The INDIGO

The INDIGO
Hantu suster


__ADS_3

Untuk memastikan siapa jasad yang baru di bawa masuk itu apa benar jasad suami Bu Wulan atau bukan .


Aku dan papa memasuki kamar mayat setelah mendapat izin dari petugas rumah sakit ,kami beralasan ingin melihat jenazah yang baru masuk ,sebab kami merasa familiar ,petugas pun mengizinkan sebab jenazah itu pun belum terindentifikasi ,karena tak ada ktp atau tanda pengenal lain nya yang terdapat pada jenazah tersebut .


"assalamualaikum...." ucap ku dan papa pada saat kami memasuki ruangan mayat itu


"waalaikum salam....."sahut beberapa sosok yang jasad nya masih berada di kamar mayat ini


"kalian ngucapin salam emang siapa yang bakal jawab salam kalian ?" tanya petugas kamar mayat


"hm....mana jenazah yang baru datang tadi ?" tanya papa tanpa menjawab pertanyaan petugas itu


"oh ini....yang ini " tunjuk petugas itu seraya membuka kain putih penutup nya


"innalilahi wa innailaihi rojiun....benar pa...,ini suami nya Bu Wulan" lirih ku


terdapat beberapa luka melintang di wajah nya ,seperti bekas cakaran ,keadaan luka nya pun cukup parah dan dalam ,hingga memperlihatkan bagian dalam daging di pipi nya ,tulang pipi nya pun sampai terlihat ,tak hanya itu ,bahkan pada leher nya pun terdapat luka lebam kebiruan seperti bekas cekikan .


"kalian mengenal jenazah ini?" tanya petugas itu


"kalau kenal sih enggak ,hanya pernah bertemu saja , kebetulan korban merupakan suami dari teman saya " sahut papa


"oh begitu ,kalau begitu apa bapak yang akan mengurus pemakaman nya ?" tanya nya lagi


"nanti saya akan bicarakan dulu dengan teman saya ,sebab teman atau istri mendiang juga tengah di rawat di rumah sakit ini ,dan seperti nya teman saya juga belum tahu keadaan suami nya,saya juga akan mencoba menghubungi keluarga nya " tutur papa lagi


"oh ya sudah kalau begitu "


"emang ini meninggal nya kenapa ya pak?" tanya ku


"waduh saya juga kurang tahu tuh" sahut nya


"ya sudah kalau begitu kami permisi ,untuk mengabarkan nya pada istri nya " pamit papa


"aku juga permisi ya pak , assalamualaikum...."


"waalaikum salam...." sahut petugas itu berbarengan dengan para sosok hantu


"pa... kira-kira bagaimana dengan Bu Wulan ya saat tahu suami nya meninggal?" tanya ku


"ya pasti sedih lah " sahut papa


"apa ini ada hubungan nya dengan ruqyah pada Wulan ,kok waktu nya tepat banget " gumam papa yang masih bisa ku dengar


"memang ada hubungan nya pa,kan selama ini suami Bu Wulan muja , karena makhluk pesugihan itu sudah kalah ,maka ia menuntut orang yang sudah memberikannya janji ,mungkin iblis itu murka karena apa yang ia ingin kan tak ia dapat kan ,jadi nyawa nya lah yang jadi pengganti nya "tutur ku


"astaghfirullaahal'aziim....semoga kita dijauhkan dari hal seperti itu ya nak " lirih papa


"Amin...." sahut ku


Aku dan papa pun kembali ke ruangan rawat Bu Wulan namun pada saat kita berjalan di koridor rumah sakit tiba-tiba kita berpapasan dengan seorang suster ,namun suster itu hanya menunduk dan cara berjalan nya pun sedikit diseret ,aku melirik papa yang juga melirik ke arah ku


"ayo lari " seru papa langsung menarik pergelangan tangan ku ,aku pun sontak ikut berlari ,namun suster itu malah terdengar tertawa cekikikan melihat ulah kami .


"khikhikhikhi....."


"woy ....itu gaya ketawa ku kenapa kamu pake " seru sosok kuntilanak nampak geram


"pa ,stop kenapa kita malah lari " tanya ku seraya menghentikan langkah ku ,papa pun otomatis berhenti

__ADS_1


"lihat pa, hantu suster itu kena marah Kunti" bisik ku seraya mengintip kedua hantu itu di balik tembok


"hahaha....iya ya ....ada gitu hantu dimarahi hantu" ucap papa


"kalian sedang apa?" tanya seseorang membuat kami menengok belakang


"lah kok gak ada siapa-siapa" gumam papa


"eh itu kaya nya ,suster itu mau kemana ?" tanya papa aku hanya mengedikan bahu namun entah kenapa papa malah berjalan ke arah suster itu pergi


"lah dia masuk ruangan itu,bukan nya ruangan itu gak dipakai malah selalu di gembok ,kok suster itu malah masuk sih " ucap papa sendiri


"udah lah pa....itu tuh hantu " ucap ku


"iya juga ya ,ya udah yuk kita samperin mama ,horor juga nih rumah sakit " ucap papa


"tapi aku penasaran pa" cengir ku


"jangan mulai deh "


"hehehe.... sebentar aja pa ,yuk kita lihat mereka sedang apa"ucap ku seraya menarik lengan papa untuk mengikuti ku


"tuh kan pa,banyak temen-temen nya " bisik ku setelah melihat penampakan beberapa suster di ruangan yang kosong


"astaghfirullaah.....kenapa rumah sakit ini jadi sarang hantu"



**


Kini aku dan papa sudah berada di dalam ruang rawat Bu Wulan,Bu Wulan pun belum sadarkan diri.


"sayang sebaiknya kamu pulang saja ya ,malam sudah semakin larut ,aku gak mau kamu sakit " ucap papa yang memang sangat perhatian pada mama


"ya enggak juga sayang ,aku ,Gibran dan kamu alias kita pulang ,dia biar suster aja yang jaga" ucap papa kemudian


"aku fikir mas mau disini menemani nya " ucap mama


"kamu cemburu ?" tanya papa


"ya iya lah ,istri mana yang gak cemburu kalau suami nya jagain wanita lain " ucap mama dengan nada sedikit ketus


"hehe...makasih sudah cemburu itu tandanya kamu masih cinta sama aku " ucap papa


"ma...pa...ada aku loh di sini" aku berdecak


"eh iya ,lupa kalau ada anak kita di sini" ucap papa lagi


"ehehehehe.......anggap aja nyamuk ehehehehe...." celetuk nek Wewe


"iya kalian semua nyamuk nya " sahut papa


"jadi kita pulang ya sayang " ajak papa kemudian


"sebenarnya ada yang mau aku omongin ke kamu ,ini masalah dia " ucap papa seraya menujuk Bu Wulan


"masalah apa ?" tanya mama


"kita bicara di luar" sahut papa lagi

__ADS_1


mama dan papa pun keluar namun tiba-tiba saja kak Wowo membisikan sesuatu pada ku membuat ku menghentikan langkah ku


"wanita itu sudah sadar tapi pura-pura masih tidur "


"dan kamu harus peringatkan keluarga mu untuk berhati-hati pada nya ,dia sudah tahu suami nya meninggal dan dia punya niat untuk masuk ke dalam rumah tangga orangtua mu " bisik kak Wowo


"darimana kak Wowo tahu ?" tanya ku membatin


"kamu lupa ,aku kan bisa membaca isi hati manusia ,jelas aku bisa tahu mana orang yang benar-benar harus di tolong dan mana orang yang hanya akan jadi duri dalam daging " bisik kak Wowo lagi


"kenapa kak Wowo malah memberitahukan nya padaku ,kenapa gak bilang langsung saja ke mama " tanya ku


belum sempat aku mendapat jawaban dari kak Wowo ,mama tiba-tiba memanggil


"Gibran ...kamu mau tinggal di sini?" tanya nya di ambang pintu


"enggak ma,aku ikut mama dan papa " sahut ku


"ya udah ayok...." ucap mama


Aku pun berjalan keluar menghampiri mama ,setelah di luar papa tak langsung membawa mama pulang tapi justru malah menyampaikan jika suami Bu Wulan sudah meninggal ,tentu saja mama terkejut


"innalilahi wa innailaihi rojiun" lirih mama


"ma sepertinya Bu Wulan sudah bangun , sebaik nya kita tanyakan tentang keluarga nya agar segera mengurus pemakaman suami nya " ucap ku


"benarkah?" tanya mama


"iya ma...lihat lah " aku menunjuk pada Bu Wulan dari celah pintu yang belum tertutup sempurna


"iya kamu benar nak ,kalau gitu mama ke dalam dulu,mas ikut ?" tanya mama menengok papa


"kamu saja ,aku tunggu di sini" tolak papa


"ya udah aku ke dalam dulu " mama pun kembali masuk ke ruangan Bu Wulan sementara aku menunggu bersama papa


Hingga beberapa saat kemudian mama keluar ,dan memberikan sebuah nomor ponsel yang sudah di catat di ponsel mama


"ini mas nomor telepon adik nya suami mbak Wulan" ucap mama


"oh bagus lah kalau begitu ,sini biar aku yang memberikan nomor ponsel ini pada petugas rumah sakit biar nanti pihak rumah sakit yang menghubungi keluarga nya " ucap papa


"ya sudah yuk kita sambil jalan ,aku juga sudah pamit tadi pada mbak Wulan " ucap mama


Akhirnya kami pun pergi meninggalkan rumah sakit setelah memberikan nomor ponsel itu pada pihak rumah sakit.


Malam sudah semakin larut rasa ngantuk sudah mulai menyerang ku ,mama pun terlihat sudah memejamkan mata nya ,namun aku tetap berjaga dan ingin menemani papa sampai rumah ,kasihan juga papa kalau semua nya tidur .


"kalau ngantuk tidur saja nak " ucap papa


"enggak kok pa " sahut ku


"ehehehehe.....anak mu ini tak bisa tidur kalau gak rebahan di pangkuan ku lalu mendapatkan usapan dari tangan kasar ku ehehehehe...." celetuk nek Wewe tiba-tiba


"ah enggak juga kok pa " sangkal ku


"apa sih nek " gumam ku pelan


"ehehehehe....... uhhukk... uhhukk...."

__ADS_1


"nah loh kan "


***


__ADS_2