
Riswan dan Merlin pun akhirnya berbaikan ,keduanya kini menaiki motor sport yang dikendarai Riswan ,Merlin melambaikan tangan nya pada Gibran dan Aranta ,lalu keduanya pun melesat meninggalkan Gibran dan Aranta.
"gampang banget ya bikin mereka baikan,ternyata juga masalahnya karena hal sepele" gumam Aranta
"mereka memang seperti itu sebentar-sebentar berantem tak lama baikan lagi ,gak heran sih sebenarnya " sahut Gibran seraya melirik gadis di samping nya
"setelah ini apa yang akan kamu lakukan?"tanya Aranta juga melirik Gibran yang sedari tadi melihat ke arahnya
"aku mau mampir dulu ke kantor papa ,kamu ikut ya "pinta Gibran
"hmm....ya sudah ayok" sempat berfikir untuk menolak ajakan Gibran namun ia teringat jika Nuri mamanya Gibran juga berada di sana ,maka nya ia mau ikut
Keduanya pun akhirnya berangkat menuju perusahaan nya Rifki. Saat hendak menghidupkan mesin mobil nya tiba-tiba dari luar ada seseorang yang melempar batu ke arah kaca mobil depan tempat Gibran berada , beruntung kaca mobil nya cukup kuat hingga tak membuat kaca nya pecah.
"astaghfirullah...." Gibran terperanjat begitupun dengan Aranta
"apa itu?" tanya Aranta
"entahlah ,tapi biarkan saja lah ,sepertinya hanya orang iseng " tanpa ingin menghiraukan nya Gibran pun melajukan mobil nya menjauhi halaman universitas nya.
Seseorang nampak memandang sinis mobil Gibran yang melaju menjauh.
"Adnan... " panggil Aranta
"ya...." Gibran menoleh
"kamu ngerasa gak sih ,kok aku ngerasa ada yang perhatiin kita terus apa itu hanya perasaan ku saja " tanya Aranta
"ya ,aku juga merasakan hal yang sama , tapi kita harus tetap tenang , jangan sampai panik hingga membuat kita lengah ,siapa pun yang punya niat tak baik pada kita semoga saja Allah selalu menjaga dan melindungi kita''sahut Gibran yang masih bisa tenang setenang permukaan air
"hm...iya amin " sahut Aranta
Tak butuh waktu lama mereka pun akhirnya sampai di depan sebuah gedung tinggi menjulang,keduanya langsung di sambut hangat oleh satpam .
"selamat siang tuan muda " sapa satpam tersebut
"siang pak" jawab Gibran
Gibran tak lagi protes saat para karyawan papa nya memanggilnya tuan muda ,sebab meskipun ia sudah mengatakan jangan memanggilnya tuan muda para karyawan papa nya itu tetap saja memanggilnya demikian
Keduanya pun masuk ke dalam kantor itu ,banyak yang menyapa dan Gibran selalu menanggapinya dengan dingin namun tak dingin-dingin amat sih karena ia masih menampilkan senyum nya meski samar.
"eh....itu siapa nya tuan muda Adnan ya ,apa dia pacarnya ,cantik banget ,sopan lagi"
"iya ,mereka cocok ,dan serasi banget "
bisik-bisik para karyawan pun terhenti karena teguran salah satu staf , hingga kemudian mereka kembali ke tempat nya masing-masing
Saat tengah menunggu pintu lift terbuka sosok hantu gemulai datang menyapa
"hai....lama tak jumpa...eyke kangen tahu...kemana saja siiih?" ses Merry langsung menatap tajam Aranta
"hey...jangan lihatin dia kaya gitu ,awas saja kalau kamu berani macam-macam pada nya kamu tanggung sendiri akibat nya " seru Gibran dalam hati nya mengancam hantu gemulai tersebut
"iiih....situ galak amat sih ,dia siapa kamu?" tanya ses Merry
"mau tahu aja apa mau tahu banget ?" tanya Gibran kembali membatin
"ya mau tahu banget lah iiihhh.....ayo katakan siapa dia ?" tanya ses Merry lagi
"dia tunangan aku cantik kan" sahut Gibran seraya tersenyum ke arah Aranta
Aranta yang hanya memperhatikan hantu melehoy itu pun faham jika Gibran tengah berbicara memalui batin ,jadi ia hanya diam.
"hiiiy.... sebel deh kamu kok sudah tunangan saja sih...jadi eyke gak ada kesempatan lagi dong ah " ucap ses Merry dengan memasang gampang sedih
ting'
__ADS_1
pintu lift pun terbuka , seseorang nampak hendak keluar saat Gibran dan Aranta hendak masuk ,mereka pun memberi jalan untuk pria paruh baya berseragam OB tersebut untuk keluar lebih dulu
"tuan muda " pria paruh baya itu menundukan wajah nya ,Gibran mengangguk lalu pria paruh baya itu pun berlalu
"astaga..." lirih Aranta saat ia melihat pria paruh baya itu di gelendotin sosok anak laki-laki di punggung nya ,sosok hantu anak laki-laki itu nampak terluka di bagian kepalanya, kepalanya pecah dengan isi kepalanya pun berceceran keluar bersama cairan darah
Gibran pun sama melihat nya ,namun bayangan masa lalu pria paruh baya dan hantu anak laki-laki itu pun tiba-tiba terlintas di benak nya
"kamu tunggu sebentar ya ayah ambilkan sepeda mu dulu" ucap laki-laki paruh baya itu meminta anak nya menunggu di warung kopi sebrang bengkel ,cuaca yang cukup panas serta lalu lalang mobil yang cukup padat membuat pria itu tak ingin anak nya kepanasan terlalu lama jika harus ikut menyebrang, ia hendak mengambil sepeda anak nya yang selesai di perbaiki,namun sesaat setelah laki-laki itu sampai di depan bengkel sesuatu terjadi
Brraakk .....
Suara tabrakan terdengar sangat keras juga teriakan orang-orang menambah kesan mencekam dan ketir
Laki-laki tersebut menengok pada arah dimana suara itu berasal ,matanya terbelalak nafas nya seakan berhenti kala melihat sebuah mobil pick up menabrak warung kopi tempat anak nya menunggu ,ia pun berlari untuk memastikan jika anak nya itu selamat namun naas,anak nya turut jadi korban dan langsung meninggal di tempat dengan luka yang sangat parah di bagian kepala , betapa shock dan histerisnya ia kala itu ,sampai saat ini ia tak terima dan ikhlas jika anak laki-laki nya telah meninggal dunia ,itulah sebab nya arwah anak itu belum bisa kembali dengan tenang ke alam nya dan selalu mengikuti ayah nya .
"astaghfirullah......" lirih Gibran seraya menundukan wajah nya
Aranta yang belum mengetahui mengenai kemampuan kekasih nya yang dapat melihat masa lalu seseorang hanya dengan sekali lihat pun mengira jika Gibran hanya terkejut melihat hantu anak kecil itu.
pintu lift pun tertutup dan langsung menuju lantai teratas dimana ruangan papanya berada setelah Gibran memencet tombol nya.
Beberapa saat kemudian pintu lift kembali terbuka ,seorang karyawan dengan membawa beberapa lembar kertas dan map di tangan nya ,ia tersenyum seraya menundukan kepala nya saat tahu dengan siapa dia berhadapan ,setelah itu karyawan tersebut memasuki lift.
Rupanya karyawan tersebut hendak mengantarkan tumpukan kertas dan map itu pada Rifki ,yang berarti ia satu tujuan dengan Gibran dan Aranta
Setelah sampai di lantai teratas karyawan itu memberi jalan agar anak atasan nya itu bisa berjalan duluan ,tentu saja Gibran mengerti ,ia pun berjalan di depan karyawan itu yang terus menunduk
"mbak gak usah sungkan gitu , angkat kepala mbak ,emang nya mbak lagi cari koin yang jatuh di lantai " ucap Gibran ,sontak saja karyawan papa nya itu mendongak
"eh...enggak kok tuan muda ,saya tidak sedang cari koin jatuh" sahut karyawan itu
"mbak bisa berjalan bersama kami saja , aku gak enak harus berjalan di depan mbak" ucap Aranta meminta karyawan itu berjalan sejajar dengan nya
"tidak nona ,tidak apa-apa ,saya berjalan di belakang nona dan tuan muda saja " sahut nya lagi
"tuan muda " ucap asisten papa nya
"apa papa ada di ruangan nya?" tanya Gibran
"ada tuan muda ,silahkan masuk ,di dalam juga ada ibu bos " sahut asisten nya mempersilahkan anak bos nya masuk
"tunggu ...kamu mau kemana?" tanya sekretaris pada karyawan yang membawa tumpukan kertas
"saya mau memberikan ini pak ,sesuai permintaan pak bos " sahut nya
"biar saya saja yang nanti berikan pada pak bos ,ini berkas mahasiswi dan mahasiswa yang akan magang di sini kan?" tanya asisten Rifki
"iya pak"
Akhirnya berkas-berkas itu pun berpindah tangan pada asisten Rifki ,asisten dan sekretaris nya Rifki memang tak pernah membiarkan wanita masuk mau itu rekan bisnis atau karyawan ,meskipun ada rekan kerja wanita yang memaksa masuk pasti sang asisten atau sekretaris nya akan turut menemani ,itu mereka lakukan karena atas permintaan Rifki sendiri ,ia selalu merasa risih jika ada wanita selain istrinya masuk ruangan nya apalagi jika wanita itu memang ada niat menggoda Rifki.
"mari saya antar ,sekalian saya mau memberikan berkas-berkas ini" ucap si asisten
"baiklah " sahut Gibran
sekretaris Rifki pun mengetuk pintu
tok tok tok
"masuk " terdengar suara Rifki menyahut dari dalam
ckleek' pintu pun dibuka oleh sekretaris itu
"ada apa?" tanya Rifki tanpa menoleh matanya tetap fokus pada layar laptop nya
"ini berkas-berkas para mahasiswa dan mahasiswi yang akan magang di kantor ini pak " jawab nya
__ADS_1
"oh....simpan saja dulu ,nanti saya periksa ,sekarang kembali ke tempat mu " ucap Rifki dengan masih fokus dengan laptop nya
"baik ,permisi " ucap sekretaris nya lalu undur diri
Nuri yang baru keluar dari kamar pribadi di ruangan itu pun langsung menyapa anak dan calon menantu nya
"loh kalian kenapa gak bilang mau datang ,sini sini " mendengar kata-kata istrinya Rifki pun mendongak
"Gibran ,Aranta ,sejak kapan kalian datang ?" tanya Rifki
"assalamualaikum ma...pa....kita baru saja datang bareng sama sekretaris nya papa tadi " sahut Gibran langsung menghampiri papa nya , sementara Aranta duduk di sofa yang menghadap ke jendela kaca bersama Nuri
"papa sedang apa sih dari tadi kelihatan nya gak bisa diganggu ?" tanya Gibran
"biasalah papa sedang mengecek laporan saja" sahut nya
"terus gimana dengan rapat nya ?" tanya Gibran lagi
"sudah kok tadi ini juga papa sedang memeriksa ulang hasil rapat nya " sahut Rifki lagi
"kalian sudah makan siang belum ,bagaimana kalau kita makan siang bersama ?" tanya Nuri
"belum " sahut Gibran
"ya sudah yuk kita makan di resto depan sana yang baru buka ,katanya makanan nya enak-enak " ajak Nuri
Akhirnya mereka pun pergi makan siang di restoran depan kantor.
Sementara itu
Ari yang sedang dalam perjalanan sepulang sekolah terjebak macet ,hampir setengah jam kemacetan itu membuat nya bosan.
"ya ampun ....ini kenapa macet nya bisa separah ini sih ,ada apa sih di depan sana " gumam Ari yang sudah benar-benar merasa bosan dan kesal
"mang ini kira-kira masih lama gak macet nya?" tanya Ari pada supir keluarga nya
"waduh mamang gak tahu non ,tapi sepertinya agak sedikit lama deh" sahut supir nya
"huuuuuuuhhhhh......" Ari pun menghela nafas nya
Namun tiba-tiba Ari melihat ada penjual makanan ber gerobak yang tengah mengusir seekor kucing dengan menakuti kucing itu memakai balok kayu,kucing itu terlihat kurus dan lemas,kucing itu tak mau pergi meski si penjual sudah berusaha mengusir nya ,merasa tak tega akhirnya Ari pun keluar dari mobil nya
"non Ari mau kemana ?" tanya supir nya berteriak
"sebentar mang ,aku ada urusan gak lama kok " sahut Ari
"jangan pak....apa yang bapak lakukan ?" teriak Ari menghentikan penjual itu saat akan memukul kucing itu
"kucing itu jorok neng ,kalau berada di sini terus jualan saya akan sial ,para pembeli akan merasa jijik mau beli dagangan saya" ucap penjual itu
"ya tapi tidak harus dipikul kan pak,mungkin kucing ini kelaparan dan meminta makan "ucap Ari lalu meraih kucing itu
" kalau saya kasih makan itu kucing nanti bakal ke enakan tuh kucing ,nanti datang lagi datang lagi ,bikin rugi saja "
"kalau bapak tak mau memberi nya makan biar saya saja ,permisi pak " Ari pun langsung membawa kucing itu ke mobil nya ,beruntung saat Ari baru saja masuk ke mobil ,arus lalu lintas segera kembali normal
"mang nanti di mini market depan mamang berhenti ya " pinta Ari
"baik non "
Sesuai permintaan Ari ,supir nya menghentikan mobil nya di depan mini market ,Ari menaruh kucing nya di mobil .
"hm....ini pasti cocok untuk kucing itu " Ari memilih salah satu produk makanan kucing ,akan tetapi saat ia meraih nya seseorang juga meraih nya
"eh....kamu...."
***
__ADS_1