The INDIGO

The INDIGO
Mencari Aranta


__ADS_3

Karena kasus Aranta yang tiba-tiba menghilang acara tour sekolah pun di hentikan,semua siswa segera di pulangkan ke rumah masing-masing ,sedangkan untukku dan Riswan beserta Bu Fuji masih berada di Bandung , lebih tepat nya di kantor polisi untuk memberi keterangan soal hilang nya Aranta , dan polisi yakin jika ini kasus penculikan .


Aku pun tentu segera memberi tahu mama dan papa ,dan saat ini mereka sudah berada dalam perjalanan menuju Bandung .


"apa bapak percaya dengan sebuah sekte ?" tanya ku setelah selesai memberi keterangan


"sekte....kenapa kamu bertanya tentang itu" tanya komisaris polisi yang bernama Bima , tak sengaja aku melihat masa lalu nya yang juga ternyata pak Bima ini dulu pernah bertugas di Jakarta sebelum menjadi Kompol seperti saat ini.


"karena kita berdua yakin jika hilang nya teman kami itu ada sangkut paut nya dengan para pengikut sekte " ucap ku


"kenapa kamu teh punya fikiran ke sana ,lagipula sekte apa atuh ibu gak ngerti?" tanya Bu Fuji


"sekte dalam sosiologi agama ,umum nya adalah sebuah kelompok keagamaan atau kelompok politik yang memisahkan diri dari kelompok yang lebih besar ,jika menurut KBBI sekte merupakan kelompok yang memiliki kepercayaan agama yang sama, yang berbeda dari pandangan agama yang lebih lazim di terima oleh para penganut agama tersebut ,namun kebanyakan kelompok-kelompok itu menganut ajaran yang mendekati sesat atau malah benar-benar sesat ,seperti menyekutukan Allah misalnya" tutur pak Bima menjelas kan


"oh begitu " Bu Fuji mengangguk


"lalu kenapa kamu berkesimpulan demikian ?" tanya pak Bima menatap ku


"sebenar nya teman saya itu memang sudah diincar dari lama oleh sekte itu pak,Oma nya sendiri yang merupakan pemimpin sekte itu , mereka menginginkan darah,jantung dan hati teman saya untuk membangkitkan raja yang menurut mereka dapat mengabulkan permintaan mereka " ucap ku jujur


"astaghfirullaah kenapa masih ada saja yang percaya dengan yang begitu" gumam pak Bima


"Allah.....kok ada ya orang tua macam itu ,lalu bagaimana ini teh nasib nya Aranta ?" Bu Fuji pun ikut mencemaskan Aranta setelah mendengar penuturan ku


"nek Wewe.....jawab aku nenek dimana?" batin ku memanggil


"Bran....Gibran....." Riswan menyentak ku hingga aku menoleh pada nya


"ya...." ucap ku


"itu....pak polisi ngajak kamu bicara,malah bengong " ucap Riswan


"maaf pak " ucap ku tak enak


"hm...tak masalah saya tahu kok pasti kamu sangat mengkhawatirkan teman mu itu ,kalian tenang saja kami akan melakukan yang terbaik agar bisa menemukan teman kalian " ucap pak Bima menatap kami


"iya pak , kalau begitu kami pamit , assalammualaikum" ucap ku seraya beranjak


"waalaikum salam "


"apa keluarga nya sudah di beri tahu?' tanya Bu Fuji menghentikan langkah ku


"sudah ,tapi no ponsel nya tak dapat dihubungi" jawab ku ,aku memang sudah menyimpan kontak paman Seno,dan paman Seno pun sudah beberapa kali menghubungi ku hanya untuk menanyakan kabar Aranta ,tapi sejak tadi no nya tak aktif terus ,aku jadi khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu pada nya , tapi aku tak ingin meracuni pikiran ku dengan prasangka buruk , mudah-mudahan saja ponsel nya hanya lowbat .

__ADS_1


"kamu punya no ponsel papa nya Aranta ?" tanya Riswan dan di jawab anggukan oleh ku


"sekarang kita harus bagaimana , mencari Aranta pun kalau tak tahu dimana kan percuma " lirih Riswan seraya berjongkok


"sebaiknya kita teh kembali saja ke Jakarta biar Aranta polisi yang urus" ucap Bu Fuji tiba-tiba


"tidak Bu, aku sudah janji pada orangtua Aranta untuk menjaga nya ,dan aku akan berusaha menemukan nya ,aku tidak mau kembali tanpa Aranta " ucap ku pada Bu Fuji , beliau nampak terdiam mendengar ucapan ku


"tapi kita teh mau cari kemana Aranta nya?" tanya Bu Fuji lagi


Aku terdiam karena memang juga tak tahu mesti mencari kemana ,tapi jika diam pun juga tak akan membuat ku tenang, apalagi jika belum dapat kabar dari polisi,Ya Allah.... kenapa sampai aku kecolongan begini, seandainya saja aku berada di dekat nya tadi mungkin hal seperti ini tak akan terjadi .


"sebaiknya untuk sementara kita cari tempat untuk menginap ,langit sudah mulai gelap pasti sebentar lagi turun hujan " Riswan menengadah ke langit yang memang sudah berawan kelabu.


"iya Riswan teh bener ,ya udah atuh yuk kita ke sana ,ibu teh tahu penginapan dekat sini ,nanti kalian satu kamar ya " ucap Bu Fuji


"iya Bu" saut Riswan


akhir nya kami pun segera menuju penginapan yang dimaksud Bu Fuji ,setelah mendapat kamar aku dan Riswan duduk di tempat tidur yang muat untuk dua orang ,sedangkan Bu Fuji di kamar sebelah kami.


"kira-kira kemana mereka membawa Aranta " ucap Riswan tiba-tiba


"entahlah " aku sendiri sedang bingung dan pusing memikirkan keadaan Aranta ,dimana kini dia dan aku sendiri tak bisa membayangkan segala kemungkinan nya yang akan terjadi pada Aranta .


Aku menatap sekeliling yang banyak ditumbuhi rumpun bambu ,samar aku melihat beberapa cahaya kuning kemerahan bergerak-gerak ,keadaan di sini gelap saat aku melihat arloji di pergelangan tangan ku angka nya berhenti di angka 23:30 .


Kaki ku melangkah menuju cahaya itu , semakin lama langkah kaki ku semakin mencepat ,hingga tinggal beberapa meter lagi aku sampai namun tiba-tiba langkah ku terhenti saat aku mendengar suara banyak orang yang bernyanyi namun dengan kata-kata yang aku sendiri tak mengerti mungkin sebuah mantra atau apa aku tak faham .


Rupanya cahaya kuning kemerahan itu berasal dari cahaya api obor yang mengelilingi orang-orang berjubah hitam .


Semakin dekat rasa penasaran semakin besar apalagi saat melihat beberapa makhluk astral juga berada tak jauh dari sekumpulan orang yang berdiri mengelilingi sesuatu .


Aku berjalan perlahan dan berusaha untuk tak mengeluarkan suara apapun yang akan membuat ku ketahuan,karena aku yakin orang-orang itu bukan lah orang-orang baik,bukan aku mau berburuk sangka akan tetapi melihat mereka jadi mengingat kan ku pada cerita Aranta tentang sekte itu


"Ya Allah....apa jangan-jangan itulah sekte itu , berarti yang berada di tengah-tengah mereka itu .... Aranta..." batin ku


Hingga akhirnya aku berhasil mendekat dan bersembunyi di semak ,aku mengintip dari celah dedaunan dan aku terbelalak saat melihat memang Aranta lah yang berada di tengah-tengah mereka,ia dalam keadaan pingsan dan di baringkan di atas tempat tidur kecil di bawahnya terdapat sebuah gambar Pentagon dari kertas ukuran besar berwarna coklat di samping kertas itu terdapat sebuah wadah yang terbuat dari bahan Kuningan ,dan yang membuat darahku mendidih saat melihat Aranta ditelanjangi lalu di setubuhi secara bergiliran ,dadaku bergemuruh , tangan ku mengepal menyaksikan nya ,bahkan bukan hanya itu saja setelah itu seseorang mengangkat benda tajam seperti pedang tepat di atas leher nya ,sontak aku berdiri dan hendak merebut pedang itu namun orang itu malah melihat pada ku lalu melempar pedang itu pada ku dan


Cleebbb.....


"haaaaaaah........" Aku membuka mata lalu duduk dan memegangi perut ku


"astaghfirullah halazim......hanya mimpi " lirih ku lalu mengusap wajah ku, kulihat Riswan sudah tak ada ,pergi kemana dia,apa di kamar mandi

__ADS_1


Aku pun segera menuju kamar mandi,dan benar saja terdengar suara percikan air dari dalam ,hingga aku pun kembali ke tempat tidur ,namun baru saja aku duduk di tempat tidur pintu terbuka .


"loh.... aku kira kamu di kamar mandi tadi " ucap ku pada Riswan yang baru masuk ada mama dan papa juga


"ma,pa.....maafin aku ,aku gagal menjaga Aranta " ucap ku menunduk


"iya sayang ,tak apa ,bukan kesalahan mu ,tapi mereka nya saja yang memanfaatkan kelengahan mu " ucap mama mengusap kepalaku ,aku sontak memeluk nya dengan tubuh bergetar menahan diri ,entah kenapa ketika teringat mimpi barusan aku jadi takut jika hal itu akan benar-benar terjadi pada Aranta


"kita pasti akan menemukan Aranta ,percaya lah bahkan saat ini Wowo ,Lasmi dan Wewe mereka tengah mencari juga ,sepertinya mereka bukan kelompok sembarangan ,mereka ternyata bisa juga menyesatkan Wowo dan yang lain " ucap mama lagi


"apa....jadi ...ternyata nek Wewe tak ada itu sedang mencari Aranta " tanya ku menatap mama


"iya ....kita berdoa saja semoga mereka bisa secepat nya menemukan Aranta dan Aranta juga baik-baik saja " ucap mama lagi


"iya ma amin " sahut ku


"ma,pa.... kira-kira di Bandung ini yang ada hutan bambu nya dimana ?" tanya ku ,karena entah kenapa rasanya aku sangat yakin Aranta berada di tempat itu seperti yang di mimpi ku barusan


"memang nya kenapa ?" tanya papa


"entahlah , tapi aku merasa kita harus kesana" jawab ku


"hutan bambu....." ucap papa mengulang


"saya tahu " seseorang berucap lalu kami pun sontak menengok ke pintu


"Bu Fuji" lirih ku dan Riswan


"ibu beneran tahu ?" tanya ku lagi


"ya , letak nya teh emang agak jauh dari sini ,tapi hutan itu teh satu-satunya hutan bambu di kota ini , kalaupun ada hutan bambu lain itu mah hanya sebagian tak seluas hutan bambu yang saya maksud " ucap Bu Fuji lagi


"ya sudah tak apa,bisa ibu bawa kami ke sana?" tanya ku


"sekarang ?"


"iya Bu sekarang " sahut ku cepat


Lalu kami pun bergegas untuk pergi menuju hutan bambu yang dimaksud Bu Fuji


"bertahanlah ...kita akan datang untuk mu " lirih ku dalam hati


***

__ADS_1


__ADS_2