The INDIGO

The INDIGO
Ternyata benar Aranta


__ADS_3

Seorang gadis berparas cantik yang baru keluar dari dalam taksi langsung di kerubungi anak-anak,ia lalu berjongkok untuk menyamakan tinggi tubuh nya dengan anak-anak itu ,dengan gemas gadis itu pun menciumi satu persatu dari anak-anak tersebut.


"kalian apa kabar? maaf ya kakak baru bisa datang lagi " ucap nya


"iya kakak kok baru datang lagi ,kita fikir kakak sudah gak bakal datang nemuin kita lagi "sahut salah satu anak


"kakak nya sibuk sayang ,maaf ya" ujar nya lagi


Kemudian ia berdiri dan menatap hangat pada dua orang yang tengah memperhatikan nya .


"yuk kita ke sana ,pak maaf ya ngerepotin ,tolong bawakan barang-barang ku ke sana ,maaf ya " minta nya pada driver taksi nya


"iya non tidak apa-apa" sahut nya dan langsung membawa satu persatu barang bawaan nya


Ia berjalan bersama anak-anak itu menuju kedua orang yang sedari tadi diam menatap nya .


"kalian main lagi gih " ucap nya pada anak-anak itu, anak-anak itu pun menurut dan kembali bermain


"assalamualaikum....."


"waalaikum salam ,tahu gitu tadi kita berangkat nya barengan saja sayang " ujar Nuri


"tak apa-apa Tante ,tadi aku harus mampir ke beberapa tempat dulu,kalau berangkat bareng kan gak enak ngerepotin " sahut nya


"eh tapi aku juga gak tahu sih kalau tujuan kita sama" ucap Aranta lagi ,ia memang tak tahu jika pemilik panti asuhan ini adalah Nuri


"ya ampun Aranta ....sejak kapan kamu suka datang ke panti ini?" tanya Nuri lagi ,ya....gadis itu adalah Aranta ,sementara Gibran pandangan nya beralih pada sosok wanita bertudung merah yang berdiri di ujung jalan.


"sejak pertama aku masuk kuliah Tante,saat itu aku gak sengaja bertemu salah satu anak yang tengah kebingungan ,ternyata anak itu lupa jalan pulang ,akhirnya aku anterin ,eh ternyata rumah nya di sini ,nah sejak itu lah aku sering datang ke sini Tante " ujar nya


"anak yang mana ?" tanya Nuri


"tuh Sasa Tante " tunjuk Aranta pada Sasa yang tengah bermain bersama yang lain


"Sasa...." gumam Nuri


"terima kasih ya pak,ini tambahan buat bapak" ucap Aranta seraya memberikan uang satu lembar lima puluh ribu.


"iya non ,makasih " sahut bapak driver taksi nya saat menerima uang itu


Aranta pun menoleh pada Gibran yang dari tadi tak terdengar suara nya.Aranta lalu mengikuti arah pandang Gibran.


"jangan dilihatin ,nanti baper dia" ucap Aranta tiba-tiba


Gibran menoleh lalu berkata


"jadi dialog itu berasal dari mu ?"


"maksud nya ?"kening Aranta berkerut


"tak usah di fikirkan ,aku hanya sedang mencoba berkomunikasi saja dengan wanita itu , ternyata dia tidak berbahaya ,hanya saja wanita itu tengah menunggu anak nya yang sampai saat ini tak kunjung datang " tutur Gibran


Aranta terdiam dengan wajah bingung nya


"lalu apa yang terjadi sebenarnya nak?" ga ya Nuri penasaran


Aranta yang merasa bingung pun melirik calon mama mertua nya tersebut ,lalu beralih menatap Gibran yang mulai bicara.


"kata nya saat itu anak nya bersekolah di sini,dulu di tanah ini berdiri sebuah bangunan sekolah TK ,akan tetapi karena terlibat sengketa tanah antar dua belah pihak, sekolah ini pun terpaksa di tutup dan di bongkar lalu di rubah menjadi sebuah rumah,namun kemudian yang menghuni rumah ini semuanya meninggal karena sakit dan kecelakaan" tutur Gibran


"lalu hubungan nya dengan wanita itu apa?" tanya Nuri tak sabar


"saat masih menjadi bangunan TK ,anak dari wanita itu bersekolah di sini ,tapi karena wanita itu dan suami nya sudah berpisah wanita itu tak bisa leluasa bertemu anak nya sebab mantan suami nya melarang mereka bertemu,hingga suatu hari ia tak pernah melihat anak nya lagi , berminggu-minggu hingga berganti bulan wanita itu tetap datang hanya untuk bisa melihat anak nya ,namun anak nya tak pernah terlihat lagi datang ke sekolah.Hingga ia berinisiatif untuk menanyakan nya kepada guru nya ,namun belum sempat niat nya itu terlaksana , tiba-tiba dari kejauhan muncul sebuah mobil truk meluncur dengan kecepatan tinggi,posisi wanita itu tepat berada di tengah jalan, karena terkejut wanita itu tak bisa menghindar ,hingga kecelakaan pun tak dapat terhindarkan,wanita itu tewas dengan luka parah di kepala,namun sebelum ia menghembuskan nafas terakhir nya ia sempat berucap bahwa diri nya akan tetap menunggu anak nya di tempat itu ,dan mungkin karena sampai saat ini mereka belum bertemu makanya arwah nya tak tenang " tutur Gibran menjelaskan

__ADS_1


"innalilahi wainailaihi rajiun.....kasihan sekali ,tega banget sih mantan suami nya melarang anak dan ibu bertemu,padahal selama sembilan bulan ibu nya yang mengandung ,tapi setelah lahir malah seenak nya saja melarang bertemu anak nya" desis Nuri berubah geram mendengar penuturan Gibran


"terus sekarang kira-kira anak nya usia nya sudah berapa tahun?" tanya Aranta


Gibran tak langsung menjawab ,ia menoleh pada bangunan panti asuhan itu,lalu menatap nya dengan berkonsentrasi.


"1990 ... usia anak masuk TK kira-kira usia lima sampai enam tahun jadi kira-kira usia anak itu sekarang...antara tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan tahunan" jawab Gibran


Aranta merasa bingung dengan apa yang di lihat Gibran karena ia sama sekali tak bisa melihat apa pun selain tulisan panti asuhan.


"berarti sudah lama juga ya kejadian nya " lirih Nuri


"loh....kok kalian malah ngobrol di luar sih ,ayok sini masuk " ajak Nana yang baru saja keluar


"eh iya mbak, ini kita lagi lihatin anak-anak main " sahut Nuri ,perhatian Nana pun beralih pada Aranta


"eh ada tamu ,sudah lama ya tak datang ,ayok silahkan masuk , anak-anak pasti senang " ujar Bu Nana setelah melihat beberapa kardus dan paper bag di sana


" iya Bu , terima kasih " sahut Aranta


"Gibran ,..ini loh kakak cantik yang dimaksud anak-anak waktu itu" ucap Nana pada Gibran


"iya Bu,aku sudah tahu" sahut Gibran tersenyum


"mereka seperti nya cocok,yang satu ganteng ,satu nya cantik ,pasti kalau mereka menikah anak-anak nya lucu-lucu" batin Nana ,ia tak tahu jika Aranta dan Gibran memang akan menikah di waktu dekat


"ya sudah ayok kita ke dalam , sekalian ada yang mau aku sampai kan " ajak Nuri


Mereka pun berpindah ke dalam ,sedangkan barang-barang bawaan Aranta sudah ada yang membawakan dari pihak panti.


"Jeny....tolong ambilkan minum ya" ucap Nana pada putri angkat nya yang berusia lima belas tahun.


"iya Bu..." sahut Jeny , Jeny memiliki paras yang lumayan cantik ,dan entah kebetulan atau apa wajah nya malah mirip dengan Nana, Jeny bahkan diam-diam mengagumi Gibran sebab menurut nya Gibran merupakan laki-laki yang baik dan penyayang.


"ya...banyak yang bilang begitu tapi untungnya dia lebih cantik dari ku " Nana terkekeh


"ah...mbak Nana selalu saja begitu ,mbak Nana juga sama cantik nya kok dengan Jeny hanya saja perbedaan nya di umur " canda Nuri , Nana pun tergelak mendengar candaan teman nya itu.


"hahaha...iya kamu benar ,eh ngomong-ngomong ada kabar apa yang mau kamu sampaikan pada ku?" tanya Nana


"jadi begini... insyaallah...akhir bulan ini mereka mau menikah" ucap Nuri melirik Gibran dan Aranta


"mereka ....Gibran dan....." Nana yang tak tahu nama Aranta pun hanya bisa menatap nya


"nama nya Aranta" ucap Nuri lagi


"loh.... jadi kalian berdua......" Nana nampak terkejut saat mengetahui Gibran dan Aranta ada hubungan dan hendak menikah


" Aranta ini anak sahabat nya mas Rifki ,mbak Nana ingat gak sama Seno?" tanya Nuri


"Seno.... Seno...." Nana nampak mengingat-ingat dengan mengetuk dagu nya


"ah...iya aku ingat ,pantas saja melihat nya seperti aku melihat siapa gitu , kaya gak asing" sahut Nana lagi setelah ia dapat mengingat nya


"wah gak nyangka ya,dari sahabat jadi besan" ucap Nana


"eh tapi sebentar ,waktu itu kamu mencantumkan nama AA kan di buku pengunjung,apa AA itu singkatan dari nama Aranta dan Adnan ,Gibran kan nama nya Adnan?" tanya Nana,di panti itu memang menyediakan buku semacam buku absensi jika di sekolahan,hanya saja panti menggunakan buku tersebut agar Nuri selaku pemilik bisa tahu siapa-siapa saja yang mengunjungi panti nya,dan itu merupakan ide konyol dari Jeny yang saat itu masih berusia sepuluh tahun,dan hingga saat ini kebiasaan itu tak pernah hilang.


Mendengar itu Gibran pun menoleh pada Aranta yang duduk nya dekat Nuri


"hehehe.... iya duh ...ketahuan kan" sahut Aranta meringis senyum,ia merasa malu karena nama inisial itu dapat di tebak dengan mudah ,wajah nya pun sampai memerah menahan malu


"dasar " gumam Gibran dalam hati ia sampai mengulum senyum nya

__ADS_1


Jeny yang mendengar jika Gibran akan menikah menjadi murung, ia yang baru masuk masa pubertas dan baru menyukai lawan jenis pun merasa sakit hati.


Dengan kondisi nya yang tengah sakit hati itu pun Jeny berjalan malas seraya membawakan tiga minuman.


"ini minum nya kak" ucap Jeny yang hanya pada Gibran saja ia berbicara


"terima kasih ya" bukan Gibran yang berbicara tetapi Aranta


"iya " sahut Jeny sekena nya


"Bu,...aku permisi ke kamar ya" ucap Jeny meminta izin


"kamu tuh betah banget berada di kamar terus " gerutu Nana


"wajarlah mbak ,nama nya juga anak gadis,mau nya ngamar terus ,aku juga waktu dulu begitu" ucap Nuri memaklumi


Tiba di kamar nya Jeny pun langsung menutup pintu dan mengunci nya ,ia pun menangis tanpa mengeluarkan suara nya ,sebab ia takut yang di luar mendengar suara tangisan nya .


"hiks...hiks....kok bisa sih kak Gibran udah mau nikah saja ,bukan nya nungguin aku dewasa ,kan gak lama juga, palingan tiga atau empat tahunan lagi "lirih nya


"ehehehehe....ya ampun rupanya gadis ini menyukai Gibran " ucap Wewe yang rupanya mengikuti Jeny ke kamar nya


**


Di sekolahan


Kondisi Ari yang sudah membaik membuat ia memutuskan untuk kembali ke kelas nya ,meski Yoga sudah menyarankan nya untuk pulang dan beristirahat tapi Ari menolak nya ,ia tetap kekeuh ingin kembali masuk kelas.


"ya sudah iya kamu ke kelas lagi ,tapi janji kamu harus baik-baik saja ,jangan pingsan lagi seperti tadi " ucap Yoga , kini mereka tengah berjalan di koridor


"iya ...ih kamu tuh bawel banget sih " sahut Ari


"lagian kamu kan tahu sendiri aku tadi pingsan karena perut ku kosong ,sekarang kan perut ku sudah ada isi nya ,jadi gak mungkin lagi lah aku pingsan " ujar Ari dengan seraya menujukan deretan gigi nya yang rapih


"aku bawel juga karena aku tuh sayang sama kamu Ari " ucap Yoga,namun ia hanya berani mengatakan nya dalam hati


"ya sudah kalau gitu aku masuk ya ,makasih sudah di anterin sampe ke depan kelas segala " ucap Ari saat mereka sudah tiba di depan kelas Ari


"iya ,sana masuk , aku juga mau balik ke kelas ,nanti pulang nya aku antarin ya" ucap Yoga


"ehm...iya " Ari pun langsung masuk ke kelas dan Yoga juga pergi menuju kelas nya


Ari pun duduk di kursi nya ,tatapan aneh dari teman-teman nya terarah pada nya ,namun Ari nampak cuek dan tak menghiraukan nya,tapi bukan berarti ia tak tau tentang gosip tentang nya saat ini. Ari hanya tak ingin berbicara apapun sebab mau seperti apa pun ia menyangkal dan memberi kejelasan jika pada dasar nya mereka tak suka pada nya ,mau sampai mulut berbusa pun gak akan ngaruh apa-apa ,jadi ia memilih untuk diam.


"terserah mereka mau bilang apa tentang ku ,toh aku tak seperti apa yang mereka fikirkan, aku juga gak pernah ngerepotin mereka " batin nya


"nyangka gak sih orang yang kelihatan nya alim,diem ,dan sok jual mahal tiba-tiba tekdung ,wooow....kalau gue sih amazing banget tuh rasa nya "


" makanya jangan terkecoh dengan tampilan luar ,kita kan gak tahu sifat asli nya tuh kaya apa"


"iya bener "


" tapi menurut ku ga aneh juga sih ,kan dia juga tukang gonta-ganti pacar,eh tapi dia kan deket banget tuh sama kakak kelas kita yang gendut itu,apa jangan-jangan dia ayah bayi yang dikandung nya ya ,kalian lihat sendiri kan sikap nya seperti apa sama dia"


"wah bisa jadi tuh "


Mereka semua menggibahi Ari tanpa memelankan suara nya , sempat terpancing emosi juga sebenarnya Ari saat mendengar nama Yoga dibawa-bawa namun ia masih mencoba untuk diam dan mengabaikan nya.


Namun salah satu teman sekelas nya merasa kesal sebab Ari yang sedari tadi jadi bahan pembicaraan hanya diam ,padahal mereka sudah menyindir nya habis-habisan.


Tiba-tiba ia bangkit dan


BRAKKK

__ADS_1


***


__ADS_2