
Aku segera mendekat dan duduk di samping Ari .
"sudah selesai shalat nya?" tanya Kyai Somad menatap pada ku ,aku pun sontak mengangguk seraya berucap
"Alhamdulillah....sudah pak kyai"
"Alhamdulillah.....baiklah karena saksi dan beberapa persyaratan kelengkapan dokumen sudah lengkap sekarang mari kita mulai saja kalau begitu ,setelah selesai kalian harus melaksanakan mandi besar , apa kalian sudah siap ?" ucap pak kyai Somad pada Aranta dan kedua orang tua nya
"iya , kami siap pak kyai " sahut ketiga nya
"lho ternyata belum di mulai" gumam ku pelan
"kan nunggu kakak selesai shalat" ucap Ari pelan
"kenapa mesti menunggu kakak?" tanya ku berbisik ,namun Ari nampak nya tak ingin menjawab pertanyaan ku ,ia nampak fokus memperhatikan ke depan seraya mengangkat bahu nya .
Terdengar pak kyai membaca kan beberapa ayat pendek sebelum membacakan dua kalimat syahadat. Setelah selesai beliau pun berucap
"kalian ikuti kata-kata yang saya ucapkan " ucap pak kyai Somad
"baik pak kyai "
"bismillahirrahmanirrahim.........." ucap pak kyai
"bismillahirrahmanirrahim........."
"asyhadu an laa illaha illallahu,wa asyhaduanna muhammadar rasulullah....."
Suasana saat ini menjadi sangat khidmat saat Aranta ,paman Seno dan bibi Thalia mengucap kan dua kalimat syahadat
seerrrr.......
hati ku benar-benar berdesir mendengar nya
"Subhanallah..... Allahu Akbar...." mata ku berkaca-kaca karena suara yang kudengar begitu menggetarkan hati.
"Alhamdulillah hirobbil aalamiin ...." pak kyai kemudian membacakan lagi doa dan ayat Al Qur'an
"amiiin....ya robal alamin..." lirih kami semua seraya mengusap wajah masing-masing
"Alhamdulillah....sekarang kalian resmi menjadi mualaf ,semoga bapak dan keluarga menjadi muslim yang taat kepada Allah SWT,setelah ini silahkan kalian urus keterangan atau identitas diri ,seperti KTP ,KK dan lain sebagainnya,jangan lupa kalian segera laksanakan mandi besar ,dan ini ada hadiah kecil dari saya " pak kyai Somad memberikan 3 buah buku bertuliskan panduan muslim,doa dan amalan
"Alhamdulillah....terima kasih pak kyai " ucap paman Seno
Setelah selesai kami pun memutuskan untuk kembali ke rumah .
"aku senang banget deh kak ,kakak tahu kenapa?" seru Ari tiba-tiba saat kami sudah berada di dalam mobil
"kenapa memang nya ?" tanya ku mengubah posisi duduk menghadap pada nya
"karena setelah ini kita bisa shalat bareng kak Ara " jawab Ari dengan mata berbinar
"kalau senang jangan lupa ucap kan apa?" tanya mama melirik pada kami
"Alhamdulillah......" jawab ku dan Ari bersama
"terima kasih ya sayang " ucap papa melirik mama ,aku melihat papa meraih tangan mama lalu mengecup dan meletakan di dada papa dengan masih menggenggam tangan mama
"kok terima kasih ,untuk apa?" tanya mama nampak kebingungan , terlihat dahi mama mengernyit
"karena kamu sudah ada untukku,menemani ku dalam suka maupun duka dan melahirkan anak-anak yang tampan dan cantik yang baik dan pintar juga soleh dan solehah ,hidup ku juga jadi lebih baik berkat mu " ucap papa
"ah....mas jangan berlebihan ,udah ah gak enak dilihat anak-anak , sudah fokus saja nyetir entar nabrak loh" ucap mama memperingat kan
"ekhem....gak apa-apa kok ,silahkan lanjut saja kita gak lihat dan gak denger apapun ya kan dek " ucap ku melirik Ari yang sudah menutup mata dengan telapak tangan nya namun masih bisa mengintipnya dari balik jemari nya .
**
Seperti yang di perintahkan pak kyai Somad,setelah sampai di rumah Aranta dan kedua orang tua segera melakukan mandi besar ,untuk Aranta mungkin tak begitu kesulitan dengan tata cara dan doa nya ,karena ia sudah pernah mempelajari nya di pesantren ,tapi untuk paman Seno dan bibi Thalia kedua nya nampak serius membaca buku panduan dan sering kali mengulang-ulang bacaan doa niat melakukan mandi besar .
__ADS_1
"gimana mbak sudah mengerti ?" tanya mama duduk di samping bibi Thalia
"iya ,saya sudah mengerti ,kalau begitu kita berdua permisi mau mandi dulu" ucap bibi Thalia
"baiklah ,jika sudah selesai kita tunggu di meja makan " ucap mama tersenyum
"iya baiklah " bibi Thalia dan paman Seno pun memasuki kamar mereka .
"ma...aku ke atas juga deh ,mau mandi juga gerah " ucap ku
"hm...iya udah sana mama mau ke dapur "
"yuk ,papa bantuin " papa berjalan lebih dulu menuju dapur sedangkan aku segera berlalu menaiki tangga dan memasuki kamar ku .
Keesokan harinya
Riswan sudah datang pagi-pagi sekali ke rumah ku, namun ia terdiam saat melihat Aranta yang sekarang mengenakan seragam sekolah panjang dan mengenakan kerudung .
Mama kalau membantu orang memang tak pernah setengah-setengah ,entah kapan mama membeli seragam sekolah panjang yang kini di kenakan Aranta bahkan beberapa gamis dan baju lengan panjang longgar serta rok panjang tak lupa dengan berbagai warna dan jenis kerudung , pagi-pagi sekali sudah mama memberikannya pada Aranta ,bahkan pada bibi Thalia juga , sampai-sampai bibi Thalia memeluk mama dengan haru dan mengucapkan terima kasih ,kalau paman Seno itu bagian papa.
"ehehehehe.......jaga mata jaga hati ehehehehe...." ucap nek Wewe mengejutkan Riswan
"Allahu Akbar....." Riswan sampai berlari ke belakang papa
"ada apa sih?" tanya bibi Thalia
"entah "jawab paman Seno
"nek jangan suka ngagetin orang " tegur ku dalam hati
"ehehehehe......habis nenek gemes banget sama Riswan ehehehehe.....ngelihatin Aranta sampe mau netes itu iler ehehehehe....."
"enak aja siapa juga yang ileran " sergah Riswan
"kamu itu kenapa sih Riswan ,tadi tiba-tiba kaget sekarang ngomong sama siapa pula " tegur nenek
kami pun bersama-sama pergi ke ruang makan dan segera mengambil posisi masing-masing,beruntung meja makan sudah papa ganti dengan yang lebih besar dulu,jadi kita semua bisa makan di meja makan tanpa harus menggelar tikar lagi seperti dulu saat aku masih kecil .
Selesai sarapan kami pun berangkat ke sekolah dengan menggunakan mobil ,di perjalanan Riswan bertanya
"kamu sejak kapan pakai kerudung ke sekolah ?" tanya Riswan di samping ku
"sejak aku jadi mualaf " sahut Aranta singkat dengan senyum manis nya
"hah...mualaf ....kapan ?" tanya Riswan
"kemarin " sahut Aranta lagi
Kenapa perasaan ku mendadak tak enak ya ,melihat sikap nya yang tak seperti biasa yang pecicilan dan selalu terlihat ceria ,kali ini Aranta terlihat lebih kalem dan pendiam ,apa karena masih pagi , jadi nyawa nya belum terkumpul semua' fikir ku
"kenapa gak ada yang ngasih tahu ?" tanya nya melirik pada ku
"hem.....gak ngasih tahu kata nya , makanya punya ponsel itu digunain dengan baik , aku udah ngasih tahu kamu kok ,tapi sampai sekarang pesan ku cuma centang satu " ujar ku seraya menunjukan layar ponsel ku
"oh...iya kah " Riswan merogoh ponsel di saku celana abu-abu nya kemudian melihat pesan nya
"lah iya ya....hehehe....maaf deh kemarin aku sibuk banget tahu sampe gak ada waktu pegang ponsel ,ponsel juga kemarin batere nya lowbat ,abis di cas lupa hidupin" Riswan meringis sembari menggaruk tengkuknya
"emang nya kemarin kamu ngapain?" tanya Aranta menengok ke belakang
"ah itu....biasa masalah papa aku " jawab nya
"jadi masalah Tante Selina sekarang sudah beres?" tanya ku pula
"iya , kalian tahu gak ,kemarin kita sengaja ajak nenek makan malam di luar ,siang nya aku dan papa udah ngatur rencana agar Tante Selina dan pacar nya datang juga , dengan beralasan mendapatkan voucher makan gratis untuk berdua dan akhir nya semua kebohongan nya terungkap " tutur Riswan
"semudah itu?" tanya Aranta
"ya gak semudah itu juga sih , papa sampai bela-belain sewa tukang hipnotis yang seperti di TV itu loh,orang akan bicara jujur dengan mata tertutup "
__ADS_1
"lalu " timpal ku
"tukang hipnotis itu mendekat dan pura-pura menayakakan menu paling enak pada Tante Selina ,dan dalam hitungan detik Tante Selina terpejam ,dan mulailah sesi tanya jawab yang di jawab nya dengan jujur , ternyata Tante Selina sudah bersuami tapi dia malah menjalin hubungan dengan beberapa pria termasuk berusaha masuk ke dalam keluarga ku " tutur Riswan lagi
"wah parah tuh tante-tante, udah punya suami juga masih aja ganjen " cibir Aranta namun kemudian ia terkesiap setelah menyadari kata-katanya yang keluar dari bibir nya
"astaghfirullaahal'aziim...." gumam nya
aku menarik ujung bibir saat melihat nya nampak menyesali ucapan nya
"ya ...begitu lah kalau hidup tak pernah bersyukur dan iman yang kuat , tapi mudah-mudahan kita dijauhkan dari sikap seperti itu ,amiin" ucap Riswan
"amin ...." sambung ku
"tumben kamu bener" gurau ku
"ah kamu mah ,emang nya selama ini aku gimana" Riswan memberengut
Sesampainya di sekolah aku ,Riswan dan Aranta segera memasuki ruangan kelas kami ,banyak pasang mata yang melihat ke arah kami semenjak turun dari mobil , terutama pada Aranta ,mungkin karena pakaian seragam nya yang berbeda ,rambut hitam panjang nya sekarang tak lagi tergerai menutupi punggung nya karena sudah terbungkus kerudung putih ,namun tak sedikitpun mengurangi kecantikan wajah nya .
Haiiihh......aku sudah beranjak dewasa rupanya ,sudah bisa menilai kecantikan wajah seseorang, terang saja jakun kecil ku mulai terlihat meski samar suara ku juga sudah agak berubah , bulu-bulu di bagian tubuh ku pun mulai tumbuh ,apalagi aku juga sudah mengalami mimpi basah beberapa waktu lalu .
seperti biasa para tak kasat mata sudah menyambut kedatangan ku di depan kelas
"selamat pagiiiiiii......."
"selamat pagi jugaaaa........" jawab ku dalam hati
"Adnan ....mereka nyapa kita ?" tanya Aranta
"baru tahu ya" ucap Riswan yang di jawab anggukan kepala oleh Aranta
Saat aku sudah berada di ambang pintu tiba-tiba seseorang memanggil ,Aranta Riswan dan yang lain pun menoleh .
"Adnan ...."
"kak Troy ,ada apa ?" tanya ku
"thanks untuk yang kemarin , gue gak tahu kalau gak ada loe ,dan sorry buat sikap gue yang tak enak terhadap loe" ucap nya menepuk bahuku
"iya kak, tak apa ,sesama manusia kan memang harus dan wajib saling tolong menolong dan membantu , kebetulan saja kemarin aku lewat jalan itu" ucap ku
"iya pokok nya gue berterima kasih banget deh,loe mau kan jadi temen gue ?" tanya nya
"lah bukan nya selama ini kita itu berteman ?" tanya ku
"ah masa sih , syukur deh loe gak nyimpen dendam sama gue ,kalau gitu gue ke kelas dulu ,nanti jam istirahat gue tunggu di kantin ,gue mau traktir loe " ucap kak Troy lalu pergi meninggalkan ku yang menatap nya
"emang nya ada apa an ?" tanya Riswan
"nanti lah aku cerita in" aku pun segera duduk di bangku ku
Namun kemudian aku mengerutkan kening ku saat melihat Aranta , benar-benar ada yang aneh dengan sikap nya, sikap dan cara bicara nya seolah ia bukan Aranta ,hingga nek Wewe membisikan sesuatu di telinga ku
"ehehehehe......gadis itu ingin mencari perhatian mu cu....karena dia pernah mendengar ucapan mu yang mengatakan jika Aranta bukan tipe mu , jadi dia bersikap seperti yang kamu ingin kan ehehehehe....."
"jadi seperti itu" gumam ku
"apa nya yang seperti itu?" tanya Riswan
"enggak kok, aku ke toilet bentar deh " ucap ku
"lah kebiasaan " decak Riswan
"Adnan ....kamu mau kemana, sebentar lagi bel bunyi" seru Aranta saat aku melewati bangku nya
"tak perlu jadi orang lain dan mengubah apa yang ada di diri kamu , aku lebih senang kamu yang apa adanya ,bersikap lah seperti biasa " entah kenapa aku ingin sekali mengatakan itu ,Aranta pun terdiam setelah mendengar ucapan ku ,sampai aku menjauh pun aku masih melihat nya dari ujung mataku jika Aranta masih tertegun .
***
__ADS_1