The INDIGO

The INDIGO
Peristiwa di hari sakral


__ADS_3

Mendapat pertanyaan seperti itu dari mama nya,Ari lantas mendongak menatap wajah cantik mama nya.


"aku......" Ari lantas menunduk


"kenapa,?apa kamu mencintai nya ?" tanya Nuri lembut seraya mengusap kepala Ari


"aku tak tahu " jawab Ari sambil menangis


"Ya Tuhan ....sayang .... kamu mencintai nya" lirih Nuri dalam hati ,Nuri pun sontak memeluk putri nya itu


"dek..." ucap Gibran


"kakak " ucap Ari melirik pada Gibran


"sudah jangan nangis lagi ,nanti cantik nya hilang loh,lebih baik sekarang kamu masuk ,kakak ada sesuatu untuk mu" ucap Gibran yang tak ingin melihat adik kesayangannya menangis


"apa itu kak?" tanya Ari


"ada deh ,kalau dikasih tahu bukan kejutan nama nya " ucap Gibran ,mencoba menghibur Ari


Ia tahu perihal Yoga yang lupa ingatan ,sebab Wewe yang memberi tahu nya semalam ,ia tahu Ari pasti akan sedih jadinya ia menyiapkan sesuatu agar adik nya tak terlalu sedih memikirkan keadaan Yoga. Gibran pun teringat akan teman nya yang mengoleksi sesuatu yang paling Ari ingin kan,lalu ia pun dengan cepat memesan nya.


"ya sudah yuk kita masuk " ajak Nuri ,dan Ifel pun langsung mendorong kursi roda Ari ke dalam


"ini apa kak?" tanya Ari saat melihat kotak kado berukuran besar di ruang keluarga


"buka saja " ucap Gibran


Dengan dibantu Nuri ,Ari pun membuka kotak kado nya, Gibran hendak melarang Nuri untuk turut membuka nya namun Nuri keburu menarik pita dan merobek kertas pembungkus nya.


Srreeettt.....


Srreeettt.....


Dalam sekejap kotak kado itu pun terbuka,Ari langsung teriak kegirangan ,sementara Nuri meloncat dan berteriak karena takut,tubuh nya pun sampai gemetar.


"aaaakkkhhhh....... astaghfirullah....Gibran .... hadiah macam apa itu ,kau mau membuat mama jantungan hah" omel Nuri mencubit lengan Gibran


"awww.....ah mama....kok aku dicubit sih ,nek...sakit " rengek Gibran pada Bu Maryam


"idih kamu masa gitu ,udah mau nikah juga " seru Ifel


"lagian kamu iseng banget sih masa ngasih hadiah tarantula ,mana besar lagi" decak Nuri kesal


"hehehe....maaf ma ... kan aku cuman mau Ari senang " sahut Gibran


"Ya Tuhan....pantas saja kamu tadi melarang mama melihat isi paket itu ,rupanya isi nya tarantula ,hiiiy..." lirih Nuri ,sebuah paket diantar kurir saat Ari pergi,kebetulan pas kedatangan paket itu Nuri pun sampai.


"makasih ya kak ,aku suka " ucap Ari


"ih aneh ,masa dikasih hewan gitu saja malah senang sih ,itu kan serem" lirih Desi


"aku sudah lama menginginkan nya bi,tapi mama suka melarang karena takut,tapi sekarang aku happy makasih lagi ya kak " ucap Ari lagi


"iya ,apapun itu agar kamu senang ,kakak juga senang" ucap Gibran mengacak rambut Ari


"iya ,senang sih senang,aku yang ketakutan "batin Nuri seraya menghela nafas


Berkat hadiah tarantula hitam itu kini Ari pun tak terlihat sesedih seperti tadi. Melihat itu Gibran dan yang lain pun merasa sedikit lega.


Tak terasa waktu pun berjalan dengan cepat,dan hari pun telah berganti.


Gibran dengan jantung yang berdebar tengah menatap penampilan dirinya yang mengenakan setelan jas pengantin di depan cermin.


Ia benar-benar merasa tegang,ia pun mengingat kata-kata yang harus ia ucapkan di depan penghulu nanti.


"fuuuuuhhhhh.....ok kamu bisa Gibran ...." ucap nya pelan


"ehehehehe.....tegang ya " goda Wewe


"ah nek,gak usah ditanya juga sudah terlihat kan " ucap Gibran yang sedang dilanda nervous


Tak lama pintu pun terbuka


"pah...." lirih Gibran


"kamu pasti merasa tegang kan,papa juga pernah merasakan hal yang sama,santai saja ,jangan anggap ini sebagai beban tapi anggap lah sebagai rasa tanggung jawab, kamu pasti bisa"ucap Rifki menyemangati


"iya pah...." sahut Gibran


"ya sudah ayok kita kebawah ,semua sudah menunggu " ajak Rifki


Keduanya pun berjalan menuruni tangga lalu bersiap menuju ke masjid tempat akad dilakukan sebentar lagi,sementara Wowo dan yang lain sudah siap di posisi masing-masing.


Sementara Aranta pun berada di mobil lain ,dan menunggu rombongan Gibran dulu yang sampai di masjid.

__ADS_1


Di posisinya Mahendra sudah tersenyum menyeringai melihat rombongan mobil Gibran sudah melaju menuju masjid,ia pun merogoh ponsel nya lalu menghubungi anak buah nya.


"semua nya bersiap lah ,sebentar lagi rombongan pengantin wanita akan keluar dari area kompleks,kalian ikuti dan cegat mobil nya di jalan yang sepi,aku dan putri ku akan mengikuti dari belakang.


Sambungan telpon pun terputus


"hahaha....sebentar lagi apa yang aku inginkan akan tercapai " Mahendra pun tergelak


"memang apa yang papa inginkan dari mereka ?" tanya putri nya. Ia hanya mengenakan pakaian biasa ,sebab Mahendra telah menyeting nya jika nanti putrinya itu akan memakai pakaian pengantin milik Aranta setelah berhasil menculik nya.


"saham dan kekuasaan ,kau tahu sendiri kan perusahaan kita sedang dalam masalah,papa akan menggunakan cara ini agar kita tak jadi gembel,kamu mengerti " ucap Mahendra


"hm...terserah papa saja lah ,tapi kalau ada apa-apa aku gak mau dilibatkan ,karena dari awal aku juga gak mau melakukan hal ini" ucap putrinya


"huuuhhh....padahal uang yang aku dapat kan dari hasil kerja ku kan juga lumayan,gak sampai harus seperti ini juga " lirih nya dalam hati


Tak berselang lama mobil rombongan Aranta pun keluar melewati gerbang kompleks,dua mobil berisi anak buah Mahendra pun segera mengikuti termasuk Mahendra sendiri.


Tanpa mereka sadari jika mobil yang mereka buntuti bukan lah sebuah mobil yang mereka lihat ,melainkan sebuah gerobak tukang sampah yang sengaja di manipulasi oleh Wowo dan makhluk astral lain nya.


Setelah mobil Mahendra dan yang lain nya menjauh ,barulah mobil Aranta keluar dari gerbang kompleks.


"kalian benar-benar jahil " batin Gibran yang mengetahui rencana Wowo and the geng.


"seandainya Tante Lasmi masih ada " lirih Gibran


"sudahlah nak ,Lasmi sudah tenang di sana " sahut Nuri


"iya mah..." ucap Gibran


Sampai saat ini Gibran belum memberitahu tentang rencana Mahendra,bahkan kedatangan nya beberapa waktu lalu kerumah nya pun ,Gibran tak memberi tahu papa nya sama sekali.


Hal itu Gibran lakukan bukan tanpa alasan,ia hanya tak ingin hubungan kerja antara papanya dan Mahendra menjadi buruk,karena bagaimana pun hubungan kerja sama antara papanya dan Mahendra sudah terjalin cukup lama.


Sementara itu Mahendra mengerutkan kening saat melihat mobil anak buah nya malah menuju ke sebuah hutan,bahkan lokasi nya saat ini pun sudah sangat jauh ke pinggir kota.


"memang nya akad nikah nya mau dilakukan dimana sih ,masa sudah sejauh ini mereka belum berhenti juga " kesal Mahendra


Sementara Bonita putri Mahendra hanya diam acuh tak acuh,bahkan anak nya itu malah asyik bermain ponsel.


Semakin lama mobil yang ia kendarai semakin memasuki kawasan hutan,hingga mobil di depan nya berhenti , Mahendra turut menghentikan laju mobil nya.


Salah satu anak buah nya keluar dan mengetuk kaca mobil Mahendra


tuk tuk tuk


"gawat kenapa ?" tanya Mahendra setelah menurunkan kaca


"itu masa mobil yang kita ikutin malah ngilang " sahut nya


"ngilang bagaimana maksud nya?" tanya Mahendra


"pokok nya mobil nya tiba-tiba saja hilang " jawab anak buah nya


"b*doh..... benar-benar b*doh ... hanya ngikutin mobil satu saja kau tak becus " maki Mahendra


"bagaimana caranya kalian kehilangan jejak?" cecar Mahendra lagi


Nafas Mahendra pun terlihat naik turun.


"maafkan kami bos..." ucap anak buah nya menunduk


"cepat cari mobil itu " teriak Mahendra seraya mengurut kening nya


Di lain tempat ,Aranta yang baru tiba di pelataran masjid pun diampit oleh kedua orang tua nya,mereka berjalan menuju ke dalam masjid dimana Gibran dan yang lain sudah menunggu.Beberapa teman Rifki pun seperti Bobi,Rudi dan yang lain nya ikut rombongan pengantin wanita.


Ada tangis haru menyeruak di hati kedua orangtua nya,namun sebisa mungkin mereka menahan tangisan mereka,karena tak ingin mengacaukan acara sakral ini.


Riswan dan Merlin termasuk Haris dan Bu Fuji nampak terpesona melihat kecantikan Aranta yang semakin terpancar,apalagi Gibran,ia berkali-kali memuji kecantikan nya dalam hati,hatinya pun kian berdebar kala melihat Aranta yang sudah berbalut kebaya pengantin melangkah ke arah nya.


"Masha Allah....." batin Gibran


Deg


Deg


Deg


Baik Gibran maupun Aranta,jantung keduanya sama-sama berdebar kala Aranta duduk di samping nya ,dan segera di pasangkan selendang putih di atas kepala mereka,bahkan kini telapak tangan Gibran pun menjadi dingin.


Gibran menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan,ia berharap dengan seperti itu kegugupan nya akan sedikit berkurang .


Hingga sampailah pak penghulu meminta agar acara akad segera dilaksanakan,sebab ia juga akan menikahkan pasangan lain nya di tempat lain.


Saat Seno menjabat tangan Gibran,ia tersenyum merasakan betapa dingin nya telapak tangan Gibran.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian seruan kata sah terdengar menggema di dalam masjid tersebut.


"SAH....."


"Alhamdulillah......" lirih semua yang menyaksikan


Gibran menghela nafas ,hati nya terasa plong setelah berhasil mengucapkan ijab kabul,ia pun menoleh pada Aranta yang juga reflek menoleh nya,kedua nya sama-sama tersenyum malu.


Perlahan Gibran mengangkat tangan kanan nya ,lalu meletakan telapak tangan nya di ubun-ubun Aranta ,lalu melantunkan doa.


Setelah itu Gibran menjulurkan tangan nya ,Aranta yang mengerti pun langsung meraih nya dan mencium punggung tangan nya.


Seorang fotografer berseru agar mereka menahan gerakan itu untuk diambil gambar nya.


"tahan...."


ckreekkk


"ok sudah " ucap fotografer nya setelah melihat hasil nya memuaskan.


Kemudian Aranta pun memejamkan mata nya saat bibir lembut Gibran menyentuh kening nya.


"Ya Tuhan....jantung ku rasanya ingin loncat" batin Aranta


Hal itu tak di sia-sia kan oleh seorang fotografer ,ia langsung mengambil gambar nya


cekreekk


cekreekk


Akhirnya hari itu Gibran dan Aranta pun sudah resmi menyandang gelar suami istri.


"selamat ya sayang ,semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan " ucap Nuri dan langsung memeluk anak sulung nya ,hatinya sudah tak bisa lagi menahan tangis,ia terharu ,sampai terisak memeluk Gibran.


"iya mah...terima kasih ,karena sudah melahirkan dan merawat ku hingga aku bisa seperti saat ini" ucap Gibran,ia pun sama terharu nya ,kemudian Nuri beralih pada Aranta


"selamat ya sayang , akhirnya kamu bisa jadi anggota keluarga kita,bahagia terus ya untuk kalian " lirih Nuri


"iya mah...terima kasih sudah mau menerima aku di keluarga mama" ucap Aranta


Giliran Rifki , Seno, Thalia dan yang lain nya mengucapkan selamat pada kedua nya.


Hingga tiba saat nya giliran Riswan,tanpa berkata-kata Riswan malah memukul bahu Gibran ,hingga pria itu meringis


bukk


"aduh...kenapa kamu malah memukul ku?" tanya Gibran seraya mengusap bahu nya


"abisnya kenapa kamu udah nikah saja,masa aku kamu langkahi ,kan tua an aku " ucap Riswan


"akhirnya ngaku juga kan kalau kamu sudah tua" ledek Gibran


"ah ,salah ngomong aku "lirih Riswan


"hahaha" Gibran tertawa lepas karena berhasil membuat Riswan terjebak kata-kata nya sendiri


Namun suara tawa Gibran terhenti saat tiba-tiba saja dari luar masjid terdengar suara teriakan.


"aaakkkhhh....."


Bahkan suara nya itu terdengar seperti lebih dari dua sampai tiga orang


Sontak saja mereka pun keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Sesampai nya di luar, semua membelalakkan mata melihat sesuatu yang mengancam nyawa seorang anak kecil,sementara orang tua nya nampak histeris melihat anak nya dalam bahaya.


Ari yang masih berada di dalam pun menggerakan kursi roda nya keluar lewat jalur samping yang gak terdapat tangga,ia bergerak menghampiri anak kecil itu,tak ada rasa takut di hati nya sama sekali.


"Ari...jangan nak" teriak Nuri dan yang lain bersahutan


Saat Nuri hendak berlari menarik Ari , Gibran menahan nya.


"jangan mah,kita lihat saja apa yang terjadi " ucap Gibran


"tapi jika terjadi sesuatu pada Ari bagaimana,kalau ular itu malah menyakiti Ari gimana Gibran " seru Dewi


"tidak akan " jawab Gibran yakin


"kalian lihat dan perhatikan saja "


***


Hallo...para pembaca ku yang setia,terima kasih karena masih setia di cerita ku ini,tanpa kalian aku bukan lah apa-apa,jadi gini cerita nya aku mau tamatin kisah ini,sebab aku takut nya kalau kepanjangan malah jadi bertele-tele cerita nya,tapi masih belum tahu berapa bab lagi tamat nya ,tapi nanti aku akan buat kisah lain tentang Ari ,tapi mungkin di cerita Ari genre nya bukan horor ,gak apa-apa kan?


Baiklah tetap nantikan episode berikut nya ya !!!

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2