TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 183


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Masalah? Di klub malam? Ada apa ya? Bibi tahu di mana?" tanya Grameisya.


"Tidak tahu, setelah menelpon sebentar ia pun pergi," ucap Bi Ena.


"Kemana Papa pergi ya?" tanya Grameisya berpikir.


"Aku akan kirimkan pengawal untuk mencari setiap klub malam," ucap Alneozro.


"Tidak usah, kamu sudah terlalu lelah setelah semua ini. Pulang dan istirahatlah," ucap Grameisya.


"Kamu serius nggak mau di bantuin nih?" tanya Alneozro.


"Iya, nggak apa-apa, nanti Papa juga pulang sebentar lagi. Aku juga sudah mengantuk," ucap Grameisya pura-pura menguap.


"Hm ... ya udahlah kalau gitu. Kamu istirahatlah. Aku pulang dulu ya," ucap Alneozro.


"Iya." angguk Grameisya menuju ke kamarnya. Alneozro balik badan dan keluar dari rumah Grameisya.


Grameisya berdiri di depan jendela dan melihat Alneozro dari atas.


Alneozro melihat rumah itu dan ia pun melihat Grameisya sedang di atas.

__ADS_1


Ia tersenyum dan mengambil hatinya dan melemparkan ke arah Grameisya. Grameisya mengambilnya dan memasukkan ke dalam hatinya juga dan mereka tersenyum.


Alneozro melambaikan tangannya dan ia pun masuk ke dalam mobil dan mobil itu melaju meninggalkan rumah Grameisya.


"Sepetinya di susah pergi," ucap Grameisya.


Grameisya pun keluar dari kamarnya.


"Lho? Nona," ucap Bi Ena melihat Grameisya turun.


"Pak Ahmad ada di mana?" tanya Grameisya cepat.


"Mungkin dia sedang di kamarnya," jawab Bi Ena.


Grameisya pun secepatnya berlari menuju kamar Pak Ahmad, untungnya Pak Ahmad belum tidur dan ia masih berada di depan pintu kamarnya sambil merokok.


"Nona mau kemana?" tanya Pak Ahmad berdiri.


"Aku ingin pergi," jawab Grameisya.


"Apa Nona mau pergi mencari Tuan Deval?" tebaknya.


"Iya, Pak Ahmad tau?" tanya Grameisya.


"Enggak, tadinya saya mengikutinya dari belakang, tapi ketahuan dan di suruh pulang lagi," ucap pak Ahmad sedih.


"Ya udah, kalau begitu aku akan pergi untuk mencari dia," ucap Grameisya.

__ADS_1


"Saya ikut Nona," pinta Pak Ahmad.


"Jangan, mungkin ini akan bahaya," ucap Grameisya mengambil kunci dari tangan Pak Ahmad dan membawanya lari menuju mobil.


"Haishhhh, mereka anak dan bapak ini kenapa seperti ini sih?" tanya Pak Ahmad manyun karena ia sering di tinggal dalam hal penting.


Grameisya menghidupkan mesin mobilnya dan melaju di jalanan.


"Papa, kamu di mana? Baru aku tinggal 2 hari Papa udah ada aja masalahnya. Papa bikin aku khawatir aja," ucap Grameisya.


Ia pun mencari setiap klub malam, sudah 3 klub malam ia cari, tapi tidak ketemu juga.


"Aku tidak mungkin meminta bantuan dengan Alneozro, dia sudah banyak membantuku, semua pengawalnya juga lelah setelah peperangan itu. Aku memang sudah banyak menyusahkan dia," ucap Grameisya.


Sampai ia di klub malam ke empat, Grameisya di buat terkejut. Pasalnya Papanya di lempar oleh 3 orang pria bertubuh besar keluar dari tempat tersebut.


"Papa!" teriak Grameisya berlari mendekati Deval.


"Grameisya, kamu sudah kembali?" tanya Papa Grameisya tersenyum senang saat Grameisya sudah pulang.


Grameisya menyeka darah di bibir Deval sambil mengangguk tersenyum.


Ia membantu Deval berdiri.


"Wah, ada gadis cantik nih, ayo kita ajak main dia," ucap mereka tertawa mesum melihat Grameisya.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

__ADS_1


[Makasih buat yang komen🤣🤣 entah mengapa aku baca komen kalian berasa kalian sedang nonton Film🤣🤣]


__ADS_2