The INDIGO

The INDIGO
Santet banaspati


__ADS_3

Denting jam berdetak bersahutan dengan suara kekehan seseorang yang nampak nya masih enggan untuk memejamkan matanya ,bahkan dering ponsel nya pun sampai tak terdengar karena terlalu sibuk dengan dunia nya sendiri.


"hahahaha.....lucu juga ya kalau nanti aku ajak adik ku jalan-jalan pasti orang ngira nya anak aku " malam beranjak larut tapi fikiran Riswan masih berputar sekitaran calon adik nya


sementara di tempat lain ada seorang gadis cantik yang tengah gundah gulana sebab panggilan telepon nya yang sudah berkali-kali tak kunjung ada sahutan.


"dia ngapain sih ,kenapa dari tadi telpon ku gak diangkat-angkat ,apa segitu lelah nya sampai dia ketiduran ,biasa nya juga sebelum tidur telponan dulu,ngantuk ku jadi hilang kan" gerutu Merlin


"apa aku coba telpon Adnan saja ya ,siapa tahu saja kan Riswan nginep di sana " fikir Merlin dan langsung menghubungi Adnan ,namun sayang seribu sayang yang jawab bukan lah Adnan melainkan operator yang mengatakan


"nomor yang anda tuju sedang sibuk....."


"iih....ya ampun kesel deh ,Adnan pasti lagi telponan dengan Aranta " ucap Merlin kesal


"aku coba sekali lagi saja kali ya ,siapa tau diangkat ,kalau sampai gak diangkat lagi ,awas saja besok kalau nelpon gak bakal aku angkat " ucap Merlin seraya kembali menghubungi Riswan


tuuut....... tuuut..... tuuut......


"berdering tapi tak diangkat ,rese banget sih " Merlin pun menyerah lalu menonaktifkan ponsel nya karena kesal ,ia pun segera tidur dengan perasaan dongkol abis


Di tempat lain ,Gibran yang selesai bertelepon ria dengan Aranta pun mengerutkan alis nya ketika melihat ada panggilan tak terjawab


"Merlin ....ngapain malam-malam gini dia nelpon ?" batin nya


Gibran pun akhirnya mencoba menghubungi nomor ponsel Merlin namun yang di telpon tak aktif


"kok gak aktif "


"ya sudah deh ,kalau penting juga nanti dia telpon lagi " Gibran pun menaruh ponsel nya di nakas lalu beranjak ke kamar mandi


Setelah selesai berwudhu ,Gibran pun segera menuju tempat tidur nya ,sebelum ia tidur terlebih dahulu Gibran menepuk-nepuk tempat tidur nya menggunakan sapu lidi yang berasal dari pohon enau atau sagu,sapu lidi tersebut di percaya dapat mengusir makhluk halus menurut nenek nya di kampung ,sambil menepuk kan sapu lidi tersebut Gibran pun melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an seperti surah Al Baqarah,dan yang lain nya.


Setelah selesai Gibran pun merebahkan tubuh nya ,dengan tidur menyamping ,Gibran pun menutup matanya dengan lantunan doa pengiring tidur


**


Pukul 00:45 dini hari Aranta terbangun karena mendengar suara ketukan di pintu nya,gadis itu pun dengan segera mengenakan hijab instan nya lalu beranjak untuk keluar kamar.


Akan tetapi gadis itu terkejut saat sosok kuntilanak merah sudah berdiri di depan pintu kamar nya


"Ya Allah.....Tante Lasmi ih....suka banget bikin aku kaget " seru Aranta seraya mengusap-ngusap d*da nya


"khikhikhikhi.....kamu mau kemana?" tanya Lasmi


"itu ada yang ngetuk pintu ,siapa yang ngetuk pintu malam-malam " sahut Aranta


"jangan dilihat " larang Lasmi


"kenapa?" tanya Aranta


"pokok nya jangan lebih baik sekarang kamu wudhu terus shalat " ucap Lasmi tiba-tiba


"tapi....itu...."


"sudah biar itu jadi urusan ku , kamu di sini saja meminta perlindungan kepada Allah SWT" ucap Lasmi lalu mendorong pelan Aranta hingga gadis itu kembali ke kamar nya ,Lasmi pun menutup pintu kamar itu


"ih....hantu itu kenapa sih ,apa jangan-jangan yang mengetuk pintu itu orang jahat makanya Tante Lasmi ngelarang aku keluar melihat nya" gumam Aranta


Aranta pun menuruti apa yang di katakan hantu kuntilanak itu dan bergegas menuju kamar mandi , di rumah itu kamar mandi nya terpisah dari kamar.


Saat setelah Aranta selesai melakukan wudhu ,Aranta mendengar suara ribut di luar rumah nya ,persis seperti orang berkelahi tak berselang lama terdengar suara berdebam kencang di atas rumah nya ,besarnya suara ledakan itu pun sampai membuat dinding dan kaca bergetar hingga menjatuhkan hiasan dinding sampai hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"astaghfirullaah.....suara apa itu " dengan detak jantung yang berdetak kencang Aranta pun cepat-cepat melangkah kan kaki nya menuju kamar nya ,firasat nya buruk tentang suara itu , bulu kuduk nya pun turut meremang.


"Ya Allah....ada apa ini ... semoga tidak terjadi apa-apa " lirih Aranta seraya mengenakan mukena nya


Sementara itu Gibran yang selesai melakukan shalat malam pun sangat terkejut saat mendengar suara ledakan yang mampu menggetarkan kaca jendela kamar nya .


Gibran beranjak seraya meraih tasbih yang terbuat dari kayu gaharu ,kayu gaharu merupakan kayu yang kaya akan manfaat dan kegunaan nya ,kayu gaharu juga di percaya dapat membentengi dari gangguan jin dan gangguan gaib.


Dengan terus bertasbih Gibran menuju pintu balkon kamar nya dan membuka nya .


"astaghfirullaah halazim....." mata Gibran terbelalak saat melihat gumpalan merah seperti bola api melayang-layang di langit dan meledak tepat di atas rumah nya .


Saat bola api lain meledak satu bola api lain nya hendak menyambar Gibran ,namun tepat sebelum bola api itu mengenai Gibran sosok raksasa yaitu Buto langsung menangkap dan melempar nya ke udara ,akan tetapi bola api itu malah kembali berbalik.


"subhanallah..... astaghfirullaah halazim..... Allahu Akbar....." seru Gibran seraya menghempaskan tangan nya yang menggenggam tasbih kayu gaharu


DUUARRR......


ledakan nya lebih besar dari sebelum nya


tak cukup hanya di situ rupanya kiriman bola-bola api itu kembali berdatangan ,ibarat kata pepatah mati satu tumbuh seribu , puluhan bola-bola api itu datang menyerbu rumah Gibran .


Akan tetapi satu bola api terbesar perlahan berubah wujud menjadi sosok manusia namun dengan diselimuti api di sekujur tubuh nya ,terutama di bagian kepala



namun bukan Gibran namanya jika ia panik dan takut ,dengan keyakinan yang besar jika Allah akan selalu ada bersama nya juga para sahabat tak kasat mata nya yang akan membantu nya Gibran memejamkan mata nya dan fokus pada ayat-ayat yang ia lafalkan dalam hati


Ajaib .... tak satupun dari bola api itu dapat menghantam nya ,bahkan sampai menyentuh kulit mulus Gibran saja tidak


Sosok yang diselimuti api itu pun kembali merubah wujud nya menjadi bola api kembali dan langsung meluncur kencang ke arah Gibran,cahaya putih keperakan keluar dari cincin tembaga yang dikenakan Gibran dan langsung menyambar bola api itu


bola itu terpental lalu meledak di udara meninggalkan suara lengkingan yang cukup memekakan telinga.


puluhan bola api yang masih berputar mencari celah pun nampak masih melayang-layang


Melihat hal itu ,Wewe ,Wowo ,Lasmi ,bang Popo ,juga Buto dan Nagin pun tak menyia-nyiakan kesempatan ,mereka menangkap ,menangkis ,bahkan melempar sampai menendang puluhan bola-bola api itu hingga kembali pada si pengirim nya.


Hingga tersisa satu bola api , bola api itu malah di jadikan mainan oleh para hantu itu.


ke enam makhluk astral itu melayang sambil membentuk formasi melingkar, bola api yang di pegang Wowo mulai di lempar ke arah Wewe ,Wewe melempar nya pada Lasmi , begitu pun selanjut nya ,mereka nampak asyik mengoper dan menendang bola api itu .


Gibran yang baru membuka mata pun dibuat terperangah dan menggeleng kan kepala melihat aksi para demit sahabat nya .


"astaga....apa yang mereka lakukan " batin nya lirih ,namun bukan berarti Gibran berhenti melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an,hati nya tak pernah putus menyerukan nama Allah.


Setelah bosan bermain-main dengan bola api tersebut para makhluk astral itu pun akhirnya menendang jauh bola api tersebut dengan Wowo yang melempar dan Buto yang menendang .


"wuiiih.......kenceng banget tendangan mu To...." ucap Lasmi


"To...?" Buto menatap bingung pada hantu kuntilanak merah itu


"ya kan nama mu Buto ,jadi biar cepet manggil nya To khikhikhikhi......" Lasmi terkini dengan suara nya yang khas


"ggrrrrrhhhh......" sosok Buto itu menggeram


"jangan marah..... khikhikhikhi......"


"kalian......" seru Gibran


"ehehehehe......kamu baik-baik saja kan cu..... ehehehehe....." tanya Wewe

__ADS_1


"ya ,seperti yang nenek lihat" sahut Gibran ,namun tiba-tiba Nuri datang menghapiri


"Gibran ....tadi itu sebenar nya ada apa nak?" tanya Nuri di belakang Gibran ,Gibran pun menoleh


"biasa mah ada yang ngirimin aku ilmu hitam seperti santet " jawab Gibran santai


"astaghfirullaah halazim....siapa yang melakukan nya ?apa kamu punya musuh ?" tanya Nuri terkejut


"entahlah mah,kadang saat kita merasa tak bermasalah dengan siapa pun selalu saja ada orang yang merasa kita menganggu nya hingga mengirimkan santet seperti tadi "sahut Gibran


"santet ...." lirih Nuri


"iya .... seseorang mengirim santet banaspati untuk mengganggu Gibran ,dan mencelakai nya " tutur Wowo


"banaspati....apa itu?" tanya Nuri


"ilmu santet banaspati adalah legenda kuno di tanah Jawa yang masih eksis hingga saat ini,menurut masyarakat kejawen dan Sunda wiwitan ,santet banaspati adalah makhluk halus berwujud manusia yang tertutup kobaran api. Sosok santet banaspati dapat mengambil bentuk bola api yang beterbangan hingga berwujud pusaran api yang besar. Konon santet banaspati dapat membuat korban nya tewas seketika. Makhluk gaib banaspati adalah sebutan bagi hantu atau ruh jahat yang memiliki ilmu tingkat tinggi dan sering diberi tugas untuk melakukan santet " tutur Wowo menjelaskan


"Ya Allah....seram sekali ,kamu harus lebih berhati-hati nak ,siapa pun pelaku nya dia pasti bukan orang sembarangan " ucap Nuri penuh dengan kekhawatiran,bagaimana tak khawatir jika anak nya dikirimi santet macam itu dari orang lain ,hati ibu mana yang tak merasa sedih dan kalut.


Setelah mengetahui jika ada orang berniat buruk terhadap anak nya Nuri pun tak tinggal diam .


"ya sudah sebaiknya kamu istirahat ,kamu sudah selesai shalat kan?" tanya Nuri


"iya mah,mama jangan terlalu khawatir , insyaallah...tidak akan terjadi apa-apa pada ku" ucap Gibran mencoba mengurangi rasa khawatir mama nya


"mama ke kamar lagi ya ,ingat untuk selalu meminta perlindungan dari Yang Maha Kuasa " ucap Nuri sebelum akhirnya ia keluar meninggalakan kamar Gibran


"nek ,aku mau minta tolong boleh?" tanya Gibran menoleh pada Wewe


"ehehehehe....tentu saja ada apa cu.... ehehehehe....." tanya Wewe


"tolong lihat keadaan Aranta " pinta Gibran


"ehehehehe.....dengan senang hati " Wewe pun langsung pergi menuju rumah di belakang rumah Gibran


"Aranta aman kok ,dia sudah selesai shalat malam ,tadi Tante habis dari sana " ucap Lasmi tiba-tiba


"gak apa-apa Tante ,biar nek Wewe cek lagi ke sana " ucap Gibran


"hm...sudah bucin nih ye....." goda sosok pocong berkumis lebat ,siapa lagi kalau bukan bang Popo


"biarin " sahut Gibran cuek da langsung mengunci pintu balkon meninggalkan hantu-hantu yang masih berada di luar


"kira-kira siapa orang nya yang sudah mengirimkan santet itu ?" batin Gibran


Saat Gibran baru merebahkan tubuh nya di tempat tidur sosok Wewe gombel pengasuh nya muncul


"ehehehehe......Aranta mencemaskan mu ehehehehe....." ucap Wewe tiba-tiba


"tapi dia gak kenapa-kenapa kan?" tanya Gibran


"ehehehehe.....tidak " sahut Wewe


Gibran pun meraih ponsel nya lalu menghubungi Aranta


tak butuh waktu lama sambungan pun terhubung


"hallo .... assalamualaikum......"


***

__ADS_1


__ADS_2