The INDIGO

The INDIGO
Berita hoak


__ADS_3

Hari ini Aranta tengah di sibukkan dengan pembuatan skripsi nya ,begitu juga dengan Gibran ,mereka mengerjakan nya di kamar masing-masing,sebelum nya mereka memang sudah bertukar cerita lebih dulu,jadi mereka bisa tenang mengerjakan nya .


Sementara di taman belakang rumah nampak Nuri ,Rifki ,Seno ,dan Thalia juga Dewi berada di sana ditemani secangkir teh hangat dan cemilan lain nya ,ke lima nya tengah membahas sesuatu.


"jadi gimana menurut kalian?" tanya Seno menatap Rifki dan Nuri


"hm...gimana ya ... kita tanya anak nya saja lah dulu" sahut Rifki


"aku udah tanya Aranta tapi jawaban nya nanti saja " sahut Seno lemas


"ya sudah ya nanti saja kalau begitu , nunggu mereka lulus dulu " ujar Rifki


"ya kan kami nya yang gak tenang kalau sudah sah kan tak perlu ada yang di khawatirkan lagi ,ada Gibran yang menjaga nya " tutur Seno


"loh bukan nya selama ini Gibran dan kita juga jagain Aranta kan?" timpal Nuri


"iya sih tapi biar lebih tenang saja kita nya ,ya kan " sahut Seno pada Thalia


"kalau gitu kita nikahkan saja mereka , gampang kan ,kemarin saja waktu mereka tunangan kalian tak membicarakan nya dulu pada mereka ,sekarang juga apa beda nya " celetuk Dewi yang sedari tadi diam menyimak


"tapi ma...apa kita tak terkesan memaksa mereka buat nikah?" tanya Nuri


"halah mama yakin mereka gak bakal nolak kalau sudah ada penghulu depan mereka,apalagi mereka tinggal nikah saja gak perlu pusing mikirin ini itu " ucap Dewi lagi


"iya juga ya "


"eeehh....mau kemana kamu " seru Nuri tiba-tiba membuat yang lain bingung ,kecuali Rifki


"awas ya kalau sampai kamu ngadu sama Gibran tentang ini ,aku masukin botol kamu " ancam Nuri pada Wowo


"hehehe....gak jadi deh ,ya udah aku mau pulang saja dulu lah ,sudah lama tak pulang ,kangen yang di rumah " sahut Wowo langsung menghilang


"oh aku ngerti ,Nuri pasti lagi bicara dengan penjaga nya " batin Seno


"ada apa?" bisik Thalia


"nanti saja aku jelas kan " sahut Seno balik berbisik


**


Di sekolah


Ari yang memang di jauhi karena kecantikan nya menjadi pusat perhatian semenjak pagi tadi ,entah kenapa Ari jadi terlihat semakin cantik dari sebelum nya ,bahkan sampai ada yang menggosipkan kalau Ari sengaja memakai susuk.


"eh beneran gak sih si Ari itu pakai susuk ?"tanya salah satu murid

__ADS_1


"kata yang lain sih iya ,tapi aku juga gak tahu sih kan aku gak lihat dia pas pake susuk nya " jawab teman nya


"padahal gak pake susuk juga si Ari memang sudah cantik sih "


saat tengah membicarakan Ari mereka melihat Yoga melintas ,mereka pun lantas memanggil nya


"Yoga...." Yoga pun menoleh


"sini ...kita mau tanya sesuatu'' ucap nya lagi seraya melambaikan tangan nya


"tanya apa?'' tanya Yoga setelah ia sudah berada di depan mereka


"kamu kan lumayan deket juga kan sama Ari ,kamu tahu gak kalau Ari pakai susuk?" tanya nya


"heh...jangan sembarangan ,ngapain Ari pakai susuk segala ,gak pake susuk aja dia mah udah cakep ,kulit nya mulus,bening ,nyamuk aja sampai kepeleset kalau mau gigit ,jangan aneh-aneh deh" sahut Yoga lalu berlalu begitu saja


"ck...heran deh siapa sih yang nyebarin hoak kaya gitu " gerutu Yoga


Ia turut merasa kesal karena ia sangat yakin jika Ari tidak seperti yang teman-teman nya katakan


Yoga pun berniat ingin menemui Ari di kelas nya ,akan tetapi sesampai nya ia di depan kelas Ari , Yoga melihat Ari yang tengah dikerubungi teman sekelas nya ,apalagi para wanita.


Mereka yang dari awal merasa tak senang dengan paras cantik Ari pun menjadi semakin kesal saat melihat Ari jauh lebih cantik dari sebelum nya ,aura kecantikan nya menjadi semakin terpancar.


"ini...ada apa sih ,kalian tuh sebenarnya kenapa ,apa aku ada salah sebelum nya pada kalian?" tanya Ari yang merasa bingung pada semua teman-teman nya


"maksud kamu apa ,susuk apa? aku gak tahu yang kamu tanya kan itu?" tanya Ari bingung


"jangan berlaga polos deh ,ngaku saja " hardik yang lain


Lasmi yang merasa geram pada sekumpulan wanita itu pun hendak memberi mereka pelajaran ,akan tetapi Yoga lebih dulu datang melerai


"siapa yang mengatakan Ari pakai susuk,kalian ada bukti nya kalau Ari pakai susuk, gak ada kan ,jadi stop ngehujat yang enggak-enggak tentang Ari " seru Yoga


"Yo..ga.." lirih Ari


"aku tahu selama ini kalian itu merasa iri kan pada Ari ,karena dia jauh lebih cantik dari kalian ,makanya kalian memprovokasi yang lain agar menjauhi nya ,sekali lagi aku dengar kalian mengatakan hal yang tidak-tidak tentang Ari ,kalian akan berhadapan dengan ku " tegas Yoga lalu menarik Ari keluar dari kelas nya


Apa yang di katakan Yoga memang benar adanya ,semua siswa wanita dari yang senior dan seangkatan pun merasa iri pada paras cantik Ari ,tak hanya cantik tapi juga pintar,makanya mereka saling memprovokasi agar tak ada yang mau berteman dengan nya. Alasan mereka memang tak mendasar tapi itulah fakta nya.


Tak ada satu kata pun terucap dari bibir mungil Ari ,ia menurut saat Yoga membawa nya ke taman .


Entah apa yang ia rasakan saat ini ,yang jelas jantung nya tiba-tiba berdetak lebih cepat dari sebelum nya


"aku percaya kok kamu tak mungkin memakai susuk ,jadi jangan sedih ya " ucap Yoga setelah mereka sampai di taman

__ADS_1


kedua nya duduk di bangku taman sambil menghadap pada kolam kecil ,ditengah nya terdapat air mancur


"aku gak sedih kok ,hanya saja aku merasa heran ,apa sih salah aku sama mereka ,perasaan dari awal aku masuk ke sekolah ini ,aku gak pernah menyinggung siapa pun,tapi mereka sepertinya benci dan tak suka pada ku ,terkadang aku suka minder sendiri tak berani lewat depan yang lain saat berjalan di koridor ,tapi aku meyakinkan diri,selama aku tak berbuat salah aku gak boleh takut ,hingga lama kelamaan aku terbiasa ,dan acuh pada mereka ,tapi hari ini ...entah lah ,apa aku pindah sekolah saja ya ,siapa tahu di sekolah yang baru aku bisa dapat teman yang baik-baik sama aku " lirih Ari seraya menghela nafas nya


"jangan dong ,kalau kamu pindah sekolah ,aku bagaimana ?" seru Yoga cepat


"ya kan kamu banyak teman nya ,gak seperti aku ,hanya kamu yang mau temenan sama aku " ucap Ari


"tapi tetap saja sebanyak apapun teman ku aku lebih nyaman berteman dengan mu ,sungguh " ucap Yoga apa adanya


"aku capek " lirih Ari lalu bersandar pada bahu gempal nya Yoga


"empuk ya " Ari terkekeh sambil menggerakkan kepala nya


"mau peluk juga boleh ,makin berasa empuk nya " ucap Yoga ngasal


"enak saja ,itu sih mau nya kamu " Ari pun menarik kembali kepala nya


"bel udah kembali bunyi tuh ,kita masuk kelas yuk" ajak Ari


"ayo" kedua nya pun berjalan bersama di koridor ,lalu berpisah karena kelas mereka yang berbeda


Sementara itu Zeky yang merasa heran sebab semua teman-teman nya mengatakan wajah nya terlihat jelek pun tengah berdiri menatap wajah nya di cermin toilet.


"jelek apa nya ,wajah putih mulus begini kok di bilang jerawatan,dasar mata mereka nya saja yang pada katarak semua " gerutu nya


Suara air mengalir membuat nya menoleh pada bilik toilet yang pintu nya tertutup


"perasaan gak ada orang ,kok ada suara air ,ah gak kelihatan masuk nya kali" Zeky pun acuh tak acuh


Saat ia hendak keluar toilet tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dan tertutup ,ia pun kembali menoleh ,namun tak ada siapa pun


penasaran,Zeky pun berjalan menuju bilik toilet tadi , dibuka nya perlahan pintu tersebut ,namun tak ada siapa pun


air keran tiba-tiba keluar dengan sendirinya ,Zeky mengira kran air nya rusak ,ia pun berniat untuk menutup nya ,akan tetapi kran nya macet


"hm...beneran rusak ini " gumam nya


"sudah lah gw bilang penjaga sekolah saja kalau kran nya rusak " Zeky pun berbalik hendak pergi dari sana ,akan tetapi saat ia berbalik ,Zeky di kejutkan dengan penampakan sosok kuntilanak merah dengan wajah nya yang seram ,terdapat luka sayatan melintang dari pipi ke hidung hingga ke pipi satu nya ,matanya merah mengeluarkan darah serta darah yang juga keluar dari mulut nya ,sosok kuntilanak merah itu tertawa menyeringai


"aaaaaaakkkkhhh......."


bruukk


"lah ....malah pingsang , khikhikhikhi......"

__ADS_1


***


__ADS_2