TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 69


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰


-


❤️❤️❤️


"Kabar? Kabar apa?" tanya Grameisya langsung duduk.


"Mereka berhasil menaklukkan markas besar dan membuat ketua agen mundur," jawab Alneozro.


"Benarkah? Tapi ... apa Jost masih hidup?" tanya Grameisya.


"Sayangnya masih, tapi ia terluka saat melarikan diri," jawab Alneozro menghela nafas.


"Itu berarti mereka punya kesempatan untuk datang menyerang kembali," ucap Grameisya khawatir.


"Tapi untuk waktu dekat, kita bisa mengumpulkan kekuatan untuk menyerang mereka balik. Aku akan bersiap membantu, karena ketua agen rahasia pasti akan meminta bantuan, sebelum itu aku akan mengumpulkan para mafia lainnya yang bersedia bekerja sama dengan kita," ucap Alneozro.


"Alneozro."


"Ya," jawab Alneozro.


"Terima kasih atas bantuan mu," ucap Grameisya.


Seketika wajah Alneozro memerah.


"Kau ini bicara apa sih? Sudah aku katakan kalau kita berada di kubu yang sama, sudah aku mau tidur dulu," ucap Alneozro memutuskan panggilannya.

__ADS_1


"Dia ini kenapa sih? Main matiin mendadak begini. Sudah ah, aku mau tidur aja," ucap Grameisya menarik selimutnya dan memejamkan matanya.


Alneozro memegang dadanya yang berdegup kencang.


"Aku nggak mungkin kena serangan jantung kan?" tanya Alneozro terbelalak.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


"Halo," jawab Lio.


"Kau datang ke rumahku sekarang!" ucap Alneozro buru-buru.


❤️❤️❤️


"Mama." Yessy membantu Mila untuk berdiri.


"Sudah, jangan ribut-ribut di sini, malu Ma," ucap pria itu menenangkan istrinya.


"Malu? Lalu kamu selingkuh dengannya nggak tahu malu! Dasar kamu ya Mas," ucap istrinya marah besar.


Istrinya itu tiba-tiba menjambak rambut Mila.


"Mati saja kau! Dasar pelakor! Dasar perempuan nggak tahu diri! Seharusnya kau tanya dulu apa dia punya istri atau tidak! Ku bunuh kau! Ku bunuh!" teriak wanita itu marah besar.


"Jangan Jambak rambut Mamaku!" teriak Yessy sambil menangis memegang rambut Mila.

__ADS_1


"Pelakor seperti dia tidak pantas hidup!" teriak wanita itu dengan mata memerah.


Pria tersebut membantu menarik istrinya, dan mereka di saksikan oleh orang banyak di sana.


"Kalau kau berani lagi merayu suamiku, aku akan membunuhmu! Jangan sampai kita bertemu lagi!" teriak wanita itu.


"Sudah Ma, ayo kita pulang," ucap suaminya menarik istrinya segera masuk mobil.


"Mama," ucap Yessy mewek saat melihat rambut Mamanya kusut, beberapa rambutnya tercabut.


"Wah, bakal jadi berita panas nih, lumayan buat naikin followers dan View," ucap mereka yang merekam kejadian tadi.


"Sial! Pria itu sudah membohongi kita, dia bilang duda, tau-taunya masih ada istrinya," ucap Mila kesal sambil merapikan rambutnya yang kusut itu.


"Udah Ma, kita cari pekerjaan lain aja," ucap Yessy.


"Pekerjaan apa? Selama ini kita hanya tinggal enak saja di rumah Andes di tua gila itu! Ya sudah, kita pergi ke tempat lain agar kita bisa mendapatkan uang, kita akan sewa apartemen untuk tempat kita tinggal," ucap Mila.


Dan mereka meninggalkan tempat tersebut.


❤️❤️❤️


Ke esokkan paginya, seperti biasa. Grameisya bangun pagi dan bersiap untuk berangkat sekolah.


Akan tetapi, rumah itu tampak sedikit sepi dari biasanya karena tak ada Mil dan Yessy lagi di rumah itu.


"Sudah berkurang musuh satu dari rumah, setidaknya rasanya sedikit lapang," ucap Mama Gladis.

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2