
Tak ada satu patah kata pun yang keluar dari ku , mama pun sepertinya merasakan juga apa yang aku rasakan .
"kalian bantu ayah dengan doa ya , semoga ayah bisa cepat kembali bersama kita " ucap mama pada semua yang ada di ruangan ini ,lalu menatap ku
"nak ...ayo ,kita jemput kakek" aku mengangguk faham
Yang ada di penglihatan ku tadi yaitu kakek yang tengah berada di hutan bersama beberapa orang lain nya , di sana juga banyak terdapat banyak monyet ,namun ada satu ekor monyet yang berbeda dari monyet lain nya ,ukuran nya tiga kali lipat lebih besar dari yang lain ,juga warna nya pun putih tak seperti monyet-monyet lain nya yang berwarna coklat.
"bukan kah ayah di sini ,kenapa harus di jemput ?" tanya om Febry mengerutkan kening nya menatap ku dan mama
"ini bukan ranah kita , sudahlah kita lakukan saja yang kakak mu katakan " ucap om Ifel
"kakak kamu juga " om Febry mendelik
Sebelum kita memulai ,mama lebih dulu menelpon nenek ,karena mungkin Ari sudah tak sabar ingin video call .
"ma...mana kakek nya ?" tanya Ari di layar ponsel ,mama pun menggeser layar mengarah pada kakek yang terbaring lemah di tempat tidur
"kakek....cepat sembuh ya ,aku mau nangkap ikan lagi di kolam bareng kakek ,nanti kita bakar-bakaran lagi di depan rumah , kakek harus sembuh " ucap Ari di sebrang sana ,suara nya sedikit bergetar menahan isakan meski air mata nya sudah jatuh membasahi pipi nya ,Ari juga terlihat beberapa kali mengusap pipi nya , adik ku berbicara seolah kakek bisa mendengar ucapan nya .
"nak ,sudah dulu ya ,mana nenek?" tanya mama
"iya Nur?" ucap nenek setelah layar berganti dengan wajah nenek
"mama sebaiknya pulang saja ke rumah , kasihan Ari ,kita juga belum tahu sampai kapan di dalam ,kita di sini mau berdoa bersama untuk kesembuhan ayah , gak apa-apa kan ma, kalau di rumah juga mama bisa istirahat" ucap mama
"ya sudah kalau begitu mama sama Ari pulang ya "
"kok pulang nek?" tanya Ari menimpali
"di sini juga kita gak bisa masuk ,pulang nya juga kan kerumah kamu yang di samping rumah nenek Maryam ,nanti kita bisa berdoa di rumah " sahut nenek
"oh aku kira pulang ke rumah yang di jakarta , ah rumah sakit payah kenapa gak boleh masuk sih " gerutu Ari
"Ari....nak gak boleh gitu sayang,peraturan nya memang begitu nak , lagi pula memang benar rumah sakit itu tempat nya orang sakit ,jadi lebih banyak virus dan kuman , anak-anak seperti kamu sangat rentan terkena penyakit nak, nanti kalau kamu ikut sakit kan repot juga sayang ,kakek saja belum sembuh ditambah kamu bagaimana ?" ucap papa menjelaskan
"maaf pa...iya deh aku pulang saja " ucap Ari pasrah
"nah gitu dong baru namanya anak mama papa yang cantik dan soleha " timpal mama
"om Ifel akan nganterin kamu dan nenek pulang ya , di rumah kamu bantu doa kan kakek ya" ucap mama lagi
"kok aku?" tunjuk om Ifel pada dirinya sendiri,namun mama yang malas berdebat pun hanya menatap tajam om Ifel
"ok...ok....aku berangkat" om Ifel pun beranjak setelah menerima kunci mobil dari papa ,om Ifel pun keluar
Kami juga memiliki rumah tepat di samping rumah nenek , rumah bekas almarhumah nenek Entin tetangga nenek ,beliau meninggal saat aku masih duduk di kelas 5 SD ,karena anak-anaknya menetap di luar kota jadi rumah itu pun di jual ,papa yang mengetahui nya pun lantas membeli dan merenovasi nya ,kini rumah itu jadi lebih besar karena bangunan nya maju beberapa meter ke depan ,di bagian dapur pun di gabung dengan rumah nenek ,jadi jika kami ingin ke rumah nenek tak perlu keluar rumah .
**
Setelah mengambil air wudhu ,aku ,mama ,papa ,om Febry dan nenek Maryam segera bersiap untuk melakukan doa bersama .
Aku dan mama duduk di sisi kiri kanan kakek ,kami berdua memegangi tangan kakek , sedangkan yang lain duduk di bawah dengan alas tikar ,beruntung di ruangan ini hanya ada kakek saja ,karena papa sudah meminta privaci pada pihak rumah sakit ,dan membayar mahal tentunya,pihak rumah sakit pun mengabulkan nya.
__ADS_1
"bismillahirrahmanirrahim....." lantunan ayat Al-Quran mulai kami baca kan , bahkan nek Wewe, kak Wowo dan bang Popo berdiri di dekat ku dan mama ,para hantu itu pun turut membantu ,kecuali Tante Lasmi ,Tante Lasmi memilih menghindar bersama mbak Rika karena tak tahan dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an.
Ku pejamkan mata ku dan berkonsentrasi penuh sambil terus merapalkan doa , hingga aku merasa tubuh ku tertarik sesuatu yang sangat kuat ,tubuh ku sampai melayang hingga tersedot masuk ke lubang hitam,tak ada yang tahu jika aku sudah masuk dunia lain ,sebab hanya jiwa ku saja yang pergi sedangkan ragaku masih berada di kamar rumah sakit .
Lantunan doa yang dipanjatkan yang lain pun mengiringi ku ke sebuah tempat luas yang tak ku tahu dimana tempat nya ,yang jelas saat ini aku sudah berdiri di atas tanah kering yang luas yang hanya di tumbuhi pohon-pohon tinggi menjulang ,entah pohon apa aku tak ingin memikirkan nya .
"Ya Allah....bawa lah langkah kaki ku menuju tempat kakek ku berada " lirih ku dalam hati
sayup aku mendengar suara binatang bersahutan ,dan suara itu terdengar seperti suara monyet ,aku pun lantas berjalan ke arah suara itu berasal.
Semakin lama semakin jelas suara itu ,hingga aku melihat sebuah batu besar yang menempel di tengah-tengah tebing .
Entah kenapa aku merasa ingin terus memperhatikan nya , dan aku merasakan energi yang besar dari arah tebing itu .
Aku pun mencoba melangkah menuju tebing itu ,curam memang ,dengan hati-hati ku pijakan kaki ku melewati beberapa batu-batu cadas berwarna kecoklatan .
"Ya Allah....jika di sana letak pintu gerbang menuju alam siluman monyet itu ,maka mudahkan lah hamba untuk bisa memasuki nya " batin ku lagi
"bismillah......" aku mulai memanjat dinding tebing itu untuk bisa menuju batu besar itu ,dengan terus menyerukan nama Allah akhirnya aku sampai juga di batu itu .
Hawa panas langsung menjalari tubuh ku ,namun aku berusaha untuk tetap bertahan ,aku yakin kakek saat ini berada di alam siluman monyet .
Dengan mengangkat kedua tangan di depan wajah ,aku melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an ,dan dalam sekejap mata ku melihat sebuah kehidupan layak nya pedesaan jaman dulu , rumah-rumah di desa ini semuanya rumah panggung ,beratapkan daun kelapa kering dan jerami , dinding nya pun dari bilah bambu yang di susun , penduduk di desa ini terlihat tengah beraktifitas layak nya penduduk pada umum nya ,ada yang menyapu halaman ,ada yang menampih beras ,sedangkan yang satu nya tengah menumbuk biji padi ,para laki-laki pun terlibat sibuk ,ada yang membelah kayu ,membawa rumput dan lain sebagai nya .
Aku berjalan dan memasuki area pedesaan itu ,semua kegiatan para penduduk itu pun lantas terhenti dan menoleh pada ku .
"assalamualaikum......maaf jika kedatangan ku mengganggu kenyamanan kalian , saya tak bermaksud ......" belum selesai kata-kata ku salah seorang penduduk desa menyela
"ada urusan apa kamu datang kemari wahai anak manusia ,apa kamu tersesat?" tanya kakek berjanggut putih dengan kepala plontos menghadang ku
"kakek mu .....memangnya kamu yakin kakek mu berada di desa ini?" tanya nya lagi
"sepertinya kakek ku tidak berada di sini, tapi di hutan sebelah sana ,bukan kah disana tempat tinggal nya para siluman monyet?" tanya ku
"hm....kamu bukan anak sembarangan " gumam nya seraya mengangguk-anggukan kepala nya
"benar di hutan sana memang letak nya kerajaan siluman monyet putih ,tapi apa kamu yakin bisa masuk kesana dengan mudah ?" tanya nya lagi
"bismillah saja,... insyaallah Allah akan mempermudah tujuan ku " jawab ku mantap
kakek itu nampak melihat pada warga yang lain ,seakan meminta persetujuan , mungkin kakek ini adalah tetua yang di tua kan atau pemangku adat di sini,terlihat semua penduduk menganggukkan kepalanya.
"baiklah ....kita akan mengantarkan mu sampai depan gerbang kerajaan mereka , tapi kita tak bisa ikut masuk karena meskipun kita sama-sama dari kaum lelembut ,tapi kita sebenarnya bertentangan , jaga diri kamu baik-baik di sana ,dan berhati-hati lah " ucap kakek itu seraya memberi jalan untuk mu ,begitu pun dengan penduduk lain ,mereka membuka jalan ,aku pun berjalan beriringan dengan kakek yang ku yakini tetua di desa ini .
"sudah sampai sini saja,kami akan menunggu mu di sini semoga kamu dapat segera membawa kakek mu kembali" ucap kakek itu
"iya ,terima kasih banyak kakek ,dan semua nya " ucap ku ,kakek itu pun tersenyum
Aku pun menghela nafas panjang sebelum melangkahkan kaki ku masuk ke pintu gerbang antara desa dan kawasan kerajaan siluman monyet.
"bismillah....." aku pun mulai melangkahkan kaki ku ,baru beberapa langkah aku di hadang dengan beberapa ekor monyet ,tatapan nya tajam dengan menampilkan deretan gigi nya yang runcing , monyet-monyet itu mulai bergerak dan melompat ke arah ku.
"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum....." baru ayat pertama monyet-monyet itu nampak kepanasan ,aku pun melanjutkan membaca ayat kursi ,satu persatu dari monyet itu pun menghindar saat aku melangkah ,bahkan ada juga yang langsung menghilang.
__ADS_1
Hingga akhirnya aku melihat sebuah goa yang nampak gelap terlihat dari luar, satu monyet yang mengudara ku pun berlari dan masuk ke dalam goa itu .
Aku pun mengikuti kemana monyet itu pergi,namun baru satu langkah kaki ku di mulut goa , tiba-tiba batu-batu kecil berjatuhan membuatku kembali ke luar untuk menghindari nya .
"astaghfirullaah......." lirih ku
Aku pun mencoba sekali lagi dengan terus melantunkan ayat kursi dan beberapa surah lain nya ,aku pasrahkan diri dan meminta perlindungan dari Allah SWT .
"bismillahirrahmanirrahim......Ya Allah lindungilah hamba " lirih ku lalu segera melangkahkan kaki ku kembali memasuki goa
Meski niat dan tekad ku sudah bulat namun tak dipungkiri bahwa rasa takut juga terselip di hati ku,namun aku menguatkan diri jika Allah selalu bersama ku.
Perlahan dinding goa bergetar dan membuat batuan kecil di atas nya berjatuhan ,semakin ke dalam rasa panas semakin kurasa ,hingga pada saat aku di pertengahan goa aku melihat satu ekor monyet dengan mata merah menyala menatap ku tajam.
Tanpa aba-aba monyet itu melompat ke arah ku dan menyerang ku
sreeettt......
pipiku tergores oleh kuku runcing nya
"ah....sshhttt......" aku menyentuh pipi ku yang terasa perih dan panas
"nakal banget sih jadi monyet ,baru jadi monyet juga " ucap ku menata monyet yang akan kembali menyerang ku
"laahaula walaaquwwata Illa billah..... Allaahu Akbar...."
duk
brukkk
aku berhasil menendang monyet itu saat monyet itu kembali melompat pada ku
"sorry ya nyet ,kamu yang mulai sih " ucap ku seraya memperhatikan monyet itu yang tergeletak setelah membentur dinding goa,ada rasa iba melihat nya ,tapi mau gimana lagi , monyet itu hendak menyerang ku lagi ,aku pun membela diri .
Kembali aku mengangkat kedua tangan di depan wajah .
"bismillahirrahmanirrahim......qul a'uzu birabbin nas ,malikin nas ,illahin nas ,min syarril wass wasil khannas ,al lazi yuwaswisu fi sudurin nas ,minal jinnati wan nas...."
monyet itu pun pergi meninggalkan ku ,aku pun menatap nanar kepergian monyet itu ,hingga aku berjalan mengikuti arah monyet itu pergi ,aku yakin monyet itu lari ke tempat kakek berada .
Lorong goa ini terasa sangat panjang ,sudah sejak tadi aku berjalan namun tak juga mendapat jalan keluar .
Hingga aku melihat ada titik cahaya putih
"berjalan lah ke arah cahaya itu " suara seseorang yang nampak tak asing bagi ku , suara ini adalah suara kakek yang aku temui di desa gaib
"terima kasih kek " lirih ku
aku pun beranjak mendekati nya , semakin dekat cahaya itu semakin jelas ,hingga aku sudah sampai di pintu goa .
Mataku terbelalak melihat pemandangan di depan ku
"astaghfirullaahal'aziim.....Ya Allah......"
__ADS_1
***