The INDIGO

The INDIGO
Ritual Ruqyah 2


__ADS_3

Mama beranjak untuk membantu ustadzah yang sudah terkapar ,sementara kyai Somad mulai mendekat pada Bu Wulan ,dengan menyentuh ubun-ubun nya kyai Somad melafalkan doa ,dan beberapa surah Al Qur'an.


"aaakkkkhhh....lepas , sakiiiitttt....lepas dasar brengsek ...." umpat Bu Wulan yang sudah di kendalikan oleh makhluk ghaib


pak kyai nampak tak menghiraukan nya , beliau terus melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an


"tolong siapa saja bantu saya memegangi nya , sepertinya iblis yang berada di dalam tubuhnya sangat kuat " ucap pak kyai


ustadz Yusuf melirik pada ku ,aku yang mengerti pun segera beranjak untuk membantu memegangi Bu Wulan .


"aaakkkhhh....kalian juga pergi.....jangan sentuh aku " teriak nya pada ku dan ustadz Yusuf


"siapa juga yang mau nyentuh iblis seperti mu ,orang aku cuma mau megangi Bu Wulan kok " sahut ku , ustadz Yusuf yang sudah mengenal watak ku pun hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah ku .


"kalian jangan sampai lengah ,tetap isi fikiran kalian dengan ayat-ayat Allah" ucap Kyai Somad


"iya ustadz" sahut ku berbarengan dengan ustadz Yusuf


"ggrrrrrhhhh....... panassss......" teriak nya


kegiatan tersebut cukup memakan waktu yang lumayan lama ,karena iblis itu rupanya sudah bersemayam di tubuh Bu Wulan dalam bentuk janin .


"ambilkan saya air minum " ucap pak kyai


papa pun dengan segera mengambilkan nya di dispenser yang terletak di luar samping masjid


"ini pak kyai" ucap papa memberikan segelas air putih


glek glek glek


"Alhamdulillah.....kering banget tenggorokan saya ,terima kasih ,boleh ambilkan lagi air minum nya " ucap pak kyai membuat kami melongo


"lah ,aku fikir air nya buat di bacain doa lalu di kasih ke Bu Wulan ,tahu nya malah diminum sendiri " batin ku


"baik pak kyai saya ambil kan lagi " sahut papa seraya kembali ke luar untuk mengambilkan air minum lagi


beberapa saat kemudian papa kembali dengan segelas air putih,


"ini pak kyai" ucap papa lagi


Kali ini pak kyai pun membacakan doa dan ayat Al Qur'an pada air minum nya ,setelah itu pak kyai meminumkan nya pada Bu Wulan di bantu para ustadzah yang lain , sementara ustadzah yang tadi di serang nampak khusyu melantunkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


Bukan hanya di minum kan ,air itu pun di usapkan ke wajah ,ujung kepala ,telapak tangan , juga telapak kaki,tak lupa bagian perut yang hanya para ustadzah yang bisa melakukan nya .


"aaaakkkhhhh.....kalian kurang ajar........ aaaaakkkkkhhhh....... TIDAKKK....." teriak Bu Wulan seraya menggulingkan tubuh nya di atas karpet masjid , tak lama kemudian mbak Wulan pun kejang lalu tak sadarkan diri kemudian .


"pak kyai ini apa tidak apa-apa ?" tanya salah satu ustadzah


"tidak apa-apa,dia hanya pingsan ,sekarang kita lanjutkan lagi doa nya ,untuk membawa kembali ruh pemilik tubuh nya yang sempat dikuasai jin atau iblis jahat " jawab pak kyai Somad


"baik kyai " sahut kami semua


"dan kau ...kita membutuhkan mu untuk membawa nya kembali" ucap pak kyai menatap ku


"insyaallah saya siap pak kyai " sahut ku


Aku pun mulai memejamkan mata ku ,seperti biasa tubuh ku terasa tersedot lalu aku merasa tubuh ku sangat ringan , ketika aku membuka mata aku sudah berada di sebuah padang rumput yang tandus ,aku menyusuri nya dengan pandangan terus mengeliling.

__ADS_1


Samar aku melihat ada seseorang tengah berjalan dengan terseok-seok ,jarak nya yang jauh membuat ku tak bisa mengenali nya ,tapi aku sangat yakin jika ia adalah Bu Wulan .


Maka aku pun berlari menghampirinya, aku merasa seolah ini berada di alam mimpi sebab setiap langkah ku sangat berat ,apalagi di bawa berlari rasanya kaki ini seperti tertahan sesuatu ,semakin cepat langkah kaki ku maka semakin lambat pula laju nya .


Aku tak kehabisan akal ,dengan mengucap kalimat takbir perlahan kaki ku mulai bisa melangkah cepat ,meski masih terasa berat .


"Bu Wulan.....Bu Wulan....." teriak ku saat jarak kami semakin dekat


benar dugaan ku jika wanita itu adalah Bu Wulan,ia terlihat sangat kebingungan saat ini


"Bu Wulan ,ayok kita pulang " ajak ku


"kamu ....siapa?" tanya nya


"aku Adnan ,anak nya mama Nuri " ucap ku


"Adnan ....Nuri...." gumam nya


"ya ,tapi keluarga ku sering memanggil ku dengan nama Gibran " ucap ku lagi


"oh ...iya aku ingat ,kamu anak nya Rifki kan?" tanya nya kemudian


"iya ....ayok kita pulang " ucap ku lagi ,meski aku agak sedikit bingung bagaimana bisa Bu Wulan tahu nama papa ,sedangkan papa sendiri enggan berkenalan dengan Bu Wulan , mama juga seperti nya tak pernah membahas papa di depan Bu Wulan


"baiklah...aku ikut dengan mu " ucap Bu Wulan


Pada akhirnya aku pun segera membawa Bu Wulan kembali ,terdengar suara pak kyai membimbing ku untuk pergi ke arah cahaya putih sebelah barat ,namun saat aku dan Bu Wulan sudah sampai di dekat cahaya putih itu tiba-tiba seseorang memanggil Bu Wulan .


"Wulan ....kamu tega ninggalin aku sendiri di sini ,aku suami mu Wulan ....kamu tinggal lah di sini bersama ku ,jangan biarkan aku di sini sendirian sayang " ucap nya .


"kenapa kamu juga berada di tempat ini ?" tanya Bu Wulan


"tapi bagaimana dengan suami ku ?" tanya nya


"ini sudah menjadi pilihan nya ,jalan hidup nya sudah harus seperti ini" ucap ku


"maksud nya ?"tanya Bu Wulan


"sebenarnya......"


belum sempat aku menjelaskan tiba-tiba muncul sosok iblis yang waktu itu menampakkan wujud nya setelah menyerupai nek Marni .


"gggrrrhhhhh.....mau lari kemana kalian hahahaha......"


"cepat masuk ke cahaya putih itu" suara kyai Somad berseru


"sorry ya ...kita tinggal ,by" aku pun lantas menarik tangan Bu Wulan dan dengan cepat aku membawa Bu Wulan untuk masuk ke cahaya putih itu


Tak ada ucapan sepatah kata pun dari Bu Wulan , karena apa yang aku lakukan itu terlalu cepat .


Lantunan ayat-ayat Al-Qur'an terdengar nyaring di telinga ku ,hingga mata ini tergerak untuk membuka kelopak nya .


Orang pertama yang ku lihat saat membuka mata yaitu mama ,lalu papa ,mereka menyambut ku dengan senyum mengembang.


"Alhamdulillah......kamu sudah kembali nak " lirih mama seraya meraih jemari ku


"ini minum dulu,untuk memulihkan tenaga mu ,pak kyai yang memberikan nya " ucap papa lalu membantu ku bangun untuk meminum air yang sudah di beri doa itu .

__ADS_1


pandangan ku teralih pada Bu Wulan yang juga sudah siuman dan di beri air minum yang sama dengan ku ,namun pandangan ku kemudian terarah pada bagian bawah Bu Wulan.


"ma...itu merah-merah apa di bawah nya Bu Wulan?" tanya ku


mama pun sontak menengok


"Alhamdulillah.....astaghfirullah....." ucap mama membuat ku bingung


mama pun lantas mendekat pada Bu Wulan,dan segera memeriksa keadaan nya


"mbak Wulan....mbak Wulan tak apa-apa?" tanya mama ,Bu Wulan pun menggeleng namun kemudian berucap


"tapi perutku sakit?" ucap nya lirih


"sebaiknya segera bawa saja Bu Wulan ke rumah sakit , Alhamdulillah makhluk jahat yang bersemayam di tubuh nya pun sudah lenyap , Bu Wulan sudah terbebas dari pengaruh nya ,setelah ini perbanyak amal dan ibadah agar makhluk jahat semacam jin tak dapat mengganggu " tutur pak kyai menasehati


"iya pak kyai ...terima kasih atas pertolongan nya " ucap Bu Wulan


"berterima kasih lah pada Allah Sang Pemilik hidup ,karena atas seizin Nya ,kami semua yang ada di sini bisa mengeluarkan jin jahat itu " tutur Kyai Somad


Setelah itu pun akhirnya kami membawa Bu Wulan ke rumah sakit karena pendarahan yang tak pernah berhenti.


Sesampainya di rumah sakit Bu Wulan langsung mendapatkan tindakan , aku, mama dan papa pun menunggu di depan UGD.


Satu jam kemudian dokter keluar dan menyampaikan berita duka ,sebab janin yang ada di perut Bu Wulan telah meninggal dunia.Bu Wulan keguguran ,entah kami harus sedih atau malah senang ,sebab janin yang dikandung merupakan perwujudan iblis yang sengaja menitis pada calon bayi tersebut ,meskipun bayi yang akan lahir merupakan suci tak berdosa ,tadinya jika janin itu tetap bertahan ,maka kami pun akan melakukan pembersihan dan pemisahan antara iblis dan anak itu kelak tapi ternyata Allah berkehendak lain .


**


Bu Wulan sudah berada di ruang rawat , mama yang menjaga di dalam ruangan sementara aku dan papa berada di luar,untuk anak nya mbak Wulan tadi aku sudah mengantar kan nya pulang sebelum menuju rumah sakit ,dan meminta nenek menjaga nya .


Entah ini hanya perasaan ku saja atau apa ,tapi aku melihat raut wajah papa yang tak seperti biasa nya saat berhadapan dengan Bu Wulan , seperti marah ,benci ,dan kecewa ,tentu aku pun penasaran dan mencoba menerawang masa lalu mereka ,aku dapat menebak jika diantara mereka ada sesuatu,entah itu masa lalu atau sekarang ,tapi saat aku hendak mencoba nya, seakan tahu apa yang hendak aku lakukan papa berucap


"nanti papa ceritakan ,kamu jangan asal menerawang aja , papa bukan pengecut yang bisa menyembunyikan sesuatu ,hanya saja papa belum menceritakan nya ,papa fikir gak akan lagi bertemu dengan nya ,papa juga akan cerita pada mama mu ,tapi nanti setelah wanita itu pergi dari hidup kita " ucap papa menepuk pundak ku


"hehehehe..... maaf pa...tapi memangnya kenapa kalau masih ada ?" cengir ku lalu bertanya


"ya gak enak saja ada orang nya malah diomongin " sahut papa lagi


"oohh...."


"kamu ngantuk ?" tanya papa pada ku


"iya nih pa,lumayan berat juga mataku" sahut ku


"ya udah kamu tiduran aja ,kepala kamu biar taro di sini "ucap papa menepuk paha nya


"taro... emang nya kelapa , ini kepala pa...." aku mencebik lalu menuruti apa yang papa ucap kan ,aku tiduran di kursi tunggu dengan kepala ku letakan di atas pangkuan papa ,beruntung malam ini tak banyak orang yang menunggu pasien hanya satu dua orang saja yang ada ,


Namun baru saja aku merebahkan tubuh ku di kursi tunggu beberapa suster dan perawat laki-laki berjalan melewati ku sambil membawa blankar dengan seseorang yang sudah di tutupi dengan kain putih , aku pun sontak kembali duduk dan menatap kepergian blankar itu .


"Innalilahi wa innailaihi rojiun...." lirih ku dan papa


Namun kami kembali terkesiap saat mata kami tak sengaja melihat sosok laki-laki yang pernah ku lihat,meski hanya bertemu sekali tapi aku masih ingat dengan wajah nya , laki-laki itu menatap tajam pada ku namun kemudian tubuh nya diseret sesuatu hingga hilang menembus dinding , tentu saja aku dan papa saling pandang.


"jangan-jangan jasad yang tadi dibawa adalah jasad nya ?" tanya ku ,papa pun nampak mengangguk


"innalilahi wa innailaihi rojiun......"

__ADS_1


***


__ADS_2