The INDIGO

The INDIGO
Iri dan dengki penyebab gelap nya hati


__ADS_3

Kami semua berlari menuju suara teriakan itu ,namun sebelum aku benar-benar meninggalkan Tante nya Merlin,aku lebih dulu menitipkan nya pada nek Wewe.


"nek, jaga Tante nya Merlin " ucap ku dalam hati


"tenang saja cu.....dia aman bersama nenek ,Wowo juga sudah datang untuk membantu mu" ucap nek Wewe


"bagus lah " aku pun beranjak meninggalkan Tante nya Merlin bersama nek Wewe karena Merlin dan mama nya juga pergi ke luar


"aaakkkhhh......" teriak kan Merlin dan mama nya terdengar ,cepat ku langkahkan kaki ku menuju arah dapur


"astaghfirullaahal'aziim......" ada-ada saja ulah para makhluk tak kasat mata itu , rupanya ada seseorang yang memang mengingin kan keluarga ini hancur dengan mengirim teror serta mengganggu kenyamanan keluarga ini.


Tak cukup dengan makhluk tinggi besar tadi sekarang muncul lagi makhluk lain berwujud ular,tapi ...ada yang berbeda dengan ular satu ini tak seperti ular yang tadi aku lihat di atap rumah,sosok setengah ular setengah manusia tengah tersenyum sambil menarik kaki wanita paruh baya yang sepertinya asisten rumah tangga ,hingga beliau terangkat ke udara dengan kepala di bawah,namun yang nampak terlihat orang lain art itu mengambang sendiri.


Tak ingin berbasa-basi aku segera membacakan ayat-ayat Al Qur'an,dengan terus fokus meminta pertolongan Allah.


Tiada daya dan upaya melainkan atas kehendak Allah SWT,


"laahaula walaaquwwata Illa billah,.... ALLAHU AKBAR....." aku berteriak lantang hingga membuat sosok itu terperanjat seraya menutup telinga nya ,sontak saja art nya terjatuh dengan kepala membentur lantai .


Sosok itupun sirna


"astaghfirullaah....." aku segera mengecek kondisi nya ,


"Alhamdulillah beliau hanya pingsan " ucap ku lega , aku lantas membawa art ke ruang tengah bersama Riswan,karena tubuh nya yang lumayan gempal dan berisi membuat aku kewalahan jika harus membopong nya sendiri


"Ya Allah......tadi itu memang nya ada apa......kenapa bi Narti sampai terangkat dan jatuh " tanya mama nya Merlin yang masih shock


"dalam nya hati orang mana ada yang tahu Tante , sosok-sosok tadi merupakan kiriman seseorang ,tapi maaf apabila saya salah atau lancang ,apa Tante atau keluarga pernah atau tak sengaja membuat sakit hati seseorang?" tanya ku hati-hati


Merlin dan mama nya saling pandang


"seingat Tante sih enggak ya, tapi tunggu .... belakangan ini suami Tante punya masalah dengan rekan bisnis nya ,hanya karena kalah tender proyek ,tapi masa iya orang itu bermain ilmu hitam?" tanya mama nya Merlin


"bisa jadi jika orang itu benar-benar merasa iri dan dengki yang mendalam tapi apa Tante yakin hanya itu saja ?" tanya ku kemudian ,karena aku tiba-tiba mendapat penglihatan jika bukan orang itu yang di maksud mama nya Merlin .


"maksud mu masih ada orang lain ...begitu?" tanya Merlin yang sedari diam


"dari apa yang saya lihat pelaku nya perempuan,tapi....." ucap ku menggantung kan ucapan ku


"tapi apa ?" tanya Aranta


"heeeeehhh......,sudah berapa lama keluarga Tante tinggal di rumah ini?" tanya ku


"baru beberapa bulan sih , memang nya kenapa?" tanya mama nya Merlin yang sampai saat ini aku tak mengetahui nama beliau


"karena ternyata ....rumah ini.....merupakan rumah bekas pembantaian ,korban nya merupakan pemilik pertama rumah ini dari semenjak dibangun , kemudian rumah ini beralih fungsi menjadi tempat berkumpulnya kelompok sesat untuk melakukan berbagai ritual pesugihan" ucap ku dengan mata tertutup ,itu karena aku sedang melihat sejarah kelam rumah ini,dan ular tadi merupakan siluman ular pesugihan yang terkurung di rumah ini .Ular tadi juga ternyata ular yang sama dengan ular yang tadi ku lihat di atap .


Aku jadi merasa bersalah pada sosok siluman ular tadi ,seharus nya aku tak menyerang nya tadi, sosok itu sudah merasa nyaman tinggal di rumah ini namun ia merasa terusik dengan ritual lain yang di jalankan di rumah ini, sosok itu hanya ingin memberi pelajaran agar pelaku teror itu kapok,dan pelaku nya adalah .....


Art nya sendiri ,dari apa yang aku lihat barusan rupanya art ini merupakan teman lama mama nya Merlin ,dia selalu iri dengan apa yang mama Merlin miliki ,bahkan ia pun menyukai laki-laki yang kini sudah jadi hak milik mama nya Merlin ,namun mama nya Merlin nampak nya melupakan sosok teman lama nya ini karena mereka juga tak cukup dekat semasa sekolah dulu.


"darimana kamu mengetahui nya ,bahkan Tante saja tak tahu menahu tentang itu , pantas saja rumah ini harga nya sangat murah " tanya mama Merlin lagi seakan tak percaya dengan yang ku ucap kan

__ADS_1


Aku hanya tersenyum simpul menanggapi pertanyaan mama nya Merlin tadi


"Tante ,saya permisi mau lihat Tante nya Merlin dulu ,Tante dan kamu Merlin di sini saja jaga dia jangan sampai dia kemana-mana " ucap ku seraya menujuk art yang masih pingsan itu dengan lirikan mata


tanpa menunggu jawaban kedua nya ,aku pun segera kembali ke kamar tempat Tante nya Merlin terbaring saat ini .


Tadi kata Nek Wewe katanya Wowo sudah datang , tapi mana ,aku sama sekali tak melihat nya


Tante nya Merlin masih belum sadarkan diri ,aku pun mencoba menekan jempol kaki nya seperti apa yang pernah mama ajarkan padaku ,dengan doa yang tak lepas aku memijat pelan jempol nya .


"akh....." terdengar ringisan kecil dari Tante nya Merlin


Syukurlah beliau sudah mulia sadar ,tak lama kemudian mata nya pun terbuka .


"ka...kamu....siapa?" tanya nya seperti linglung ,ia bahkan memutar pandangan nya memperhatikan sekitar .


"aku Adnan ,teman sekolah nya Merlin " sahut ku membuat pandangan nya kembali terarah padaku


"ini.....apa yang terjadi kenapa kepalaku pusing juga lemas " ucap nya lirih seraya memegangi kening nya


"maaf Tante ,bisa Tante pejamkan sebentar mata Tante" pinta ku


"kenapa? "tanya nya


"sebentar kok Tante" ucap ku


Tante nya Merlin pun segera memejamkan matanya meskipun ia tak tau untuk apa,aku mendekat lalu berdiri di samping beliau dengan meletakan tangan ku di ubun-ubun nya


"maaf ya Tante" ucap ku,setelah itu aku pun membaca doa-doa yang pernah di ajarkan ustadz Yusuf padaku ,setelah itu ku tiup ubun-ubun beliau


"baiklah ,terima kasih nak, sekarang rasanya sudah tak selemas tadi" ucap nya tersenyum


"Alhamdulillah kalau begitu , apa sekarang Tante bisa berdiri sendiri ,soalnya saya mau ke luar" ucap ku lagi


"seperti nya bisa " bukan nya tak ingin membantu nya berdiri,hanya saja aku sangat sungkan , apalagi aku yang tak pernah bersentuhan dengan wanita


"dengan langkah sedikit sempoyongan ,tante nya Merlin mencoba mengayunkan kaki nya dengan terus berpegangan pada tembok


"maaf ya Tante ,bukan nya saya tak mau bantu" ucap ku tak enak hati


"iya ,tak apa ,Tante mengerti " syukurlah Tante nya mengerti,aku pun berjalan di belakang nya


Namun tiba-tiba Aranta muncul dengan wajah panik dan tegang nya


"Adnan.....cepat ...itu....." ucap nya menujuk ke arah dimana yang lain berada


"ada apa?" tanya ku


"ayo cepet....." Aranta hendak menarik tangan ku namun segera aku menghindar


"tak usah pake tarik-tarik tangan ku" ucap ku seraya berlalu meninggalkan nya bersama Tante nya Merlin ,namun aku pun menoleh


"bantu tantenya Merlin berjalan " ucap ku lalu melanjutkan langkah ku

__ADS_1


"jangaaann.....ampun...... ampun....." bi Narti berteriak sambil menunduk ,tubuh nya pun menggigil


"bi.....bi Narti....." teriak Merlin dan mama nya bersahutan


"Adnan ..... ini....kenapa dengan bi Narti ....kenapa dia seperti itu?" tanya Merlin saat melihat ku yang baru sampai


terlihat sosok ular siluman itu berada tepat di depan bi Narti , bi Narti pun nampak ketakutan .


Tak hanya sosok ular siluman saja ,namun sosok tinggi besar yang tadi berhadapan dengan ku juga berada di depan nya .


aku menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Merlin


"Adnan....ayo cepat lakukan sesuatu" desak nya


"kuncinya hanya satu agar bi Narti tak seperti itu...." ucap ku datar


"apa?" tanya Merlin dan mama nya berbarengan


"segala suatu perbuatan pasti ada timbal balik nya , dan saat ini apa yang menimpa Bu Narti merupakan buah dari perbuatan nya " mereka semua nampak mengerut kan kening mendengar penuturan ku


"bi Narti harus meminta maaf dan harus berjanji tak akan mengulangi kesalahan nya lagi,maka mereka tak akan mengganggu bi Narti ,terutama sosok yang menjadi persekutuan nya " ucap ku lagi


"maksud mu?" tanya Merlin semakin bingung begitu pun mama nya ,tak terkecuali Riswan yang sedari tadi diam menyimak


"rupanya bi Narti penyebab teror di rumah ini ,hatinya sudah di tutupi dengan rasa iri dan dengki ,makanya ia nekat melakukan persekutuan dengan setan agar keinginan nya tercapai ,yaitu membuat keluarga ini porak-poranda,namun ia salah sasaran ,tadinya bi Narti menarget kan mama mu ,tapi malah yang kena Tante mu" tutur ku lagi


"astaghfirullaahal'aziim......benarkah yang kamu ucap kan ,lalu untuk apa ,kenapa ?" mama nya Merlin nampak terkejut mendengar penuturan ku


"karena dalam nya hati orang tak sedalam lautan yang mampu kita tebak seberapa dalam kedalaman nya ,namun hati seseorang mana ada yang tahu" ucap ku lagi


"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya mama nya Merlin


saat aku hendak bersuara , tiba-tiba datang laki-laki paruh baya dengan perut yang sedikit menonjol bertanya


"ada apa ini?" tanya nya


"bang....."


"papa...."


Merlin dan mama nya berucap barengan


"jadi ternyata.........." akhirnya mama nya Merlin pun menceritakan apa yang sudah terjadi ,papa Merlin nampak terkejut ,ia mengusap wajah nya dengan raut kesal ,ia pun merogoh ponsel di saku jas nya


"halo ....kantor polisi........"


setelah papa nya Merlin selesai menghubungi polisi ,aku pun pamit,karena ini sudah bukan urusan ku lagi,namun sebelum itu aku pun memberi tahu tempat biasa bi Narti melakukan ritual persekutuan nya ,yaitu di kamar nya.


Saat hendak beranjak tiba-tiba mama nya Merlin memberikan ku sebuah amplop yang sudah dapat di tebak jika isi nya adalah uang ,aku pun sontak menolak ,karena jujur aku ikhlas membantu mereka .


"kalian berikan saja uang ini pada orang yang benar-benar membutuhkan "


Akhir nya setelah drama penolakan amplop itu ,aku beserta Riswan dan Aranta pun pulang tanpa amplop itu .

__ADS_1


"ehehehehe.....cu.....ada yang ingin bicara padamu ehehehehe......"


***


__ADS_2