
Pukul 04:15 aku sudah terbangun ,segera aku membasuh wajah sekalian berwudhu ,setelah itu aku pun bertadarus sembari menunggu waktu shalat subuh tiba .
Dug....dug...
Suara bedug terdengar nyaring di kesunyian , diikuti suara lantunan adzan yang berkumandang menggema ,semenjak adanya aturan tentang bunyi toa masjid ,pengurus masjid di komplek ku malah semakin mengencangkan suara nya bahkan ada penambahan beberapa toa kecil di samping kiri kanan masjid.
Entah apa maksud dari peraturan itu, mungkin maksud nya baik hanya saja beliau salah menyampaikan aspirasinya tersebut,hingga menimbulkan banyak hujatan dan polemik .
Setelah selesai shalat aku pun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku .
Pukul 05:30 aku sudah selesai dan sudah rapih hendak bersiap keluar kamar ,namun tiba-tiba pintu di ketuk .
tok tok tok
aku pun segera beranjak untuk membuka pintu .
ckleek
"kirain mama " ucap ku ,rupanya Riswan yang datang
"tumben kamu jam segini udah mandi ,biasa nya kalau hari libur kamu mandi nya siang " ucap ku seraya memindai penampilan nya
Kemeja hijau kontak-kotak dengan celana jeans abu tak lupa arloji yang sama seperti ku ,juga rambut yang masih setengah basah .
"iya dong ,kan aku juga mau ikut nganter Aranta ke bandara " sahut nya
"oh ya Bran ,masalah Aranta kamu jangan merasa terhalangi oleh ku , aku sama sekali tak masalah jika kamu sama Aranta , asal jangan sama orang lain saja" ucap nya tiba-tiba
"apa sih ,siapa juga yang naksir Aranta" sergah ku
"hallah jangan muna deh ,kamu fikir aku tak punya mata apa,melihat kamu sebegitu mengkhawatirkan nya saja sudah terlihat tahu kalau kamu ada rasa pada nya ,dari tatapan mata mu juga sudah ke baca " ucap nya lagi
"jangan sotoy" ucap ku lagi
"hah ,terserah deh mungkin memang kamu belum sadar ,tapi inget ya Gibran penyesalan itu selalu datang nya di akhir looh... kita gak akan tahu di Aceh sana dia bakal bertemu dan berteman dengan siapa saja ,bisa saja kan di sana dia kenal sama cowok lain dan mereka dekat ,lalu pacaran lalu menikah ,kamu gak akan nyesel ?" tanya nya mulai ngaco
"jodoh itu misteri ,kita gak akan tahu dengan siapa kita akan berjodoh ,meski takdir itu sudah di gariskan sejak kita terlahir ke dunia,tapi kita juga gak tahu kan siapa jodoh kita dan aku tak mau berharap dengan siapa aku berjodoh,biarkan waktu yang menjawab, udah lah mending kita keluar yang lain pasti sudah menunggu " ucap ku panjang lebar dan segera berjalan ke arah pintu ,Riswan pun mengikuti ku .
Pada saat aku sudah berada di pertengahan anak tangga aroma harum masakan tercium di hidung ku
"hm....aroma masakan apa ini ,harum banget jadi lapar aku " ucap Riswan
Akhirnya kami berdua menuju ke dapur dimana aroma masakan itu berasal
Sesampainya di dapur aku melihat mama dan juga Aranta sedang memasak bersama .Bukan nya hari ini dia mau pergi ,kenapa masih sempet masak .
"hem......wangi bener aku jadi lapar nih " ucap Riswan seraya duduk di meja makan
"masak apa ma?" tanya ku mengikuti Riswan duduk
"masak sayur sup ayam sama ayam goreng tepung " jawab mama menoleh pada ku,lalu kembali sibuk dengan kegiatan nya .
"kalian duduk aja dulu ya "
"kita udah duduk kok ma" timpal Riswan ,mama kembali menoleh dan tersenyum
"aduh...."
Aku terkejut mendengar Aranta mengaduh dan menekan jari telunjuk nya,reflek aku berdiri dan bergegas menghampiri nya
"kenapa?" tanya ku melihat jari nya
"gak kenapa-napa,ini bawang nya kepotong " sahut nya sambil menahan senyum
Hufftthhh.....aku di kerjain
"ya ampun Aranta ,kamu ni bikin kaget tahu ,Tante fikir jari kamu yang kena pisau ,dasar ada-ada saja "Ama menggelengkan kepala nya
"cie....ada yang panik " seru Riswan tersenyum mengejek
"ck...kamu tuh ya " antara kesal dan malu sebenarnya ,aku kembali duduk di tempat ku
"hihihihi...."Aranta nampak terkikik ,bersama nek Wewe , Tante Lasmi dan kak Wowo yang berdiri di samping kulkas
"hehe... jadi gimana masih mau nyangkal ?" tanya nya berbisik
"apa sih ,gak jelas " dengus ku pelan
__ADS_1
"heeeeehhh....ya sudah ...." Riswan pun sibuk dengan ponsel nya,entah sedang bertukar pesan dengan siapa dia ,sesekali terlihat ujung bibir nya tertarik tak jarang juga kepala nya menggeleng dan mengangguk .
Setelah beberapa menit kemudian makanan selesai mama dan Aranta pun menyajikan nya di meja makan .
Sosok hantu mbak Rika tiba-tiba muncul di kursi samping Riswan ,membuat Riswan yang sedang anteng dengan ponsel nya pun menengok dan terkejut .
"Allahu Akbar...." Riswan pun sontak berdiri dan menjauh
"eh ...kamu siapa ?" tanya mama
"saya Rika "
"terus kamu mau ngapain ke sini ,mau ikut makan juga ?" tanya mama ,mbak Rika mengangguk
"enak aja ,goreng lah sendiri tuh masih ada di kulkas ,kita tak terbiasa dan tidak bisa memberi makan hantu sembarangan " ucap mama lagi membuat mbak Rika menekuk wajah nya
"kamu mau apa ke sini?" tanya mama lagi
"aku ada perlu sama dia " tunjuk nya pada ku
"pasti mau minta tolong " tebak Aranta
mbak Rika mengangguk kemudian berucap
"aku hanya ingin kamu membantu ku menjelaskan nya pada bang Rizal,aku tak mau bang Rizal berfikir buruk tentang ku dan terus salah faham" ucap nya melihat pada ku
"hanya itu saja " tanya ku,mbak Rika kembali mengangguk
"iya " mbak Rika mengangguk lagi
"nanti saja kita mau makan dan bersiap ,sekarang kamu pergi saja dulu" ucap mama
"baiklah "mbak Rika pun akhirnya pergi
"Rizal siapa?" tanya Riswan
"kakak nya kak Ardi " sahut ku
"oh...jadi itu alasan nya kemarin menujuk kak Ardi ,aku fikir kak Ardi ada hubungan nya dengan kematian nya" ucap Aranta seraya membantu mama menyiapkan makanan,tak lama kemudian yang lain pun turut datang .
"pagi semua nya ....wah ....sudah rame ternyata " ucap papa ,di samping nya ada nenek dan Ari ,menyusul paman Seno dan bibi Thalia
Hari ini nek Marni tak datang semalam beliau mengabarkan katanya semalam asam lambung nya kambuh hingga harus di rawat di rumah sakit , rencananya setelah mengantarkan Aranta ke bandara aku dan mama akan menjenguk nya .
"hm...aroma nya ....bikin lapar " ucap nenek
"iya dong ma ..." ucap mama lalu mengambil piring dan mengisinya dengan nasi
"mau pake sayur sup apa ayam mas?" tanya mama
"sup saja " sahut papa
"kamu mau makan apa ?" tanya Aranta pada Ari
"ayam goreng tepung " jawab nya dengan terus memperhatikan ayam goreng tepung dengan mata berbinar
dengan telaten Aranta mengambilkan nasi dan ayam goreng tepung yang diminta Ari
"makasih kak Ara..." ucap Ari setelah Aranta meletakan nya di depan Ari
"kenapa cuman Ari yang diambilkan makan ,sebelah ku enggak?" celetuk Riswan yang langsung membuat Aranta salah tingkah sebab semua orang melihat pada nya
"em...k...kamu mau makan apa?" tanya Aranta canggung pada ku
"tak usah aku bisa ambil sendiri kok ,jangan hiraukan dia" ucap ku melirik Riswan
"ekhem....ya udah ayok kita makan" seru papa
Setelah membaca doa kami pun segera menyantap sarapan kami.
"hm....emang mama kalau masak tak pernah mengecewakan rasanya selalu enak" puji ku setelah makanan habis
"kali ini bukan mama yang masak kok ,Aranta yang masak ,mama cuman bantu-bantu " ucap mama seraya membereskan piring kotor dan meletakan nya di wastafel
"hah....Aranta ..." gumam ku seraya melirik nya yang segera mencuci piring kotor nya
"udah gak usah.. lebih baik kalian siap-siap gih ,biar ini Tante saja yang kerjakan "tolak mama melirik Aranta dan bibi Thalia
__ADS_1
"tapi Tan..."
"udah sana...." perintah mama lagi
"baiklah "
"ya sudah maaf jadi terus ngerepotin kalau begitu kita siap-siap dulu " ucap bibi Thalia
"iya ,gak apa-apa aku tak merasa direpotkan kok"
mereka pun beranjak untuk siap-siap
**
Pagi menjelang siang kami semua sudah berada di bandara untuk mengantar kan kepergian Aranta dan orang tua nya , untuk berkas sekolah Aranta akan di urus papa besok .
Tangis Ari kembali pecah saat Aranta memeluk nya
"huuu....kakak jangan lupain aku ya....kakak juga harus menepati janji kakak " ucap Ari tersedu
"iya tentu saja ,sudah lah kamu tak boleh nangis terus ,setiap pertemuan pasti ada perpisahan ,kita berpisah juga bukan untuk saling melupakan,tapi untuk memperkuat perasaan " ucap Aranta hingga Ari tiba-tiba saja berhenti menangis dan mendongak
"maksud kakak?" tanya nya
"bukan apa-apa ,ya sudah kakak masuk ya ,sepertinya sebentar lagi pesawat kakak lepas landas " ucap Aranta mengusap kepala Ari
"mbak.... hati-hati ya kabari kami jika sudah sampai di sana" ucap mama melepas pelukan dari bibi Thalia
"iya ,terima kasih untuk semua nya " ucap bibi Thalia mengusap air mata
"bro... thanks ya kamu memang sahabat aku yang paling terbaik pokok nya ,sampaikan salam ku pada semua nya ,maaf belum sempat bertemu mereka " ucap paman Haris ,namun tiba-tiba seseorang berseru membuat kami menengok
"oy.... Seno Gumira....kebangetan ya kamu masa mau main pergi aja ,untung anak aku ngasih tahu kalau enggak aku gak bertemu dulu sama kamu " seru paman Haris yang datang bersama teman-teman nya yang lain.
Paman Rudi ,paman Bobi,paman Reno,dan paman Eko,mereka lalu memberi pelukan ala mereka .
"Ki,kamu tuh ya masa dia tinggal di rumah mu gak bilang-bilang sih " keluh paman Rudi pada papa
"maaf ,lupa " ucap papa
"terus ini anak kamu ?" tanya paman Reno pada paman Seno
"ya...nama nya Aranta dan ini istri ku "
"cantik juga anak mu ,gimana kalau kita besan nan aja" celetuk paman Reno lagi,reflek aku melirik Aranta yang juga melirik ku
"maaf nih ya....bukan nya mau nolak tapi seperti nya anak aku sudah punya seseorang " ucap paman Seno melirik ku , aku lantas mengalihkan pandangan ku
"wah...tapi sebelum janur kuning melengkung mah ya gak apa-apa kali kan?" ucap nya lagi
"jangan didenger orang anak nya juga baru masuk SMP " seru paman Bobi mendelik pada paman Reno
"wealah ..." paman Seno menggelengkan kepala
"ya sudah kalau begitu aku dan anak istri ku pamit ya ,tuh udah ada pengumuman nya kami harus cepat masuk pesawat " ucap paman Seno kemudian ketiga nya berjalan menuju pintu masuk keberangkatan
"aku pergi.... assalammualaikum....." ucap Aranta pada ku
"waalaikum salam...." sahut ku
Aku menatap nanar punggung mereka yang mulai menjauh dan hilang setelah mereka berbelok
"kok perasaan ada yang janggal ya" gumam paman Eko
"apanya yang janggal?"tanya papa
"kalau gak salah Seno keyakinan nya berbeda dengan kita ,tapi tadi..."
"oh .... Alhamdulillah mereka mualaf " sahut papa lagi
"SUBHANALLAH..... ALHAMDULILLAH....."ucap paman-paman semua ,namun tiba-tiba ponsel mama berbunyi ,mama pun segera mengangkatnya
"assalamualaikum....ya Bu......... APA.... astaghfirullaahal'aziim.....i..iya Bu .... Nur sekarang kesana ....." sambungan ponsel pun terputus
"ada apa ?" tanya papa berbarengan dengan nenek ,sebab mama terlihat sangat shock setelah mendapat telpon dari nenek di kampung,seketika mama memeluk papa dan menangis
"ayah....hiks....ayah mas ...." ucap mama
__ADS_1
***