
☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️
☺️☺️☺️
❤️❤️❤️❤️❤️
Ctak!
Lampu pun hidup kembali.
"Ishh! Udah selesai aja baru lampunya hidup," omel Lio.
Ia langsung mengambil ponselnya dan menelpon pegawainya yang ada di rumah sakit.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo Dokter," jawab mereka.
"Kamu tolong bawakan Ambulans ke alamat yang aku kirimkan, bawa perlengkapan medis juga," ucap Lio.
"Baik Dokter," jawab pegawai itu.
"Aduuuh!" keluh Amar kesakitan.
"Eh, kamu tidak apa-apa?" tanya Grameisya membantu Amar untuk berdiri.
"Aku lebih baik di tendang orang itu dari pada di tendang kamu," ucap Amar mengeluh kesakitan.
"Hm ... maaf, tadi itu aku pikir dia punya senjata, kalau aku tahu dia tidak punya aku biarkan kamu di tendangnya tadi," jawab Grameisya.
__ADS_1
"Jadi kau benar membiarkan aku di tendang?" tanya Amar.
"Yah, kan kamu barusan bilang, lebih baik di tendang sama dia ketimbang aku," ucap Grameisya.
"Ah, mana-mana aja lah," ucap Amar memegang pinggangnya.
"Hey! Kalian tidak apa-apa kan?" tanya Jun datang masuk ke dalam.
"Sialan kamu! Dasar nggak setia kawan!" umpat Amar.
"Eh, aku setia kawan kok," ucap Jun.
"Apanya!" denggus Amar kesal.
"Aku pergi keluar karena memanggil pemilik karaoke ini tau," jawab Jun.
"Mana?" tanya Amar mencibir.
"Eh, mana mereka ya?" tanya Jun kembali keluar sambil menjengah kepalanya keluar.
Beberapa orang petugas keamanan karaoke itu dan pemilik karaoke datang berlari mendekat.
Pemilik karaoke itu terkejut. "Pak Rijun!" teriak pemilik karaoke itu datang mendekat dan berjongkok di dekat pria yang di panggil Rijun itu.
"Tolong ini gimana ini, tolong telpon ambulan! Cepat!" teriak pemilik karaoke itu terlihat panik.
"Tidak apa-apa, saya sudah menelpon ambulan untuk datang, pembuluh darahnya sudah saya jahit," ucap Lio.
"Eh, Tuan muda Lio. Apa kabar?" tanya pemilik karaoke itu menyalami Lio.
"Ah kabar baik," jawab Lio mengangguk.
__ADS_1
"Astaga! Tidak menyangka bisa bertemu dengan Tuan Lio di sini," ucap pemilik karaoke senang.
'Eh, bukannya tadi dia panik? Kok mendadak kayak nggak peduli lagi dengan orang yang ia panik kan tadi?' batin Grameisya melihat orang yang pingsan itu kasihan.
"Wah, saya juga senang," jawab Lio mengangguk tersenyum.
"Anda kalau main ke sini bilang donk! Untuk Anda bakal di beri diskon kok," ucap pemilik karaoke itu menepuk lengan Lio sok akrab.
"Eh, iya." angguk Lio.
Pemilik karaoke itu juga melihat kebelakang.
"Eh ada Tuan Amar juga? Ya ampun, saya nggak menyangka bisa ketemu dengan orang besar di sini," ucap pemilik karaoke itu menyalami Amar.
"Terima kasih," ucap Amar tersenyum.
"Bagaimana usaha Anda? Saya dengar Anda juga akan membangun sebuah tempat karaoke juga di luar negeri?" tanya pemilik karaoke itu.
"Masih sedang di bangun," jawab Amar.
"Haishhhh, kenapa Anda tidak bangun di sini saja tempat karaoke yang besar," ucap pemilik karaoke itu.
"Tapi sudah ada milik Anda ini di sini, kalau saya bangun di kota ini nanti usaha Anda malah terganggu," ucap Amar.
"Bukan begitu Tuan, biar saya juga ikut kerja sama dengan Anda," ucap pemilik karaoke itu.
"Benar kah?" tanya Amar.
"Iya Tuan." angguk pemilik karaoke itu.
"Baiklah, saya akan tarik dana saya di sana untuk membangun di sini," ucap Amar.
__ADS_1
"Wah, saya sangat senang sekali Tuan. Ini benar-benar ada berkah di balik petaka. Apa lagi ada kejadian seperti ini di tempat saya, saya rasa orang-orang pasti tidak akan mau lagi ke sini. Tapi kalau kerja sama dengan Anda, Anda kan banyak pengawal dan di jamin aman tempatnya," ucap pemilik karaoke memasang wajah sedih.
...❤️❤️❤️❤️❤️...