The INDIGO

The INDIGO
Sosok kakek di kebun belakang sekolah


__ADS_3

Keesokan harinya


Aku yang sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah pun dibuat terkesiap saat melihat Bu Wulan yang tiba-tiba pulang dengan diantar seseorang .


"assalamualaikum....loh ibu sudah boleh pulang?" tanya ku karena Bu Wulan datang tanpa mengucapkan salam


"waalaikum salam ,iya nih pihak rumah sakit sudah membolehkan ibu pulang ,gak enak kalau nungguin kalian yang jemput" sahut nya


"oh... syukurlah kalau begitu nanti ibu


juga bisa menghadiri acara pemakaman suami ibu " ucap ku


"iya ,niat saya juga memang begitu saat pulang dari rumah sakit tadi ,ya sudah saya lihat Rendi dulu ,setelah itu mau siap-siap " ucap nya seraya memasuki rumah , lagi-lagi Bu Wulan tak mengucapkan salam saat masuk .(Rendi anak nya hu Wulan )


"ehehehehe......kenapa jadi kebalik begitu ,bukan nya tamu yang ngucapin salam tapi malah yang punya rumah ehehehehe...." ucap nek Wewe


"iya nih ,sebel banget aku tuh sama wanita itu ,lihat saja ya akan aku kasih dia pelajaran kalau sampai dia macam-macam dengan keluarga ini" geram Tante Lasmi


tepat setelah Tante Lasmi menggerutu papa dan mama keluar bersama Ari dan Bu Wulan mengekor di belakang nya


"ma...pa... jadi kalian berangkat ?" tanya ku ,mama dan papa mau menghadiri pemakaman suami Bu Wulan


"hanya mama ,papa tadi ada telpon dari kantor ,katanya penting ,kamu dah siap ?" tanya papa balik


"hm...kalau gitu aku berangkat ya ma,pa" ucap ku seraya mencium punggung tangan mama dan papa bergantian ,namun aku mengerutkan kening saat melihat Bu Wulan juga mengulurkan tangan nya ,apa dia ingin juga aku menyalimi nya 'fikir ku


Namun aku hanya menangkup kan kedua tangan ku di depan d*da.


"aku berangkat , assalamualaikum...." sahut ku di susul dengan Ari yang juga hendak berangkat sekolah bersama papa


"aku juga berangkat ,kamu hati-hati ya sayang , hubungi aku kalau terjadi apa-apa, Wo...jaga istriku dengan baik " ucap papa


"Wo? siapa ?" gumam Bu Wulan menengok kanan kiri


"iya mas ,mas juga hati-hati " sahut mama


cup cup cup


lagi-lagi papa menujukan kasih sayang nya pada mama di depan Bu Wulan dengan mengecup seluruh wajah mama ,nampak Bu Wulan menatap datar pada mama dan papa


"belajar yang benar ya sayang " ucap mama seraya mencium pipi Ari


"ok " sahut Ari


"assalamualaikum" ucap ku lagi di ikuti papa dan juga Ari


Lalu setelah itu kami pun pergi meninggalkan mama yang akan pergi ke pemakaman suami mbak Wulan ,tak hanya Wowo yang akan mendampingi mama ,nenek pun turut ikut.


Sesampainya di sekolah ,seperti biasa Riswan sudah menunggu di parkiran ,ia tersenyum seraya melambaikan tangan nya saat melihat aku keluar dari mobil .


"assalamualaikum" ucap ku


"waalaikum salam "


"cie....yang kena hukum udah di bolehin bawa motor nih " ledek ku saat melihat motor ninja hitam nya sudah terparkir di parkiran sekolah


"hehehe....ya begitulah "sahut nya cengengesan


"lagian kamu sih ,bergaul tuh boleh tapi ya jangan sampai kebawa arus juga ,entar hanyut lagi ke kantor polisi " ucap ku lagi


"iya iya maaf ,abisnya aku tuh bosen di rumah mulu ,kamu ,mama dan yang yang lain juga pada gak ada ,mereka ngajakin nongkrong ya mau-mau aja ,eh gak tahu nya dibawa balapan " sahut nya seraya mengerungkan wajah


"ya udah ,yang lalu biarlah berlalu ,jadikan itu pelajaran ,jangan sampai kamu seperti itu lagi , kalau bisa kita harus ajak mereka untuk bisa lebih baik lagi ,bukan malah kita yang mengikuti mereka " ucap ku seraya merangkul pundak nya


"ya...ya ...ya...." sahut nya


kita pun meninggalakan parkiran dan berjalan menuju kelas kami

__ADS_1


"Adnan ....." panggil seseorang , aku pun menghentikan langkah ku dan melepas kan tangan ku dari pundak Riswan


"iya ,kamu memanggil ku ?" tanya ku pada seorang gadis


"iya ,kenalan ,boleh gak ,kita satu sekolahan tapi tak pernah tegur sapa" ucap nya


"aku Kiara " ucap nya lagi seraya menjulurkan tangan nya


"ok Kiara ,salam kenal ,aku ke kelas dulu , assalamualaikum" ucap ku tanpa membalas uluran tangan nya


"oh...baik lah , waalaikum salam..." sahut nya pelan


Aku pun segera beranjak menuju kelas ku yang tinggal di depan mata


"wah parah kamu Bran ,lihat tuh anak orang kaya kecewa gitu , kali-kali gak apa-apa lah jabat tangan orang ,buat menghargai mereka " ucap Riswan


"pantang bagi ku nyentuh yang bukan muhrim ku ,dosa " sahut ku


"dosa ya ,terus kenapa sama Aranta berbeda ,kamu malah sampai menggendong nya segala ,sentuh pipi nya juga pula "


mendengar itu aku pun terkesiap ,karena mungkin saat itu aku reflek saat melihat Aranta tak sadarkan diri


"ya itu kan kasus nya berbeda ,dia terluka ,sampai pingsan ya mana mungkin aku biarin gitu aja ,kamu juga kan lagi sibuk sama papa ,gak mungkin juga aku minta kamu yang menolong Aranta ,sedangkan yang lebih dekat jarak nya dengan Aranta kan aku " alasan ku


"ngomong-ngomong soal Aranta ,ngapain dia sekarang ya " gumam nya


"au....." aku mengedikan bahu lalu duduk di bangku ku


saat aku dan Riswan sudah duduk di bangku kami ,Merlin datang dengan membawa tempat makanan


"selamat pagi......" ucap nya


"selamat pagi juga , assalamualaikum" ucap Riswan


"eh iya lupa ,waalaikum salam " ucap nya


"ya kan assalamualaikum nya udah kamu yang ngucapin nya , jadi aku tinggal jawab waalaikum salam aja " sahut Merlin seraya menarik bibir hingga membuat senyuman


"ya udah lah terserah kamu saja ,tapi lain kali kalau dateng itu ucapin salam " Riswan kembali mengingat kan


"iya iya....maaf yang tadi lupa ,oh iya nih aku bawain roti bakar, ini aku yang buat loh ,hm...Adnan...maaf ya ini porsi nya hanya cukup untuk satu orang" ucap nya melihat ku


"oh ...gak apa-apa ,aku masih kenyang kok " sahut ku santai


Riswan pun segera meraih tempat makanan itu dan membuka nya


"hm...dari bau nya aja udah kelihatan ini enak ,aku makan ya " ucap Riswan meminta izin pada Merlin


"iya "


"hm...ini beneran kamu yang bikin ?" tanya Riswan


"iya lah ,masa bukan ,aku itu udah bela-belain terjun ke dapur pagi-pagi cuman ingin buat roti bakar ini ,kamu gak percaya ,aku punya kok video nya ,sengaja aku buat takut nya kamu gak percaya" ucap Merlin seraya menyerahkan ponsel nya pada Riswan


"iya iya aku percaya kok ,roti bakar nya enak ,makasih ya " ucap Riswan lalu melahap roti bakar itu sampai habis


"iya sama-sama" sahut Merlin lagi


"ehehehehe....cie....ada yang maling inlove ehehehehe....." celetuk nek Wewe tiba-tiba


"Allahu Akbar..... uhhukk.... uhhukk...." Riswan terkejut sampai tersedak saat tiba-tiba nek Wewe muncul


"ya ampun ....Riswan...kamu kenapa ...ini minum "ucap Merlin seraya memberikan air mineral kemasan gelas plastik


"hem...terima kasih " Riswan pun meraih dan meminum nya


"fall in love nek bukan maling inlove "batin ku

__ADS_1


"ehehehehe....ya itu maksud nenek cu.... ehehehehe....."


**


Jam istirahat sudah tiba ,saat ini aku dan Riswan sudah berada di taman belakang sekolah yang menghadap langsung ke kebun yang saat ini mulai dilakukan pembangunan ,menurut yang ku dengar dari banyak murid kebun itu akan di bangun ruang perpustakaan yang baru ,sebab ruangan perpustakaan yang lama akan beralih fungsi menjadi ruangan komputer ,yang tadinya berada di lantai dua ,sedangkan ruangan bekas ruang komputer akan di jadikan ruangan arsip sekolah .


"kalian jadian ?" tanya ku to the poin


"hehehe....iya " jawab nya nyengir


"sejak kapan ?" tanya ku lagi


"sebenarnya sudah seminggu yang lalu"jawab nya lagi


"bukan nya kamu naksir nya sama Aranta ,kenapa malah jadian dengan Merlin ,jangan katakan kalau Merlin hanya pelampiasan mu saja ya,aku gak mau kamu nyakitin kedua nya " ucap ku


"ya bukan lah , aku sama Merlin beneran suka kok ,kalau Aranta sih hanya sebatas kagum saja ,dan aku sudah salah menyalah artikan perasaan ku selama ini " tutur Riswan


"lagian dia nya juga gak pernah ada rasa sama aku , jadi buat apa mikirin orang yang sama sekali gak pernah mikirin aku " ucap Riswan lagi


"jadi kamu sudah move on nih " tanya ku


"ya ...begitu lah..." sahut Riswan


"baik-baik lah kalian,pacaran jangan sampai kelewat batas ,ingat masa depan kalian " ucap ku memperingati


"iya iya aku ngerti,kau tenang saja lah " sahut nya


Entah kenapa mendengar penuturan nya ada rasa lega dalam hati .


"kenapa kamu senyum-senyum begitu?" tanya Riswan membuat ku sedikit gelagapan


"enggak siapa juga yang senyum-senyum ,orang aku lagi liatin tuh para tukang bangunan angkutin barang" jawab ku asal ,Riswan memicingkan mata menatap ku


Namun tiba-tiba ada suara teriakan dari arah kebun yang sedang di bangun


"aaaakkkhhhh....."


Aku dan Riswan pun sontak berlari menghampirinya,yang lain juga ikut berlarian karena penasaran dengan apa yang terjadi


"astaghfirullaah halazim....." lirih ku saat melihat apa yang terjadi


"Allahu Akbar...." Riswan pun pergi meninggalkan lokasi


Seorang tukang yang tengah membersihkan area untuk pembangunan terkapar dengan bersimbah darah ,karena tangan kirinya terputus .


Semua yang melihat pun histeris hingga pak satpam membubarkan kerumunan murid untuk segera meninggalkan lokasi termasuk aku ,tak beberapa lama tukang yang terluka itu pun di bawa ke rumah sakit dengan di tandu rekan-rekan nya karena tukang itu tak sadarkan diri ,para guru pun turut membantu .


Namun iris mata ku tiba-tiba menangkap seorang sosok kakek tua dengan rambut dan jenggot yang sama panjang nya ,tengah menatap tajam pada tukang yang sudah tak sadarkan diri itu .


Saat aku tengah memperhatikan sosok itu ,sosok itu tiba-tiba melihat ke arah ku ,aku reflek melambaikan tangan ku .


"kamu melambaikan tangan pada siapa ?" tanya salah satu siswa yang rupanya tak sengaja melihat ku


"ah enggak ko aku hanya dadah saja pada tukang yang terluka itu ,semoga ia baik-baik saja " jawaban palsu ku


"udah lah gak usah ngurusin orang lain ,sana pergi " usir kak Ardi yang ternyata juga ada di dekat ku


"eh kak Ardi " sahut ku


"hm...gue ngerti pasti loe lihat penampakan kan ?" tanya nya


"kakak mau lihat ?" tawar ku


"ogah " sahut nya


***

__ADS_1


__ADS_2