
NURI POV
Aku yang baru saja keluar kamar segera menuju dapur yang letaknya di lantai bawah ,suara ribut yang aku dengar membawa langkah ku kian panjang agar cepat sampai di dapur .
Ah ... iya aku lupa akan gadis itu ,karena semalam aku dan mas Rifki yang membawa nya pulang,apakah gadis itu penyebab keributan itu
Gegas ku langkahkan cepat kaki ku agar segera sampai di dapur.
"kamu yang ngapain di sini ,ini rumah ku " ucap Gibran pada gadis itu , sepertinya mereka saling kenal
"hah....rumah mu....tunggu " gadis itu melepas kan pelukan Ari lalu menarik pergelangan tangan Gibran yang terkesiap atas perlakuan nya ,Gibran yang merasa terkejut pun segera melepaskan tangan nya
"ck... apa sih jangan pegang-pegang" seru Gibran yang tak pernah nyaman jika bersentuhan dengan wanita lain selain aku ibu nya
"iiih.....kamu nih jangan Ge Er ya ,aku hanya ingin memastikan sesuatu" gadis itu malah kembali menarik tangan Gibran entah mau di bawa kemana anak ku itu.
"siapa juga yang Ge Er " desis Gibran yang mencoba melepaskan cengkraman tangan gadis itu
Aku yang belum benar-benar masuk ke area dapur pun dapat melihat mereka karena memang tak di sekat dinding hanya aquarium ikan hias yang menjadi penghalang ,aku lantas mengikuti mereka termasuk mama dan Ari .
Ternyata gadis itu membawa Gibran ke ruang keluarga ,lantas gadis itu terdiam di depan sebuah foto ,sambil terus memperhatikan Gibran dan gambar di foto itu bergantian .
"iya ya....sama ....astaga ...jadi ini benar-benar rumah mu ,jadi kamu anak Tante Nuri...?" tanya nya melihat pada ku
"iya ,kenalkan ini anak sulung Tante namanya Gibran " ucap ku
"udah kenal kok " sahut Gibran datar
"jadi kalian sudah saling kenal nih ?" tanya ku
"kita satu sekolah ,satu kelas pula" jawab gadis itu seraya tersenyum manis
"mama kenal dengan nya ?" tanya Gibran menatap ku
aku menggeleng pelan lalu berucap
"semalam saat mama dan papa hendak pulang mama tak sengaja melihat nya tengah di kejar beberapa orang ,makanya mama dan papa membawa nya ke rumah " sahut ku
"kenapa gak di antar pulang ke rumah nya sih ma" ucap Gibran protes
"Aranta tinggal sendiri di kos an nya ,dan orang-orang yang mengejar nya sudah mengetahui nya ,makanya papa membawa nya ke rumah , nama kamu Aranta kan?" ucap papa tiba-tiba menghampiri ,gadis bernama Aranta itu pun mengangguk
"iya om ,Tante , makasih ya sudah menolong aku , aku gak tahu jika saja Tante dan om tak lewat jalan itu mungkin saat ini aku sudah mereka tangkap" ucap Aranta berubah sendu
"iya ,sekarang kalian siap-siap gih berangkat sekolah ,dan untuk barang-barang mu yang di kontrakan sudah di rapikan orang suruhan om tadi malam ,untuk sementara kamu aman di sini " ucap mas Rifki
"apa maksudnya Ki ?" tanya mama
AUTHOR POV
Entah kenapa Rifki yang tak pernah melewati jalan di persimpangan depan ,jalan yang merupakan jalan pintas menuju rumah nya ,karena kondisi jalanan sepi dan penerangan pun kurang hingga menjadikan jalanan itu semakin mencekam jika di malam hari , tiba-tiba ia ingin sekali melewati jalan itu , dengan alasan agar cepat sampai rumah,namun setelah beberapa meter saat mobil yang di kendarai Rifki masuk jalan sepi itu ia melihat seseorang tengah di kejar beberapa orang ,hingga tiba-tiba ia terkejut karena orang yang di kejar itu berlari ke arah mobil nya ,tadi nya gadis itu ingin meminta pertolongan namun ia tak memikir kan resiko nya hingga gadis itu pun hampir tertabrak oleh nya , beruntung Rifki sangat cekatan menginjak rem, terlambat sedikit saja maka sudah di pastikan gadis itu akan tertabrak oleh nya .
"aaaaakkkkkhhhh....." jerit nya
ckiiiiittt.....
"astaghfirullah halazim.....mas ....." pekik Nuri yang saat itu tengah mengantuk pun jadi terperanjat saat tubuh nya terhuyung ke depan ,beruntung Nuri memakai sabuk pengaman hingga tak sampai ia terantuk dashboard
"maaf sayang , aku hampir nabrak orang " ucap Rifki ,seraya melepas sabuk pengaman nya ,meskipun terkejut Nuri tetap mengikuti suaminya ke luar
"kamu tak apa?" tanya Rifki pada gadis yang berjongkok di depan mobil nya dengan tubuh bergetar
gadis itu menggeleng
"astaghfirullaahal'aziim....kamu kenapa malam malam begini berada di tempat sepi seperti ini ?" tanya Nuri
"tolong saya " lirih gadis itu
"tolong....apa yang bisa kami bantu ?" tanya Nuri lagi
"tolong antar aku pulang,aku takut orang-orang itu menangkap ku ?" ucap gadis itu dengan air mata yang terus mengalir ,sedangkan beberapa orang yang tadi mengejar nya sudah pergi entah kemana ,mereka pergi setelah melihat Rifki dan Nuri .
Karena Nuri merasa kasihan, juga bisa melihat kejujuran gadis itu , akhirnya Nuri mau mengantar nya pulang .
"nama kamu siapa ?" tanya Nuri yang berpindah duduk di di kursi belakang menemani gadis itu
__ADS_1
"A... Aranta Tante " jawab nya
"sepertinya aku pernah melihat gadis ini ,tapi kapan dan dimana ya " batin Nuri
"nama yang bagus " ucap Nuri ,sedangkan Rifki hanya fokus pada jalanan
"nama Tante .... Nuri dan itu suami Tante nama nya Rifki " ucap Nuri memperkenalkan diri dan suami nya
"iya ,salam kenal om ,Tante " ucap gadis bernama Aranta itu
Hingga tak berselang lama , mereka pun sampai di depan sebuah gerbang rumah yang nampak berderet pintu .
"kamu tinggal nge kos ,sama siapa?" tanya Nuri
"sendiri tante , orang tua ku di luar kota " sahut nya
"oh ...gitu ....ya udah yuk Tante antar " ucap Nuri ,namun baru saja Nuri meraih handle pintu mobil nya , Rifki tiba-tiba mencegah nya
"tunggu sayang "
"ada apa mas ?" tanya Nuri
"lihat lah ,di sebelah kanan di bawah pohon ketapang itu " tunjuk Rifki ,Nuri dan Aranta pun melihat ke arah yang di tunjuk Rifki
"astaga ,mereka sudah tahu" gumam Aranta
"memang nya mereka siapa ,dan untuk apa mereka mengejar mu?" tanya Rifki
"kelompok aneh ? aneh gimana maksud mu ?" tanya Nuri penasaran
"aku akan ceritakan ,tapi boleh bawa aku pergi dari tempat ini , di sini aku sudah tak aman mereka seperti nya sudah tahu persembunyian ku " pinta Aranta memohon
"baiklah ,mas bagaimana kalau Aranta kita bawa ke rumah aja , kasian dia " ucap Nuri yang selalu merasa tak tega ,apalagi ia juga memiliki anak perempuan,jadi ia tak bisa membayangkan jika putri nya akan ada di situasi gadis bernama Aranta ini.
"ok " sahut Rifki segera melajukan kembali mobilnya
"maaf ya ,Tante ,om....aku jadi ngerepotin " ucap Aranta merasa tak enak ,tapi ia ingin mereka melindungi nya , ia juga merasa mereka bisa membantu nya .
"iya tak apa ,ah iya tadi apa maksud mu dengan kelompok aneh ?"tanya Nuri
"sebuah sekte sesat yang dimana anggota nya melakukan hal-hal yang tak lazim di lakukan ,seperti menggauli anak nya sendiri , menjilat darah kotor nya perempuan saat haid, bahkan sampai mengorbankan nyawa anak sendiri demi tujuan yang ingin mereka capai ,yaitu kejayaan ,awet muda , dan kebangkitan iblis jahat yang mereka anggap ratu atau raja ,dan itu membutuhkan darah suci anak perawan yang memilki ikatan darah dengan si pemimpin asli kelompok itu ,dan gadis ini lah yang di maksud ,mereka ingin membangkitkan raja atau ratu yang mereka puja selama ini melalui gadis ini, bukan hanya darah yang mereka incar dari gadis ini ,melainkan jantung dan hati nya juga " Wowo yang berada di atas mobil pun bersuara
"APA..... astaghfirullah halazim....." Nuri dan Rifki pun terkejut ,begitupun dengan Aranta,hanya saja gadis itu terkejut karena mendengar suara Wowo ,Nuri sempat melihat ekspresi Aranta barusan .
"Ya Tuhan.....kenapa seram sekali " lirih Nuri
"Ya sudah lebih baik kamu memang harus ikut dengan kami " ucap Rifki
"baiklah ...tapi hanya sementara saja ya, sebelum aku dapat tempat tinggal yang baru " ucap Aranta ,ia tak ingin lebih lama merepotkan mereka
"tapi itu bahaya buat mu " ucap Nuri
__ADS_1
"gak apa-apa Tante ,sudah biasa bagi ku , nanti kalau mereka kembali mengetahui keberadaan ku ya ,aku tinggal cari lagi tempat baru " sahut Aranta
"tidak , mau sampai kapan kamu kucing-kucing ngan dengan mereka,cepat atau lambat kamu pasti akan tertangkap " sela Nuri
"istriku benar ,kamu nurut saja pada kami ,kami akan berusaha melindungi mu " timpal Rifki
Tak ada pilihan lain bagi Aranta saat ini,ia pun mengangguk dan menurut saja .
AUTHOR POV END
~~~ flashback off~~~
Kembali ke NURI POV
"jadi seperti itu cerita nya" ucap ku ,namun aku terdiam saat melihat Gibran terdiam entah apa yang di fikir kan anak sulung ku itu
"jadi ...kakak cantik mau tinggal di sini bersama kita ?" tanya Ari dengan mata berbinar
"kakak cantik " batin ku memperhatikan gadis bernama Aranta itu
"ah iya gadis ini kan yang membantu Ari di mini market itu" batin ku lagi
"panggil saja kakak Ara ya , jangan pake cantik ,kan kakak jadi malu" ucap Aranta
"Ara....Ari....yeee....nama kita sama " Ari bertepuk tangan kegirangan
"sudahlah ,sana sekarang kalian siap-siap ,mama tunggu kalian di meja makan ,dan untuk mu Aranta kamu jangan sungkan di sini ya,anggap saja rumah mu sendiri ,kamar kamu ada di sebelah kamar nya Ari " ucap ku yang langsung di sela Gibran
"loh ma,itu kan kamar Riswan ,nanti gimana kalau anak itu tidur di sini?" protes nya
"kan bisa tidur bareng kamu nak" ucap ku lagi
"gak ah ma ,dia itu kalau tidur suka ngorok ,berisik, belum lagi tangan dan kaki nya aktif banget ,mending tidur bareng bang Popo yang jelas-jelas tangan dan kaki nya diiket " tutur anak ku lagi
"di iket ?" gumam Aranta dengan kening berkerut
"jangan dengar kan kakak " bisik Ari yang jelas terdengar oleh ku
"ya sudah kalau gitu Aranta biar tidur bareng Ari saja ,bagaimana ?" ucap mas Rifki
"ya udah yuk kak ,kita ke kamar aku " Ari dengan semangat menarik tangan Aranta menuju kamar nya di lantai dua
"anak itu sepertinya sangat menyukai gadis itu" ucap mama mertua ku ,mama Dewi yang kecantikan nya tak pernah luntur di makan usia
"iya ma, entah lah ,kasihan Aranta ,kita harus melindungi nya" lirih ku
"aku ke kamar dulu ya ma ,pa, nek "ucap Gibran
"iya nak...." sahut kami
NURI POV END
__ADS_1
\*\*\*