
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
......☺️☺️☺️......
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Weny dengan nilai 9,4
Ferdi dengan nilai 9,7
Grameisya dengan nilai 9,8
"Apa! Dia?" tanya Ferdi melihat ke arah Grameisya tidak terima.
__ADS_1
Grameisya melayangkan senyumnya ke arah Ferdi sambil mengibaskan kertas hasil pertandingan tadi.
"Sial! Hanya kurang satu angka aku kalah darinya!" ucap Ferdi geram sambil melihat Grameisya yang sudah pergi.
"Wah, kamu sangat hebat Grameisya, kenapa nggak dari dulu aja kamu nggak ikut pertandingan?" tanya Defli.
"Hm ... aku karena ada pertandingan ini baru ikut, jika tidak mana mau aku ikut," ucap Grameisya beralasan.
"Hm?"
"Ya udah, ayo pulang," ajak Grameisya. Ia masuk ke dalam mobil duluan.
Grameisya mengambil iPad-nya dan melihat apa yang bisa ia lakukan untuk membuat masalah Mia dan Gladis tidak berdampak tambah besar.
"Hm, aku ada ide, lebih baik aku buat dengan cara ini saja, semoga saja berhasil," ucap Grameisya.
Tak lama kemudian, ia pun sampai di rumah, Grameisya segera masuk ke dalam sekolah.
"Mia! Gladis! Keluar kalian!" panggil Grameisya.
Dia antara mereka satu pun tidak ada yang keluar.
Grameisya mengendor-gedor pintu kamar Gladis, tapi Gladis tidak mau keluar.
Terlihat Mama Gladis yang baru saja ulang dari berbelanja.
"Hey, ngapain kamu menggedor kamar Gladis!" ucap Mama Gladis marah.
"Kenapa? Lalu anak Tante yang sudah membuat masalah hingga videonya tranding hingga pihak sekolah mau mengeluarkan mereka kenapa Tante tidak marah? Akibat ulah mereka aku juga jadi sasarannya. Lihat mereka, sampai hari ini mereka tidak bersekolah dan malu sampai tidak keluar kamar karena takut wartawan. Jadi apa yang bisa Tante lakuin?" tanya Grameisya memarahi Mana Gladis balik.
__ADS_1
Ya, tadi ia sempat di serbu oleh wartawan di mall. Untungnya ia sempat bersembunyi di balik-balik baju hingga ia di pikir maling. Ia bahkan terpaksa beli baju yang tidak ingin ia beli, karena demi untuk bersembunyi, ia pun mengena baju itu dan ia harus membayarnya, jika tidak, ia di teriaki maling.
Ia juga berpikir ingin beberapa hari di rumah saja sampai masalah ini reda.
"Ah, terserah kamu lah," ucap mama Gladis pusing. Ia tidak peduli lagi dan masuk ke dalam kamarnya membawa baju yang ia beli tadi.
"Hey Gladis! Keluar kamu! Sampai kapan mau bersembunyi!" teriak Grameisya.
Akan tetapi, Gladis tetap saja tidak keluar. Grameisya pun menendang pintu kamar tersebut hingga kunci pintu kamar itu rusak.
Gladis ketakutan dan ia bersembunyi di samping ranjang sambil menutup telinganya.
"Mau sembunyi di mana kamu ha?" ucap Grameisya menarik kerah baju belakang Gladis hingga ia berdiri.
"Tolong ampuni aku, aku kan nggak gangguin kamu," ucap Gladis memohon.
"Siapa juga ingin gangguin kamu, cepat bawa beberapa baju mu dan baju lingerie yang kalian pakai waktu itu," ucap Grameisya melepaskan baju Gladis.
"Untuk apa?" tanya Gladis bingung.
"Bawa saja kalau kau nggak mau ku hajar!" perintah Grameisya.
"Bawa kemana?" tanya Gladis lagi.
"Bawa ke kamarku," jawab Grameisya meninggalkan Gladis.
"Oh ya, beri tahu pada Mia juga, jika kalian tidak datang dalam 10 menit, akan ku patahkan kaki kalian!" ancam Grameisya.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1