TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 100


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Grameisya pun tertidur dengan lelap di kasurnya, rasa matanya sangat berat.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Eh, ada yang menelpon ponsel Nona," ucap pak Ahmad.


Pak Ahmad pun langsung menuju kamar Grameisya.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Nona, ada telpon dari Tuan Alneozro!" panggil pak Ahmad.


Dengan mata yang remang-remang, Grameisya pun terbangun dari tidurnya. Ia membuka pintu kamarnya dan melihat pak Ahmad berada di depan pintu kamarnya.


"Ini Nona ponsel Anda," ucap pak Ahmad memberikan ponsel tersebut.


Dengan mata sayup yang masih mengantuk dan menguap, Grameisya mengambil ponsel tersebut dan menutup pintu kamarnya kembali.


Grameisya kembali merebahkan tubuhnya di kasur dengan mata terpejam.


"Halo," jawab Grameisya dengan suara pelan karena mengantuk.


"Kamu masih belum bangun?" tanya Alneozro.


Tiba-tiba saja Alneozro membuat panggilan video, yang terlihat hanya gelap karena tertutup telinga Grameisya.

__ADS_1


"Hey! Di mana muka mu? Aku melakukan panggilan video," ucap Alneozro.


Grameisya melihat ponselnya dengan mata yang sipit karena cahaya ponselnya.


"Kamu masih tidur?" tanya Alneozro.


"Aku baru pulang," ucap Grameisya setengah memejam.


"Pulang? Dari mencari Defli?" tanya Alneozro.


"Iya."


"Bagaimana? Apa dia ketemu?" tanya Alneozro.


"Sudah."


"Maaf ya, aku terpaksa menarik sebagian pengawalku, dan membantu yang mencarinya hanya sebagian saja hingga tidak maksimal pencariannya," ucap Alneozro merasa bersalah.


"Kamu ada masalah?" tanya Grameisya.


"Mana mungkin sedikit kalau sampai kau menarik sebagian pengawalku, itu berarti ada masalah besar," ucap Grameisya.


"Yah ... masalah besar sedikit saja kok," jawabnya lagi.


"Ada masalah apa?" tanya Grameisya.


"Tiba-tiba saja ada sekelompok mafia mendatangi perusahaan ku, mereka ingin menumbangkan perusahaan ku, saat itu pasukan kami tidak imbang, setelah aku menarik sebagian dari pengawalku barulah mereka bisa di usir," jawab Alneozro.


"Kalau kau sampai menarik pengawalmu yang hanya sebagian itu bisa mengalahkan mafia itu, berarti berapa orang yang kau kirimkan untuk mencari Defli?" tanya Grameisya.


"Tidak banyak sih, hanya 1.200 orang," jawabnya datar.


"What!!! Jadi yang kau tarik?" tanya Grameisya lagi penasaran.


"1000 orang," jawab Alneozro. "Tapi maaf, 200 orang itu tidak becus menemukan Defli, aku akan menghukum mereka," ucap Alneozro.

__ADS_1


"Tidak perlu, di kota seluas ini tidak mudah menemukannya. Lagian aku tertangkap baru bisa menemukan Defli. Jika aku tidak tertangkap aku juga tidak bisa menemukannya. Jangan salahkan mereka," ucap Grameisya.


Alneozro diam dan terus menatap Grameisya dari layar ponselnya.


"Kau kenapa menatap ku seperti itu terus?" tanya Grameisya menekuk alisnya.


"Aku merindukan mu," jawabnya.


Tut! Tut! Tut! Tut!


Grameisya langsung memutuskan panggilannya dan menyembunyikan ponsel di bawah bantal lalu menenggelamkan wajahnya di bantal karena wajahnya memerah.


"Sial! Dia membuatku malu," ucap Grameisya.


"Kenapa dia memutuskan panggilannya, aku kan belum selesai bicara. Ya sudahlah, biarkan dia istirahat," ucap Alneozro kembali fokus ke laptopnya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Karena sudah puas tidur, Grameisya pun terbangun dari tidurnya.


Saat ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 13:20 menit.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


Ponsel Grameisya kembali berdering.


"Dia lagi. Halo," jawab Grameisya.


"Halo, kamu sedang apa?" tanya Alneozro.


"Baru bangun," jawab Grameisya.


...❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


[Doakan moga keluarga ku sehat semua ya biar bisa crazy up terus ya😘😘😘]


__ADS_2