
Setelah selesai mengerjakan shalat ,aku pun bergegas untuk berangkat ke rumah sakit ,tak lupa aku minta izin sekaligus memberi tahu kondisi Riswan pada mama dan yang lain, tentu saja mama yang juga sangat mengkhawatirkan keadaan Riswan pun turut ikut bersama ku, papa pun ikut serta ,sedangkan Aranta ,ia tak ikut karena tengah tertidur ,begitu kata Ari ,Ari pun sebenarnya ingin ikut namun karena ia sudah sangat menyayangi Aranta ,ia memilih untuk tinggal di rumah menunggui Aranta bersama nenek,sedangkan nenek Marni hari ini ia tak datang ke rumah ,karena anak nya sakit dan tidak ada yang menjaga cucu nya.
"Tante Lasmi,aku titip Aranta " ucap ku dalam hati
"pake di titipin segala ,emang nya dia barang apa ,cieee....ada yang mulai perhatian niiiihhh...." ucap Tante Lasmi meledek ku
"bukan gitu Tante kuntilanak yang cantiiiiikkkk.... hanya saja mungkin orang-orang yang mengincar nya sudah mengetahui keberadaannya di rumah ini, jadi aku minta penjagaan yang ketat " ucap ku gemas
"khikhikhikhi.......tak perlu nge gas juga kali ah....bikin Tante gemes ih,kamu tenang aja Tante akan kerahkan seluruh pasukan hantu di rumah ini untuk menjaga Aranta mu" ucap Tante Lasmi
"gak usah gitu juga kali ngomong nya " dengus ku kesal
"Lasmi dan bang Popo....tolong jaga rumah ,juga Ari dan Aranta ya" ucap mama langsung diacungi jempol oleh tante Lasmi ,bang Popo hanya mengangguk ,sedangkan kak Wowo ia juga ikut bersama kami ,karena genderuwo itu merupakan penjaga mama.
"kira-kira apa yang terjadi pada Riswan,semoga saja tak terjadi sesuatu yang buruk pada nya " lirih mama saat kami sudah berada di dalam mobil ,papa yang menyetir pun meraih tangan mama ,menarik dan mengecup punggung tangan nya
"kita berdoa saja semoga tidak terjadi sesuatu yang fatal pada Riswan " ucap papa dengan sebelah tangan nya mengatur kemudi
"iya mas ,amin " sahut mama
Saat mobil berhenti di lampu merah , seseorang mengetuk kaca mobil tepat di samping ku.
tuk tuk tuk
aku menoleh ,namun tak ada siapa pun ,kembali aku menempelkan punggung seraya mengecek notifikasi yang masuk
tuk tuk tuk
kembali kaca mobil di samping ku ada yang mengetuk,aku pun melirik dengan ujung mataku ,nampak sosok laki-laki dengan darah segar mengucur dari kepala nya yang mungkin retak, aku tahu maksud nya ,namun kali ini aku mencoba mengabaikan nya sebab fikiran ku kini tengah tertuju pada Riswan ,rasa cemas dan khawatir membuat ku tak bergairah untuk sekedar menyapa apalagi menjahili hantu-hantu.
Hingga akhirnya mobil pun kembali melaju
"tumben kamu anteng saat ada hantu ?" tanya papa melirik kaca spion kecil di atas nya
"lagi males pa....pa bisa lebih cepat lagi gak ?" tanya ku
"ini sudah cepat nak, sabar ,papa juga sama mencemaskan nya ,tapi papa juga harus memikirkan keselamatan kita juga nak" ucap papa
"maaf pa..." lirih ku
"kita berdoa bersama-sama semoga Riswan tidak apa-apa " timpal mama
"iya ma...." sahutku
Dalam hati aku berdzikir ,meminta kepada Sang Pemilik hidup untuk kesembuhan Riswan.
Kita pun akhirnya sampai di rumah sakit ,setelah papa memarkir kan mobil nya kita bertiga pun segera menuju ruang tempat Riswan di rawat.
Di lorong rumah sakit kita berjalan dengan tergesa bersama beberapa orang lain yang juga mungkin dengan tujuan yang sama dengan kita yaitu menjenguk sanak keluarga atau kerabat .
Ada juga yang berlari kesana kemari dengan membawa map ,mungkin isi nya surat-surat atau dokumen kelengkapan administrasi atau apa entahlah aku tak bisa menebak nya.
Hantu kepala buntung yang ku temui di depan ruangan mang Ujang dirawat pun kembali menampakan diri nya ,dan menggelinding diantara langkah kaki orang-orang yang berlalu lalang ,tak jarang kepala itu ketendang kesana kemari ,saat kepala itu menggelinding ke arah ku ,aku melangkahi nya begitu saja, termasuk mama dan papa juga nampak acuh pada kepala yang menggelinding ke sana kemari itu .
__ADS_1
Hingga kita sampai di depan kamar rawat Riswan ,aku melihat Tante Della (mama nya Riswan ) tengah menangis dengan paman Haris yang juga menenangkan Tante Della meski beliau pun sama sedih dan cemas .
"assalamualaikum...." ucap ku ,mama dan papa hampir bersamaan
"waalaikum salam...." sahut kedua nya melihat ke arah kami
"Nuri,... Riswan ....Riswan ...." Tante Della menangis tersedu yang langsung di peluk oleh mama
"memangnya kenapa dengan Riswan ,apa yang terjadi pada nya ?" tanya mama mengurai pelukan dan menatap tante Della
"Riswan ....dia bertingkah aneh Nur...dia seperti ketakutan dan selalu melempar apapun di dekat nya ,ia juga berteriak histeris , dokter bilang Riswan terkena gangguan pada syaraf otak hingga mengganggunya mental nya" ucap Tante Della
"apa....separah itu ?" seru papa paman Haris dan Tante Della mengangguk
"astaghfirullaahal'aziim....." desis papa mengusap wajah nya
"lalu kenapa kalian pada keluar bukan nya di dalam ?" tanya mama lagi
"dokter sedang memeriksa keadaan nya ,kita diminta keluar " sahut Tante Della
tak lama dokter pun keluar bersama seorang perawat
"dokter ,bagaimana keadaan anak kami?" tanya paman Haris
"saat ini anak bapak tengah istirahat,kami terpaksa memberi nya obat penenang kembali ,karena kami pun kewalahan pak" tutur dokter itu
"tapi kami boleh masuk dan melihat nya kan dok ?" tanya mama
"tentu,tapi diharapkan jangan terlalu ramai , takutnya pasien terganggu dan kembali mengamuk" tutur dokter itu lagi
setelah dokter berlalu kami pun masuk ,hanya aku mama dan papa ,sedangkan paman Haris dan Tante Della menunggu di luar ruangan .
"assalammualaikum" ucapku pelan
Terlihat Riswan terlelap dengan selang infus di punggung tangan kiri nya ,tak ada luka serius di kepala nya ,hanya luka lebam di kening dan pelipis nya.
"Wan.... ini aku Gibran ...." lirih ku
"sayang ...bangun nak ,mama sedih melihat mu seperti ini " suara mama terdengar serak dan bergetar ,terlihat papa mengusap punggung mama untuk menenangkan mama
mama menggenggam jemari Riswan dengan sebelah tangan nya mengusap kepala Riswan
Hatiku sakit melihat mama meneteskan air mata nya , sungguh aku paling tidak suka dan tidak mau melihat mama bersedih .
"Wan...ck....ayo dong bangun ,kamu gak kasihan apa sama mama , tuh lihat mama sampai bersedih seperti itu " suara ku pun ikut bergetar
"kalau kamu gak bangun juga aku pencet hidung kamu ya" ancam ku ,padahal tak mungkin juga Riswan menuruti apa yang aku katakan ,tapi aku tak peduli , aku ingin dia cepat bangun dan mama tak akan lagi bersedih .
"Gibran ...." tegur papa
"maaf pa" ucap ku menunduk
Saat aku menunduk aku melihat ada sekelebatan orang berlari di samping ku ,sampai aku mendongak ,mama dan papa pun melihat pada ku , lalu kami menengok ke arah pintu masuk
__ADS_1
Sosok anak kecil tanpa tempurung kepala berdiri dengan tatapan sendu ,kaki nya tak napak hanya mengapung sekitar lima senti di atas lantai
Papa terperanjat ,mama beristigfar sementara aku merasa iba ,sebab aku langsung bisa melihat bagaimana ia bisa meninggal dan arwah nya masih bergentayangan.
anak itu bernama Doni,kerap dipanggil Don-don , tubuh nya yang gemuk membuat pipi nya juga tembem ,namun dengan keadaan kepala yang tanpa tempurung menjadikan nya yang seharusnya lucu malah nampak menyeramkan, aku melihat anak itu tengah sakit keras ,dokter memvonis bahwa Don-don terkena tumor otak, dokter pun menyarankan Don-don untuk di operasi ,hingga sampailah Don-don di operasi ,namun Don-don malah menghembuskan nafas terakhirnya setelah beberapa jam selesai operasi. Tapi ternyata meninggal nya Don-don ini karena keteledoran dari dokter yang masih magang ,yang artinya belum berpengalaman,dan dokter magang itu melupakan tempurung kelapa Don-don , pihak keluarga tak ada yang curiga karena kepala Don-don dibalut perban , juga karena jenazah Don-don yang memang dimandikan dan langsung dinkafan kan di rumah sakit.
Hingga sampai saat ini tempurung kepala Don-don masih tersimpan di tempat khusus dan hanya dokter magang itu saja yang tahu .
"astaghfirullaahal'aziim...." lirih ku ,rupanya anak kecil itu menjadi korban malpraktek
"ada apa nak ?" tanya mama
"tidak apa-apa ma" jawab ku
sosok anak kecil itu pun menghilang ,di susul dengan suara lenguhan Riswan.
"Alhamdulillah..... kamu sudah bangun nak " ucap mama
Riswan menoleh ke arah mama
"mama....papa...." kemudian Riswan pun menengok pada ku
"Gibran "
"iya ini aku " sahut ku ,tak lupa aku memencet tombol di samping ranjang Riswan
Tak lama dokter pun datang dan segera memeriksa nya
"Alhamdulillah.... kondisi nya sudah mulai membaik " ucap dokter itu seraya menampilkan senyumnya
Tapi baru saja dokter hendak beranjak tiba-tiba Riswan berteriak ketakutan , tentu saja itu membuat kami terkejut hingga paman Haris dan Tante Della pun memasuki ruangan
"aaaaakkkkkhhhh......pergiiii........pergiii...." teriak nya histeris
"Riswan....kamu ini kenapa sih " tanya Tante Della terisak
namun Riswan tak menjawab ia hanya menatap pada arah belakang Tante Della ,aku pun menengok pada arah yang Riswan lihat tadi ,sosok anak kecil tanpa tempurung kepala juga kepala buntung tengah menatap datar pada kami.
"apa jangan-jangan Riswan melihat mereka ?" batin ku
Saat aku melihat dokter sudah menyiapkan suntikan aku sontak berseru
"jangan dokter , apa yang dokter lakukan,penggunaan obat penenang berlebih itu bisa berbahaya , apa dokter lupa dengan seorang anak laki-laki yang meninggal akibat keteledoran dokter "
"apa maksud mu?"
***
Hai Adnan lovers....maaf ya othor kaleng-kaleng telat up nya ,kemaleman pula , dikarena kan othor kaleng-kaleng seharian ini sangat sibuk sampai tak ada waktu buat pegang ponsel sekalipun. Tapi meskipun begitu aku tetap usahakan buat up ,meski rasa ngantuk mulai menyerang.
Jadi maafkan othor kaleng-kaleng ini ya jika banyak typo ,🙏🙏🙏
so jangan bosan-bosan menunggu cerita ku ya
__ADS_1
love you all
😘😘😘