
Aku tertegun saat melihat Aranta yang sudah mengenakan jilbab putih beserta gamis berwarna putih juga,tak hanya Aranta bahkan bibi Thalia pun sama begitu juga dengan paman Seno yang nampak gagah dengan baju koko dan peci putih yang menutupi setengah dari rambut nya .
"akhirnya kamu pulang juga ,kita sudah nunggu kamu dari tadi ,Riswan mana dia gak ikut?" tanya mama menengok ke belakang ku
"eh ...e...enggak ma,katanya mau ketemu paman Haris di resto " sahut ku sedikit kikuk karena entah kenapa aku jadi gagal fokus
"kakak ih lama banget deh ... aku aja udah pulang dari tadi ,kakak mampir kemana dulu sih " tanya Ari nampak cemberut dengan melipat tangan di atas d*da nya
"duh ini bibir gak usah di manyun-manyunin deh kaya keong tahu" ucap ku mencomot bibir nya
"ishh...kakak mah gitu" ucap nya lagi
"kalian .... mau kemana kok kaya pada rapi begini ?" tanya ku baru menyadari jika mama dan yang lain juga berpakaian rapi
"jadi begini , Aranta ,mama dan papa nya memutuskan ingin memeluk agama yang sama dengan kita , kebetulan Kyai Somad hari ini sedang tidak ada jadwal dakwah ,niat baik kan harus segera dilaksanakan ,sekarang cepat kamu ganti pakaian kamu ,kita pergi sama-sama" ucap mama meminta ku untuk segera berganti pakaian
"subhanallah......" lirih ku
"tapi .... kenapa aku harus ikut?" tanya ku
"sudah jangan banyak tanya ,sudah sana cepat " pinta mama lagi
"ya sudah tunggu sebentar ya" mau tidak mau aku pun segera berganti pakaian ,namun saat aku hendak membuka pintu lemari pakaian ku aku di kejutkan dengan hantu wanita bule yang tiba-tiba berada di dalam lemari
"aaaakkkhhhh......"
"astaghfirullaah...." aku terperanjat hingga mundur beberapa langkah sementara hantu itu juga malah berteriak
"mbak ....yang harus nya kaget tuh saya kenapa malah situ yang kaget " seru ku
"hehehe....abis nya you punya body it's so **** hihihi......" hantu itu tertawa cekikikan, aku memang sudah membuka seragam sekolah ku ,dan hanya memakai kaus singlet
"hadeuuuh......mbak ngapain di sini,sana awas aku mau ambil baju " aku menarik nya keluar
"you jangan bilang-bilang itu kumis guling kalau ay di sini ya" ucap nya
"kumis guling...?" dahi ku berkerut
"itu yang sodang melumpat-lumpat di sana " tunjuk nya pada bang Popo yang tengah melompat kesana kemari di bawah pohon nangka ,sontak saja aku tertawa,bukan tertawa karena kalimat nya yang terdengar aneh namun karena sebutan buat bang Popo
"hahahaha....kumis guling.....dasar pocong ganjen ,demen banget godain hantu baru , ini hantu bule kenapa juga nyasar ke sini sih " lirih ku setelah berhenti tertawa
"ok aku tak akan bilang sama bang Popo" ucap ku
"bang Popo ?"
"itu kumis guling yang mbak maksud tadi " sahut ku kemudian
__ADS_1
"sekarang mbak nya pergi deh aku mau ganti baju ,nek Wewe...." panggil ku dan nek Wewe pun langsung datang
"ehehehehe.....ada apa cu.... ehehehehe....."
"nenek bisa bawa mbak bule ini pergi tanpa ketahuan bang Popo,kasihan nek takut sawan nanti kalau dikejar-kejar terus bang Popo" ucap ku
"ehehehehe.....wealah ....ternyata kamu juga korban si kumis baplang itu ehehehehe....ya udah ayok saya antar kamu kembali ke tempat mu ehehehehe....." hantu bule itu pun lalu pergi bersama nek Wewe
Aku menggeleng pelan lalu segera berganti pakaian
"tapi aku belum shalat ,nanti saja deh di masjid ,ga enak yang lain sudah menunggu " gumam ku seraya cepat-cepat berpakaian
Setelah selesai aku pun hendak membuka pintu namun saat aku membuka pintu aku mengerutkan kening sebab yang ku lihat ini bukan rumah ku,aku pun menoleh ke belakang dan aneh nya aku sudah tak berada lagi di kamar ku
"ini dimana, kenapa aku malah nyasar ke sini, gimana sama mama dan yang lain ,mereka pasti sudah menunggu" lirih ku seraya memperhatikan sekitar
Aku berada di sebuah rumah yang nampak mewah dan megah , langit-langit nya pun nampak seperti awan putih di langit biru ,lampu gantung nya pun terbuat dari kristal yang berkilauan terkena sinar lampu .
Semua hiasan termasuk guci nampak antik dan mahal ,warna cat dinding dan arsitektur nya pun begitu wah dengan gaya ala Eropa , lukisan Monalisa yang terpajang di dinding ruang tamu membuat ruangan menjadi terlihat elegan .
Aku memindai seluruh isi rumah ini yang nampak sepi
"ini rumah siapa sebenarnya ,duh....hantu mana yang bawa aku ke dimensi ini " gumam ku pelan
Ya aku sadar jika aku saat ini tengah berada di dimensi lain ,tapi bukan nya selama ini aku hanya bisa melihat kejadian dari penglihatan ku saja tanpa harus berada di dimensi lain .
Hingga sampai lah aku di lantai dua ,suara ribut itu semakin jelas ,dan itu berasal dari salah satu kamar ,meski ragu aku mencoba mengetuk namun saat aku menyentuh pintu ,tangan ku tiba-tiba menembus begitu saja , aku pun penasaran lalu mendorong tubuh ku untuk masuk menembus pintu .
Tuing...
Aku sudah berada di dalam kamar ,nampak dua orang tengah berselisih ,aku memperhatikan dua orang itu
"Jeslyn sebenar nya mau mu apa sih ?" teriak seorang laki-laki yang nampak gusar dan emosi
"ini apa...., who is this girl ,apa hubungan kalian?" teriak wanita bule yang merupakan hantu yang tadi bersembunyi di lemari ku ,jadi nama nya Jeslyn
"oh....dia istri ke dua ku " jawab laki-laki itu santai
"what.....sojak kapan ?" tanya Jeslyn dengan nada dan logat bule nya ,bahasa Indonesia nya lumayan lancar namun logat bule nya yang masih kental
"hahaha.....dari setahun yang lalu ,masa kamu tak tahu?" ucap laki-laki itu tergelak
"korang ajar ,ay akan bilang pada Mommy and Daddy kalau you menghianati ay" ucap Jeslyn seraya meraih ponsel nya
"jangan coba-coba kamu hubungi keluarga mu " laki-laki itu merebut dan membanting ponsel nya hingga hancur berkeping-keping , kemudian Jeslyn di seret ke kamar mandi ,aku pun mengikuti , laki-laki itu menenggelamkan kepala Jeslyn pada bathub yang sudah di penuhi air . Aku mencoba menarik laki-laki itu tapi percuma aku tak bisa menyentuh nya ,hingga akhirnya tak ada perlawanan lagi dari Jeslyn , bukan nya panik laki-laki itu malah tertawa terbahak-bahak.
"hahaha....kasihan sekali kamu Jeslyn, kamu dan keluarga mu sama-sama bodoh , mau saja aku bohongi, siapa juga yang mau menerima wanita mandul seperti mu , aku mau menikah dengan mu itu terpaksa karena keadaan ku yang hampir bangkrut ,orangtua mu menawarkan saham asal aku mau menikahi mu ,padahal sebentar lagi semua harta keluarga mu beralih padaku ,tapi kamu malah mati duluan " seolah tak ada rasa bersalah di hati nya sama sekali ,namun saat laki-laki itu hendak mengangkat tubuh tak bernyawa Jeslyn , kaki nya terpeleset hingga jatuh tangan nya reflek berpegangan pada kabel charger ponsel yang masih tersambung pada colokan listrik ,sontak laki-laki itu pun menggelepar hingga ia pun meregang nyawa di samping istrinya yang juga sudah tak bernyawa .
__ADS_1
"astaghfirullaahal'aziim...... "
Aku menunduk melihat kejadian nya ,dan pada saat aku mendongak aku telah kembali ke kamar ku , di depan pintu aku berdiri
"jadi seperti itu cerita nya , mungkin itu karma yang dibayar tunai ,ia melakukan pembunuhan pada istri nya namun ia sendiri malah terbunuh karena keteledoran nya sendiri,lagipula kenapa juga dia meletakan charger di atas bathtub dalam keadaan tersambung listrik pula.
Aku menghela nafas ,lalu mulai menarik handle pintu .
Ckleeek
"astaghfirullaah........" aku terperanjat saat tiba-tiba saja mama sudah berdiri di depan ku
"kenapa kaget gitu?" tanya mama
"huuuuh....enggak kok ma, ya udah yuk kita jalan " ucap ku lalu menggandeng tangan mama menuruni tangga
"nah ini dia ,lama amat sih kak ,kita udah mau jamuran ini, kakak gak dandan kan?" tanya Ari seenak jidatnya
"enak saja , kamu fikir kakak itu apa dek ,lagian bagus dong jamuran , siapa tahu jamur nya tak beracun kan kita bisa jadikan lauk buat nanti makan malam " gurau ku seraya mengacak kepala nya yang sudah tertutup jilbab
"ih kakak nanti berantakan kerudung aku " ucap nya seraya menjauh
"kakak itu sedih tahu dek sebenarnya" lirih ku
"sedih kenapa kak?" tanya Ari menatap ku sendu
"semenjak ada kakak cantik kamu cuekin kakak , kamu gak pernah lagi minta di kelonin kakak ,makan juga jauh-jauh han terus kakak cemburu dek " ucap ku ,tak ada maksud lain hanya saja aku ingin menggoda adik ku saja ,tapi ternyata malah membuat suasana menjadi horor ,aku melihat satu-satu dari mereka yang nampak menatap ku dengan raut berbeda ,aku juga melihat Aranta yang malah terlihat salah tingkah ,Oh Ya Tuhan rupanya aku salah bicara.
"hm....maaf kak, maafin Ari ,Ari janji mulai sekarang Ari gak akan nyuekin kakak lagi " ucap nya seraya membenturkan tubuh nya memeluk ku
"Ari sayang sama kakak"
"kakak apalagi dek " ucap ku seraya mengusap kepala nya
"ekhem....sudah drama nya ,kapan kita berangkat,tak enak pak kyai Somad pasti sudah menunggu " ucap papa mengingat kan kami
"ah iya ,ya udah yuk berangkat " ucap ku seraya menggandeng tangan Ari
"eh tunggu kak" seru Ari
"apalagi dek?" tanya ku ,mama ,papa dan yang lain pun menengok
"kak Ara ....sini" Ari meraih tangan Aranta ,kini Ari berada di tengah-tengah ,aku menghela nafas sambil memijat pelipis ,sedangkan mama dan papa menggelengkan kepala ,paman Seno dan bibi Thalia malah tersenyum
Kami pun berangkat menuju masjid tempat Kyai Somad menunggu. Karena kami berangkat dengan menggunakan dua mobil jadi aku dan Aranta tak satu mobil ,itu membuatku bisa bernafas dengan lega ,tapi tidak dengan Ari ,ia nampak cemberut .
Beberapa saat kemudian kami pun sampai di pelataran masjid ,Aku langsung meminta izin untuk segera menunaikan shalat dhuhur yang belum ku lakukan ,namun sebelum nya aku mengambil wudhu dulu, sedangkan yang lain langsung menemui Kyai Somad yang sudah menunggu .
__ADS_1
***