The INDIGO

The INDIGO
Digerebek


__ADS_3

Baik Rifki maupun Nuri keduanya sama-sama terkejut


Setelah Gibran menceritakan kronologi kematian Dirga ,Nuri dan Rifki pun turut merasa sedih dan mereka ingin ikut membantu Gibran menemukan jasad Dirga.


"ternyata kalian juga bisa melihat ku " ucap Dirga


"ya ,kamu tenang saja ,kita akan membantu menemukan jasad mu ,aku akan pastikan kedua pelaku nya akan mendapatkan hukuman yang setimpal " ucap Rifki


Ia menjadi geram sendiri,karena bagaimana pun ia juga seorang ayah sama seperti Dirga, ia tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada anak dan istri nya jika ia ada pada posisi Dirga


"berani nya mereka melakukan pembunuhan,dan memisahkan seorang ayah dengan anak nya ,juga seorang suami dengan istri nya" geram Rifki ,ia pun segera meraih ponsel nya dan terlihat menghubungi seseorang


"hallo .... tolong awasi dua orang yang bernama Dani dan Burhan,mereka merupakan rekan kerja teman ku yang sudah menghilang sejak dua Minggu yang lalu ,dari apa yang aku tahu teman saya itu pergi bersama kedua orang itu, aku curiga kedua orang itu telah melakukan sesuatu pada teman ku,untuk data lebih lanjut nya mengenai mereka nanti aku akan kirim kan .....terima kasih " Rifki pun mengakhiri panggilan telpon nya


"mas nelpon siapa?" tanya Nuri


"dia teman kuliah ku ,kebetulan ia seorang petinggi kepolisian jadi aku manfaat kan saja dia " jawab Rifki


"kamu nih mas ,gak baik tahu manfaatin orang " decak Nuri sebal


"becanda kok "sahut Rifki nyengir ,kemudian Rifki beralih pada Dirga


"kamu tahu nama lengkap dan alamat rumah serta tempat kalian bekerja?" tanya Rifki


Dirga pun mengangguk dan segera memberitahu kan informasi mengenai dua rekan kerja nya yang sudah tega melakukan pembunuhan terhadap nya.


Setelah mencatat nya ,Rifki pun kembali menghubungi seseorang yang ahli dalam IT untuk melacak keberadaan kedua orang itu.


Tak beberapa lama sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel nya ,Rifki tersenyum lalu mengirimkan nya pada rekan polisi nya yang tadi ia hubungi.


"kalau begitu sekarang kita bersiap untuk pergi ke TKP" ucap Rifki


"baiklah kalau gitu aku juga ikut ya " pinta Nuri


"tentu" sahut Rifki


Setelah berpamitan pada Dewi ,Rifki ,Nuri ,dan Gibran pun pergi bersama hantu Dirga ,Wewe ,dan Wowo,sementara bang Popo dan Lasmi si kuntilanak diminta tinggal di rumah untuk menjaga Ari dan Dewi.


"pantas saja kuntilanak itu selalu ada di dekat gadis itu rupanya hantu itu penjaga nya " gumam Dirga


Ia merasa takjub sekaligus merasa aneh sebenarnya ,karena baru kali ini ia mengetahui ada satu keluarga yang akrab dengan hantu.


Nuri duduk di depan menemani Rifki yang mengemudikan mobil ,Gibran duduk di bangku tengah belakang Rifki bersama Wewe ,seperti biasa Gibran akan tiduran di pangkuan Wewe jika saat tak ada siapa pun di mobil.


Dirga ada di bangku paling belakang ,sementara Wowo di atap mobil


"ya ampun.... baru kali ini aku melihat anak manusia tiduran sambil dielus-elus makhluk astral " batin Dirga


"ternyata hantu juga bisa membatin ya " celetuk Gibran


"gini-gini juga aku mantan manusia ,ya pasti masih bisa membatin lah" sahut Dirga


"tapi aku baru tahu ada manusia yang bisa akrab dengan para hantu,satu keluarga lagi" ucap Dirga lagi

__ADS_1


"apa adikmu juga sama?" tanya Dirga


"Ari hanya bisa melihat hantu dari pantulan cermin dan benda lain nya " sahut Gibran dengan memejamkan mata


"oh...pantas saja " gumam Dirga ,ia kembali teringat saat ia berada di dekat Ari namun Ari bersikap biasa saja ,berbeda saat ia berada dekat cermin.


Di depan sana Nuri dan Rifki hanya diam sambil mendengarkan perbincangan antara anak sulung nya dan hantu yang handak mereka tolong.


Sebelum berangkat sebenarnya Rifki sudah menghubungi pihak kepolisian untuk datang juga ke tempat yang ia tuju.


Saat tiba di persimpangan jalan yang sepi dan gelap ,karena hari sudah malam ,mereka pun tadi sudah mampir ke masjid untuk melaksanakan sholat Maghrib dan isya, Rifki menghentikan laju mobil nya saat tiba-tiba di jalanan ada beberapa orang tengah berjalan memenuhi badan jalan.


Cukup lama Rifki menunggu namun orang-orang tersebut nampak nya tak menghiraukan keberadaan mobil di belakang nya ,mereka tetap berjalan dengan pelan,tanpa memperdulikan orang lain yang juga hendak menggunakan jalan tersebut.


"sepertinya mereka bukan manusia " ucap Nuri


"darimana kamu tahu?" tanya Rifki


"lihat saja kaki mereka tidak napak " sahut Nuri lagi


"oh iya bener,terus gimana ini ,masa kita terus berada di belakang mereka sih ,apa aku klakson saja ya supaya mereka minggir " ucap Rifki hendak menekan klakson namun di larang oleh Nuri


"jangan mas " seru Nuri


"terus kita harus bagaimana?" tanya Rifki lagi


"biar aku yang tangani" ucap Gibran tiba-tiba


"kamu yakin sayang?" tanya Nuri menoleh pada anak nya


"hati-hati " ucap Rifki


Gibran pun mengangguk


"ehehehehe.....nenek awasi dari sini " ucap Wewe yang berpindah tempat ke bawah pohon beringin yang tak jauh dari sana ,Wowo pun turut mengikuti Wewe.


"assalamualaikum.....permisi " ucap Gibran yang sudah mendekat dan berbaur bersama para hantu itu


Serentak para hantu itu pun menoleh pada Gibran , masing-masing pada hantu tersebut memiliki luka robek di berbagai anggota tubuh nya.


Wajah pucat serata tetesan darah berlumuran di sekujur tubuh para hantu itu pun membuat Gibran mual ,namun ia mencoba untuk menahan nya.


"maaf kalau boleh saya mau minta izin untuk lewat ,bisakah kalian memberi kami jalan ,mobil kami tak bisa lewat " izin Gibran


"kenapa kalian tak lewat saja seperti kebanyakan pengendara lain?" tanya salah satu hantu yang paling dekat dengan Gibran


"kami tak mau celaka seperti yang sudah-sudah,kalian sengaja berada di jalanan seperti ini untuk mencelakai para pengendara yang lewat ,iya kan?" tebak Gibran ,dan tebakan nya itu sama sekali tak meleset


Tanpa disangka-sangka sekelompok makhluk astral tersebut hilang tak berbekas.


"loh mereka kenapa pada pergi ?" gumam Gibran


"ehehehehe....itu karena kamu sudah tahu niat buruk mereka ,mereka membebaskan kita untuk lewat , ehehehehe....." tutur Wewe

__ADS_1


"oh...bagus lah ,jika seperti itu tak perlu aku bersusah-susah membujuk mereka " ucap Gibran seraya berjalan kembali menuju mobil


"beres" Gibran mengacungkan jempol ke arah Nuri lalu memasuki mobil


Rifki pun kembali melajukan mobil nya.


Sekelebatan gambaran terlihat jelas oleh Gibran manakala mobil melewati jalanan yang tadi terdapat puluhan makhluk astral,di jalan itu rupanya sering terjadi kecelakaan yang di sebab kan oleh makhluk tak kasat mata yang menginginkan tumbal , hal itu terjadi karena di masa lalu ada seseorang yang merupakan sesepuh di daerah tersebut bersekutu dengan setan untuk tujuan kemakmuran dan kemajuan desa nya dengan menumbalkan seseorang yang melewati jalan tersebut.


Penumbalan tersebut pun tak sempat dihentikan karena orang yang merupakan pelaku penumbalan tiba-tiba hilang tanpa ada siapa pun yang tahu kemana pergi nya ,ada cerita jika orang tersebut berpindah dimensi ,ada pula yang mengatakan jika orang itu menjadi demit.


Berita itu pun menjadi simpang siur dikalangan masyarakat setempat,dan hingga saat ini kecelakaan yang merenggut nyawa itu pun masih kerap terjadi.


"pantas saja " lirih Gibran


Malam semakin larut , Rifki pun berhenti di sebuah penginapan


"kita bermalam saja dulu di sini ,besok pagi kita lanjutkan kembali perjalanan " ucap Rifki


Rifki lalu memesan dua kamar.Namun tiba-tiba hantu Dirga berbisik pada Gibran


"kenapa malah ke hotel ini?"


"memang nya kenapa?" batin Gibran


"ini kan hotel melati , tempat yang biasanya digunakan untuk....." Dirga berhenti berbisik saat Nuri melirik ke arah nya


"mas....memang nya benar ya kalau ini hotel melati ,kok gak ada tulisan nya ?" tanya Nuri berbisik


"hehehe...iya sayang ,maaf ya ,hanya hotel ini satu-satunya yang masih ada kamar kosong nya ,hotel yang lain sudah pada penuh " sahut Rifki ,yang sebenarnya ia pun terpaksa memilih hotel tersebut.


Sebab saat di mobil Rifki sudah mencoba memesan pada hotel lain yang terdekat namun semua kamar nya penuh ,dan hanya tinggal hotel melati ini saja yang tersisa.


Dua kamar sudah di pesan ,kamar Gibran bersebelahan dengan kamar orang tua nya ,sementara para hantu tinggal di mobil untuk berjaga-jaga.


Tepat pukul dua belas malam ,di saat semua sudah terlelap ,pintu di ketuk dari luar.


tok tok tok


Nuri pun merasa terganggu akan suara ketukan nya ,ia pun membangunkan suaminya dan segera mengenakan hijab instan nya.


"mas....bangun....ada yang ngetuk pintu,mas bukain gih" ucap Nuri menggoyangkan tubuh suami nya


"hm...siapa malam-malam begini ngetuk pintu ,kurang kerjaan banget " decak Rifki sambil menguap


Hal sama pun terjadi di kamar Gibran ,Gibran yang baru memejamkan mata itu pun harus kembali terbangun karena mendengar suara ketukan pada pintu.


tok tok tok


"bisa buka kan pintu nya kami dari Kapolres " seru seseorang yang mengetuk pintu


Sontak saja Gibran ,juga Rifki dan Nuri pun terperanjat di kamarnya masing-masing


"Kapolres...."

__ADS_1


"mas...apa kita kena gerebek polisi?"


***


__ADS_2