
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Grameisya berjalan begitu saja menuju sofa dan ia duduk di sana sambil mengeluarkan iPad-nya.
Alina tersenyum melihat Grameisya yang menyelonong pergi.
"Alina kamu jangan manja kayak gini, terlalu dekat seperti ini juga tidak nyaman bagiku," ucap Alneozro melepaskan pelukan Alina.
Alina melihat ke arah Grameisya yang sedang tertawa kecil ke arahnya.
"Sial! Tunggu saja kamu nanti ya," ucap Alina pelan, saking pelannya hanya ia sendiri yang dengar.
Ia melihat geram ke Grameisya.
Alneozro pun ikut duduk di sofa di samping Grameisya, begitu juga teman-temannya juga duduk. Alina ikut duduk di depan Alneozro.
"Silakan Tuan, Nona," ucap pembantu itu meletakan minuman di atas meja.
Alneozro mengambil gelas yang berisi minuman itu kepada Grameisya.
"Nih untuk kamu," ucap Alneozro.
__ADS_1
Amar dan Jun menekuk alisnya. Tidak biasanya Alneozro seperti itu, dari yang mereka tahu, biasanya wanita yang mengambilkan untuknya.
"Ini untuk kamu," ucap Alina memberikan gelas yang ia pegang untuk Alneozro.
"Untuk mu saja," tolak Alneozro yang mengambil satu gelas di atas meja.
'Sial!' rutuk Alina dalam hati.
"Mereka beneran punya hubungan spesial," bisik Jun.
"Kau kan sudah lihat sendiri betapa romantisnya mereka. Maka dari itu, kalau kau nggak mau di jual Alneozro, jangan sekali-kali menggoda Grameisya," bisik Amar.
"Siapa yang mau menggoda singa itu, aku masih sayang nyawaku," jawab Jun.
"Ssstttttt, udah nanti mereka dengar," ucap Amar.
"Eh bukan apa-apa, oh ya, mana oleh-oleh untuk kami?" tanya Jun.
"Ah, kalian bisa beli sendiri," jawab Alneozro.
"Hm ... aku," ucap Alina tak mau ketinggalan.
"Kamu aku transfer aja uangnya ya, nanti kamu beli sendiri, oke kan," ucap Alneozro.
Seketika Alina menjadi masam. Yang ia inginkan bukan uang, tapi perhatian.
__ADS_1
Grameisya punya ide, hadiah yang di berikan Grameisya tadi ia keluarkan dari tasnya, sengaja ia berpura-pura mencari sesuatu.
"Ah iya, di mana ya ponsel ku?" tanya Grameisya mengeluarkan isi dalam tasnya termasuk hadiah tadi dan meletakan di atas meja.
"Eh, ini apaan?" tanya Jun penasaran melihat kotak milik Grameisya.
Ia mengambil dan membukanya. "Wah, cantik banget," ucap Jun memutar bola bening itu.
"Hey jangan di sentuh," ucap Alneozro mengambil dari tangan Jun.
"Eh, kenapa? Lagian kan punya dia, bukan punya mu juga," ucap Jun sewot.
"Ini hadiah dariku untuk dia, kau jangan sekali-kali memegangnya," ucap Alneozro.
Mendengar penuturan yang keluar dari mulut Alneozro sendiri membuat Alina menjadi panas.
"Wah, sepertinya kita punya kakak ipar baru nih," ucap Amar menaik turunkan alisnya sambil tersenyum.
Telinga Alina menjadi merah, ia benar-benar kesal sekali, ingin rasanya ia membanting semua barang yang ada di rumah itu, tapi ia harus tahan, saat ini Alneozro ada bersamanya, ia harus ambil kesempatan untuk terus dekat dengan Alneozro.
Lio menyenggol Amar sambil melirik ke arah Alina yang wajahnya masam melihat Grameisya.
"Apa?" bisik Amar.
Lio mendekat ke belakang Amar. "Kamu nggak lihat Alina juga ada di sini? Jaga perasaan orang donk," bisik Lio.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️...