The INDIGO

The INDIGO
Kuntilanak jahil


__ADS_3

Seperti yang sudah di rencanakan sebelum nya,pagi ini mereka semua akan pergi mengunjungi sekolah dasar ,Merlin dan Aranta nampak salah tingkah ketika mereka berada dekat atau tak sengaja bersitatap dengan Gio dan Barra ,sebab mereka masih mengingat jelas saat keduanya yang tanpa busana ,dan itu cukup membuat kedua nya merasa risih ,sebisa mungkin ke dua gadis itu menghindari mereka.


Namun berbeda dengan Gio dan Barra ,justru kedua nya merasa takut saat melihat Aranta ,mereka berfikir jika Aranta adalah perwujudan dari nenek sihir sesuai dengan apa yang mereka lihat tadi malam .Padahal yang semalam itu adalah Wewe yang menyamar menjadi Aranta .


Gio da Barra pun akhirnya menyadari jika kejadian semalam itu nyata adanya bukan mimpi seperti yang mereka kira.


"apa si Adnan tahu rencana kita , sepertinya dia marah pada kita" tanya Barra berbisik di samping Gio


"entahlah ,tapi sepertinya dia memang tahu , dia juga kan sempat mengancam kita untuk tak macam-macam dengan Aranta ,berarti dia memang sudah tahu ,tapi...darimana dia tahu?" tanya Gio


"mungkin cewek nya yang bilang ,secara dia kan nenek sihir ,tapi apa menurut loe si Adnan tahu jika tunangan nya itu bukan manusia ?" tanya Barra


"biarin saja lah ,gw gak mau lagi berurusan dengan cewek itu ,ngeri ...takut gw" sahut Gio


Kedua nya pun akhirnya menghentikan bisik-bisik mereka saat mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah ,tanpa mereka sadari jika keduanya tengah diawasi oleh sosok Wewe gombel pengasuh Gibran ,yang tak lain dan tak bukan adalah Wewe .


Kedatangan mereka di sekolah dasar itu cukup membuat heboh seisi sekolahan , anak-anak sangat antusias melihat kedatangan para mahasiswa dari kota itu. Para anak-anak dibantu wali kelas masing-masing membuat penyambutan kedatangan Gibran dan yang lain nya ,mereka berdiri berjajar di sisi kiri kanan memberi jalan untuk para mahasiswa saat memasuki area sekolahan.


"assalamualaikum......." sapa Gibran


"waalaikum salam......." sahut para anak-anak dan juga para guru nampak serempak


"selamat pagi semua nya ....apa kabar ?" tanya Gibran lagi


"selamat pagi juga kak.....kabar kami baik...." sahut mereka lagi kompak


"Alhamdulillah......kalau begitu " ucap Gibran


salah satu anak perempuan membawa seikat bunga mawar dan langsung di berikan pada Gibran


"wah terima kasih ya kami sudah di sambut secara meriah seperti ini , terima kasih bunga nya cantik dan wangi" ucap Gibran lalu mengusap kepala anak perempuan itu


"iya kak , sama-sama " anak perempuan itu pun berlari dan kembali pada barisan nya


Setelah proses penyambutan , para murid diminta kembali memasuki kelas masing-masing ,sementara Gibran dan yang lain mengikuti pak kepala sekolah menuju ruangan nya .


Ruangan guru dan kepala sekolah berada di paling ujung ,untuk menuju ke ruangan itu otomatis Gibran dan yang lain harus melewati beberapa ruangan kelas ,akan tetapi saat Gibran dan yang lain melewati salah satu ruang kelas satu sosok pocong mengintip dari balik jendela ,tak ada yang melihat nya kecuali Gibran ,Riswan ,dan Aranta .


Aranta yang sudah tahu kebiasaan Gibran pun melirik pada nya ,namun yang dilirik nampak melihat lurus ke depan sambil berbincang bersama salah satu guru .


"tumben gak nyapa tuh pocong?" batin Aranta


Aranta bisa bersikap biasa sebab ia sudah terbiasa melihat makhluk tak kasat mata ,namun berbeda dengan Riswan ,setelah ia melihat penampakan itu ia langsung menunduk dan meraih tangan seseorang di samping nya ,ia mengira itu adalah Merlin ,sebab setahunya tadi Merlin berjalan di samping kanan nya ,Merlin yang berada di belakang nya pun sontak melihat nya dan merasa kesal .


Sepanjang perjalanan Merlin hanya menatap punggung Riswan dengan perasaan dongkol


"dasar biawak ,kadal buntung ,tokek belang " umpat Merlin dalam hati nya


Sampai akhirnya mereka hampir sampai di depan ruangan guru. Merlin yang sudah tak tahan pun berjalan mendahului Riswan yang masih menggenggam tangan orang lain .


Awal nya Riswan tak ngeh ,tapi tiba-tiba ia terkesiap saat menyadari jika gadis yang tadi lewat depan mata nya adalah Merlin kekasih nya


"tunggu ....kalau itu Merlin lalu yang aku pegang tangan nya dari tadi siapa?" batin Riswan seraya melirik kesamping nya


dan betapa terkejut nya Riswan saat melihat siapa pemilik tangan yang ia genggam dari tadi .


"hah ....Lisa ...." Riswan pun lantas melepaskan tangan nya


"sorry ,gak sengaja ,aku kira Merlin tadi " Riswan pun segera mengejar Merlin yang sudah berjalan bersama Aranta dan Gibran


"Merlin tunggu " seru Riswan membuat yang di depan nya menoleh


"apa....jangan deket-deket" ketus Merlin dengan tatapan mata nya yang tajam

__ADS_1


"Merlin....maaf aku tak sengaja ,aku kira itu kamu ,kan tadi kamu jalan di samping aku ,aku mana tahu kamu pindah " ucap Riswan


"terserah ,aku malas ngomong sama kamu" ketus Merlin lagi


"kalian kenapa sih ,bukan nya tadi baik-baik aja?"tanya Aranta


"tanya saja tuh sama orang nya ''


"sudah-sudah ,nanti kalian selesai kan lagi masalah kalian kalau kegiatan kita di sini sudah selesai,tak enak kalau kalian malah ribut " lerai Gibran


"tuh denger ,jangan dulu deket-deket aku ,aku marah sama kamu " ucap Merlin lagi


"yah...Lin..." Riswan nampak memelas namun Merlin yang masih marah pun tak ingin menghiraukan nya


"ya sudah yuk kita lajut lagi ,maaf ya pa....duh jadi gak enak " lirih Gibran pada pak Heryanto selaku kepala sekolah


"iya tak apa-apa,saya juga pernah muda kok ,saya harap apapun masalah kalian ,kalian bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin ,baiklah tuh ruangan nya sudah di depan " ucap pak Heryanto lalu membimbing para mahasiswa itu masuk ke ruangan nya yang tak begitu luas namun muat untuk mereka .


Setelah perbincangan singkat akhirnya Gibran dan yang lain berbagi kelompok untuk turut mengajar bersama para guru .


Dalam satu kelompok terdiri atas dua orang ,namun ada juga yang tiga orang ,Merlin yang masih BeTe terhadap Riswan pun mau tak mau satu kelompok dengan Riswan ,kedua nya ikut mengajar di kelas satu , sementara Gibran dan Aranta di kelas dua ,dan sisa nya di kelas-kelas lain .


Para murid sangat antusias apalagi secara tak di sangka rupanya Aranta sudah menyiapkan permen untuk dibagi-bagikan pada anak-anak itu.


"ingat ya ,setelah memakan permen sebaiknya kalian menggosok gigi ,ada yang tahu bagaimana cara menggosok gigi yang benar ?" teriak Aranta


semua kompak menjawab tidak tahu


"baiklah kalau begitu ,kakak akan bagikan sikat gigi ini ,satu orang dapat satu ya ,nanti kita akan belajar menggosok gigi bersama-sama" Aranta pun segera mengeluarkan sikat gigi ukuran kecil yang ia simpan di saku jas nya ,aku malah tak menyangka jika dalam jas nya itu tersimpan beberapa barang ,bukan hanya sikat gigi ,melainkan permen dan pasta gigi juga alat peraga gigi.


Aku pun turut mambantu Aranta membagikan sikat-sikat itu pada anak-anak


"kamu kok kefikiran begini sih ,aku gak nyangka loh ,sejak kapan kamu menyiapkan nya " ucap Gibran


Gibran pun mengangguk sambil terus membagikan sikat-sikat gigi nya .


Setelah itu Aranta pun meminta anak-anak untuk berjalan ke luar dimana diluar memang sudah tersedia air keran untuk mencuci tangan .


Murid-murid lalu diberi gelas plastik satu orang satu gelas plastik ,itu untuk air kumur-kumur nya .


"nah sekarang kalian perhatikan ini baik-baik ya ,cara menggosok gigi yang benar itu seperti ini" Aranta pun mencontohkan nya pada alat peraga menyerupai gigi


"kalian sudah mengerti?" tanya Aranta ,sontak mereka semua mengangguk dan menyahut


"mengerti kaaaakkk...."


"baiklah kalau begitu kita mulai menyikat giginya nya " Aranta pun memperhatikan anak-anak itu menyikat gigi mereka


Setelah selesai murid-murid pun kembali di minta masuk ke kelas untuk kemudian kembali mengikuti pelajaran.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh ,kini tiba saat nya murid kelas satu pulang sekolah ,sedangkan kelas yang lain nya beristirahat.Gibran dan yang lain pun pamit undur diri.


"eh kita makan bakso dulu yuk ,kelihatan ya enak tuh " ajak Coky saat melihat pedagang bakso di persimpangan jalan,masih dengan pemandangan nisan-nisan di sekitar nya ,di siang hari mungkin para mahasiswa itu tidak terlalu mempermasalahkan nya tapi jika malam mungkin hanya untuk sekedar membuka jendela saja gak ada yang akan berani kecuali Gibran dan Aranta tentunya.


"yang lain gimana,pada mau gak ?" tanya Gibran


melihat satu-satu dari mereka


"boleh deh ,laper juga tadi pagi cuman sarapan gorengan doang " sahut Ana


"iya deh gw juga mau" timpal Lisa


"gw juga " sahut Luna dan yang lain nya

__ADS_1


Akhirnya Gibran dan yang lain pun masuk ke kedai bakso bersama yang lain ,hanya Gio dan Barra yang nampak masih diam di tempat nya berdiri


"hey kalian berdua mau kagak,gw pesenin nih ?" seru Davin


"gimana ,lu mau juga ?" tanya Barra mengikut pelan Gio


"ya udah deh ,tapi jangan terlalu deket sama Aranta " sahut Gio


keduanya pun menghampiri yang lain


"iya ,kita juga mau" ucap Barra pada Davin ,Davin pun segera memesankan bakso nya


Beruntung keadaan kedai bakso itu tengah kosong tidak ada pembeli yang makan di tempat ,hingga mereka berlima belas bisa muat di kedai itu meski sebagian harus duduk di atas nisan yang berada di bagian dalam dekat bangku pembeli


Tak beberapa lama satu persatu porsi bakso telah dihidangkan ,mereka pun segera menyantap nya .


Gibran yang melihat Aranta kesusahan menuangkan saus nya pun membantu nya


"makasih " ucap Aranta


"mau aku bantu potongin bakso nya ?" tawar Gibran


"uuluh...uluh....manis sekali sih ,mau juga dong jadi pacar nya " celetuk Ana ,namun baik Gibran maupun Aranta tak menghiraukan nya.


Gibran malah semakin membuat Ana semakin merasa keki dengan perhatian-perhatian kecil nya terhadap Aranta


" kebiasaan ....belepotan " Gibran mengusap ujung bibir Aranta dengan tisu yang tersedia di meja


"sini biar gak repot makan nya aku bantu potongin ya " tanpa mendengar persetujuan dari Aranta ,Gibran langsung menarik mangkuk bakso Aranta dan memotong kan nya jadi beberapa bagian kecil


"ayo makan lagi " ucap Gibran dengan tersenyum manis pada Aranta


Yang lain pun nampak keki melihat sikap Gibran yang terlalu perhatian pada Aranta ,bahkan tak sedikit dari para gadis merasa iri terhadap Aranta


"beruntung banget sih Aranta ,coba aku yang ada di posisi nya ,pasti aku akan jadi wanita paling bahagia seantero jagat" batin Maya


"duh....kapan ya aku punya pasangan seperti Adnan ,udah baik ,soleh, ganteng ,perhatian pula " batin Lisa


"mereka pasangan serasi,semoga langgeng selama nya " batin Bella yang tersenyum melihat nya


"ya ampun bikin ngiri saja pasangan yang satu itu " batin Merlin kemudian ia melirik pada Riswan yang tengah menyantap bakso nya


"huh...dia mah boro-boro perhatian ,aku marah aja gak mau bujukin " batin nya lagi ,bertambah sebal lah Merlin pada Riswan ,hingga bakso di hadapan nya bukan nya di makan malah menjadi pelampiasan kekesalan nya


"Merlin ....kenapa kamu gak makan ,dari tadi aku perhatiin kamu belum menyuap satu suap pun?"tanya Aranta


"gak apa-apa ,aku hanya kurang enak badan saja " sahut nya ,mendengar Merlin mengatakan kurang enak badan Riswan pun mendongak


"kau sakit ?" tanya nya


"gak " sahut Merlin singkat


namun saat Riswan hendak bertanya lagi tiba-tiba Gio dan Barra berteriak ,hingga membuat semua perhatian terarah pada nya


"aaaaaaakkkkhhh........"


Kedua nya langsung lari terbirit-birit meninggalakan beribu tanda tanya semua teman-teman nya


"mereka berdua kenapa lagi sih ?" tanya Coky


"tau tuh ...." sahut Dika


Aranta dan Gibran saling pandang sebab mereka melihat kuntilanak berdaster hijau lusuh tengah cekikikan menatap kepergian Gio dan Barra

__ADS_1


***


__ADS_2