
Hari ini Gibran dan Aranta hanya di rumah menemani Dewi ,sementara kedua orang tua mereka tengah mengurusi perihal pernikahan mereka yang akan digelar tak lama lagi.
Ari pun sudah pergi bersama Yoga ke kebun binatang.
"kalian kenapa gak jalan-jalan juga,nenek gak apa-apa kok kalian tinggal ,kan masih ada para mbak yang menemani nenek " ucap Dewi yang merasa tak enak pada cucu dan calon cucu mantu nya tersebut .
"gak apa-apa lah nek ,lagian aku lagi gak mau kemana-mana juga,hm....gimana kalau aku buat kue nanti nenek cobain" cetus Aranta
"boleh lah ,kalau gitu nenek bantu ya" ucap Dewi
"nenek lebih baik tunggu saja,biar aku yang bekerja,nenek harus banyak istirahat"ucap Aranta yang tak mau merepotkan
"tapi nenek bosan jika harus diam saja ,boleh ya nenek bantu juga" pinta Dewi sedikit memaksa
"ya sudah boleh nek ,tapi nenek bantu nya jangan yang berat-berat " ucap Aranta akhirnya
Gibran pun hanya tersenyum melihat interaksi antara Aranta dan nenek nya,tak hanya saat ini saja mereka berdua terlihat dekat,namun saat dulu pun ketika belum ada status apa-apa diantara mereka,nenek nya dan Aranta memang sudah sangat dekat.
"baiklah ...yuk sekarang kita ke dapur" ajak Aranta
Mereka pun berjalan menuju dapur.Akan tetapi Gibran tiba-tiba terdiam saat tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu.
"kak Wowo,bang Popo....apa yang sedang mereka lakukan ?" gumam nya lirih
"kamu kenapa?" tanya Aranta
"tidak apa-apa ,kamu dan nenek ke dapur saja duluan,aku ada urusan sebentar,gak apa-apa ya aku tinggal ?" tanya Gibran
"iya..gak apa-apa" sahut Aranta
Meskipun ia merasa penasaran dengan urusan apa yang Gibran maksud namun ia tak mau bertanya ,sebab baginya ia tidak ada hak untuk bertanya saat ini. Berbeda jika nanti mereka sudah menikah,mungkin ia akan selalu bertanya kemana dan darimana ia pergi.
Gibran pun pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai motor nya,sementara Aranta segera di sibukkan dengan berbagai macam bahan ,seperti tepung terigu, telur,dan bahan-bahan lain nya. Aranta memperhatikan semua bahan-bahan itu yang sudah tersedia lengkap.
"Gibran pergi kemana nak?" tanya Dewi saat ia mendengar deru mesin motor menyala
"gak tahu nek ,katanya ada urusan sebentar " jawab Aranta apa ada nya
"oh,ya sudah lah ,ayok kita mulai buat saja adonan nya ,kamu mau buat kue apa?"tanya Dewi
"hm....kalau dari bahan-bahan yang aku lihat bagaimana kalau kita buat rainbow cake, kita bisa gunakan wortel,daun pandan,buah naga , nanas dan ubi ungu ini sebagai pewarna alami nya ,jadi kita tak menggunakan pewarna makanan ini" tutur Aranta menyisihkan beberapa pewarna makanan.
"hm...boleh juga ,dan pasti rasanya juga enak,kan ada rasa dari buah-buahan nya " sahut Dewi setuju
"ok sekarang mari kita mulai" seru Aranta seraya memasangkan celemek tubuh nya lalu membantu Dewi memasangkan nya juga.
Sementara Aranta dan Dewi sibuk di dapur,lain hal nya dengan Gibran,pria bertubuh atletis itu bersedekap d*da setelah menghentikan motor nya saat melihat Wowo dan bang Popo yang tengah tertawa terpingkal-pingkal di atas sebuah pohon di pinggir jalan.
"hey....ada Gibran tuh " bisik bang Popo pada Wowo
"ah iya ,hm...pasti anak itu ngomel kalau tahu kita habis ngerjain manusia " lirih Wowo
"sepertinya kali ini anak itu gak akan ngomelin kita deh,soal nya kan yang kita kerjain orang yang berniat buruk pada nya " bisik bang Popo lagi
"hm...kita lihat saja nanti" ucap Wowo seraya menatap pada Gibran
"kalian berdua ,ngapain di sana, cepat turun ,bukan nya ikutin mama malah sibuk ketawa di sana,lihat orang-orang pada takut denger suara ketawa kalian,mana ini hampir tengah hari lagi" seru Gibran menggerutu
"hehehe....maaf " sahut bang Popo nyengir
"eh , ngomong-ngomong itu gigi nya kenapa ?" tanya Gibran menujuk pada gigi bag Popo yang nampak bergoyang-goyang bahkan hampir copot
"hahaha....itu lah kenapa kita tertawa tadi, gara-gara bikin gembos ban mobil orang pake gigi jadinya seperti itu deh , hahahaha...." tutur Wowo kembali tergelak
"apa...bang Popo habis ngerjain orang?" tanya Gibran berubah kesal
__ADS_1
"jangan marah dulu lah ,bukan hanya aku loh yang melakukan itu,tuh Wowo juga sama" tunjuk bang Popo
"kalian berdua ...." geram Gibran ,namun sebelum Gibran menyelesaikan kata-katanya Wowo memotong
"karena orang itu punya niat jahat pada mu juga Aranta ,dia berniat menculik Aranta di saat hari pernikahan mu lalu menukar nya dengan gadis lain yang merupakan anak perempuan nya ,kamu ingat kan laki-laki yang semalam datang ke rumah ?" jelas Wowo lalu bertanya
"jadi begitu,baiklah untuk yang satu ini aku maaf kan kalian,tapi ingat kalian jangan pernah menjahili manusia seenak nya ,aku gak suka " ucap Gibran kembali memperingati
"iya...iya ....kita gak janji ,kamu juga sering jahil sama hantu kok,kita para hantu gak boleh jahil juga sama manusia ,gak adil " celetuk bang Popo seraya melompat menjauhi Gibran
Gibran pun hanya menggelengkan kepala melihat pocong itu menggerutu sambil pergi
"dasar bilang saja takut kena omel,pake kabur segala " gumam Gibran
"kamu tenang saja,selama ada aku dan yang lain,orang itu tak akan berhasil melakukan niat nya,kita akan melakukan penjagaan ketat bagi Aranta" ucap Wowo
"ya sudah ,lebih baik sekarang kak Wowo samperin mama ,takut nya mama dalam kesulitan,aku juga mau kembali ke rumah " ucap Gibran kemudian
Maksud dari kesulitan yaitu Gibran takut jika ada makhluk lain yang hendak mencelakai mama nya.
"ok " dalam sekejap Wowo pun menghilang
Seseorang nampak mematung sambil terus mengedip kan mata melihat Gibran yang seolah berbicara sendiri,rupanya Gibran lupa berbicara tanpa membatin ,sebab ia fikir tempat itu sepi,tanpa ia sadari sedari tadi ada yang memperhatikan nya.
Gibran pun kembali menaiki motor nya dan segera putar balik untuk pulang,tanpa menoleh kanan kiri.
"kira-kira dia bicara pada siapa ya,masa dia g*la sih,cakep keren begitu,apa jangan-jangan dia bicara dengan hantu,kan katanya dia itu indigo" lirih orang yang sedari tadi memperhatikan Gibran.
"hiiy.......jadi takut aku" orang itu pun segera meninggalkan tempat itu sambil terus bergidik ngeri
**
Aranta yang sudah selesai membuat adonan kue nya pun segera membagi adonan itu menjadi beberapa bagian untuk di berikan pewarna alami dari sari buah-buahan dan daun pandan yang sudah di buat oleh Dewi.
"terus setelah ini bagaimana ?" tanya Dewi setelah semua nya tercampur
Dewi hanya manggut-manggut,seraya memperhatikan apa yang Aranta lakukan.
Hingga beberapa saat kemudian kue pun matang. Setelah dirasa dingin Aranta pun membalurkan sedikit krim agar antara satu kue dengan kue yang lain nya dapat menyatu,saat sedang menyusun kue nya,Gibran datang.
"wah....seperti nya sudah jadi nih ,wangi " ucap Gibran seraya menghampiri
"enak gak nih?" tanya nya kemudian
"pasti enak lah ,kan kita berdua yang buat ,ya kan nek?" tanya Aranta menoleh pada Dewi
"ah nenek hanya membantu sedikit,selebihnya Aranta yang buat " sahut Dewi
Tak beberapa lama kemudian kue nya pun jadi.Aranta segera memotong nya jadi beberapa bagian lalu menyajikan nya pada piring.
"wah....cantik sekali,pasti enak ini" ucap Dewi memuji tampilan kue nya yang sangat menarik
"ya....secantik yang bikin " ucap Gibran seraya membawa kan piring berisi potongan kue ke ruang tengah
Aranta terpaku karena gugup mendengar pujian Gibran,sementara Dewi hanya bisa mengulum senyum sambil menggelengkan kepala.
"ayok kita ke sana juga " ajak Dewi
"eh...i..iya nek " sahut Aranta tergugu
"kue nya enak " puji Gibran yang ternyata tengah menikmati satu potong kue itu
"iya dong siapa dulu yang buat nya " sahut Dewi melirik Aranta yang jadi malu sendiri mendapat pujian itu
Saat mereka tengah menikmati kue buatan Aranta ,Riswan tiba-tiba datang dan langsung mengambil satu potong.
__ADS_1
"wuiiihhh.....enak nih " cetus nya
"hey...bisa gak datang tuh kasih salam jangan main nyelonong gitu saja ,maen comot makanan orang sembarangan pula"sewot Gibran
"tadi aku sudah ngucapin salam kok ,kalian saja yang gak denger,ya udah karena pintu gak di kunci aku masuk saja , rezekinya anak soleh datang-datang langsung di hidangkan makanan,makasih ya ,enak banget,manis nya pas ,terus lagi ada rasa-rasa unik gitu,kaya perpaduan wortel,nanas,dan aroma daun pandan,hmm.....sumpah ini bener-bener enak" ucap Riswan panjang lebar
"enak ya....?" tanya Gibran memicingkan mata
"iya enak banget ,mau lagi dong" ucap Riswan
"mau lagi ya....enak saja aku saja baru makan satu kamu mau nambah lagi ,gak ada ,ini semua punya aku ,Aranta sengaja buat kue ini untuk ku ,bukan untuk mu,kalau mau minta Merlin buat kan untuk mu " ucap Gibran seraya menarik piring berisi kue itu dan menaruh nya di pangkuan nya.
"hm....dasar pelit" ucap Riswan mencebik
"sudah-sudah kalian ini,kenapa malah ribut,Gibran ....sudah lah gak apa-apa kasih beberapa potong lagi ,kamu kan masih ada sisa nya di dapur" tegur Dewi
"tapi nek ... "lirih Gibran seakan berat membagi kue itu,baginya itu adalah kue paling terenak yang ia rasakan,apalagi yang membuat adalah Aranta.
"nanti aku buatkan lagi kalau habis "timpal Aranta
"bener ya....." lirih Gibran menatap Aranta
"ehm...." Aranta mengangguk
Dengan berat hati Gibran pun merelakan kue itu pada Riswan
"yang ikhlas dong" ucap Riswan sedikit meledek
"iya ini udah ikhlas kok " sahut Gibran memaksakan senyum nya
"hehehehe...." Riswan pun tersenyum penuh kemenangan
"assalamualaikum..." ucap Nuri , Rifki,juga Seno dan Thalia yang baru datang
Sontak mereka semua menoleh seraya menjawab
"waalaikum salam...."
"Gibran ,Aranta ....ini, gaun pernikahan kalian sudah selesai " seru Nuri
"cincin nya juga sudah siap ini" timpal Seno
"uhhukk... uhhukk...." tiba-tiba saja Riswan tersedak
"eh ada kamu,ya ampun makan tuh pelan-pelan makanya " ucap Nuri seraya memberikan minum pada Riswan lalu menepuk-nepuk punggung nya
"mama bilang apa tadi ,gaun pernikahan ,siapa yang mau nikah ... mereka?" tanya Riswan nampak terkejut seraya menunjuk Gibran dan Aranta
"iya ,loh kenapa kaget...memang nya papa mu tak memberi tahu mu ?" tanya Seno menahan senyum
"papa juga sudah tahu?" tanya Riswan balik
"kenapa papa gak pernah cerita ,wah gak boleh dibiarin ini,aku harus mencari keadilan" gumam Riswan
"kalian kenapa gak pernah ngasih tahu aku sih ,tega ya " ucap Riswan pada Gibran dan Aranta
"lah kamu nya yang tak pernah ke sini" sahut Gibran
"ya kan bisa lewat telpon " ucap Riswan lagi
"maaf gak kefikiran " sahut Gibran lagi
"jadi kapan nikahan nya?"tanya Riswan penasaran
"nih kamu baca saja contoh undangan yang sudah jadi ,nanti sisa nya dikirim besok" ucap Rifki dengan memberikan satu undangan yang sudah jadi
__ADS_1
"HAH....." sontak saja Riswan melotot saat melihat tanggal yang tertera di kartu undangan tersebut
***