The INDIGO

The INDIGO
Halang rintang


__ADS_3

Entah apa yang terjadi pada kakek ,karena mama tak juga berbicara ,beliau masih terisak di kursi depan ,saat ini kita sedang ada dalam perjalanannya menuju kampung .


Masalah sekolah mungkin untuk beberapa hari aku izin dulu ,karena Riswan yang tak ikut jadi aku nanti bisa tanya pada nya masalah pelajaran .


Hati ku benar-benar gelisah ,papa pun sama apalagi saat ini papa tengah menyetir , konsentrasi nya terpecah antara jalanan dan mama yang tak pernah berhenti menangis.


"sudah dong sayang jangan nangis terus , sebenarnya kenapa dengan ayah ?" tanya papa yang sesekali mengusap bahu mama


"hiks....ibu bilang ayah jatuh di kamar mandi ,lalu masuk rumah sakit , menurut dokter tidak ada luka serius ,hanya memar di bagian punggung ,tapi ayah dari semenjak jatuh masih pingsan juga ,dokter sudah melakukan rontgen tapi hasil nya sama tak ada yang aneh pada tubuh ayah ,lalu dokter menyatakan jika ayah koma " tangis mama pun pecah setelah menceritakan nya


"astaghfirullaah.....Ya Allah....jaga dan lindungi kakek ,aku merasa ada sesuatu yang tak beres "batin ku


"Ya Allah...." lirih papa


"kak ,apa kakek akan meninggal?" tanya Ara yang duduk di samping ku ,raut wajah nya juga menyiratkan kesedihan


"shyuuut....gak boleh bicara seperti itu ,kematian tak ada yang tahu ,tapi kita doakan semoga kakek cepet sembuh dan segera diangkat penyakit nya oleh Allah" tegur ku pada Ari dan Ari pun langsung memeluk ku ,ia juga tengah terisak


"maaf kak ...aku gak mau kakek meninggal" lirih nya


"iya ,kakak juga dek .... kita berdoa saja yang terbaik buat kesembuhan kakek ya " ucap ku menenangkan nya ,Ari pun mengangguk ,terdengar lirih Ari berdoa meminta kesembuhan buat kakek.


"kamu yang kuat Nur, saat ini ayah mu sedang membutuhkan doa dari kita ,kita berdoa bersama-sama, meminta kesembuhan untuk ayah mu " nenek pun ikut menenangkan mama


"iya ma....." jawab mama dengan suara parau nya


"lalu bagaimana dengan ku ?" tanya mbak Rika yang sedari tadi duduk di jok belakang


"nanti saja ya mbak ,aku janji bakal bantuin mbak" sahut ku dalam hati


"baiklah ,tapi apa boleh aku ikut?" tanya nya


"terserah mbak aja " sahut ku lagi


Saat mobil sudah keluar dari jalan tol tiba-tiba mobil diberhentikan oleh seorang polisi ,papa pun menepikan mobil nya .


"maaf mengganggu kenyamanan anda berkendara " ucap polisi itu setelah memberikan gerakan hormat


"memang nya ada apa ya pak, kami sedang buru-buru ,soal nya " ucap papa ,polisi itu pun melirik ke dalam mobil terutama pada mama yang masih terisak meski tak ada lagi tangis dari nya .


"itu istrinya kenapa pak ?" tanya polisi itu


"sebenarnya kami dalam perjalanan ke kampung halaman istri saya pak, ayah nya yang juga ayah mertua saya masuk rumah sakit , kami harus cepat-cepat sampai di sana pak" ucap papa


"saya turut prihatin , tapi sebaik nya bapak cari arah lain , soal nya terjadi bencana longsor ,bapak bisa lewat jalan sana " tunjuk polisi itu


"oh baiklah terima kasih banyak pak , kalau begitu kami permisi " ucap papa ,polisi itu mengangguk namun setelah jauh aku melihat gelagat aneh dari polisi itu


"nek Wewe ...bisa cari tahu siapa polisi itu ,apa benar terjadi bencana longsor yang menutup akses jalan ?" pinta ku dalam hati


"ehehehehe....baru saja nenek mau memberi tahu mu cu....tadi nenek dan Wowo pergi ke jalan yang katanya longsor ,tapi tak ada bencana apa pun di sana ,tapi kami tahu kalau ternyata polisi itu gadungan ,komplotan nya sudah menunggu di jalan yang tadi ditunjuk nya ehehehehe......" tutur nek Wewe


"pa...


"mas....


"kita putar balik " ucap papa lalu kembali ke jalan yang tadi , jika diteruskan maka kita akan berurusan dengan komplotan polisi gadungan itu ,maka waktu kita juga akan tersita sedangkan jalan yang di katakan nya terjadi longsor merupakan jalan terdekat menuju desa tempat mama di lahirkan .


"loh kok putar balik ,bukan nya di sana terjadi longsor?" tanya nenek yang tak tahu menahu dengan yang di ucapkan nek Wewe


"nanti aku jelaskan " sahut papa


Namun seperti nya kita memang sudah ditarget kan menjadi korban mereka ,dari belakang nampak beberapa motor mengikuti dari belakang


"sepertinya kalian harus berolahraga dulu biar rileks " ucap Tate Lasmi


papa juga melirik spion


"mereka mengikuti kita " ucap papa


"siapa ?" tanya mama dan nenek


"kamu dan mama jagain Ari ya ,kunci pintu mobil dari dalam " ucap papa

__ADS_1


"memang nya kenapa ? tanya nenek lagi


Belum sempat papa menjawab ,satu motor sudah menyalip dan menghadang kami ,papa pun memberhentikan mobil nya .


"itu kan polisi yang tadi " ucap nenek


"polisi gadungan nek, seperti yang papa katakan tadi ,tetap di dalam jaga Ari ,kunci pintu dari dalam "ucap ku


"lalu kamu mau apa nak?" tanya mama


"lemesin otot ma..." ucap ku


duk duk duk


"BUKA..... " polisi gadungan itu menggedor kaca pintu mobil


"mas......" mama menggelengkan kepala


"kamu tenang saja sayang,ingat begitu kita keluar segera kunci pintu nya " ucap seraya membuka pintu mobil


Aku pun ikut keluar ,mau tak mau mama dan nenek pun mengunci pintu mobil dari dalam ,beruntung Ari sudah tertidur jadi dia tidak akan terkejut


"ada apa ya?" tanya papa berbasa basi


"bukan kah sudah saya katakan tadi jika jalan di depan sana tengah terjadi longsor ,kenapa bapak malah balik lagi ke jalan ini?" tanya nya


"karena saya tak percaya dengan yang kamu katakan,kalau ada longsor pasti ada tanda dan anak buah ku pasti akan memberi tahu ku " ucap papa


"hahaha....memang nya kamu ini siapa pake bilang punya anak buah segala ,berasa jadi orang penting sekali ,hahaha....tapi tak mengapa karena yang saya ingin kan hanya barang berharga kalian , jadi serahkan barang berharga kalian termasuk mobil ini" ucap nya seraya menodongkan senjata tajam berupa pisau cutter


"hahaha.....emang nya mau bikin prakarya pake pisau cutter ,emang gak ada pisau lipat atau belati atau pisau dapur kek sekalian " tawa ku meledak dibuat-buat


"kurang asem nih bocah , cari mati kau hah...bereskan dia " perintah nya pada beberapa anak buah nya


"baik bos " sahut mereka


ke lima anak buah nya menyerang ku ,aku pun segera menghindari pukulan nya dengan berjongkok hingga pukulan itu malah mengenai rekan nya


duk


"sorry tak sengaja "


"heh kurang ajar banget kamu ya ,kenapa kamu menghindari pukulan saya " teriak nya pada ku


"kalau aku gak ngehindar ya nanti aku yang kena tonjok dong" sahut ku santai


"sudah jangan banyak bacot luh "


Aku pun dengan sigap menangkis dan menghindar ,tak jarang aku juga turut melayangkan pukulan dan tendangan , namun aku tak sendiri ,ada nek Wewe ,kak Wowo dan Tante Lasmi juga yang membantu ku , sedangkan papa juga sedang melawan pimpinan nya


Tak membutuhkan waktu lama ,aku dan papa beserta para geng hantu sudah berhasil melumpuhkan para penjahat ini.


Jangan ada yang bertanya kemana bang Popo,pocong itu malah asyik menggoda mbak Rika ,keduanya duduk di atas mobil .


Tak lama satu unit mobil polisi dengan bak terbuka pun datang


"siapa yang nelpon polisi?" tanya papa


"gak tahu pa..." sahut ku


"angkat tangan"


para penjahat itu pun langsung mengangkat tangan nya ,mereka sudah babak belur dan tidak bisa melakukan perlawanan lagi,dengan pasrah mereka semua di giring menuju mobil polisi, motor mereka pun segera diamankan .


Setelah mengucapkan beberapa patah kata para polisi itu pun pergi meninggalkan kami .


Saat kita hendak kembali ke mobil ,mama dan nenek juga Ari menghampiri kami.


"kalian tidak apa-apa?"tanya mama dan nenek hampir bersamaan


"Alhamdulillah....tidak apa-apa"jawab papa


"Ya Allah mas.....aku tuh khawatir banget ,aku takut kalian kenapa-napa " ucap mama

__ADS_1


" Ya Allah bertahun-tahun aku hidup dengan mu , aku tak menyangka kamu jago berkelahi mas" ucap mama


"mama juga baru tahu,belajar dari mana kamu ,ini juga gak nyangka nenek tuh " ucap nenek melihat ku


"papa dan kakak keren ,nanti ajarin aku juga ya ...." ucap Ari antusias


"heh anak kecil ...tugas mu itu belajar dan sekolah yang bener " ucap ku gemas seraya mengacak rambutnya


"ini siapa yang telpon polisi?" tanya papa


"mama yang telpon ,mama takut kalian kenapa-napa makanya pas kalian keluar langsung hubungi polisi"ucap nenek


"ya udah yuk kita lanjut lagi ,sebentar lagi dhuhur kita harus mencari masjid " ucap papa


dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di sebuah masjid untuk melakukan shalat .


**


Akhirnya setelah sempat menghadapi halang rintang ,pukul 15:56 kami sudah sampai di rumah sakit ,karena anak kecil tak dibolehkan memasuki area rumah sakit , akhirnya nenek menemani Ari di luar ,meskipun Ari merengek ingin ikut ke dalam tapi tetap tak bisa karena sudah peraturan nya begitu ,pak satpam pun sampai berjaga di pintu masuk ,sebab sudah kejadian ada orangtua nekat membawa masuk anak nya saat para satpam lengah ,katanya .


"sayang ,kamu tunggu sama nenek di sini ya , mama ,papa ,dan kakak,mau lihat kakek dulu" ucap mama


"tapi aku juga mau ketemu kakek ma, aku kangen kakek,di dalam juga pasti ada nenek dan om " rengek nya


"kan bisa video call,nanti kakak videoin ya dek " ucap ku ikut membujuk


"bener ya..."


"iya


Setelah itu kami bertiga pun segera memasuki rumah sakit dan langsung menuju kamar kakek .


Terlihat om Ifel dan om Febry tengah duduk di kursi di luar ruangan yang pintu nya tertutup dengan menunduk


"assalamualaikum...." ucap kami


"waalaikum salam ,kak...." seru Febry langsung memeluk mama setelah menyalimi mama


"apa ibu di dalam "tanya mama dengan suara parau nya


"iya kak " sahut om Febry


"kalau gitu kita masuk dulu ya ,kalian doa kan ayah semoga beliau bisa cepat sembuh " ucap papa


"iya kak ,kami selalu mendoakan ayah kok" sahut om Ifel


terlihat mama menghela nafas sebelum memasuki ruangan itu .


Ckleek


"assalamualaikum.....suara mama terdengar serak


nenek yang sedang duduk sambil memegang tangan kakek pun menoleh dan menjawab


"waalaikum salam..... Nuri...." mama dan nenek pun berpelukan kedua nya menangis dalam dekapan masing-masing


"kenapa bisa jadi seperti ini Bu, apa yang terjadi ?" tanya mama


"ibu juga tak tahu pastinya Nur,yang jelas pas ibu masuk kamar mandi ibu sudah melihat ayah mu tergelak di lantai ,sampai saat ini ayah mu belum mau membuka mata nya" lirih nenek


aku dan papa menghapiri kakek ,aku meraih tangan kakek dan mencium punggung tangan nya ,rasa dingin langsung menjalari telapak tangan ku saat bersentuhan dengan kakek ,aku tentu terkejut dan segera mengecek denyut nadi nya , Alhamdulillah ada meski pun lemah .


"ayah...." lirih mama yang juga meraih tangan kakek yang satu nya


"ayah bangun yah ..ini Nuri....Nuri sudah datang .... ayah jangan begini dong kan Nuri jadi sedih , ayah bangun ya.....maafkan Nuri yang belum bisa membahagiakan ayah dan ibu ,ayah....Nuri mohon ayah harus bangun " lirih mama dengan sudah berlinang air mata


Hal yang lebih membuat ku terluka adalah melihat air mata mama jatuh , tapi aku tak mungkin mencegah mama untuk tak menangis karena jujur aku pun ingin menangis meraung-raung melihat keadaan kakek ,tapi jika aku melakukan itu ,bukan kesembuhan yang kakek dapat kan ,dan justru akan membuat kondisi kakek semakin memburuk.


Sesuatu membuatku tersentak saat aku tiba-tiba mendapat penglihatan


"astaghfirullah halazim....."


***

__ADS_1


__ADS_2