
Aku mengkode nek Wewe dan Merry untuk membantu membuat kedua staf di depan ku untuk berkata jujur.
Namun sebelum itu aku meyakinkan kedua orang itu untuk duduk di kursi yang papa katakan sebagai kursi kejujuran ,namun kedua nya malah terus berdalih jika mereka tak bersalah .
"ya sudah untuk membuktikan kalian jujur apa tidak, kalian duduk di kursi ini,kursi ini sudah dilengkapi dengan sensor jadi jika kalian berkata bohong siap-siap saja apa yang akan kalian rasakan " ucap papa ,padahal itu hanya kursi lipat biasa
terlihat kedua staf itu pun saling berbisik ,meskipun begitu aku masih bisa membaca gerak bibir mereka .
"sudahlah turutin saja apa kata pak bos ,mana mungkin ada kursi macam gitu ,kita bohong juga gak akan ngaruh apa-apa"
"ayo tunggu apa lagi,duduk" sahut papa
Kedua nya pun akhirnya menuruti papa dan segera duduk di kursi lipat itu ,nek Wewe dan Merry pun sudah siap di belakang mereka
"duh kenapa tiba-tiba merinding " gumam salah satu staf
aku menyungging kan senyum.
"baiklah kita mulai,Pak Samsul ...apa benar kamu orang terakhir yang menerima berkas laporan keuangan ini?"tanya papa
"iya..." jawab nya
"ho'oh bener eyke saksi nya " sahut Merry
Staf itu masih terlihat tenang di tempat nya ,berbeda dengan yang satu nya ,yang lebih terlihat gelisah meskipun ia tutupi dengan tenang.
"pak Tamril apa kamu yang memalsukan data dan mengubah angka nya ?" tanya papa lagi
"tidak pak bos ,saya sama sekali tak melakukan itu " jawab nya dengan percaya diri
"iihh .... bohong" seru Merry
Tuing'
Merry menoyor kepala pak Tamril
"kenapa kepalaku seperti ada yang dorong " ucap nya keheranan
"kenapa?" tanya papa
"ti...tidak ada apa-apa pak bos " jawab nya
"itu salah satu efek dari kursi yang kalian duduki ,kamu berbohong" ucap papa
"ti...tidak pak bos ,sungguh saya tak melakukan apa yang pak bos tuduh kan " sangkal nya
plak'
Kali ini nek Wewe yang menampar pipi nya sampai staf itu menoleh dan meninggalkan jejak merah di pipinya
"kamu masih mau menyangkal?" seru papa
"maaf jika aku menyela " seru ku saat pak Tamril hendak bersuara
Aku berdiri dan berjalan lalu bersandar pada meja kerja papa sambil bersedekap d*da memperhatikan kedua nya
"maaf jika aku sudah tak sopan dan terkesan menggurui atau menasehati ,tapi daritadi lidah ku sudah gatal sekali ingin mengatakan sesuatu " ucap ku lagi
"apa kalian beragama Islam?" tanya ku ,mereka mengangguk
"kalian tahu apa itu jujur?" tanya ku lagi , lagi-lagi mereka mengangguk
"tahu definisi jujur itu apa" tanya ku lagi mereka kembali mengangguk
"bagus lah kalau mengerti ,kalau begitu aku akan beri sedikit penjelasan tentang jujur.
Jujur mengandung arti yang sangat luas,karena kejujuran itu sumber nya dari hati.
__ADS_1
Jujur merupakan kesesuaian antara hati, perkataan dan perilaku yang kita tampilkan.
Jika diantara ketiganya ada yang tidak sesuai,maka itu merupakan sifat yang sebalik nya yaitu bohong atau dusta.Berkata jujur dan perilaku yang jujur sudah susah kita temui saat ini,banyak orang yang menggunakan jurus kebohongan untuk mencapai sesuatu yang di inginkan nya,padahal agama melarang itu .Berperilaku jujur akan menjadi kan seseorang di percaya oleh orang lain ,seperti yang dialami Rasulullah Saw sewaktu masih berada di Makkah. Beliau mendapatkan gelar al Amin (orang yang di percaya )oleh bangsa Quraisy karena selalu memegang amanah yang diberikan kepada nya .Sifat dan perilaku seperti inilah yang seharusnya kita tiru. Karena kejujuran akan membawa manusia pada kebaikan seperti hadist Rasulullah (dari Abdullah bin Mas'ud) Rasulullah Saw bersabda "sesungguhnya jujur itu akan membawa kebaikan dan kebaikan membawa ke surga" (HR Bukhari). Sudah seharusnya sifat jujur ini menjadi identitas umat Islam ,karena sifat jujur ini sudah banyak di contoh kan oleh Rasulullah Saw yang dapat kita lihat melalui sejarah beliau.Selain itu banyak ayat-ayat Al Qur'an yang menjelaskan tentang kejujuran salah satu nya surat At Taubah ayat 119 dalam ayat tersebut Allah menyerukan agar kita selalu berperilaku dan bersikap jujur .Sekarang apa kalian sudah mengerti?" tanya ku menatap bergantian kedua nya
"jawab ....mengerti tidak " seru papa sedikit menyentak
"me...mengerti pak bos " sahut kedua nya
"sekarang katakan ,untuk apa kalian menggelapkan uang perusahaan sampai 1,5 milyar? apa kurang gaji yang kalian terima selama ini hingga kalian tega melakukan hal rendah seperti itu?" tanya papa
"ti...tidak pak bos " ucap pak Samsul
"tidak apa?" tanya papa mulai tak sabar
"kami mana berani melakukan nya ,itu bukan kesalahan kami ,mungkin yang salah yang merekap semua jumlah nya" tutur pak Samsul masih belum mau mengakui perbuatannya
BRAK'
"aduh" pak Samsul jatuh tersungkur karena Merry mendorong kursi nya ke samping
"masih belum mau mengakui , baiklah jika itu yang kalian inginkan"papa pun mengkode nek Wewe dan Merry untuk melakukan apa yang mereka ingin lakukan pada kedua nya
"Hahahaha......"
"hahahaha......"
"kenapa geli sekali .... hahahaha....."
kedua nya mendapat gelitikan dari kedua hantu itu ,hingga membuat kedua nya terus tertawa juga kebingungan.
"lihat betapa dahsyatnya kursi itu ketika kalian berbohong,bahkan setelah gak duduk di kursi itu pun efek nya masih bisa di rasakan " ucap papa
"sekarang cepat katakan ,jika tidak aku akan mengirim kalian ke sel tahanan kalian juga harus mengembalikan uang yang sudah kalian gelapkan" seru papa
"jika kalian berkata jujur maka apa yang kalian rasakan saat ini akan sirna tapi jika kalian tetap berbohong seumur hidup kalian akan seperti ini terus ,apa kalian bisa hidup seperti itu?" ucap papa lagi
"sudah berapa lama kalian melakukan nya ?" tanya papa
"ti..tiga hahaha... bulan terakhir pak bos hahaha....." sahut pak Tamril lagi
"tiga bulan sudah bisa menggelapkan uang segitu banyak ,keterlaluan ,ok cukup " seru papa
nek Wewe dan Merry pun menghentikan aksi gelitikan nya
Keduanya terlihat terengah setelah mendapat sentuhan di sekujur tubuh nya dari kedua hantu yang masih berdiri di belakang mereka.
"apa kalian tahu menggelapkan uang perusahaan membuat perusahaan ini merugi hingga mencapai 1,5 milyar,apa kalian bisa mengembalikan uang itu?" tanya papa
"maaf pak bos, tapi...uang nya sudah habis ' ucap pak Samsul
"uang sebesar itu habis untuk apa?" tanya papa lagi
"istri kami yang sudah menghabiskan uang nya pak bos ,maaf " lirih pak Samsul
"lalu bagaimana kalian akan mengembalikan uang tersebut ,itu jumlahnya tak sedikit loh ?"tanya papa lagi
kedua nya tak dapat menjawab karena mungkin mereka sendiri bingung dan tak tahu bagaimana cara mengembalikan uang nya .
"pilihan nya ada dua ,pertama saya akan membebaskan uang itu tapi kalian mendekam di penjara ,atau kalian harus bekerja tanpa mendapatkan gaji karena gaji kalian akan menggantikan uang yang kalian gelap kan ,tapi kalian akan tetap mendapat uang makan setiap satu Minggu ,bagaimana?"
Keduanya lagi-lagi diam dan saling pandang satu sama lain
"bukan nya saya kejam ,tapi ini konsekuensi atas apa yang sudah kalian lakukan ,jadi bagaimana ,masuk penjara atau tetap bekerja tapi tidak dapat gaji sampai jumlah utang nya lunas ?" tanya papa lagi
Akhirnya kedua staf itu menyetujui pilihan ke dua ,bekerja tanpa di gaji. Setelah itu pun kedua staf tersebut meninggalkan ruangan papa.
"heeeeehhh......" papa terlihat menghela nafas beberapa kali
__ADS_1
"minum dulu pa, biar rileks" ucap ku seraya memberikan air minum yang sudah ku ambil dari dispenser yang berada di ruangan papa.
"makasih nak " sahut papa seraya meraih nya dan segera meminum nya
"gak kerasa waktu ternyata berjalan begitu cepat ,kita pulang sekarang ,mama dan nenek pasti sudah pulang " ucap papa setelah melihat arloji di pergelangan tangan nya
"astaghfirullaah...pa Ari siapa yang jemput ?" aku terkejut saat menyadari jika Ari sudah pulang sejak tadi
"papa sudah minta mang Ujang buat jemput tadi " sahut papa membuat ku lega
"Alhamdulillah.... syukurlah" lirih ku
Akhirnya kami pun keluar dari ruangan papa ,dan berjalan menuju lift,tak ada lift khusus untuk para petinggi perusahaan ,semua lift di sini tersedia untuk siapa saja. Saat kami tengah menunggu pintu lift terbuka sosok Merry tiba-tiba muncul mengagetkan ku
"Baaaaa"
"astaghfirullaah....." aku sampai mundur beberapa langkah sambil mengusap d*da
"ihihihihi...... akhirnya yey takut juga ,yes eyke berhasil menakuti yey " hantu itu bersorak
"he banci ,siapa juga yang takut ,aku kaget tahu,nongol tiba-tiba begitu ,siapa yang gak kaget coba " seru ku
"iih...yey punya mulut tuh pedes banget ya ,pake ngatain eyke banci segala ,tapi memang bener sih , hihihi....."
"Bran.....udah gak enak dilihatin orang tuh " tegur papa berbisik
"astaghfirullaah....maaf lupa " sahutku merasa kikuk saat melihat semua karyawan dan karyawati papa melihat pada ku
"hihihihi.....yey lucu juga hihihihi......"
"diem " bentak ku dalam hati
"wow ....tatuuuutt.....mending eyke kabur saja lah ,dadah pak bos dadah ganteng...." sebelum pergi hantu banci itu malah mencolek dagu ku
"iisshh.....rese bener tuh hantu " gerutu ku pelan
"hahaha.....dia emang gitu nak , tapi dia hantu baik kok" ucap papa merangkul pundak ku
Ting'
pintu lift pun terbuka aku dan papa segera masuk .
**
Sesampainya di rumah aku dan papa segera memasuki rumah,terlihat mobil mama juga sudah terparkir di depan .
Namun sebelum kami masuk bang Popo tiba-tiba muncul dan berucap
"sedikit badai tidak akan membuat sebuah kapal tenggelam "
Sebelum aku bertanya bang Popo malah langsung pergi
"apa maksud nya ?" aku menatap papa yang juga menatap ku kemudian papa mengedikan bahu
"ya udah kita masuk saja " ucap ku
"assalamualaikum......" ucap ku dan papa
"waalaikum salam....." sahut mama dengan senyum seadanya
"kamu kenapa ,sakit?" tanya papa saat mama meraih punggung tangan papa dan mencium nya
mama menggeleng ,namun dari sorot mata nya seakan ada sesuatu yang telah terjadi
Aku melihat dalam mata mama ,membaca setiap pergerakan dan apa yang terjadi pada mama sebelum nya
"astaga" gumam ku lirih sambil mengepalkan tangan ku
__ADS_1
***