
Seperti yang di katakan kak Troy saat ini aku , Riswan ,bahkan Aranta di traktir nya di kantin ,kita bertiga duduk bersama kak Troy , kak Ardi dan yang lain nya ,kita duduk dengan dua meja yang di satukan ,kami semua pun tengah menikmati makan kami .
"terima kasih traktiran nya , nanti giliran aku deh yang traktir kalian " ucap ku merasa tak enak karena ini kali pertama aku di traktir orang lain .
" gak usah lah , kita gak mau nge bebani loe , ini tuh gak sebanding dengan yang loe lakuin kemarin tahu gak ,coba kalau loe gak datang bisa abis gue sama dua begal itu ,tapi ngomong-ngomong loe jago juga berkelahi ,belajar dari mana?" tanya kak Troy
"gak kok ,hanya ikuti naluri saja " jawab ku ,kebetulan makanan ku sudah habis jadi aku bisa leluasa berbicara
"tapi kemarin itu bener-bener keren tahu ,kamu juga bisa sulap ya ternyata " celetuk kak Troy
" sulap?" seru yang lain
"iya ...kalian tahu salah satu dari dua begal itu sampai nyangkut di pohon ,mana tinggi pula , dan yang satu nya seperti ada yang menyeret nya sampai jauh beberapa meter ,begal itu juga teriak ketakutan setelah Adnan menjentik kan jarinya di depan begal itu " tutur kak Troy
"itu bukan sulap kok , aku juga gak tahu kenapa mereka bisa sampai seperti itu " sergah ku cepat
"masa iya sih kamu juga gak tahu ?" tanya kak Troy menatap ku
Aku hanya menganggukkan kepala menanggapi pertanyaan itu
"oh iya itu kamu kenapa sekarang pakai kerudung ke sekolah ?" tanya kak Ardi menatap tak berkedip pada Aranta
"Alhamdulillah,sekarang Aranta sudah menjadi muslim" jawab ku sebelum Aranta menjawab nya
"wah mualaf nih "seru kak Troy
"terus kemarin itu apa benar kabar tentang penculikan mu yang melibatkan Wisnu hingga tertangkap polisi...kabar itu rame banget loh kemarin " tanya kak Ardi lagi
"ya....tapi sepertinya kak Wisnu hanya dimanfaatkan saja" jawab Aranta
"dimanfaatkan?" tanya mereka
Namun tiba-tiba saja tercium aroma melati yang sangat menusuk hidung ku ,bahkan yang lain pun juga mencium aroma itu .
"gaess....kalian nyium bau seperti melati gak ?" tanya kak Ardi
"iya nih ,siapa yang pake minyak bau melati begini,jadi horor kan " sahut teman nya yang lain
Aku ,Riswan dan Aranta pun saling pandang, seraya melirik sesuatu di belakang kak Troy ,dengan cepat Riswan menundukan kepala.
Sosok perempuan berkebaya putih dengan kain jarik berwana coklat ,serta riasan ala pengantin,namun terdapat luka di pergelangan tangan nya ,berdiri menatap ku .
"mbak nya mau apa ?" tanya ku dalam hati
"tolong akuuu....." lirih nya
"apa yang bisa saya bantu memang nya ?" tanya ku lagi
namun bukan nya menjawab pertanyaan ku,hantu itu malah menujuk ke arah kak Ardi yang duduk di sebelah kak Troy
"apa maksud nya ?" sebelum perempuan itu menjawab tiba-tiba bel berbunyi ,sosok perempuan itu pun menghilang
Kami pun segera membubarkan diri dan masuk ke kelas masing-masing
"tadi itu maksud nya apa ya, kenapa hantu itu malah menujuk kak Ardi ?" tanya Aranta saat kita berjalan di koridor
"entahlah ,dia keburu pergi ,sudah biarkan saja nanti juga dia datang lagi " sahut ku
"memang nya kamu sering di datangi hantu untuk dimintai tolong?" tanya Riswan
__ADS_1
"ya....gak sering-sering juga " sahut ku singkat
Kami pun lantas duduk di bangku kami,tak berselang lama Bu Fuji memasuki ruang kelas
"assalamualaikum.....selamat siang anak-anak murid ibu nu karasep tur gareulis " sapa Bu Fuji dengan logat yang bikin aku terngiang-ngiang
"waalaikum salam....selamat siang Bu......" jawab kami serempak
"wah ...Aranta teh jadi makin cantik ya sekarang , Alhamdulillah....semoga betah dengan hijab nya ya cantik ,ibu turut senang mendengar kabar bahwa kamu teh sekarang mualaf ,dan maaf ya ibu teh tidak menjenguk mu di rumah sakit , syukurlah kamu dan keluarga tak sampai kenapa-kenapa" ucap Bu Fuji panjang lebar
"iya Bu,tidak apa-apa" sahut Aranta, seperti nya Aranta memang belum mengetahui jika Bu Fuji lah yang mendonorkan darah untuk nya ,tapi Bu Fuji juga sudah mengatakan jika Aranta tak perlu mengetahui nya .
"sebagai hadiah karena kamu teh sudah kembali ke sekolah juga karena kamu teh sekarang mualaf ,ibu mau kasih kamu sesuatu,nanti pas pulang sekolah kamu teh ke ruangan ibu dulu ya, dan buat yang lain juga tak usah merasa iri karena ibu sudah menyiapkan juga untuk kalian " ucap Bu Fuji yang langsung di sambut dengan sorakan kegembiraan
"yeeee......makasih Bu........" sahut ku semua
"iya ,...ya sudah kalau begitu kita teh sekarang ulangan ya " ucap Bu Fuji kemudian yang sontak saja membuat teman-teman yang lain merasa lemas
"yaaaahh.......Bu....kok gitu...." keluh salah satu teman sekelas ku
"jangan ada yang protes , Aranta....coba ini kamu teh bagikan lembar soal ini kepada teman-teman mu "
Aranta pun segera mengambil lembar soal yang berada di atas meja Bu Fuji,lalu membagikan nya pada kami
Ulangan mendadak pun berlangsung dengan di warnai aksi saling lirik tentu nya ,karena memang tak ada persiapan dari sebelum nya ,termasuk teman di belakang ku yang menendang-nendang pelan kaki kursi bagian belakang ku dengan kaki nya ,ia berbisik
"Nan....nomer lima dong ...."
"ekhem...." tiba-tiba Bu Fuji berdehem membuat nya terdiam
Bu Fuji pun berjalan mengelilingi satu persatu bangku ,namun sudut mata ku melihat ada seseorang yang tengah duduk di kursi Bu Fuji ,aku pun sontak mendongak dan melihat ke arah meja Bu Fuji
"hai...."
"ih dasar hantu genit,udah jadi hantu juga masih aja genit ,tau aja cowok ganteng "
gerak bibir Aranta yang ku lihat komat-kamit,aku pun lantas menggelengkan kepala dengan ujung bibir ku yang sedikit terangkat
Hingga akhirnya ulangan pun selesai ,dan Bu Fuji pun sudah membawa lembar soal ulangan yang sudah kami isi .
"ya sudah sok atuh kalian bubar ,besok ibu akan bagikan hasil nya ,dan untuk hadiah nya teh kita keruangan ibu sekarang,tapi harap antre ya , nanti ibu bagikan menurut absen " ucap Bu Fuji
"baik Bu"
kami pun mengikuti Bu Fuji keruangan nya , sesampainya di depan ruangan Bu Fuji, kami pun segera mendapatkan hadiah yang dimaksud ,sebuah gantungan kunci berbentuk buah-buahan ,dengan wajah yang berbagai ekspresi kami semua memperhatikan gantungan kunci ditangan masing-masing, hanya Aranta yang mendapatkan hadiah berbeda ,sebuah paper bag yang berisi beberapa jilbab terbaru ,dia menatap berbinar pada jilbab yang berada di dalam paper bag di tangan nya .
"terima kasih banyak Bu, ini...aku sangat menyukai nya " ucap nya
"iya syukurlah atuh jika kamu teh menyukai nya ,apa kalian juga suka hadiah nya ?" tanya Bu Fuji pada kami
"sukaaaa........." ucap kami serempak ,padahal aku yakin apa yang ada dalam hati mereka tak sesuai yang di katakan
"ehehehehe........bagus ya cu.... gantungan kunci nya .....ehehehehe......."
Setelah itu kami pun pulang ke rumah masing-masing ,namun pada saat aku hendak membuka pintu mobil aku melihat mobil sedan hitam yang nampak tak asing bagi ku tiba-tiba datang dan berhenti tepat di depan mobil ku .
"papa " gumam Riswan
"hai nak " sapa paman Haris berjalan ke arah kami
__ADS_1
"pa, aku kan sudah bilang hari ini aku pulang nya ke rumah mama Uli ,aku juga nginep malam ini ,papa kenapa jemput aku?" tanya Riswan
"papa ke sini bukan buat jemput kamu kok " sahut paman Haris ,membuat kening ku berlipat
"kalau papa gak mau jemput aku papa mau ngapain ke sini?" tanya Riswan lagi
"hanya ada sedikit urusan, sudah sana pada pulang " ucap paman Haris meminta kami segera pulang
"urusan apa sih pa ?" tanya Riswan lagi
"masalah kerjaan ,sudah sana kasihan mama kalian pasti sudah menunggu " ucap paman Haris lagi
"ya sudah kami pulang deh , assalammualaikum...." ucap Riswan seraya menyalimi tangan paman Haris , begitupun dengan aku juga Aranta
Setelah itu kami pun segera masuk ke dalam mobil dan tak membutuhkan waktu lama mobil pun melesat dan berbaur dengan kendaraan lain nya .
"kerjaan apa memang nya di lingkungan sekolah " gerutu Riswan di samping ku
"mungkin paman Haris mau buka kafe di deket sekolah" ucap ku
"apa iya ,tapi kok gak pernah cerita ya ,itu juga kenapa parkir mobil nya tepat di depan gerbang sekolah " ucap nya lagi
"udah sih jangan di fikirkan,nanti juga papa kamu cerita ,mungkin saat ini papa kamu masih sibuk jadi tak sempat cerita " tutur Aranta menengok ke belakang
"ya juga sih " gumam nya
Hingga akhirnya kami pun sampai di rumah.
"assalamualaikum....." ucap kami bertiga dan langsung mendapat jawaban dari mama ,nenek dan bibi Thalia.
"waalaikum salam......"
"loh dek kamu kenapa ?" tanya ku saat melihat wajah Ari nampak murung mata nya pun basah
"huuuhhuuu.......kakak...." tiba-tiba Ari memeluk ku dengan tangis yang tersedu
"ada apa hem?" aku mengusap rambut nya seraya melirik pada mama
"Ari nangis karena Aranta mau pindah nak" ucap mama
"pindah?" ucap ku ,Riswan juga Aranta
"iya nak" lirih mama
"kenapa harus nangis sih dek,kan nanti juga bisa bertemu " ucap ku mencoba menenangkan nya
"tapi kak Aranta pindah nya jauh kak huuuhhhuuu......" tangis ati semakin pecah di pelukan ku
"iya Adnan , kita mau pindah ke Aceh ,di sana kebetulan masih ada rumah kosong peninggalan orangtua papa nya Aranta disana juga dekat dengan pondok pesantren , insyaallah kami bertiga juga akan belajar dan lebih mendalami ilmu Agama" tutur bibi Thalia
Mendengar itu tentu saja aku maupun Riswan terkejut ,terutama Aranta sendiri .
"tapi mah, kenapa harus ke Aceh ,aku udah nyaman di sekolah ku yang sekarang , lagipula sebentar lagi kan ujian ma " ucap Aranta memelas
"maafkan mama ya sayang ,tapi ini juga demi kebaikan kita , di sana juga kita akan buka usaha baru karena di rumah itu ada bekas ruko di samping nya ,lagipula ujiannya kan masih empat bulanan lagi jadi gak apa-apa jika kamu pindah sekolah " ucap bibi Thalia seraya meraih tangan Aranta yang terlihat kecewa ,terlihat ia menghela nafas nya kasar dan memejamkan mata nya
"ya sudah bagaimana baik nya saja menurut mama , tapi aku jadi harus kembali beradaptasi " lirih nya
Akhirnya tangis Ari kembali pecah mendengar ucapan Aranta yang setuju ikut pindah bersama kedua orang tua nya.
__ADS_1
"huuaaaa........"
***