
Keesokan harinya
Aku yang sudah selesai mengerjakan shalat subuh pun segera beranjak keluar rumah ,sebab udara di pagi ini cukup menyejukkan ,meski pemandangan tak seindah di puncak , batu nisan yang nampak basah sebab embun yang menutupi nya pun menjadi hiasan tersendiri di kampung ini .
Sungguh amazing
Tak nampak satu pun hantu-hantu seperti tadi malam ,mungkin mereka semua tengah beristirahat karena semalaman mereka kan pada keluar.
Aktivitas para penduduk pun sama saja seperti penduduk pada umum nya ,ada yang menyapu halaman dari daun kering ,menjemur pakaian , memanaskan motor ,bahkan banyak pula yang berlalu lalang dengan pakaian yang sudah rapi ,sepertinya hendak berangkat kerja .
Mereka yang berlalu lalang itu tak satu pun yang tidak menyapa , semuanya tersenyum dan menyapa ku dengan ramah.
"kenapa mereka belum ada yang keluar" gumam ku melihat ke arah pintu
Merasa perut ku lapar aku pun berjalan menyusuri jalanan yang sisi kiri dan kanan terdapat kuburan nya.
Aku masuk ke sebuah kedai makanan yang terdapat dua kuburan di sisi kiri nya
"assalamualaikum Bu...." ucap ku
"waalaikum salam ....eh ...aduh .... tampan nya ...ini pasti KKN yang dari kota itu kan?" tanya seorang ibu penjual nya
"iya Bu, ini...ibu jualan bubur ayam ya Bu?" tanya ku
"iya betul....mau beli berapa porsi ? makan di sini apa di bungkus?" tanya nya ramah
"bungkus saja Bu dua" sahut ku ,biarlah aku beli untuk ku dan Aranta saja ,yang lain mereka kan bisa beli sendiri ,lagian yang ada di kantong celanaku ternyata pas-pasan.
"baiklah ,tunggu sebentar ya ...oh iya bagaimana.... apa semalam pada nyenyak tidur nya ,maaf kalau kalian merasa tak nyaman ya tapi ya memang keadaan kampung ini begini,kalian tak usah takut karena meskipun kita hidup berdampingan dengan puluhan bahkan ribuan kuburan , tapi tak pernah ada yang aneh-aneh kok, jadi gak usah takut ya" ucap ibu itu sambil meracik bubur pesanan ku
"gak ada yang aneh-aneh gimana ,semalam tuh demit pada keluar semua gangguin kami " batin ku
"Bu ,satu porsi makan di sini,sambel nya yang banyak?" ucap salah satu pembeli yang baru datang
"iya tunggu ya sebentar " sahut ibu itu lagi
"apa memang warga di sini tak ada yang pernah diganggu makhluk astral gitu?" tanya ku menyelidik
"Alhamdulillah kalau kita pandai jaga diri jaga hati dan ucapan insyaallah mereka tak akan ganggu ,sebab jika mereka sudah berani mengganggu dengan menampakkan diri atau mengganggu dengan hal lain nya berarti yang di ganggu itu punya niat dan perilaku yang menyimpang ,seperti merencanakan kejahatan misal nya " tutur nya menjelaskan
"gitu ya Bu "
"iya ,pernah kejadian beberapa tahun ke belakang ,ada beberapa kawanan orang yang berniat merampok di kampung ini ,tapi sebelum niat mereka terlaksana malah mereka sendiri yang sudah kena imbas nya , jadi pesan saya kamu dan teman-temanmu itu harus menjaga tatakrama dimana pun kalian berada ,ini total nya dua puluh ribu " ibu itu pun memberikan dua bungkus bubur ayam yang sudah jadi
"ini ,pas ya Bu, terima kasih atas saran nya ,kalau begitu saya permisi , assalamualaikum " ucap ku berpamitan
__ADS_1
"waalaikum salam " sahut ibu itu
"jadi itu alasan semalam hantu-hantu itu meneror kami ,aku harus memperingatkan mereka kalau gitu " gumam ku seraya kembali ke rumah penginapan ,siapa pun yang punya niat kotor aku harap ia bisa memperbaiki sikap nya setelah aku memberi tahu kan nya,ya....semoga saja .
Sesampai nya di depan rumah nampak semua teman-teman ku sudah berdiri di luar , beberapa dari mereka ada yang masih mengumpat kesal karena ditempat kan di kampung yang unik ini namun mereka menyebut nya aneh.
"nah ini dia nih ,darimana aja ?" tanya Coky pada ku
"nyari sarapan ,kalau kalian mau ada di dekat rumah yang bercat hijau itu tuh" jawab ku seraya menujuk ke arah kedai makanan tadi
"kenapa beli nya cuman dikit?" tanya Gio
"maaf ,tadi aku lupa bawa uang ,ini juga nyelip sisa ongkos kemarin " jawab ku apa adanya ,ya memang benar sih aku lupa bawa uang ,beruntung aku nemu uang yang jumlah nya pas dengan harga bubur ayam nya .
"dasar pelit" cibir Gio
"emang kamu gak pelit gitu?" celetuk Bella
"jangan bicara sembarangan " seru nya tak terima
"ya udah sih kalau kalian mau sana cepat samperin sebelum kehabisan " aku pun segera menghampiri Aranta yang tengah berdiri menghadap batu nisan yang tak jauh dari pintu .
"kita sarapan " ucap ku seraya menyerahkan bungkusan itu pada Aranta ,yang langsung menerima nya ,terlihat beberapa wanita menatap sinis Aranta
"beli saja lah sendiri sana ,uang ku gak cukup buat beli banyak-banyak" sahut ku
"kapan kamu jatuh miskin , tahu-tahu uang mu abis saja " ucap nya lagi
"enak saja ,maksud ku ,uang yang ku bawa hanya cukup beli dua porsi ,karena aku lupa bawa uang yang di dompet ,kan dompet nya di kamar " tutur ku
"oh...kirain ,ya udah Lin,kita cari sarapan juga yuk ,makan di tempat kaya nya lebih enak" ajak Riswan
"yakin kamu mau makan di tempat ?" tanya Merlin
"eh enggak deh ,kita bungkus saja ,yuk kalian juga pada mau cari sarapan kan ,kita pergi barengan saja " ujar Riswan pada yang lain
"ya udah bentar gw ambil dompet gw dulu" sahut Dika
"Bran,kamu masih ada utang penjelasan ya tentang pertunangan kalian itu " bisik Riswan sebelum ia pergi bersama yang lain
"iya iya nanti aku jelasin " sahut ku
Namun sebelum mereka semua pergi aku lebih dulu memberi tahu apa yang ibu penjual bubur ayam tadi katakan
"tunggu ,aku harap kalian bisa menjaga sikap dan hati kalian ,sebab di tempat ini ada peraturan yang benar-benar harus kita taati ,salah satu nya jangan berbicara kotor apalagi sampai punya niat tak baik ,itu akan menghindarkan kita dari gangguan para tak kasat mata di sini"tutur ku
__ADS_1
"maksud lu?" tanya Gio
"ya kamu pasti faham lah apa maksud ku ,biar kita tak di ganggu seperti tadi malam ,alangkah baik nya kalian menjaga sikap dan perilaku selama tinggal di desa ini" tutur ku lagi
"oh jadi lu mau bilang kami punya niat kotor gitu ,jangan asal tuduh ya " sengal nya
"aku gak mau nuduh siapa pun ,aku sih gak tahu siapa diantara kalian yang punya hati kotor , tapi siapa pun itu aku harap kalian bisa menjaga diri sendiri,biar tak di ganggu ,itu yang penduduk di sini katakan " ujar ku lagi ,namun penjelasan ku seperti nya gak bisa diterima oleh mereka ,dan sepertinya mereka semua tersinggung
"lu ngajak ribut hah , seenak nya saja kalau ngomong ,siapa yang punya hati kotor di sini hah " teriak nya
"tanpa dijawab pun sudah terlihat jelas kok,ayo Adnan kita ke dalam saja ,percuma bicara pada nya ,yang ada malah tensi semakin naik" tutur Aranta lalu mengajak ku ke dalam
Terlihat pula Riswan dan Merlin sudah berjalan lebih dulu ,nampak nya dua anak manusia itu tak ingin kena imbas kemarahan si Gio.
Aku yang belum benar-benar masuk pun masih bisa mendengar gerutuan dan umpatan mereka ,tapi ...ya sudah lah yang penting aku sudah memberi tahu mereka ,jika mereka merasa tak terima ,mungkin mereka sendiri yang akan menanggung konsekuensinya.
Suara denting sendok menjadi saksi bisu antara aku dan Aranta yang tengah sarapan berdua,eh ralat deh ....bukan hanya berdua tapi ada nek Wewe juga ,benar kata nenek Maryam jangan suka berduaan nanti yang ke tiga nya setan ,kan bener nek Wewe setan nya.
Setelah selesai aku masih berdiam memperhatikan Aranta yang tengah membersihkan mangkuk bekas kami sarapan tadi ,hingga beberapa saat kemudian semua teman-teman ku pada datang ,mereka bersama-sama memasuki dapur untuk mengambil mangkuk ,masih dalam keadaan salah faham mereka melihat ku seperti melihat musuh saja ,ingin rasanya ku colok mata mereka satu-persatu namun tak mungkin aku lakukan ,itu hanya ada dalam bayangan ku saja ,melihat itu aku maupun Aranta pun keluar.
Sementara Riswan dan Merlin kedua nya yang terakhir memasuki dapur.
Setelah semua nya rapi kami pun bergegas menuju kantor kepala desa ,sebab dari sanalah awal kami akan melakukan tugas kami sebagai KKN ,namun sebelum kami semua berangkat aku pun mengucapkan maaf pada mereka ,setidak nya mereka tak bersikap seperti ini nanti jika berada di lingkungan masyarakat.
"baiklah sudah aku katakan tadi , kalian boleh benci dan tak suka pada ku,itu tak masalah bagiku karena tak merugikan ku sama sekali ,tapi di lingkungan masyarakat aku minta kalian bersikap lah senormal mungkin anggap kita tak pernah ada masalah ,dan untuk ucapan ku yang tadi aku juga minta maaf ,aku tak bermaksud apa-apa,hanya ingin mengingat kan saja ,baiklah ,ayo kita menuju balai desa " ucap ku setelah aku berbicara panjang lebar
"ya ampun tak pernah terbayangkan sebelumnya jika kita melakukan program KKN di desa demit seperti ini " ucap Luna
"iya bener ,ih....kaya gak ada tempat lain saja ,ya ampun ...." sahut Maya
"ini mah judul nya sih KKN di desa dedemit " celetuk Ana
"kalian bisa jaga ucapan kalian gak sih " seru Aranta sebab ucapan mereka sudah memancing beberapa makhluk tak kasat mata yang mulai memperhatikan mereka
"apa masalah loe ?" sengal Ana
"udah-udah jangan sampai ada keributan,gak enak dilihat para penduduk ,kita itu harus mencontoh kan perilaku yang baik pada masyarakat ,bukan malah sebaliknya" ucap Merlin
"loe..."seru Ana menujuk Merlin
"udah cukup , kenapa sih gak bisa di beri tahu banget " aku pun langsung menarik Aranta ,begitupun dengan Merlin yang juga di tarik oleh Riswan .
Dan akhirnya kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami menuju balai desa.
***
__ADS_1