
Sesampainya di balai desa kami pun berbincang dengan beberapa pegawai desa ,mereka menjelaskan tentang apa-apa saja kegiatan di desa ini ,kebetulan pagi ini merupakan jadwal posyandu bagi balita juga penyuluhan ibu hamil .
Kami pun berpamitan untuk segera menuju posyandu tersebut .Kami berangkat bersama para kader desa tersebut sambil membantu membawakan beberapa kardus yang berisi kan bubur kacang hijau dan susu formula untuk ibu hamil.
"maaf Bu,apa pemberian bubur kacang hijau dan susu hamil ini di berikan setiap ada kegiatan posyandu atau hanya sesekali atau gimana ya Bu?" tanya Riswan
"sebenarnya tak hanya bubur kacang hijau ,setiap bulan nya para kader akan memberikan beberapa makanan bergizi lain nya seperti buah-buahan atau susu ,begitu pula dengan para ibu hamil yang tak melulu di beri susu hamil " tutur ibu Karni yang ternyata menjabat sebagai ketua PKK desa ini.
"oh seperti itu ,lalu apa ibu asli warga sini?" tanya nya lagi
"iya ,saya lahir dan di besarkan di desa ini " jawab ibu Karni
"memang nya sejak kapan desa ini berdampingan dengan makam?" tanya Maya menimpali
"sejak kapan nya saya juga kurang begitu tahu ,tapi desa ini sudah seperti ini dari semenjak saya kecil ,bahkan dari zaman almarhum ibu saya tempat ini sudah seperti ini" tutur ibu Karni lagi
"apa ....makam almarhumah ibu nya ibu juga berada di desa ini?" tanya Aranta
"tentu , semua warga yang tinggal di sini jika meninggal dimakan kan di kampung ini ,sebab jika harus ke TPU lain kan tidak gratis ,setiap bulan kita harus bayar ,sedangkan sebagian besar warga di sini kan tergolong menengah ke bawah,jadi daripada harus bayar mending di sini saja ,mau ziarah juga tak perlu jauh ,setiap hari bisa" tutur Bu Karni lagi
"memang nya ibu gak merasa takut ?" tanya Lisa
"karena sudah terbiasa dari kecil ya rasa nya tuh biasa saja,asalkan kita bisa menjaga tutur kata ,etika dan tata krama ,jika salah seorang warga melanggar ,maka konsekuensi nya harus ditanggung sendiri " jelas nya lagi
"memang apa konsekuensi nya Bu?" timpal Luna
"palingan juga kena teror para hantu , tapi yang lebih parah jika ada yang melakukan tindakan yang lebih parah seperti membunuh misal nya ,jika ada yang seperti itu maka kematian lah yang akan di dapat ,dan itu menjadi karma tersendiri bagi orang yang melakukan nya ,makanya warga di sini percaya jika kita ingin hidup tentram,dan damai maka kita juga harus menaati peraturan yang ada " jelas Bu Karni lagi
Mereka semua terdiam setelah mendengar penuturan dari Bu Karni,tak berapa lama kami pun sampai di posyandu yang di maksud ,belum ada satupun ibu-ibu atau balita ,karena memang posyandu nya belum buka ,aku dan yang lain pun membantu apa-apa saja yang bisa kami lakukan untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Dimulai dari menyiapkan beberapa meja ,alat timbangan ,pengukur tinggi tubuh ,dan lain sebagai nya.
Kegiatan posyandu dilakukan di luar ruangan sebab bangunan posyandu yang kecil tak akan bisa menampung banyak nya balita dan ibu-ibu hamil yang datang.
Dan akhirnya semua persiapan sudah selesai ,kegiatan posyandu pun segera dilaksanakan,tanpa harus menunggu lama beberapa ibu yang membawa balita juga ibu hamil berdatangan.
Aku dan yang lain pun turut melakukan apa yang dilakukan para kader atau anggota PKK dalam menimbang berat badan dan tinggi para balita, selesai di timbang dan di ukur tinggi badan nya ,bubur kacang hijau pun di bagikan.
Aku yang membantu menimbang berat badan pun sesekali melirik pada Aranta yang tengah mendata nama-nama balita yang hadir.
Ada-ada saja tingkah para balita yang datang ,ada yang enggan untuk naik timbangan ,ada yang ingin cepat pulang sementara balita itu baru saja sampai ,namun ada pula balita yang terus menangis tanpa sebab ,ibu nya pun terlihat kewalahan.
"huuuh....bikin pusing saja ,itu anak-anak pada kenapa sih ,bisa nya nangis saja ,bikin kepala mau pecah saja " gerutu Ana yang berada tak jauh dari ku
"ya nama nya juga anak kecil ,ya wajar aja lah , kaya gak pernah kecil aja" sahut Luna yang berada di samping nya
"huh..." Ana terlihat mendengus,aku hanya menggeleng kan kepala mendengar nya ,namun perhatian ku kembali teralihkan pada sikap Aranta yang mau membantu ibu itu menenangkan anak nya , awal nya Aranta kesusahan ,namun dengan kelembutan nya Aranta mampu membuat tenang balita itu
__ADS_1
"tuh....kan cantik kalau gak nangis ,mau kakak kasih hadiah gak ?" tanya Aranta pada balita yang di pangku nya ,balita itu mengangguk dengan masih sesegukan
"baiklah kakak akan kasih hadiah tapi harus di timbang dulu ya ,mau kan?" bujuk Aranta
"au...." sahut balita perempuan itu mengangguk
"ok ayo kita timbang berat bada nya "seru Aranta seraya menggendong balita itu membawa nya ke arah ku
"mau duduk atau tidur ?" tanya Aranta pada balita itu saat hendak mendudukan nya pada timbangan
"uuk " sahut balita itu
"oh duduk.... baiklah ,kamu duduk ya ....pintar sebentar ya kita lihat berapa kilo adik cantik ini" ucap Aranta seraya melirik pada ku
Aku pun lantas mengukur berat badan nya
"dua belas kilo " ucap ku dan langsung di catat oleh Coky
"wah dua belas kilo ,sekarang kita ukur tinggi kamu ya,mau kan?" tanya Aranta lagi (jangan tanya berapa bulan balita nya , kira-kira saja balita seberat 12 kilo berapa bulan ok )
"au....au...." balita cerdas itu nampak antusias ,bagaimana tak cerdas di usia nya yang masih balita ,di saat berjalan pun belum bisa tapi sudah bisa berbicara meskipun tak jelas
Setelah balita itu selesai di timbang dan di ukur,Aranta pun memberikan bubur kacang hijau nya juga sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu yang menempel di kerudung nya ,aku fikir itu hanya hiasan , ternyata jepit rambut .
"dan...ini hadiah untuk mu karena kamu sangat cantik " balita itu nampak senang saat menerima jepit rambut nya
"kenapa aku seolah merasa tak asing dengan kata-kata itu " batin ku
"nanti kamu pakai jika rambut nya sudah banyak ya ,jaga baik-baik jepit rambut ini " balita itu mengangguk-nganggukan kepalannya dengan mata nya yang tak lepas dari jepitan rambut yang ada di tangan nya.
Aranta pun memberikan balita itu pada ibu nya .
"ini Bu ,sudah selesai "
"Alhamdulillah,terima kasih ya nak, Tiara ini memang sering nangis dan rewel tiap ke posyandu, tapi berkat mu kali ini Tiara bisa ditimbang tanpa harus banyak drama " ucap ibu itu nampak senang
"iya Bu , sama-sama ,dadah cantik ,kakak mau tugas lagi ok " Aranta mencium pipi gembul balita itu ,yang nampak kesenengan pada Aranta.
"ma...ma..kai.....ni....ma....kai.....ni...." celoteh balita itu menempelkan jepit rambut itu pada kepala nya
"ya ampun pintar dan lucu nya ,bikin gemas " gumam Aranta
aku yang sudah berada di belakang nya pun kemudian berbisik
"kamu mau yang seperti itu?" entah dorongan dari mana hingga aku bisa berkata seperti itu
"hah ... maksud nya?" tanya Aranta melihat pada ku
__ADS_1
"kalau kamu mau ,nanti setelah kita nikah kita juga akan punya baby yang seperti itu ,pintar lucu,dan cantik "
"iih....apa sih masih lama juga ,udah ah gak enak dilihatin , kamu tuh makin berani ya " Aranta tersipu lalu melengos pergi setelah sebelum nya mencubit perut ku ,aku pun terkekeh melihat Aranta yang seperti itu .
"ekhem .... dulu siapa ya yang mengatakan tak mau pacaran dulu sebelum lulus ,eh tau-tau malah udah tunangan aja ,abis itu bucin nya ngalahin yang udah pacaran lama " celetuk Riswan hingga aku melirik pada nya
"ini di luar skenario ,udahlah nanti aku jelasin ,udah sana kerja lagi " aku pun kembali membantu para ibu PKK .
"huh....dasar " dengus nya namun tak ku hiraukan
"Adnan ,kamu beneran sudah tunangan sama cewek aneh itu?" tanya Ana
"dia gak aneh " sahut ku datar
"tapi....."
"sudahlah jangan bahas itu ,kita sekarang sedang bertugas ,lakukan saja tugas mu dengan benar " ucap ku memotong ucapan nya
Aku pun lantas berpindah ke bagian lain ,kemudian menghampiri Riswan dan Dika yang bertugas mengabadikan foto dengan kamera foto yang sudah di siapkan sebelum nya.
"ramai juga di sini ya " gumam ku
"iya , apalagi banyak anak-anak yang pada nangis , tambah semarak acara nya " sahut Riswan
"bukan itu maksud ku" ucap ku cepat
"terus apa maksud mu ,jangan bilang kalau...."
"ya ....ramai juga hantu yang datang " ucap ku pelan
"heeeeh....sudah ku duga ,aku tuh daritadi diem-diem bae, pura-pura gak lihat mereka ,lah kamu malah sengaja merhatiin mereka " Riswan berdecak kesal pada ku
"merhatiin siapa ?" tanya Dika mendekat pada kami
"itu para kader PKK dan balita " sahut ku
"oh...."sahut Dika biasa saja
Setelah selesai penimbangan balita kini giliran untuk para kader PKK untuk melakukan penyuluhan pada ibu-ibu hamil, ada sekitar sepuluh orang ibu hamil yang datang ,itu pun ada beberapa yang tak hadir dengan berbagai alasan mereka .
Aku dan teman-teman yang lain pun hanya memperhatikan dan turut mendengarkan apa yang ketua PKK yaitu ibu Karni jelaskan ,beliau menjelaskan bagaimana tata cara mengurus bayi baru lahir ,juga perawatan tubuh bagi ibu yang baru melahirkan.
Namun baru saja acara penyuluhan berjalan beberapa menit tiba-tiba saja salah satu ibu yang hamil itu menjerit kesakitan ,sontak saja kami semua menjadi terkejut dan panik ,hingga beberapa dari kader PKK pun segera memeriksa keadaan nya .
"Ya ampun dia mau melahirkan" pekik ibu Karni
***
__ADS_1