
"maksud nenek apa ya..." tanya Ari yang memang tak mengerti dengan ucapan nenek itu
"nanti kamu juga akan tahu setelah mengalami nya ,pesan nenek kamu harus banyak bersabar ,karena Tuhan tahu apa yang terbaik untuk mu ,nenek permisi " setelah mengatakan itu nenek misterius itu pun pergi meninggalkan Ari dan Yoga yang nampak kebingungan
"apa maksud nenek tadi ya,apa nenek itu tahu tentang Tante Lasmi?" batin Ari seraya melirik Lasmi dari pantulan etalase di depan nya,mengingat ia dan kuntilanak itu akan berpisah.
"kenapa nenek tadi bicara seperti itu?" tanya Yoga
"aku juga gak ngerti ,ya udah sih kita samperin kak Gibran saja ,kasihan mereka juga pasti sudah pada haus " ajak Ari yang tak ingin terlalu memikirkan nya
"ya udah yuk " sahut Yoga
Dengan masih menuntun kucing nya,Ari berjalan bersama Yoga menuju tempat dimana Gibran dan Aranta berada.
Tak beberapa lama,kedua nya pun tiba,dan langsung memberikan dua minuman itu pada kakak dan calon kakak ipar nya.
"terima kasih ya " ucap Aranta
"iya kak " sahut Ari
"kamu disini juga ternyata" ucap Gibran pada Yoga
"iya kak ,gak sengaja lewat jadi sekalian saja mampir ,kata Tante kalian sedang lari pagi,ya udah aku coba susuri saja jalanan nya,eh ketemu Ari tadi " tutur Yoga menjelaskan
"kamu ditanya sama kak Gibran ,jawab nya panjang bener,giliran aku yang nanya malah bercanda " ucap Ari menatap sebal pada Yoga
"siapa yang bercanda,orang aku serius kok " sahut Yoga
"hah " Ari nampak terkesiap,entah kenapa jantung nya malah berdetak lebih kencang setelah mendengar ucapan Yoga barusan
"kenapa aku deg-degan gini ya....masa aku baper sih sama ucapan Yoga" batin Ari seraya terdiam
"kenapa kok kamu tiba-tiba diem ?" tanya Gibran
"euh.....m...enggak apa-apa" sahut Ari gugup
"gak apa-apa tapi kenapa gugup begitu?" tanya Gibran lagi ,sementara Yoga hanya bisa terdiam sambil tersenyum simpul melihat kegugupan Ari.
"ih....kakak apa sih , siapa juga yang gugup ,ya udah aku ke sana deh ,Santi seperti nya mau buang air kecil" ucap Ari menjadikan kucing nya sebuah alasan , sementara kucing nya hanya bisa menatap Ari seakan protes dengan ucapan majikan nya.
Ari pun berjalan menuju sebuah pohon cengkeh yang berbuah cukup lebat, hingga bau nya pun sampai tercium,seakan menjadi aroma terapi bagi yang mencium nya.
"maaf ya ,aku jadikan kamu alasan" ucap Ari pada kucing nya seraya mengelus-elus kepala kucing nya itu.
Sementara Yoga yang hendak menyusul Ari pun mengurungkan niat nya sebab Gibran tiba-tiba saja menyentuh pundak nya.
"aku tahu kamu tak hanya menganggap Ari sebagai teman,ada rasa lain di hati mu untuk adik ku,satu pesan ku,jangan pernah kamu sakiti hati nya ,karena jika aku lihat sedikit saja air mata nya menetes karena mu,maka aku tak akan segan menghajar mu" tutur Gibran
"mm...memang nya tak apa-apa kalau aku deketin Ari?" tanya Yoga
"lah bukan nya kalian selama ini memang dekat kan" cetus Aranta
"maksud nya bukan dekat yang itu sayang " ucap Gibran yang sudah mulai berani hingga sukses membuat wajah Aranta memerah dan salah tingkah
Gibran tersenyum melihat reaksi Aranta.
"hanya latihan ,setelah kita menikah nanti biar gak kaku bilang sayang nya " ujar Gibran seraya menyentuh pipi Aranta dengan punggung tangan nya
Aranta pun hanya bisa diam karena terkesima dengan apa yang Gibran lakukan barusan.
Sementara Yoga menjadi keki sendiri melihat adegan tersebut.
"ya ampun hanya dengan adegan biasa seperti itu saja sudah sukses buat aku tak enak diri melihat nya ,apalagi jika lebih dari itu,mereka so sweet sekali " batin Yoga mengalihkan pandangan ke arah lain.
__ADS_1
"lebih baik sekarang kita kembali ke rumah, sudah agak panas juga ,mau cepet-cepet mandi biar seger ,ajak Ari pulang gih " ucap Gibran meminta Yoga untuk menghampiri Ari
"baiklah kak ,aku ke sana dulu" sahut Yoga lalu menghampiri Ari
Setelah itu mereka pun akhirnya pulang, Yoga turut bersama mereka.Hingga sampai lah mereka di rumah,namun tanpa mereka sadari seseorang nampak tengah memperhatikan.
Dengan menyungging kan senyum licik pria berkacamata hitam itu pun pergi begitu saja.
Namun bang Popo dan Wowo yang dari tadi melihat gerak-gerik pria tersebut pun mengikuti pria itu.
"aku rasa orang ini punya niat buruk,baik nya kita apa kan dia?" tanya bang Popo
"kita kerjain lah ,apa lagi,enak saja dia mau macam-macam dengan Gibran dan Aranta " jawab Wowo yang memang bisa membaca pikiran manusia
"ok ,aku ikut saja" sahut bang Popo
Kedua makhluk astral itu pun bergerak ke arah mobil pria itu.
"kamu bikin kempes ban belakang ,aku yang depan ,kamu yang kiri aku yang kanan"perintah Wowo,bang Popo pun mengerti dan mengangguk
Bruugh'
Pria tersebut membanting pintu mobil setelah ia masuk ke dalam nya.
"jadi gadis itu yang membuat nya menolak putri ku " ucap Mahendra mendengus kesal
"kita lihat saja ,aku akan pastikan di pernikahan nya nanti bukan gadis itu yang akan dia nikahi ,melainkan putri ku , hahahaha" Mahendra tertawa membayangkan apa yang ia rencanakan akan berhasil
"wah minta di jadikan pindang geprek nih orang "gumam bang Popo
"woy...ayam geprek... bukan pindang geprek !" seru Wowo
"ya elah ....intinya kan sama, sama-sama di geprek " saut bang Popo
"terserah kau lah "
Akan tetapi baru saja ia keluar dari area komplek ia merasakan keanehan pada laju mobil nya ,ia pun memutuskan untuk menepikan mobil nya dan segera memeriksa nya.
"s*al .... ban nya kempes " umpat nya seraya menendang ban mobil nya yang kempes ,ia pun segera meraih ponsel di saku jas nya dengan tujuan untuk menghubungi pihak bengkel langganan nya ,namun Wowo dengan cepat menepis tangan nya hingga ponselnya terjatuh.
praakkk'
"loh kok ...." ia terheran-heran sebab ia merasakan sesuatu mengenai tangan nya ,namun disana tak ada siapa pun ,meskipun ada hanya orang yang berlalu lalang ,mereka pun nampak mengacuhkan Mahendra yang tengah kesusahan,sebab mereka fikir jangan kan mengurusi orang lain ,dirinya sendiri saja banyak urusan.
Dengan bingung nya , Mahendra pun segera mengambil ponsel nya ,namun ternyata ponsel nya itu mati.
"be*ngsek baru jatuh gitu aja udah mati,mahal nya doang " gerutu nya
Lalu ia tak sengaja menoleh ke arah belakangnya dan ia terkesiap saat melihat ban belakang nya pun sama kempes.
"k*rang ajar.....siapa yang berani macam-macam dengan ku ,aku yakin ini ulah seseorang ,kalau enggak mana mungkin dua ban mobil kempes dalam waktu bersamaan" umpat nya merasa geram
Ia pun bersumpah jika ia mengetahui siapa pelaku nya maka ia akan membuat perhitungan.
"situ sendiri yang cari masalah,malah nyalahin orang,eh kita kan hantu" ucap bang Popo
"iya hantu yang pernah jadi orang hehehehe..." sambung bang Popo lagi seraya terkekeh,Wowo yang merasa gemas pun mendorong bang Popo hingga tubuh nya yang terbungkus kain kafan itu pun jatuh menubruk Mahendra .
Bruukk
"aduh....kenapa aku jatuh ,dan kenapa aku seperti tertimpa sesuatu" pekik Mahendra terkejut
Namun tak di sangka-sangka seseorang berpakaian kumal juga dekil menghampiri Mahendra dan memeluk nya dari belakang.
__ADS_1
"mas....akhir nya aku menemukan mu,aku kangen mas ...mas jangan lari lagi ya dari aku " ucap seseorang itu terdengar seperti suara perempuan
"kok bau ya?" gumam Mahendra ,ia pun sontak melihat ke belakang nya ,dan betapa terkejut nya ia saat melihat seorang wanita dengan penampilan awut-awutan tengah tersenyum memperlihatkan deretan gigivnya yang menguning dengan tak melepaskan pelukan nya
Sontak saja Mahendra berteriak meminta tolong
"tolooooongg.....orang g*la ....woy lepas " teriak nya namun perempuan itu enggan untuk melepas pelukan nya,bahkan Mahendra sudah mencoba melepas tangan perempuan itu, dengan bantuan Wowo yang juga memegangi kedua tangan perempuan itu supaya tak bisa lepas ,akhirnya Mahendra hanya bisa kelojotan di tempat nya berdiri.
"hey.... perempuan g*la ...lepas woyyy ...." teriak Mahendra lagi
"yeeeaayyy....aku kembali bertemu mas Tejo....mas Tejo...aku cinta pada mu.... ayo kita ke penghulu mas ...." ajak perempuan itu nampak kegirangan dan kini menarik tangan Mahendra
"hidih amit-amit....."
Mahendra pun berhasil melepas kan tangan nya dari cengkram perempuan itu ,lalu berlari menghindari ,namun perempuan itu tak menyerah ,ia terus mengejar ,hingga Mahendra merasa kewalahan,ia pun kembali berteriak ,namun orang-orang yang berlalu lalang hanya melirik sambil menahan tawa dan berlalu begitu saja.
Sementara itu
Gibran yang sudah selesai mandi pun turun menemui Yoga yang menunggu Ari di ruang keluarga. Rifki dan Nuri, pasangan suami istri itu sudah pergi untuk mengurusi rencana pernikahan putra mereka bersama pasangan calon besan nya yaitu Seno dan Thalia,sementara Dewi berada di halaman belakang bersama Santi,kucing peliharaan cucu perempuan nya.
"Ari belum turun ya?" tanya Gibran lalu duduk di kursi satu nya
"belum kak,maklum lah nama nya juga perempuan pasti dandan nya lama" sahut Yoga
"memang nya hari ini kalian mau kemana?"tanya Gibran lagi
"rencana nya sih aku mau ngajak Ari ke kebun binatang, soal nya Ari kan suka sekali sama binatang,apalagi katanya di kebun binatang ada panda yang baru saja didatangkan dari Jepang " jawab Yoga
"sejak kapan panda pindah ke Jepang,bukan nya panda merupakan hewan ikonik dari China?" tanya Gibran
"eh iya ya.... hehehe.... lupa" cengir Yoga yang ternyata memang lupa panda berasal dari mana
"nanti di sana kamu jaga Ari baik-baik ya" ucap Gibran
"iya kak ,pasti" sahut Yoga percaya diri
"kamu kalau suka kenapa gak tembak saja Ari?" cetus Gibran tiba-tiba,entah kenapa Gibran merasa nyaman dan percaya pada pria bertubuh gempal itu
"ah...kak apa sih ,gak seperti itu,kami hanya...."
"hanya teman,...." potong Gibran
"begini....aku sebenarnya melarang banget Ari pacaran,tapi setelah tahu jika Ari kelakuan nya seperti itu,perasaan ku selalu was-was tapi melihat sikap mu pada Ari entah kenapa aku merasa kamu paling cocok untuk Ari,dan aku mengizinkan Ari pacaran jika laki-lakinya nya adalah kamu,tapi jangan jadi besar kepala juga karena aku merestui mu,ada sebab dan akibat nya juga nantinya,kamu pasti faham dengan yang ku maksud,jadi kamu harus bisa menjaga kepercayaan ku terhadap mu " tutur Gibran menatap Yoga yang nampak tercenung mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Gibran
"apalagi sebentar lagi aku akan menikah dan akan mempunyai kehidupan sendiri,aku takut tak bisa lagi menjaga dan mengawasi Ari seperti biasa nya ,jadi aku percaya kan Ari pada mu,aku percaya kamu bisa menjaga Ari dengan sangat baik" tambah Gibran
Di kamar nya ,Ari yang masih merias wajah nya pun tengah berbincang dengan Lasmi lewat pantulan cermin rias nya.
"Tante....nanti kalau Tante sudah pergi apa Tante masih bisa datang menemui ku ?" tanya Ari sendu
"kita lihat saja nanti,kan Tante nanti tak bisa datang dan pergi seenak nya seperti saat di dunia ini,tapi kamu tenang saja meskipun Tante sudah tak bisa menemani mu lagi ,Tante masih bisa melihat mu dari sana,jadilah gadis kuat dan pemberani ok " Lasmi pun mulai menetes kan air mata nya ,namun bukan air mata yang keluar melainkan darah segar yang turut membuat wajah nya semerah pakaian yang ia kenakan.
"ih...Tante sebaik nya gak usah nangis,kan jadinya jelek " cetus Ari memaksakan tersenyum
"kamu juga jangan sedih-sedih dong,nanti Tante tak tenang di sana, sudah yuk ,teman kamu si gendut pasti sudah berakar nungguin kamu dandan,lagian gak pake dandan juga kamu sudah cantik kok" ucap Lasmi
"dia punya nama ,nama nya Yoga,bukan si gendut" seru Ari yang tiba-tiba merasa kesal saat kuntilanak itu menyebut Yoga dengan sebutan gendut.
"cie....ada yang gak terima nih" goda Lasmi
"ih...Tante apa an sih ...."
***
__ADS_1
Hai semuanya ...maaf ya dua hari aku gak up🙏 di rumah ku lagi ngadain selamatan soal nya jadi aku gak bisa pegang ponsel,malam aku udah nulis eh malah ketiduran ,lanjut lagi tadi pagi ,cuman baru beberapa palagraf udah aku tinggalin sebab harus nganter anak dulu berenang ,so....jangan bosan-bosan dengan cerita ku ini ya,maaf juga jika cerita nya tak sebagus cerita buatan author-author lain ,kan aku masih dalam tahap belajar juga sebenarnya 🙏 mohon koreksi nya saja jika ada kata atau bab yang tak sesuai tak perlu menghujat ok !
🙏🙏🙏