh pada kak Wisnu?" tanya Aranta tiba-tiba
"aneh gimana?" tanya ku
terlihat papa sesekali melihat ke belakang dari kaca spion kecil di atas kepala nya
"plaster di atas punggung tangan nya,apa benar itu hanya bekas luka bakar ? "
"kenapa nanya begitu?" tanya ku lagi
"karena.........
***
__ADS_1