The INDIGO

The INDIGO
Teror makhluk pesugihan


__ADS_3

Aku terperanjat dan segera beranjak keluar balkon untuk melihat apa yang meledak .


Namun baru saja aku menyentuh handle pintu nek Wewe berseru melarang ku untuk keluar.


"jangan keluar "


"kenapa nek?" tanya ku


"ehehehehe....bukan apa-apa,hanya makhluk jahat pesugihan yang merasa tak terima dengan kita ehehehehe...... " ucap nek Wewe


"makhluk pesugihan ?" tanya ku


"ehehehehe....iya .... iblis itu tahu jika wanita dan anak kecil yang dia incar berada di rumah ini, dan ada di bawah perlindungan kita ehehehehe....." ucap nek Wewe lagi


"terus apa yang meledak tadi ?" tanya ku


"ehehehehe.....ledakan itu terjadi karena adanya benturan antara dua energi yang berseberangan ehehehehe....." jawab nek Wewe


"dua energi berlawanan ?" gumam ku


"ya, iblis itu berusaha untuk menyerang kita tapi berkat bantuan Nagin dan Buto ,kita bisa menghalau serangan iblis itu " ucap Tante Lasmi yang tiba-tiba datang


"Ya Allah....tapi bagaimana keadaan bu Wulan dan anak nya ,apa mereka baik-baik saja ?" tanya ku yang tiba-tiba mengkhawatirkan mereka


"ehehehehe.....mereka baik-baik saja ,ada mama mu yang sudah membentengi rumah yang mereka tempati dengan mantra ghaib, iblis itu tak akan mungkin bisa menembus nya ehehehehe....." jawab nek Wewe


"tapi perasaan ku tak enak dengan wanita itu , kamu harus berhati-hati dengan nya ,tapi usahakan mama mu tidak tahu yang Tante ucap ucapkan tentang wanita itu ,mama mu terlalu baik ,bisa jadi kebaikan nya itu malah jadi bumerang untuk dirinya sendiri" ucap Tante Lasmi tiba-tiba


"kenapa Tante Lasmi berfikir seperti itu?" tanya ku


"entahlah ,tapi perasaan Tante memang tidak enak pada nya " ucap Tante Lasmi lagi


"baiklah untuk sementara kita awasi saja Bu Wulan , ya sudah aku mau shalat dulu ,sudah ashar " ucap ku saat mendengar kumandang adzan dari ponsel ku ,tak lama kemudian suara adzan dari masjid pun terdengar,aku yang masih punya wudhu pun langsung menggelar sejadah dan segera mengambil posisi sholat , begitupun dengan nek Wewe yang ikut shalat di belakang ku sedangkan Tante Lasmi segera pergi. Aneh memang ,tapi ya gitu deh mungkin hanya aku yang shalat mengimami setan hehehe....*(no bully ya ,kan ini hanya cerita)


Setelah itu aku pun keluar dari kamar dan segera menghampiri Ari dan mama yang sedang bercanda di ruang tengah.


"aduuh lagi pada ngapain nih suara nya sampe kedengeran ke atas ?" tanya ku ikut bergabung


"lagi nonton animasi nak , kebetulan animasi nya lucu ,mama jadi ikutan ketawa jadi nya " jawab mama


"oh gitu ,kirain lagi ngapain sampe ketawa-ketawa kaya gitu " sahut ku seraya meraih toples yang berisi kripik tempe


"bismillah....."


kriuk....kriuk .... kriuk....


"enak ya kak kripik tempe nya ?" tanya Ari


"iya dek ,enak banget baru kali ini kakak ngerasain kripik tempe yang enak begini" jawab ku setelah aku menelan makanan ku


"kakak suka?" tanya Ari lagi


"iya tentu suka lah orang enak begini " sahut ku lagi ,Ari tersenyum


"kenapa kamu senyum-senyum begitu dek?" tanya ku


"enggak kok kak, aku hanya senang saja ,sebab kakak menyukai makanan yang dikirimkan kak Ara ,ini kak Ara sendiri yang buat kak"


"uhhukk... uhhukk....darimana kamu tahu dek kalau ini kak Ara yang buat ,kan kamu gak tahu saat membuat nya " ucap ku


"tahu lah ,orang kak Ara juga kirimin video saat membuat nya ,nih kakak mau lihat " ucap nya seraya menyerahkan ponsel milik nya ,Ari memang sudah di beri ponsel tapi dengan catatan tidak boleh main medsos ,mama maupun papa juga sering memantau nya lewat ponsel mereka ,karena ponsel milik Ari sudah terkoneksi dengan punya papa maupun mama ,jadi jika Ari melakukan sesuatu di ponsel nya mama ,papa pasti tahu .


belum sempat aku berbicara Ari sudah lebih dulu menyetel video nya


"assalamualaikum.....halo Ari ....gimana kabar mu , semoga kamu dan keluarga tetap sehat ya,hari ini kak Ara mau membuat kripik tempe lho.....kamu perhatikan cara kak Ara membuat nya ya , siapa tahu nanti Ari juga bisa....nah pertama .....bla ...bla....bla..........."


terlihat di video itu senyum Aranta tak pernah hilang ,sembari membuat kripik tempe dia juga bercerita tentang keseharian nya setelah kepindahan nya .


"taraa.... jadi deh .....kak Ara harap kamu nonton video ini sambil makan kripik buatan kakak ya , ya udah kalau begitu selamat menikmati , kak Ara kangen kamu dek , kangen semuanya .....nanti kak Ara bikinin lagi makanan lain nya juga ya, tapi sudah dulu ya kakak mau lanjut belajar ,dah Ari .... assalamualaikum......"


Video pun selesai


"sekarang kakak percaya kan?" tanya Ari


"hm...ya percaya"sahut ku mangguk-mangguk


"assalamualaikum....." papa tiba-tiba datang dan langsung duduk di samping mama

__ADS_1


"waalaikum salam....papa pulang kok gak kedengeran suara mobil nya " tanya mama setelah mencium punggung tangan papa


"masa sih ?" tanya papa


"iya " sahut mama


" ya udah kalau gitu aku ke kamar dulu ya " ucap papa


selepas papa pergi


"mama lihat ada yang aneh gak sama papa ?" tanya Ari


"iya ,kamu benar sayang ,ada yang aneh dari papa mu , sebentar mama lihat dulu " ucap mama beranjak


"gak usah ma,biarin saja , dia bukan papa ,kalau papa pasti akan cium kening mama ,sikap nya juga akan lebih hangat pada kami " ucap ku melarang mama untuk menyusul nya ,sebab aku khawatir makhluk jahat itu akan melakukan hal yang sama pada Bu Wulan


"iya ,Gibran benar , dia bukan lah Rifki " timpal kak Wowo


"kakak aneh deh ,masa bilang tadi itu bukan papa sih ?" tanya Ari ,sebab Ari tak dapat mendengar apa yang kak Wowo ucap kan ,karena tidak melihat wujud nya ,berbeda jika ia melihat wujud nya meski hanya dari pantulan cermin atau benda apapun .


"karena ....." belum sempat aku dan mama menjelaskan,suara deru mesin mobil papa terdengar ke dalam


"tuh kamu dengar ,itu suara mobil papa " ucap mama ,Ari nampak diam dan langsung berlari menuju pintu ,aku dan mama pun ikut mengejar


"Assalamualaikum sayang ........" ucap papa setelah berada di depan kami


"waalaikum salam mas ...." seperti biasa setelah mama mencium punggung tangan papa ,papa pun mencium kening mama ,setelah itu giliran aku yang juga melakukan hal yang sama dengan mama ,yaitu mencium punggung tangan papa ,namun saat papa menjulurkan tangan nya pada Ari ,Ari malah diam memperhatikan papa


"kamu kenapa sayang ,kok lihatin papa kaya gitu banget sih ?" tanya papa heran melihat sikap Ari


"ini beneran papa ? papa aku ,papa Rifki?" tanya Ari


"iya tentu papa kamu nak ,emang nya papa siapa ?" tanya papa balik


"kamu ini kenapa sih sayang ,kenapa kamu nanya nya gitu ,aneh tahu gak " ucap papa


"papa...." Ari lalu memeluk papa dengan erat


"kita bicara di dalam mas " ucap mama


Kami pun segera masuk ke rumah


"Alhamdulillah lancar ma" ucap papa lalu menyalimi nenek


"syukurlah kalau begitu" ucap nenek


"oh iya sayang ,coba jelaskan apa yang terjadi dengan Ari ,kenapa tadi seolah meragukan papa nya " tanya papa seraya mencubit gemas pipi Ari


"tadi ada yang masuk mirip banget sama kamu mas ,tapi sikap nya aneh " jawab mama


"hah...ada yang menyamar jadi suami mu , kapan Nur,kok mama gak tahu?" tanya nenek


" tadi nek ,sebelum papa yang asli pulang " sahut ku


"kenapa kalian bisa yakin kalau yang itu palsu dan papa yang asli ,bisa jadikan papa ini yang palsu?" tanya papa


"pertama saat masuk ,dia hanya mengucap salam ,setelah aku mencium punggung tangan nya ,dia langsung pergi tanpa mencium kening ku seperti yang mas selalu lakukan ,respon pada anak-anak juga biasa saja ,dan lagi suara mobil nya tak terdengar" tutur mama


"papa....aku takut ...." ucap Ari lirih seraya memeluk papa


"gak apa-apa ,ada papa semua nya akan baik-baik saja ok " ucap papa mencoba menenangkan ,Ari mengangguk di dekapan papa


"maksud nya ada makhluk halus yang menyamar jadi suami mu Nur? " tanya nenek


"iya ma"


"astaghfirullah halazim....." lirih nenek


"kita harus lebih berhati-hati ,karena mungkin bukan hanya papa yang dia tiru pasti salah satu dari kita juga " ucap ku lagi


"ya Allah...lalu bagaimana cara kita saling mengenali satu sama lain ?" tanya nenek lagi


Aku terdiam sejenak ,lalu mendengar suara nek Wewe membisikan sesuatu pada ku ,meskipun hantu itu tak ada wujud nya .


"ok aku mengerti " sahut ku dalam hati


"sini aku bisikin" aku membisikan satu kata yang pastinya hanya akan kami saja yang tahu

__ADS_1


"mengerti ?" tanya ku ,mereka kompak mengangguk


"tapi kak kenapa harus bisik-bisik ?" tanya Ari


"karena kalau kita membahas nya secara terang-terangan iblis itu pasti akan mengetahui nya ,dia juga pasti akan meniru juga,dan kita akan dalam bahaya " tutur ku


"Ya Allah....jaga dan lindungilah keluarga kami " lirih nenek


"nenek tenang saja , kita harus bersikap biasa saja ,jangan pasang wajah tegang ,agar iblis itu tak curiga ,bisa kan?" tanya ku


"baiklah akan nenek coba " sahut nenek menghela nafas


"tapi ....kenapa bisa sampai ada iblis ke rumah ini dan mengancam keselamatan kita?" tanya nenek


"iblis itu merupakan makhluk sembahan atau lebih tepatnya makhluk pesugihan,iblis itu datang karena mangsa nya kita sembunyikan " tutur ku


"jadi makhluk itu makhluk pesugihan suami nya Wulan ?" tanya nenek,aku dan mama pun mengangguk


"Ya Allah" gumam nenek


"ya sudah sekarang lebih baik kita bersikap seperti biasa saja seolah tak terjadi apa pun ,ingat untuk mengucapkan kata sandi kita dan jika yang kita temui tak menyebutkan balasan dari kata sandi nya maka berhati-hati lah " ucap ku lagi


"Ya Allah....nenek jadi takut nak "


"bismillah saja ,kita serahkan semua pada Allah ,tempat kita meminta pertolongan Nya ,yakin lah Allah akan selalu ada buat kita" ucap ku lagi


"ya udah yuk kita ke kamar ,bantu aku mandi ya " ucap papa sambil mengedipkan satu mata nya pada mama


"ih mas apa an sih malu tahu ada anak-anak ada mama juga " seru mama tak enak


"udah sana ,mama sama papa aja ,yuk dek sama kakak aja " ajak ku meraih tangan Ari


"kemana ?" tanya nya


"kita ngadem di taman belakang"


"yuk"


Kami pun berpencar ,nenek ke dapur untuk membantu nek Marni


"astaga aku lupa ,nek Marni belum di beri tahu perihal masalah ini" aku terkesiap saat menyadari nya


"dek tunggu sebentar ya ,kakak mau ambil minum dan cemilan dulu " ucap ku setelah kami sampai di dekat kolam


"iya jangan lama-lama ya kak" ucap nya


"iya , sebentar ya ,kamu ingat pesan kakak tadi ?" tanya ku Ari pun mengangguk


"kamu tenang saja tuh ada Tante Lasmi di sana ,Tante sini" panggil ku ,Tante Lasmi pun melayang mendekat


"ada apa ?" tanya nya


"Tante jagain Ari dulu jangan pergi sebelum aku datang " ucap ku memperingat kan


"ok ,tenang saja ,tante tahu kok "


Aku pun beranjak menuju dapur dimana nenek sedang bersama nek Marni.


Dari ruang tengah aku sudah bisa melihat jika kedua nenek itu sedang bersenda gurau ,mungkin nenek sudah memberi tahu nek Marni ,aku pun tak menaruh curiga sama sekali ,aku segera membawa makanan dalam toples yang di simpan di rak dekat kulkas di dapur , dan mengambil dua botol minuman teh.


Aku pun kembali ke taman belakang ,namun langkah ku terhenti saat melihat nek Marni baru memasuki rumah dengan beberapa kantong plastik hitam di tangan nya .


"assalammualaikum...." ucap nya


"waalaikum salam ...nenek darimana" tanya ku


"kamu ini gimana sih masa lupa ,tadi kan nenek pamit mau pergi ke rumah nenek dulu ,ini ada oleh-oleh dari anak nenek yang baru pulang dari luar kota " tutur nya


deg....


"Ya Allah....iya aku baru ingat"


tiba-tiba ada suara teriakan dari arah dapur ,aku pun sontak menjatuhkan toples dan botol minuman dan bergegas berlari ke dapur


"aaaakkkhhhh......"


"NENEK........"

__ADS_1


***


__ADS_2