
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Mereka pun kembali ke rumah.
"Papa, Grameisya, aku pamit pulang dulu ya," ucap Alneozro.
"Iya, kamu hati-hati di jalan," pesan Deval.
"Iya Pa," jawab Alneozro mengangguk dan ia pun meninggalkan rumah Grameisya.
"Ayo Pa kita masuk," ajak Grameisya.
Mereka pun masuk ke dalam.
Sebuah mobil berhenti di depan rumah, dan terlihat Heru keluar dari mobil tersebut dengan tangan yang di balut kain kasa di lapisi kain penyangga untuk tangannya.
"Oh, kamu sudah pulang," ucap Deval dengan wajah datar.
"Kamu harus bayar semua biaya rumah sakit! Gara-gara anak kamu aku seperti ini! Aku nggak terima," ucap Heru marah-marah.
__ADS_1
"Anakku nggak salah, otak mu saja yang konslet! Marah-marah nggak jelas! Kurasa isi kepalamu hanya judi saja, dan juga kau sudah pasti main dengan perempuan malam di sana, maka dari itu hutang mu banyak! Ya kan?" ucap Deval dengan geram.
"Ah! Bukan urusan mu! Pokoknya aku mau saham bagianku! Sekarang juga!" ucap Heru tak mau kalah.
"Oh, sepertinya tangan satu mu itu tidak membuatmu berubah rupanya? Sini gantian kepalamu yang ku pecahkan agar tidak ada lagi orang yang menyebalkan sepertimu," ucap Grameisya maju ke depan.
"Jangan Grameisya!" teriak Deval menarik tangan Grameisya.
"Baiklah, besok kita akan bagi hasil saham itu dan urus saham masing-masing. Setelah pembagian ini tidak ada kalian meminta saham lagi. Mau saham kalian anjlok atau apa pun itu aku harap kalian tidak mengungkit lagi masalah saham. Aku akan membagi rata," ucap Deval.
"Bagus kalau begitu," ucap Heru berjalan melewati mereka semua dan ia menuju kamarnya.
"Kenapa tidak Papa lakukan seperti itu sejak dulu?" tanya Grameisya.
"Papa pikir tadinya semua bisa Papa perbaiki. Tapi sepertinya memang harus begini, besok akan Papa uruskan semuanya. Semoga saja tidak ada masalah lagi kedepannya," ucap Deval menarik nafasnya.
"Baik Pa." angguk Grameisya.
Grameisya pun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur.
☘️☘️☘️☘️☘️
Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!
__ADS_1
Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!
Duuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr!
"Ha-ha-ha kau pikir kau akan hidup dengan aman di markas ku itu! Akan ku rebut kembali milikku," ucap Josh tertawa saat markas itu mereka bom.
Kekuatan Josh bertambah karena ia bekerja sama dengan mafia besar lainnya. Ia akan menjanjikan sebuah tanah di samping markasnya untuk mafia itu sebagai gantinya karena sudah membantunya.
"Sial! Mereka ini melakukan serang mendadak di malam seperti ini," ucap ketua mafia yang sudah memiliki sertifikat aslinya.
"Tapi ketua, kita dulu juga begitu," ucap tangan kanannya.
"Ah, kalian tetap bertahan, aku akan panggilkan bantuan lain," ucap ketua mafia itu.
Ketua mafia itu pergi terlebih dahulu dengan membawa berkas penting tersebut dari jalan bawah tanah.
☘️☘️☘️☘️☘️
Ke esokkan harinya.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
__ADS_1
"Hm ... siapa pagi-pagi begini yang menelpon ku? Jangan bilang Alneozro?" tanya Grameisya mengambil ponselnya di atas meja.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...