TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 193


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Aku juga tidak bisa melindungi mu, menolong mu seperti ini juga sudah membahayakan diriku," ucap Grameisya.


"Aku tahu, tapi ...." Yessy menundukkan kepala. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Kamu ikut aku," ajak Grameisya.


Yessy pun mengikuti Grameisya dari belakang.


Di sana tidak jauh dari ATM. Grameisya pun mengambil uang di ATM tersebut.


"Ini uang untukmu, gunakan uang ini sebaik mungkin. Mungkin uang ini akan cukup sampai kau mendapatkan pekerjaan," ucap Grameisya menyerahkan beberapa lembar uang tersebut kepada Grameisya.


"Grameisya, terima kasih," ucap Yessy meneteskan air mata saat ia menerima uang tersebut.


Ia tidak menyangka jika orang yang ia lukai malah menolongnya kini.


"Sudah, pergi sekarang sebelum kami di tangkap mereka," ucap Grameisya.


"Iya, aku pergi dulu," ucap Yessy menganggu senang.


Ia berlari untuk mencari bus keluar kota.

__ADS_1


Dor!


Sebuah tembakan yang mengenai Yessy membuat Yessy langsung jatuh tersungkur, padahal belum jauh Yessy berlari dan hanya baru berjarak 5 meter dari Grameisya.


"Heh! Dasar wanita tidak tahu di untung! Kalau begitu mati saja kau!" teriak seorang pria tua yang berkisar umur 50 tahun itu ingin menembak Yessy lagi.


Grameisya berlari lalu menendang tangan pria yang memegang senjata itu membuat senjata api itu terbang ke atas.


Grameisya melompat dan menendang senjata api itu lagi dan senjata api itu terpelanting.


Grameisya berlari ke arah senjata api itu lalu menyimpannya.


"Kembalikan senjata api itu!" teriak pria itu membelalakkan matanya.


Grameisya tidak mempedulikan ucapan pria tua itu dan ia mendekati Yessy.


"Grameisya ... kok sakit ya," ucapnya melihat Grameisya dengan mata teduh.


"Aku akan bawa kamu ke rumah sakit ya," ucap Grameisya.


"Tidak usah Grameisya." Yessy mengambil tangan Grameisya dan meletakan di dadanya.


"Terima kasih sudah menjadi orang yang paling baik di akhir hidup ku. Terima ka ... sih," ucapnya dengan berlinang air mata dan tangannya yang menggenggam tangan Grameisya pun terlepas.


Grameisya terdiam dan menatap Yessy dengan kesedihan mendalam.


Yessy sebenarnya adalah anak baik, ia membully karena didikan orang tuanya yang salah.

__ADS_1


Grameisya perlahan-lahan melepaskan tubuh Yessy dan meletakan tubuh itu di ke bawah. Ia berdiri melihat ke arah para pria itu.


"Mau apa kamu?" tanya pria tua itu bercekak pinggang menantang Grameisya.


"Ck! Sudah Tuan bangka tapi masih tidak sadar diri juga, bukannya bertobat malah bikin masalah. Kalau begitu aku bantu kau untuk bertobat," ucap Grameisya berlari ke arah pria tua itu menarik tangan pria tua itu lalu melipatnya dan menghempaskan ke bawah. Ia melipat kaki pria itu lalu menghentakkan dengan kuat.


Kraak!


Kraak!


Kraak!


Grameisya mematahkan kedua kaki pria tua itu dan mematahkan lengannya.


Grameisya juga menginjak anu pria itu hingga pecah.


"Aaaaaaaaaaaaakkkkk!" teriak pria tua ia terbelalak, seketika ia langsung pingsan.


Para anak buahnya panik.


"Ini bagaimana? Apa langsung bawa ke dokter? Atau kita habisi wanita ini dulu?" tanya mereka.


"Cepat bawa ke rumah sakit!" ucap mereka yang langsung membopong bosnya pergi.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya terima kasih]

__ADS_1


__ADS_2