
Hari ini adalah hari dimana sekolah kami melakukan kunjungan belajar ke sebuah museum di kota Bandung,dan museum tujuan kami adalah Museum Geologi Bandung, kami sudah di data dan sudah berada di dalam bus pariwisata dan duduk di kursi penumpang masing-masing ,aku duduk dengan Riswan di kursi ketiga dari belakang sebelah kiri ,sedangkan Aranta di kursi ke empat dari belakang sebelah kanan .
Setelah Bu Fuji mengabsen ulang semua murid dan memastikan bahwa semua nya sudah siap ,maka Bu Fuji pun menginterupsi pada supir agar segera menjalankan bus nya .
Bus pun melaju dengan beberapa bus lain yang membawa murid kelas lain ,tujuan kita sama ke Bandung namun tempat nya yang berbeda .
Suasana bus sangat riuh saat semuanya bernyanyi dengan diiringi suara petikan gitar yang di mainkan Rangga juga tepukan tangan kami menambah semangat perjalanan kami.
Candaan dan lelucon pun menjadi bumbu dan menambah riuh suara di bis yang kami tumpangi.
"nih buat kalian " ucap Merlin memberikan dua kaleng minuman bersoda
"wah.... makasih ya tau aja kalau lagi butuh yang seger-seger " ucap Riswan meraih kedua minuman kaleng itu
"iya ,tapi gak dingin" sahut Merlin
"ok tak masalah,nih " ucap Riswan lalu memberikan yang satu nya padaku
Merlin pun kembali ke tempat duduk nya di depan ,nampak Aranta menoleh sekilas pada kami, lalu aku melirik pada Riswan yang tengah meminum minuman soda nya , kenapa dia terlihat biasa saja ,bukan kah dia naksir sama Aranta dan aku sama sekali tak melihat jika Riswan juga melirik Aranta,apa dia sudah berubah fikiran .
Aku menggeleng pelan lalu membuka penutup pada kaleng minuman itu
"bismillah....."
glek glek glek
kerongkongan ku terasa tersetrum saat minuman itu tertelan,hingga aku pun bersendawa , beruntung keadaan bus masih ramai dengan sorak-sorai yang lain hingga suara sendawa ku tersamar kan.
Hingga akhirnya nyanyian dari teman-teman ku berhenti dan meminta Aranta untuk bernyanyi ,meski sempat menolak tapi ujung-ujungnya dia mau juga ,dia beranjak dari tempat duduknya melangkah ke belakang berganti duduk dengan yang lain.
Aku pun memejamkan mata bersandar pada kursi dengan melipat tangan namun tiba-tiba darah ku berdesir saat mendengar suara nya yang merdu ,hingga aku pun membuka mata dan menengok ke belakang ,bukan hanya suaranya saja yang enak di dengar namun rupanya dia juga jago main gitar .
Hingga akhirnya bus berhenti di rest area,Aranta dan yang lain pun menghentikan nyanyian nya ,kami pun segera turun dari bus saat Bu Fuji memerintahkan agar kami bisa pergi ke toilet atau sekedar jajan .
Setelah beberapa menit akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan ,namun baru saja bus melaju beberapa kilo tiba-tiba kami terperanjat dan suasana di dalam bus mendadak panik saat tiba-tiba saja tercium bau hangus seperti kabel terbakar ,sontak saja supir bus pun menghentikan laju bus di tempat yang sudah di sediakan.
Para murid pun diminta untuk segera turun dari bus .
"gimana ini Bu?"
"iya Bu ....gimana ini..." tanya teman-teman ku saling bersahutan pada Bu Fuji
"iya sabar ya....atuh ibu juga sama bingung ,tapi kalian teh tenang saja ibu sudah menghubungi pihak sekolah ,apa mau di ganti bus nya apa di perbaiki dulu" ucap Bu Fuji yang tengah sibuk dengan ponsel nya
"mau kemana?" tanya ku pada Aranta ,saat melihat nya hendak beranjak
"mau coba lihat bus nya ,parah apa tidak masalah nya " sahut nya
"emang kamu ngerti ?" tanya ku lagi
"enggak , hehe " jawab nya nyengir hingga menampilkan deretan gigi nya yang rata
"eh apa an tuh?" seru Riswan hingga aku dan yang lain pun menoleh pada nya
"apa?" tanya ku
__ADS_1
"tuh di atas bukit itu" tunjuk nya pada suatu titik hitam terlihat seperti seseorang yang tengah berdiri namun terlihat ada sesuatu juga di samping nya mungkin orang itu bersama hewan peliharaan nya
"mana ....gak ada apa-apa juga " tanya yang lain
"iya ...orang gak ada apapun juga " ucap yang lain menimpali
"udah biarin aja cuma kita yang ngelihat " ucap Aranta pelan
"berarti itu......."Riswan tak melanjutkan ucapan nya ia malah bergidik ngeri
Akhirnya setelah kurang lebih satu jam bus pariwisata baru datang untuk menggantikan bus tadi ,karena bus tadi mengalami korsleting di bagian mesinnya,beruntung kita bisa langsung menyadari jika tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang fatal .
Perjalanan yang seharusnya di tempuh kurang lebih 3 jam malah menjadi empat jam karena insiden tadi.
Museum Geologi Bandung didirikan pada tanggal 16 Mei 1929 , museum ini pernah di renovasi dan di buka dan di resmikan kembali pada tanggal 23 Agustus 2000 oleh wakil presiden RI , Megawati Soekarnoputri. Itu yang ku baca dari google saat di bus tadi .
Kami pun disambut dengan ramah oleh petugas museum dan segera diarahkan untuk memasuki dan melihat-lihat apa yang ada di sana ,beliau juga menjelaskan apa-apa saja yang kami temui di museum ini.
"pak maaf apa semua fosil di museum ini semuanya hanya replika ?" tanya ku
"tak semua fosil di museum ini replika ,ada beberapa tengkorak dan kepala manusia purba yang di pajang di sini asli ,misalnya tengkorak Homo Erectus asal Flores" jawab petugas yang ber name tag Wahyudin
"lalu apa saja koleksi di museum ini pak?"tanya yang lain
"meteorit jatipengilon yang berat nya 156 kg,ada fosil tirex ,gajah ,kerbau ,badak ,kuda nil,dan kura-kura raksasa , ada juga fosil manusia purba ,fosil kayu dan batuan juga ada ,di sini juga ada mesin pengeboran minyak, sepertinya yang kita lihat ini" tunjuk pak Wahyudin pada sebuah mesin yang konon kata nya merupakan mesin pengeboran minyak
"wuaaahhh.....keren " Riswan berdecak kagum
"oh iya pak kami ingin lihat dong replika dinosaurus " ucap Rangga
"nah ini dia replika nya , fosil nya juga ada ,dan ini replika dari tyrannosaurus "
"wuiihh.... keren ini,tapi serem juga ya kalau tiba-tiba tyrannosaurus ini hidup" celetuk Riswan
"bukan nya serem lagi , bisa-bisa kita jadi penunggu perut nya hihihi" sahut Merlin terkikik hingga mendapat toyoran di kepala dari Riswan
"ih Riswan mah " keluh Merlin
"Wan....." tegur ku
"maaf ,becanda doang" ucap nya menunduk
"hihihi kamu lucu ya ,kaya anak yang dimarahi orangtuanya" Merlin kembali terkikik
"eh ,Aranta mana ?" tanya Merlin tiba-tiba
"eh iya ya,saking asiknya melihat-lihat sampai tak sadar kalau dia gak ada " ucap Riswan juga mencari-cari Aranta
iya juga dari tadi aku tak melihat nya ,tapi tadi aku lihat dia sebelum memasuki museum, tapi sekarang gak ada ,aku pun melihat sekeliling namun tak kulihat Aranta di ruangan ini.
"Bu,Aranta mana ya Bu?" tanya ku
"hah, Aranta gak ada ,Ya Allah naha atuh teu nyadar ,duh Aranta teh kemana ya ,apa ke toilet tapi kok gak pamit ,masa iya dia teh ketinggalan " Bu Fuji menjadi panik sendiri
"ibu tenang dulu,lebih baik kita cari murid ibu ,kita berpencar nanti kita bertemu lagi di pintu masuk " ucap pak Wahyudin
__ADS_1
Kami pun akhirnya berpencar mencari ke setiap ruangan hingga toilet namun sampai satu jam lebih kita mencari Aranta tak ketemu juga
"kalian berdua teh coba lihat atuh di bus siapa tahu Aranta ada di sana" minta Bu Fuji pada Riswan dan Merlin
"baik Bu " sahut kedua nya lalu bergegas ke parkiran
Ya Allah kemana dia pergi nya ,kenapa aku jadi tak tenang begini,aku takut dia kenapa-napa
"nek.....nenek dimana?" batin ku memanggil nek Wewe namun tak ada sahutan
"nek Wewe...." panggil ku lagi
"Ya Allah kemana juga nek Wewe ,bukan kah dari tadi nek Wewe selalu mengikuti ku " lirih ku dalam hati
"Bu,di dalam bus juga gak ada " ucap Merlin dengan nafas terengah
"Bran, jangan-jangan .... mereka menangkap Aranta " ucap Riswan berbisik dengan wajah panik nya sementara aku terdiam karena aku juga berfikir yang sama seperti nya
"entahlah Wan,tapi aku harap apa yang kita pikirkan tidak terjadi , aku juga heran kenapa nek Wewe tak menyahut ku , dia juga tak ada" ucap ku pelan
"kita lihat cctv" ucap ku tiba-tiba saat aku tak sengaja melirik kamera kecil yang tertempel di dinding atas
"iya, bener juga , siapa tahu kita bisa lihat Aranta kemana" ucap Riswan
Aku pun meminta untuk melihat cctv dan beruntunglah pihak museum memberi izin namun hanya beberapa orang saja tentu nya yang dapat masuk ke ruangan monitor .
Aku ,Riswan dan Bu Fuji ditemani pak Wahyudin untuk melihat rekaman cctv ,kami bertiga menatap tak berkedip pada setiap gambar ruangan di layar , kami pun meminta petugas untuk memutar ulang rekaman sesaat kami datang
"stop pak ,lihat Aranta masih berada bersama kita " ucap ku memperhatikan rekaman pada saat kami hendak masuk museum
Di sana terlihat Aranta berdiri di samping Merlin di belakang ku dan Riswan ,Merlin terlihat antusias sama seperti Aranta ,karena mungkin terlalu serius memperhatikan benda-benda di museum Aranta tak sadar jika ia menjadi paling belakang ,namun kemudian nafas ku tercekat setelah melihat seseorang menarik Aranta tanpa sepengetahuan siapa pun .
Sontak aku dan Riswan saling tatap
"itu....Aranta teh ada yang narik " pekik Bu Fuji menujuk layar monitor
"pak coba putar bagian gerbang " pinta ku
sayangnya tak ada kendaraan apapun yang keluar diwaktu itu sampai saat ini
"apa ada jalan keluar lain dari museum ini pak?" tanya ku lagi
"ada pintu belakang , sebentar saya putar dulu " sahut petugas itu lalu mencari rekaman di pintu belakang
"maaf sepertinya cctv nya sengaja di rusak ,pelaku seperti nya sudah tahu jika ada cctv di pintu belakang"
"Astaghfirullaah......lalu kita harus bagaimana?" lirih Riswan
"apa perlu saya lapor polisi,rekaman pada saat murid ibu di tarik seseorang bisa jadi barang bukti , juga perusakan cctv " ucap pak Wahyudin
"iya ... terima kasih pak" ucap Bu Fuji lemas
"apa nek Wewe bersama Aranta ?" gumam ku
"kalau iya aku mungkin bisa sedikit lega,tapi kalau tidak....Ya Allah.... lindungi lah Aranta" lirih ku dalam hati
__ADS_1
***