TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 104


__ADS_3

...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Alina mendadak merinding melihat tatapan Grameisya.


Grameisya pun terus menuju samsak itu seperti ia ada dendam dengan samsak itu.


Iya, saat itu ia membayangkan jika di depannya adalah ketua agen dan ia ingin menghabisi dan menghancurkannya.


Meskipun di dekatnya ada Alina, tapi Alina bukanlah tandingannya untuk ia musuhi secara dendam, karena dia sangat lemah untuk di jadikan lawan.


Buk! Buk! Buk! Buk!


Dendam yang sangat mendalam itu saling kuatnya ia meninju samsak itu hingga bocor dan keluar pasir dari dalam samsak itu.


Mereka kembali terkejut melihat Grameisya yang terus saja memberi mereka kejutan.


"Astaga! Dia bisa membuat samsak kuat itu pecah sekuat apa dia?" tanya Jun.


"Pilihan Alneozro itu agak lain dikit ya," ucap Lio. Seketika Alina melihat ke arah Lio.


"Dia kalau di bawa ke dapur agak ngeri juga nggak sih?" tanya Jun berbisik.


"Kenapa?" tanya Lio.

__ADS_1


"Itu dapur pasti hancur kayak habis meledak," jawab Jun.


"Husshhh! Kau ini!" seru Amar menyenggol Jun.


Grameisya berbalik badan dan melihat ke arah Alina. Alina tampak gugup.


"Nona Alina, ayo berlatih bersama," ajak Grameisya sambil tersenyum manis tapi menyeramkan di mata Alina.


"Maaf, aku tidak bawa baju olah raga, lagian aku juga tidak punya persiapan," ucap Alina berdalih.


"Ah, nggak perlu persiapan kok, sama waktu hari itu di restoran. Aku di juga tidak punya persiapan. Bagaimana menurut Nona Alina?" tanya Grameisya menyipitkan matanya.


"Oh ya aku ada urusan mendadak. Aku pergi dulu ya," ucap Alina yang langsung kabur melarikan diri.


"Nona Alina, aku harap tidak ada lain kali ya!" teriak Grameisya.


"Gila! Rasa sakit di tangan ku saja masih sedikit sakit hingga aku libur syuting. Berhadapan langsung dengannya yang bisa menghancurkan samsak benar-benar cari mati," ucap Alina yang langsung meluncurkan mobilnya di jalanan.


"Dia kenapa kabur?" tanya Amar menaikkan alisnya.


"Itu tandanya dia punya salah dengan ku," jawab Grameisya.


"Oh ya, Alneozro bilang kalau kalian berdua di jadikan sarung tinju untuk Nona Grameisya.l," ucap Lio.


"Tidaaaaaaaaaaakkkk!" teriak mereka yang langsung keluar dari ruangan tersebut pontang panting.


☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


Seperti yang di janjikan, Jun kalah dan harus mentraktir Grameisya.


Malam ini mereka janjian untuk di suatu tempat.


"Papa, malam ini aku pergi sebentar bersama teman-teman," ucap Grameisya berpamitan.


"Sebenarnya Papa ragu memberimu keluar Grameisya. Tidak bisakah kamu tetap di rumah?" tanya Deval.


"Hm ... Ya udahlah kalau begitu," ucap Grameisya menurut, ia pun berjalan ingin masuk ke dalam kamarnya.


Akan tetapi dari luar terdengar suara beberapa mobil yang datang ke rumahnya.


Mereka bertiga pun menekan bel rumah Grameisya.


Ting tong!


Ting tong!


Deval pun datang dan membuka pintu.


"Eh, Tuan ...." Deval kenal dengan mereka, tapi ia lupa nama mereka karena mereka.juga sering tampil di layar kaca bersama Alneozro.


"Perkenalkan Om, nama saya Jun," ucap Jun mengambil tangan Deval dan menyalaminya.


"Oh ya, Tuan muda Jun," ucap Deval mengangguk-angguk sambil tersenyum.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2