
Sepanjang perjalanan ,entah kenapa aku malah kefikiran Aranta , dari gerak gerik nya tadi yang seolah menghindari sesuatu , sikap nya juga seperti waspada , dan bukan kali ini saja aku melihat nya seperti itu .
Apa ini ada kaitan nya dengan mimpi ku itu , tapi .....apa maksud nya, baru kali ini aku dibuat pusing dengan mimpi , biasanya aku tak pernah seperti ini.
"Bran...... Gibran...." suara Riswan menyentak ku
"eh iya ada apa ?" tanya ku
"tak mau turun kah ,kita sudah sampai " ucap nya
Allah....
aku sampai tak menyadari jika motor sudah berhenti di depan rumah , cepat-cepat aku pun turun dan membuka helm .
"mikirin apa sih sampe gak sadar kalau udah sampai" tanya Riswan
"gak ,bukan apa-apa , mungkin aku hanya butuh istirahat" sahut ku beralasan ,aku pun lantas berjalan mendahului Riswan
"yeeeh....malah di tinggal" gumam nya
"assalamualaikum....." ucap ku
"waalaikum salam ...." sahut nenek
"mama mana nek?" tanya ku
"jemput Ari sekalian nganterin makan siang buat papa mu" nenek Marni yang menyahut
aku manggut-manggut, lalu berpamitan ke kamar ku di lantai dua , bersama Riswan yang juga menuju kamar nya .
Saat aku membuka pintu kamar ku ,aku dibuat terkesiap saat melihat banyak kertas bertebaran di kamar ku , tempat tidur,lantai semua penuh dengan kertas-kertas .
"ya ampun nek.....nenek ngapain sih berantakin kamar aku , ini juga kertas HVS baru saja aku beli ,masa udah di giniin sih " keluh ku
"maaf tadi nenek ingin mencoba menggambar dengan menggunakan kertas itu ,tapi susah ambil nya ,tapi pas dapet malah jadi berantakan " jawab nya
"astaga ...." aku pun segera merapikan kembali kertas-kertas itu dan meletakan nya di dekat printer .
"nenek ngapain di sini ,bukan nya di sekolah ?pantesan aku gak lihat nenek di sana ?" tanya ku
"tadinya nenek mau pamit ,karena sekarang nenek sudah bisa membaca dan menulis ,berhitung juga , itu semua berkat bantuan mu , nenek mau ngucapin terima kasih dengan gambar yang nenek buat ,tapi gagal hehehe..... uhhukk.... uhhukk....."
"nah kan batuk kan ,jangan kebanyakan ketawa deh dah tua juga " ucap ku
"ya udah kalau gitu nenek pamit sekarang ya ,tuh suami nenek udah jemput " nenek bungkuk itu menujuk pada sosok pria yang berbadan tegap tengah tersenyum dan mengulurkan tangannya pada si nenek
"suami nenek meninggal saat masih muda , berbeda dengan nenek yang meninggal nya di usia 95 tahun , tapi karena ambisi nenek untuk bisa calistung ,alias baca tulis berhitung belum kesampaian makanya nenek gentayangan ,tapi kini nenek sudah pintar ,baiklah nenek pergi ,makasih untuk bantuan nya ,kau anak baik ,jika suatu saat kamu dalam masalah gunakan ini untuk membantu mu " nenek itu memberikan sebuah cincin tembaga dan langsung berjalan menuju laki-laki yang katanya suami nya itu
Namun setelah tangan mereka bertautan nenek itu berubah menjadi wanita cantik dengan balutan kebaya ala tempo dulu,badan nya pun tegap tak bungkuk lagi , kedua nya lalu melambaikan tangannya kemudian hilang di telan cahaya putih yang menyilaukan mata.
"kamu ngapain liatin tembok dari tadi ?" suara Riswan membuat ku terkejut
"enggak ,cuma berfikir aja gimana kalau tembok nya di ganti cat nya " sahut ku asal
"nambahin kerjaan orang aja " ucap Riswan seraya merebahkan tubuhnya di tempat tidur
"biarin kan yang di suruh kerja juga di bayar " sahut ku seraya membuka seragam sekolah ku .
"wow.....itu badan bisa kaya gitu diapain sih ,punya gue gak gitu " celetuk Riswan lalu mengangkat bawah baju nya dan memperlihatkan perut nya
__ADS_1
"kunci nya ya olahraga, lah " ucap ku lalu meraih kaos oblong polos warna hitam
"nah itu lah ,aku males olahraga hehehehe....." cengir nya
"jangan males-males masalah olahraga ,sehat kan buat kita juga ,dengan olahraga tubuh juga akan terlihat bugar " nasehat ku
"ya...ya....ya....,nanti lah kapan-kapan aku olahraga" cengir nya lagi
**
Matahari sudah kembali ke peraduan ,Riswan pun ia juga sudah kembali ke rumah nya ,tadinya ia ingin tidur di rumah ini ,namun ia di telfon untuk segera pulang ,katanya akan ada tamu yang nenek nya undang makan malam .
Mungkin calon istri paman Haris ,entahlah paman Haris sudah bersedia menikah atau belum ,aku tak ingin terlalu kepo .
"sayang mama sama papa pergi dulu ya " pamit mama yang sudah rapih dengan dress panjang berbalut hijab ,di samping nya ada papa yang juga berpakaian serasi dengan yang mama kenakan
Aku yang sedang menemani Ari nonton TV pun menengok begitu pula dengan Ari
"jangan lama-lama pergi nya " ucap Ari cemberut
tadi sempat ada drama ,karena Ari merengek ingin ikut ,namun karena acara nya mungkin akan sampai tengah malam akhirnya Ari tak di bolehkan ikut karena besok juga harus sekolah ,sebagai ganti nya mama dan papa menjanjikan piknik di hari Minggu.
"iya ,kamu tenang saja sebelum tengah malam mama pastikan sudah ada di rumah" jawab mama
"papa janji hari Minggu kita akan pergi piknik ,mau kemana ,puncak , Ancol ,atau ke kebun binatang ,atau kemanapun kamu mau papa antar " ucap papa
"kebun binatang dong aku mau lihat ular , harimau , singa ,tarantula ....."
"stop...., iya mama ngerti dan ngeri dengan hewan yang semua kamu sebutkan itu ,ya ampun....kenapa kamu suka nya hewan-hewan ekstrim semua " mama nampak menggelengkan kepalanya
"hahaha......sudah ya sayang , kamu boleh menyebut kan ular tapi jangan dengan tarantula,mama mu sangat takut sama laba-laba ,apalagi tarantula " ucap papa mengacak rambut Ari
"ya sudah kami berdua berangkat ya takut kemalaman " ucap mama
"iya ,kalian hati-hati" ucap nenek
"assalamualaikum...."
"waalaikum salam...." sahut kami
Mama dan papa pun akhirnya pergi meninggalkan rumah,mereka hendak menghadiri acara resepsi pernikahan teman kerja papa .
Malam semakin larut ,rasa kantuk pun menyerang ,hingga akhirnya aku memutuskan untuk ke kamar ,ku lihat Ari sudah tertidur dengan kepala masih berada di pangkuan ku.
Dengan hati-hati ku gendong tubuh nya lalu ku bawa adik ku ke kamar nya ,dengan perlahan aku meletakan Ari di tempat tidur nya.
Setelah itu ,barulah aku ke kamar ku ,namun aku jadi teringat cincin tembaga pemberian nenek bungkuk itu ,saat aku mencari nya tak ku temukan cincin itu ,padahal aku ingat betul meletakan nya di meja belajar ku tadi ,tapi kenapa tak ada.
"ehehehehe......cari apa cu.... ehehehehe...." tanya nek Wewe
"cari cincin tembaga yang pemberian nenek tadi" jawab ku dengan terus mengobrak abrik seluruh kamar ku .
"ehehehehe..... lalu itu ,apa di jari mu ehehehehe....." tunjuk nek Wewe pada tangan ku ,sontak aku pun melihat tangan ku
"loh,kenapa cincin ini bisa berada di jari ku ,bukan nya tadi di sana" aku nampak heran sebab aku sama sekali tak merasa memakai cincin itu
"ehehehehe..... sepertinya cincin itu memang tercipta untuk mu,makanya cincin itu langsung nempel sebelum kamu pakai ehehehehe....." ucap nek Wewe lagi
"kok bisa ya...." gumam ku
__ADS_1
"ya bisa lah ,orang itu bukan cincin biasa kok"timpal bang Popo yang tiba-tiba muncul
"tumben nyamperin ke sini" ucap ku
"bosan aku duduk terus di tembok sana , pengen lah lurusin pinggang rebahan di kasur empuk mu " sahut bang Popo seraya merebahkan tubuhnya yang terbungkus kain yang tak lagi putih
"awas aja kalau tempat tidur ku kotor " ancam ku
"ah iya ,tadi kata bang Popo ini bukan cincin biasa ,maksud nya ?" tanya ku
"ehehehehe......karena cincin itu memiliki energi buat pemilik nya ,dan bisa langsung menyatu dengan pemilik nya , energi dalam cincin itu dapat menyesuaikan dengan si pemilik baru ,jika si pemilik punya energi positif maka positif juga energi nya ,pun sebaliknya,jadi pergunakan cincin itu dengan sebaik mungkin , karena suatu saat kamu pasti akan di hadapkan dalam situasi bahaya dan tak ada yang dapat menolong mu ehehehehe.... " tutur nek Wewe
"kan masih ada Allah tempat ku meminta pertolongan ,aku tak mau jadi musrik dan menduakan Allah " tolak ku
"ehehehehe.....bukan seperti itu juga konsep nya Gibran ....kamu tetap meminta pertolongan Allah ,tapi melalui cincin ini kamu bisa terbebas dari bahaya yang mengancam, kan nenek juga katakan tadi ,energi cincin ini akan mengikuti energi pemilik nya ,lagipula yang ada di cincin itu juga merupakan jin putih ,tapi jika kamu berubah jadi orang yang jahat otomatis isi nya pun akan berubah jadi jin jahat juga , ngerti kan maksud nya ehehehehe......"tutur nek Wewe lagi
"tapi .... ini beneran gak apa-apa?" tanya ku
"gak apa-apa, mama mu saja memiliki benda pusaka yang selalu ia bawa kemanapun, bahkan semua orang berkemampuan khusus seperti mu rata-rata memiliki hal serupa untuk penjagaan nya ,dan itu di dapat tak serta merta karena keinginan , itu biasanya turun temurun ,sama dengan yang mama mu miliki" sambung bang Popo
"ehehehehe....kalaupun ada orang yang sengaja ngulik atau mencari-cari benda pusaka untuk dimiliki kebanyakan dari mereka yang menjadi tinggi hati dan takabur , itu karena energi yang terdapat di benda pusaka itu tak sesuai dengan pribadi si pemilik nya ehehehehe....." tambah nek Wewe
"begitu ya ..." gumam ku
"ya udah ,bang Popo balik lagi sana ke habitat nya ,aku mau tidur ,udah larut juga takut nya besok kesiangan shalat subuh" ucap ku mengusir bang Popo
"ok ...ok aku keluar " bang Popo melompat menembus jendela ,namun tak berselang lama aku mendengar suara berdebam seperti benda terjatuh dari ketinggian
"ehehehehe............dasar pocong kumis baplang ehehehehe......"
nek Wewe menertawakan bang Popo yang rupanya terjun bebas dari kamar ku .
Setelah menepuk tempat tidur dengan sapu lidi juga dengan lantunan doa ,dan ayat Al Qur'an aku pun segera merebahkan tubuh ku ,tidur dengan menyamping,hingga tak lama setelah aku selesai membaca doa sebelum tidur ,aku pun segera masuk ke alam mimpi .
**
Adzan subuh berkumandang aku pun segera menunaikan ibadah ku , seperti biasa selesai shalat aku lanjut dengan tadarus ,namun sayup aku mendengar suara seseorang tengah menyanyi .
"siapa yang nyanyi di jam segini, masa mama sih " gumam ku
Tak mungkin mama, meskipun aku tahu mama suka sekali bernyanyi bahkan suaranya pun merdu apalagi jika sedang mengaji .
Karena penasaran aku pun menyudahi bacaan ku ,lalu beranjak menuju asal suara.
Semakin aku keluar kamar suara itu semakin terdengar jelas ,emang bagus sih suara nya , tapi....siapa pagi-pagi begini udah nyanyi-nyanyi
"kak,itu mama bukan sih yang nyanyi ,kok suara nya lain?" tanya Ari yang juga keluar dari kamar nya ,bahkan nenek juga keluar dari kamar nya
"kakak juga gak tahu dek..."jawab ku
"kita lihat saja , seperti nya dari arah dapur " ucap nenek
"ya udah ayok...." aku pun berjalan di belakang nenek dengan Ari yang bergelayut di lengan ku
Hingga sampai lah aku di dapur , dahi ku berkerut antara percaya dan tidak,dia.....gadis berambut panjang itu....
"kamu ngapain di sini?" tegur ku ,dia pun sontak menoleh dengan sedikit berjengit ,mungkin terkejut
"loh....kamu ngapain juga di sini?" tanya nya balik
__ADS_1
"kakak cantik......."
***