The INDIGO

The INDIGO
Misterius


__ADS_3

Setelah Aranta kembali ke rumah nya ,Gibran pun bergegas ke halaman belakang untuk membakar bunga kantil dengan pembungkus nya ,Gibran menaruh nya pada wadah kaleng lalu menyiramkan bensin setelah sebelum nya membaca bismilah ,setelah itu Gibran pun melemparkan korek yang sudah menyala ke dalam kaleng tersebut ,dan api pun berkobar membakar isi nya ,Gibran tak beranjak sebelum menyaksikan benda yang ia bakar benar-benar habis tak bersisa.


"Alhamdulillah......" lirih Gibran


"apa yang kamu bakar ?" tanya bang Popo tiba-tiba


"bunga kantil " sahut Gibran tanpa menoleh


"bunga kantil?" tanya bang Popo lagi


"iya....semalam Aranta bilang ada yang mengetuk pintu rumah nya ,lalu paginya dia menemukan bungkusan putih yang rupanya isinya itu bunga kantil " tutur Gibran


"jadi ada yang mencoba mengirim pelet pada Aranta ?" tanya bang Popo lagi


"heh pocong kumis baplang....dari tadi kamu tuh nanya-nanya terus ,kamu juga Gibran mau saja jawab pertanyaan hantu guling itu" seru Lasmi seraya melayang menghampiri


"ya kan aku kepo apa isi bungkusan yang semalam ,eh ternyata isinya pelet bunga kantil " sahut bang Popo


"kalian tahu siapa yang mengirimkan nya ?"


tanya Gibran


Kedua hantu itu pun menggeleng


"kami tak tahu siapa yang mengirim benda itu ,tapi benda itu datang nya berbarengan dengan bola api yang hendak menyerang mu " ucap Lasmi


"ya sudah ,siapa pun itu ,yang pasti kita harus terus waspada ,jika ada orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan segera beri tahu aku " ucap Gibran seraya beranjak meninggalkan kedua hantu itu


Setelah itu Gibran pun segera membersihkan tubuh nya.Dengan pakaian yang sudah rapih dan wangi Gibran pun bergegas untuk keluar menuju rumah Aranta , kedua orangtua nya sudah pergi ke kantor ,sementara Dewi ,nenek nya sedang mengguntingi tanaman yang daun-daun nya sudah kekuningan di belakang.


"nek ,aku berangkat ya ,nenek hati-hati di rumah,kalau ada apa-apa hubungi saja aku ya nek" ucap Gibran berpamitan dengan mencium punggung nenek nya


"iya ,kamu juga hati-hati, bawa mobil nya jangan ngebut-ngebut " balas nenek nya


"iya nek , assalamualaikum...."


"waalaikum salam....."


Gibran pun pergi meninggalkan rumah nya dan menuju rumah Aranta


tok tok tok


"assalammualaikum...."


"waalaikum salam...." sahut Aranta seraya membuka kan pintu


"loh sudah datang ,aku aja belum siap ini ,ya sudah masuk dulu " ajak Aranta sedikit ragu


"tak usah,aku nunggu di sini saja " sahut Gibran menolak


"oh ya sudah ,aku siap-siap dulu,sebentar ya " Aranta pun dengan cepat menuju ke kamar nya dan mengunci pintu kamar nya ,meski ia tahu Gibran tak akan berani masuk ,tapi ia hanya ingin berjaga-jaga siapa tahu ada hal yang tak terduga hingga mengharuskan Gibran mau tidak mau harus masuk sementara dirinya masih membuka aurat nya.


"duh ...dia yang datang ke cepetan atau aku nya yang lelet " gumam Aranta seraya melepas kerudung instan nya lalu menyisir rambut nya ,kebetulan pas Gibran datang ia baru selesai mandi dan berpakaian.


Setelah menyisir rambut panjang nya Aranta pun mengikat nya ,setelah itu Aranta segera mengenakan hijab nya , setelah sebelum nya sudah mengenakan ciput terlebih dahulu.


"haduh lupa kan" Aranta pun kembali melepas hijab nya ,rupanya Aranta lupa mengenakan pelembab pada wajah nya ,ia pun segera mengoles pelembab lalu bedak tabur secara tipis ,meski tak mengenakan bedak pun Aranta sudah sangat cantik ,tapi tetap saja kodrat nya wanita itu tak pernah jauh dari bedak,dan Aranta pun tak bisa jauh-jauh dari yang nama nya bedak, tak hanya bedak Aranta pun memoles bibir nya yang berwarna pink alami itu dengan lipbalm agar tetap segar dan tak kering.


"finis....." gumam Aranta setelah mengenakan kembali hijab nya


Aranta pun meraih tas tak lupa dengan ponsel nya ,setelah itu Aranta pun keluar kamar dan segera menghampiri Gibran yang menunggu di depan rumah nya.

__ADS_1


"maaf lama nunggu nya ya" ucap Aranta hingga Gibran yang tengah melihat ponsel nya pun mendongak,posisi Gibran tengah duduk di kursi dan Aranta berdiri di hadapan nya


"Masya Allah..... " gumam Gibran tak berkedip


"Adnan ....hellow.... Adnan....kamu kenapa ...." Aranta mengibas-ngibas kan lengan nya di depan wajah Gibran


"eh ....a..apa....ada apa ...." tanya Gibran gelagapan


"kamu kenapa ,apa ada yang salah dengan penampilan ku ,kamu kok melihat ku seperti itu ?" tanya Aranta


"gak ada yang salah kok ,kamu cantik " ceplos Gibran ,hal itu pun membuat pipi Aranta merona


"kamu kenapa ,kok wajah kamu merah ?" tanya Gibran


"gak apa-apa,ya udah lebih baik kita berangkat sekarang " sahut Aranta lalu berbalik dan berjalan lebih dulu dengan menyembunyikan rona wajah nya yang memerah meski Gibran sudah melihat nya


Gibran pun tersenyum dan mengikuti Aranta


Sesampainya di kampus ,seperti yang dikatakan Aranta sebelum nya jika tepat pukul sembilan ia harus menemui dosen pembimbing nya untuk membahas masalah skripsi nya.


Saat Gibran tengah menunggu Aranta di dekat pintu ruangan sang dosen seorang gadis cantik seksi tiba-tiba datang menghampiri dan menyapa nya.


"hai Adnan ...." sapa nya


Gibran yang merasa ada seseorang yang memanggil nya pun menengok


"astaghfirullah...." Gibran pun lantas memalingkan wajah nya ,sebab pakaian yang gadis itu kenakan benar-benar seksi di mata Gibran ,meski berlengan panjang tapi tetap menampilkan lekuk tubuh nya ,apalagi di bagian atas dada nya yang sedikit rendah juga celana nya yang sangat pendek dua jengkal di atas lutut.


"kamu sedang apa berada di sini?" tanya gadis itu ,sebab ia tahu siapa dosen pembimbing Gibran ,sedangkan ruangan dosen pembimbing nya Gibran berada di sebelah koridor lain.


"sedang menunggu " sahut Gibran tanpa menoleh


"iya menunggu ,tapi ....menunggu siapa ?" tanya nya lagi


Wewe yang tahu jika Gibran merasa risih dengan gadis itu pun meniup wajah gadis itu hingga rambut yang ia buat bergelombang ala-ala rambut salon nya pun tersibak


"duh kok bau ****** ya " gumam gadis itu seraya menutup hidung nya


"kamu nyium bau nya gak?" tanya gadis itu pada Gibran


"enggak ada bau apa-apa juga " sahut Gibran cuek namun dalam hati ia mendukung aksi Wewe gombel itu


"masa sih ,tuh kan bau nya nyengat banget " ucap gadis itu lagi saat Wewe kembali meniupkan udara dari mulut nya


Saat itu pula Aranta keluar dari ruangan dosen nya ,gadis berparas cantik itu pun mengerutkan kening saat melihat Gibran tak sendiri


Mengetahui jika Aranta sudah selesai dan keluar Gibran pun menoleh


"sudah?" tanya Gibran


"iya sudah " sahut Aranta


"ya sudah yuk kita ke kantin saja sambil nunggu waktu ,daripada pulang nantinya bolak-balik " ajak Gibran


"hm...baiklah " jawab Aranta


"kita duluan " ucap Gibran pada gadis yang masih berdiri menyaksikan percakapan Gibran dan Aranta


"i..iya " sahut nya ,Gibran dan Aranta pun segera beranjak dari sana


"jadi Adnan nungguin cewek itu....tapi siapa cewek itu ,kok aku baru melihat nya ,eh tapi ....sepertinya aku tahu deh siapa cewek itu" gadis itu terdiam saat otak nya berfikir keras tentang siapa Aranta

__ADS_1


"dari mata ,tinggi tubuh ,dan gerak-gerik nya sepertinya cewek itu yang sering pakai cadar itu deh ,tapi masa iya sih " gumam nya


Sementara itu Gibran dan Aranta yang sudah berada di kantin pun hanya memesan minuman dingin karena mereka masih merasa kenyang jika untuk membeli makanan.


"kamu kok bisa bersama Sandra sih?" tanya Aranta yang sedari tadi merasa penasaran dan ingin bertanya


"kenapa ....kamu cemburu?" tanya Gibran balik


"gak juga ,untuk apa aku cemburu pada Sandra?" sahut Aranta seraya menyeruput minuman nya


"memangnya kenapa" tanya Gibran mengerut kan kening


"kalau kamu bersama wanita yang akhlak dan agama nya jauh lebih baik dari aku ,aku pasti cemburu " jawab Aranta berkata apa adanya


"kan kamu tahu sendiri kalau aku masuk Islam setelah aku berusia 16 tahun yang artinya ilmu agama ku masih cetek ,tak seperti gadis muslimah lain nya yang terlahir sebagai muslimah sejati" lanjut Aranta lirih


"aku tahu setiap orang pasti menginginkan yang terbaik untuk dirinya ,termasuk kamu, aku sempat berfikir jika aku tak pantas untuk mu ,makanya aku gak pernah berharap lebih dengan perasaan ku pada mu ,bisa melihat mu saja itu sudah lebih dari cukup "


"aku...." ucapan Aranta terhenti karena Gibran tiba-tiba saja meraih tangan nya dan menggenggam nya


"tak ada manusia yang sempurna ,aku kamu siapa pun semua nya punya kekurangan dan kelebihan nya masing-masing, kamu meski terlahir bukan sebagai muslim bukan berarti kamu tak baik ,buktinya Allah memberikan hidayah pada mu dan orangtua mu untuk jadi mualaf dan menganut kepercayaan yang sama dengan ku itu artinya kamu dan orangtua mu merupakan orang-orang yang terpilih dan spesial di mata Allah "


"dan juga kamu tak usah khawatir dan takut ,karena mau sebanyak apa pun wanita muslimah datang menggoda bahkan bidadari sekalipun hatiku tak akan berpaling ,aku tetap dan akan terus padamu " ucap Gibran lagi


"kamu....sedang gombal atau apa sih .... aku jadi baper deh " tanya Aranta yang benar-benar terhanyut dengan ucapan Gibran


"aku gak bisa gombal ,itu jujur dari hati aku yang paling dalam " jawab Gibran dengan pandangan mata yang serius


Aranta merasa terharu dengan apa yang diucapkan Gibran ,tak terasa air mata nya pun menetes


"kok nangis ,apa kata-kata aku menyakiti mu?"tanya Gibran seraya membantu menghapus air mata nya ,Aranta menggeleng


"tidak ...justru aku merasa senang ,terima kasih karena kamu sudah membalas perasaan ku ...terima kasih " ucap Aranta dengan suara lirih


"ya ampun aku harus pergi wudhu lagi" ucap Gibran sengaja agar Aranta kembali tersenyum,dan terbukti Aranta pun terkekeh dibuat nya


momen itu pun juga disaksikan beberapa mahasiswa lain nya hingga yang sedari tadi menyaksikan pun ikut baper.


"ya ampun ternyata Adnan bisa sweet gitu sih , kata-kata nya itu loh.....aku pasti meleleh jika aku berada di posisi cewek itu " bisik salah satu mahasiswi pada teman nya


"eh tapi...kamu tahu siapa cewek itu,kok aku gak tahu ,apa dia mahasiswi baru ?" tanya teman nya


"nama nya Aranta ,dia dari fakultas kedokteran ,kalian tahu kan yang suka pakai cadar?" timpal Maya yang baru tiba di kantin dan duduk bersama kedua mahasiswi itu,kedua mahasiswi itu pun mengangguk


"ya....dia lah cewek itu ,yang suka pakai cadar namanya Aranta ,dia tunangan Adnan" tutur Maya lagi


"hah....seriusan ?" tanya keduanya menyentak hingga yang lain pun menoleh pada keduanya termasuk Gibran dan Aranta


kedua nya pun merasa kikuk dan langsung meringis senyum


Dari jauh nampak seseorang menatap tajam ke arah Gibran dan Aranta. Wewe yang menyadari anak asuh nya itu tengah diperhatikan seseorang pun segera menengok namun aneh nya orang itu seakan tahu dan malah langsung pergi begitu saja. Saat Wewe pergi menyusul orang tersebut orang itu sudah tak ada dimana-mana ,Wewe pun kehilangan jejak nya.


Orang itu benar-benar misterius.


***


Yuk dukung juga karya ku yang lain dengan like, komentar,rate bintang lima nya juga ya....aku daftarin lomba soalnya 🤭🤭🤭


Gak berharap menang juga sih karena kan banyak banget tuh karya author-author lain nya yang lebih baik dan menarik , tapi ya sudah lah kalau rezeki kan gak kemana ya ,kalaupun tak menang tetap semangat 💪 ,awalnya bikin cerita juga karena iseng-iseng 😅


__ADS_1


terima kasih🙏😘


__ADS_2