The INDIGO

The INDIGO
Terdampar di pondok


__ADS_3

Alhamdulillah......


Setelah di temukan nya benda-benda itu ,kini aku pun berpamitan pulang ,para polisi pun sudah pergi .


"kalau begitu saya dan teman-teman saya pamit ya Tante ,om ,sudah terlalu sore " ucap ku


"iya , sekali lagi makasih ya kamu udah mau membantu kami " ucap Tante Ayu


"iya Tante , sama-sama ,baiklah aku permisi , assalammualaikum" ucap ku cepat sebelum pak Hardian memberikan sesuatu pada ku ,bukan aku Ge Er atau apa saat melihat beliau merogoh saku celana nya ,hanya saja tak enak jika harus menerima imbalan


"wa'alaikum salam......"


"Adnan....." tiba-tiba Merlin memanggil ku saat aku dan yang lain sudah di luar ,aku pun menengok


"ya" sahut ku


"makasih " ucap nya


"hm...tak masalah"sahut ku lalu kembali berbalik dan pergi meninggalkan rumah itu


Di mobil aku tak banyak bicara ,rasa kantuk tiba-tiba menjalari ku .


"Adnan......Adnan......"


Aku menengok saat mendengar nama ku di sebut


"kalian...." gumam ku pada ular siluman dan para korban pembantaian,serta makhluk besar yang ku sangka genderuwo itu rupanya Buto ,entahlah jika melihat wujud nya makhluk itu mirip genderuwo, makhluk itu pun melambaikan tangan bersama sosok lain nya


"terima kasih atas bantuan nya ,kini kami bisa kembali dengan tenang" ucap pria yang kini sudah berganti pakaian dengan pakaian serba putih ,yang lain nya juga sama, padahal tadi waktu aku menemui mereka di bawah pohon mangga pakaian nya masih dengan pakaian yang terakhir mereka pakai saat pembantaian itu,dengan bercak darah di seluruh tubuh mereka , wajah mereka pun nampak menyeramkan ,namun kini sebaliknya.


"terima kasih berkat mu aku sekarang bisa kembali ke bukit Hejo" ucap ular siluman itu ,sisik yang tadi di temukan dalam kain hitam pun sudah ku kembalikan pada ular siluman itu


"aku Nagin , sebagai rasa terima kasih ku ,aku akan datang membantu mu di saat kamu dalam bahaya " ucap nya lalu sosok Buto itu juga berkata


"aku juga berterima kasih berkat mu aku bisa kembali ke gunung tempat ku tinggal ,aku juga akan datang membantu mu saat kau dalam bahaya , karena firasat ku mengatakan cepat atau lambat bahaya besar akan menimpa mu "


"astaghfirullaah......."


Aku mengerjapkan mata ,dan melihat sekeliling ,masih dalam mobil , Riswan terlihat sibuk dengan ponselnya , Aranta juga


aku menghela nafas rupanya aku bermimpi


"kenapa ?" tanya Aranta ,hingga Riswan pun menengok


"tak apa-apa" jawab ku,seraya memijat pelipis ku mengerut nya pelan , tiba-tiba saja aku merasa pusing .


"bahaya apa maksud nya " fikir ku dalam hati


Hingga tak terasa mobil pun berhenti di depan rumah


"makasih ya mang ,maaf ngerepotin" ucap ku pada supir keluarga ku


"iya den , tak apa,sudah menjadi tugas mamang " sahut nya


"kalau begitu saya masuk ke dalam ya , assalammualaikum" ucap ku segera beranjak ke dalam rumah mengikuti Riswan dan Aranta yang sudah masuk duluan


"waalaikum salam...."


"assalamualaikum....." ucap ku saat memasuki rumah


"waalaikum salam , baru pulang nak, tadi nya mama mau nyamperin kamu buat bantu kamu tapi kata Wowo kamu sudah berhasil menuntaskan nya ,mama bangga sama kamu nak " ucap mama seraya mengusap pipi kiri ku

__ADS_1


kuraih tangan mama yang berada di pipi ku ,lalu ku cium dan ku genggam


"karena doa dan restu mama yang selalu menyertai ku"


"khem....khem...."


papa berdehem di belakang ku


"assalammualaikum......" ucap papa


"waalaikum salam...." sahut kami semua


"kalian baru pulang , terus kamu apa-apa an ini ,papa cemburu loh" ucap papa menunjuk tangan ku dengan mengerungkan wajah nya


"kamu ini sama anak sendiri masa cemburu " ucap nenek


"hehehe.......becanda ma...." ucap papa cengengesan


"ya udah sekarang kalian bersih-bersih gih ,belum pada shalat kan ,kita shalat ashar berjamaah " ucap mama


Aku pun segera melaksanakan titah mama ,namun sebelum pergi ke kamar aku lebih dulu mengecup pipi mama ,dan segera berlari sebelum terkena omelan papa


haiiihh.....aku lupa kalau ada Aranta yang juga pasti melihat tingkah ku tadi


dan benar saja saat aku sudah berada di lantai atas aku sempat melihat kalau Aranta masih terpaku di tempat nya .


"hahaha......kamu tak usah heran ,Gibran memang seperti itu jika di rumah ,berbeda sekali ketika di luar rumah " suara Riswan terdengar , dan aku yakin ucapan nya itu ditujukan untuk Aranta


Aku mengedikan bahu lalu berjalan menuju kamar ku


ceklek


"loh dek kamu sedang apa di kamar kakak?" tanya ku


"cuma apa?" tanya menyelidik


"cuma....kabuuurrrrrr........" Ari langsung berlari menuju pintu dan menutup nya


"ada apa dengan nya " gumam ku


Tak ku hiraukan ,aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku ,lalu setelah itu aku pun menuju ruang mushola,di sana sudah ada mama , papa , nenek , Riswan ,dan Ari .


"yuk cepetan keburu habis waktu nya " suara mama membuat ku segera mengambil tempat di belakang papa .


"kak Ara belum datang ma" ucap Ari


"Kaka Ara sedang tak shalat nak "ucap mama


"kenapa ?" tanya Ari


"karena keyakinan kita berbeda dek , kak Ara tidak shalat seperti kita " ucap ku, hingga semua mata tertuju padaku


"maksud mu Aranta non muslim ?" tanya mama


Aku mengangguk


"heeeeehhh.....ya sudah ,ayok kita laksaksanakan shalat nya , nanti kita bahas lagi" ucap mama kemudian


"bismillahirrahmanirrahim..... Allahu Akbar...."


Papa mulai mengucap takbir , kami pun mengikuti,bahkan trio hantu yang terdiri dari kak Wowo ,nek Wewe dan bang Popo pun ikut shalat ,hanya saja mereka shalat di tempat terpisah ,sedangkan Tante Lasmi ,kuntilanak merah itu pergi entah kemana ,ia sering menghindar jika kami tengah beribadah .

__ADS_1


"assalamualaikum warahmatullah.....


assalamualaikum warahmatullah......"


Setelah selesai shalat kami pun berkumpul di ruang keluarga ,sedang kan mama dan nenek Marni tengah menyiapkan makanan untuk makan malam .


"kak ....ini aku ada PR agama , aku gak ngerti arti dari surah ini apa sih ?" tanya Ari datang dengan membawa buku tulis dan buku paket bertuliskan Agama Islam .


"mana , sini kakak lihat ?"tanya ku


"nih arti dari surah Ar-Rahmaan ,dan ayat terakhir aku di suruh menulis arti nya" ucap Ari


"surah Ar-Rahmaan artinya Yang Maha Pemurah ,jumlah ayat nya 78 ayat ,ayat terakhir mengatakan 'Maha Berkah nama Rabb-mu yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan"


Bukan aku yang mengatakan itu , melainkan Aranta , hingga kami pun sontak melihat pada nya ,hingga ia gelagapan dan nampak salah tingkah


"k..kenapa....aku salah ya ?" tanya nya


"kamu benar ,darimana kamu tahu ,bukan nya kamu non muslim?" tanya nenek


"darimana nenek tahu kalau aku non muslim ?" tanya nya balik


"aku yang ngasih tahu" ucap ku ,hingga dia menoleh pada ku


"aku lihat kamu berdoa dengan menggerakan tangan mu , doa yang terdengar pun berbeda " ucap ku


"iya kamu benar , keyakinan ku berbeda dengan kalian " ucap nya


"tapi kak ,kak Ara pintar mengaji kok ,buktinya setiap malam sebelum tidur kak Ara suka membacakan ayat-ayat Al Qur'an ,suara nya juga bagus " celetuk Ari tiba-tiba


"benarkah ?" kali ini mama yang bertanya ,sebab jarak dari dapur ke ruang tengah tak begitu jauh ,juga ruangan yang tak di beri sekat dinding menjadikan mama yang di dapur dapat mendengar obrolan kami di ruang keluarga .


"iya ma,iya kan kak?" ucap Ari melihat Aranta


terlihat ragu Aranta mengangguk


"ayo kak tunjukan sama mereka kalau kakak bisa mengaji " pinta Ari


"tapi Ari ...."


"ayo kak.... please.... buat mereka terpesona pada kakak" ucap Ari lagi


"tapi kan...."


"kalau kakak gak mau ,aku gak akan mau bicara pada kak Ara lagi " mulai deh jurus andalan nya di keluarkan


"baiklah " ucap Aranta pasrah ,ia pun menghela nafas lalu mengucapkan ta'awudz


"audzubillahiminasyaitonirrojim..... bismillahirrahmanirrahim............."


Aranta menjeda beberapa saat lalu kembali melantunkan bacaan nya


"Alif laam miim.Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqiin.Al-ladziina yu-minuuna bil ghaibi wa yuqiimuunashalaata wa min maa razaqnaa-hum yunfiquun.Walladziina yu-minuu-na bimaa unzila ilaika wa maa unzila min qab-lik,wa bil aakhirati hum yuqinuun. Ulaa-ika 'alaa hudam mir Rabbihim wa ulaa-ika humul muflihuun.....sadaqallahul 'azim...."


Sungguh aku tak menyangka jika Aranta bisa melantun kan surah Al Baqarah ayat 1 sampai 5 dengan fasih ,tajwid nya pun tepat dan benar ,bahkan terdengar sangat merdu hingga bulu halus di kulit ku meremang


"kok bisa ,kamu yang notabenenya non muslim tapi bisa tahu dan bisa ngaji juga ?" tanya Riswan


"itu....itu....karena dulu saat aku berlari menghindar dari kejaran orang-orang suruhan Oma , aku terdampar di pondok,dan selama kurang lebih 5 tahun aku bersembunyi di pondok " jawab nya ,membuat kami semua termasuk papa yang baru bergabung dengan kami pun tertegun


"terdampar di pondok ....." ucap kami hampir berbarengan

__ADS_1


***


__ADS_2