
Hari sudah semakin sore Ari pun pamit untuk pulang
"kak aku pulang dulu ya,besok bener kan kak Ara pulang ?" tanya Ari
"insyaallah jika dokter memang memperbolehkan kakak pulang ,besok pasti pulang " sahut Aranta
"ya sudah aku pulang ya, assalamualaikum...." Ari pun menyalimi satu persatu yang ada di sana ,kemudian gadis itu pergi meninggalkan ruang rawat itu bersama Yoga
"waalaikum salam....." sahut mereka bersamaan
"yang tadi itu siapa nya Ari?" tanya Seno
"katanya sih temen nya ,tau deh bener apa enggak nya " sahut Rifki
"sepertinya mereka memang teman deh gelagat kedua nya juga biasa saja kalau mereka ada hubungan selain teman pasti gesture dan raut muka mereka bisa kelihatan tapi ini mereka biasa saja" sahut Nuri menimpali
sementara itu Ari yang tengah di bicarakan pun bercerita banyak hal mengenai keluarga nya pada Yoga.
Yoga diam bukan tak ingin menimpali cerita Ari ,hanya saja ia sangat senang saat melihat Ari yang tak pernah terlihat punya beban ,padahal di sekolah Ari sering kali dapat bully-an dari teman-teman wanita nya karena kelakuan Ari yang dinilai player oleh mereka ,namun Ari hanya menanggapi dengan santai.
"pokok nya nanti kamu tahu sendiri deh gimana kakak aku ,dia itu kelihatan nya saja cool ,kalem ,tapi kalau di rumah pecicilan banget ,manja nya gak ketulungan ,apalagi kalau lagi sakit pasti mama dibikin repot karena harus menunggui nya seharian "
cerocos Ari
"oh ya...kalau kamu sendiri ?" tanya Yoga
"ya.....aku mah kebalikan nya lah " sahut Ari lempeng
Yoga terkekeh mendengar sahutan Ari ,karena baginya Ari juga sama saja seperti kakak nya ,hanya saja ada nilai plus nya yaitu tukang gonta-ganti pacar
"kenapa kamu ketawa?" Ari menyipitkan mata melihat Yoga
"hahaha....gak kenapa-kenapa kok hanya lucu saja melihat mu " sahut Yoga sambil terus mengemudikan mobil nya
"ih...lucu apanya emang aku badut apa lucu" Ari memberengut
"kamu tuh gak takut kena karma ya?" tanya Yoga tiba-tiba ,kening Ari pun berkerut ,gadis itu sampai menghadap pada Yoga
"karma .... karma apa jangan aneh-aneh deh kamu ,bikin takut saja ?" tanya nya
"santai saja kali ,gak usah serius begitu " Tiga kembali tergelak
"ya abis nya kamu tuh aku cerita panjang lebar malah tiba-tiba bahas karma ,gak nyambung tau gak" seru Ari sebal
Yoga menghela nafas lalu ia menghentikan mobil nya tepat saat lampu merah menyala
"kamu kan sering banget nerima cowok yang nembak kamu ,dan kamu juga dengan gampang nya mutusin mereka apa kamu tak takut kalau nanti mereka berbuat nekat karena merasa sakit hati pada mu?" tanya Yoga yang memang sudah mengkhawatirkan hal itu
"gak lah ,buat apa aku takut ,kan ada Allah yang jagain aku ada Tante Lasmi juga yang suka ikut aku kemana pun" ceplos Ari
"Tante Lasmi ...siapa" tanya Yoga
"eh... hehehe....aku keceplosan ,hm...gimana ya susah jelasin nya hehehe...." ucap Ari seraya memamerkan deretan gigi nya yang rapi
"maksud kamu apa sih , keceplosan apa ?" tanya Yoga lagi
"hm....." belum sempat Ari menyahut suara klakson dari kendaraan lain pun saling bersahutan ,rupanya lampu merah sudah berganti hijau , itu tanda nya mobil nya harus segera melaju
Yoga yang merasa tak enak pada pemilik kendaraan lain pun melajukan kembali mobil nya
"huuuuuffftt.....selamat " Ari bernafas lega karena ia berfikir Yoga akan melupakan pertanyaan nya tadi ,akan tetapi
__ADS_1
"jadi maksud kamu apa tadi ?"
deg
"euuhh....aku ...bingung cerita nya ,pasti kamu tak akan percaya " lirih Ari
"memang nya kenapa sampai aku tak akan percaya "tanya nya lagi seraya menoleh pada Ari
Namun tiba-tiba
"YOGA ....AWAAASSSSS......"
Bruuuuk
Sementara itu di rumah sakit
"kenapa perasaan ku tiba-tiba saja tidak enak" gumam Nuri seraya memegangi d*da nya
"mama kenapa?" tanya Gibran yang melihat gelagat tak biasa dari mama nya itu
Rifki dan yang lain pun menoleh pada nya
"sayang kamu kenapa?" tanya Rifki mengusap bahu Nuri
"entahlah mas, perasaan aku kok tiba-tiba saja tak enak " jawab nya lirih
"ini kamu minum dulu" Thalia menyerahkan air minum dalam kemasan botol
"makasih" Nuri pun segera meminum nya
"mas....telpon Ari ?" tiba-tiba ia teringat akan anak perempuan nya ,entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang tak beres
"biar aku saja " ucap Gibran ,Gibran pun segera menghubungi no ponsel Ari ,namun tak ada jawaban sama sekali
"Ya Allah....lindungilah putri ku " lirih Nuri dan langsung menangis
"kamu tenang dulu ,jangan terlalu berfikir macam-macam, kita berdoa saja semoga Ari tidak kenapa-kenapa" ucap Rifki mencoba menenangkan istri nya meski ia pun sama cemas dan panik nya
"nek Wewe....apa terjadi sesuatu pada Ari?" tanya Gibran membatin
"ehehehehe.....Ari....terlibat kecelakaan " sahut Wewe
Bak tersambar petir di siang bolong ,tubuh Gibran langsung luruh ke lantai dengan wajah pucat nya
"astaghfirullah....." lirih nya ,tentu saja apa yang terjadi pada Gibran menjadi pusat perhatian mereka ,Aranta bahkan sampai terkejut saat melihat Gibran shock seperti itu
"Adnan ..."
"Gibran ....kamu kenapa ?" tanya Rifki dan Nuri hampir bersamaan
"mama...dan papa ...tunggu ya,aku mau susul Ari ,paman ,bibi titip Aranta " tanpa menjawab pertanyaan orang tua nya Gibran segera pergi meninggalkan rumah sakit tersebut ,meninggalkan sejuta tanya dari Aranta ,Nuri ,Rifki ,Seno ,dan Thalia.
"Wo....sebenar nya ada apa?" tanya Nuri membatin ,Wowo yang berada di sudut ruangan pun menyahut
"semua akan baik-baik saja "
"maksud nya ?" batin Nuri lagi
"ma... sebenarnya apa yang terjadi ?" lirih Aranta pada Thalia
"mama juga tak tahu sayang ,kita berdoa saja agar tak terjadi sesuatu yang buruk" Thalia pun merasa bingung dengan situasi saat ini .
__ADS_1
Gibran yang tengah menuju tempat dimana Ari dan Yoga terlibat kecelakaan dengan di pandu Wewe pun terus merasa gelisah ,ia berdoa dan berharap adik nya tak kenapa-kenapa.
"astaghfirullah....." lirih Gibran saat dirinya malah terjebak macet , hal itu pun disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada Ari dan Yoga ,namun rupanya Gibran belum mengetahui hal itu
"Ya Allah kenapa macet?" tanya Gibran semakin merasa panik dan risau
Beberapa kali Gibran membunyikan klakson namun karena macet nya cukup parah ia pun tak bisa melakukan apapun ,kalau pun mundur dan putar balik juga sudah terhalang kendaraan lain yang juga ikut terjebak macet.
"Ya Allah....lindungilah adik ku" lirih Gibran
Saat Gibran tengah dilanda kegelisahan seseorang mengetuk kaca mobil nya
Beberapa pengamen jalanan menggunakan momen ini untuk mencari rezeki nya ,termasuk pada orang yang mengetuk kaca mobil Gibran ,Gibran pun menurunkan kaca mobil nya ,namun karena Gibran saat ini tengah dilanda kegelisahan ia pun langsung memberikan sejumlah uang pada pengamen itu tanpa menunggu pengamen itu menyanyikan sebuah lagu,bahkan jumlah uang nya pun tak tanggung-tanggung,entah sadar atau tidak Gibran memberikan semua uang yang ada di saku celana nya , hal itu membuat si pengamen terheran-heran,ia bingung juga senang sebenarnya ,saat si pengamen hendak bertanya tiba-tiba Gibran berucap
"sudah ambil saja ,saya ikhlas " Gibran pun segera menutup kembali kaca mobil nya
Perlahan mobil Gibran pun mulai melaju meski tak jauh dari tempat tadi kira-kira dua hingga tiga meteran dari tempatnya tadi.
"wah....ternyata kecelakaan itu membawa hoki nih ,tiap hari saja begini bisa cepet kaya aku,eh astaghfirullah...kenapa aku kok jadi kesenengan begini ,kesan nya tuh aku bahagia di atas derita orang ,ya Allah ampuni aku , aku harap apa pun masalah orang baik tadi semoga bisa cepat terselesaikan ,kelihatan banget kaya ada masalah " gumam si pengamen itu sambil memperhatikan lima lembar uang ratusan ribu dan satu lembar lima puluh ribu
"bisa gawat kalau bang Togar lihat aku dapat uang banyak, bisa-bisa di gasak semua uang ku " pengamen itu pun lantas menyembunyikan uang tersebut pada pakaian dalam nya , menurut nya di sana uang nya akan aman , meskipun nanti akan ada bau-bau sembriwing nya.
Sesampai nya Gibran di dekat pusat kecelakaan ,mobil Gibran diarahkan ke jalan lain oleh pihak kepolisian ,Gibran pun mengikuti arahan nya ,akan tetapi saat melihat satu mobil yang ia kenal ia pun terkejut ,dan langsung menghentikan mobil nya begitu saja ,bahkan para petugas polisi lalu lintas pun sampai menegur nya
"maaf mas nya mau kemana ,ini mobil jangan berhenti di sini , menghalangi kendaraan yang lain " tegur salah satu polisi lalu lintas
"ini kunci mobil nya ,saya minta tolong kepinggir kan ya pak,terserah setelah ini bapak mau menilang ku atau apa " setelah mengucap kan itu Gibran pun langsung berlari menuju mobil-mobil yang sudah penyok karena saling bertubrukan
"yah....perasaan aku polisi lalu lintas kenapa malah jadi tukang parkir " gumam polisi lalu lintas tersebut
"udah kang , parkir kan saja mobil nya ,nanti ada uang parkir nya kok ,cepat kasihan kendaraan lain nya menunggu " celetuk rekan nya malah meledek teman nya itu
"setelah ini akan aku tilang anak muda itu , sembarangan saja main perintah orang tua " gerutu nya seraya masuk ke dalam mobil Gibran ,namun tiba-tiba ia terdiam
"duh .... bego...gimana cara ngidupin ini mobil ,aku kan gak bisa bawa mobil ,kalau cuman naik dan duduk sih bisa " gumam nya ,ia pun kembali keluar
"loh malah keluar cepetan pindahin ini mobil " seru teman nya
"kau saja lah ,aku mana bisa bawa mobil " ucap nya seraya menyerahkan kunci mobil nya
"hahaha.....baru nyadar ,hadeuuh aku kira kamu sudah bisa bawa mobil ternyata " rekan nya tergelak dan segera meraih kunci tersebut lalu segera melajukan mobil nya untuk kemudian di tepukan ke pinggir
"dasar semprul...."
Gibran yang mengenali mobil yang membawa Ari pun terdiam saat melihat bentuk nya yang sudah ringsek di bagian depan ,dapat di pastikan bagaimana kondisi adik dan teman nya tersebut
Gibran lalu berlari ke arah ambulan yang sudah berada di sana ,ia berteriak memanggil nama adik nya
"Ari....Ari....."
"maaf orang yang tak berkepentingan dilarang mendekat " salah satu petugas kepolisian menghadang Gibran
"mana adik ku ,itu mobil teman nya yang membawa adik ku bersama nya ,mana mereka ,bagaimana kondisi mereka ?" tanya Gibran panik
mengetahui pemuda itu merupakan sodara dari salah satu korban kecelakaan polisi tersebut mengarahkan Gibran untuk mendekati para korban
Mata Gibran terbelalak saat polisi itu membawa nya pada beberapa tubuh yang sudah di masukan ke dalam kantong jenazah
"innalilahi wainailaihi rojiun.....Ari.... Yoga...." lirih Gibran
"tidak....ARRIIII........."
__ADS_1
***